Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan

Cewek Tidur Telanjang ( Yang Cukup Umur Masuk )

Kali Ini Admin www.ikadanewsonline.com Akan Berbagi Info tentang Cewek Tidur Telanjang ( Yang Cukup Umur Masuk )  , Info Terbaru Kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Dan jangan lupa menekan Tombol Like/Share Facebook untuk memberi tahu kepada teman-teman anda yang lain dan Berlangganan Artikel Secara Gratis di blog www.ikadanewsonline.com agar bisa terus mendapatkan Kabar terbaru. Sipp, kembali ke Info Terbaru Saat ini yaitu tentang Cewek Tidur Telanjang ( Yang Cukup Umur Masuk )  , Berikut Infonya :

Jika ditanya, pakaian apa yang paling nyaman dipakai untuk tidur, rata-rata jawaban Anda pastilah: daster atau paduan tank top dan celana pendek. Bahan yang tipis dan minim mengurangi rasa gerah dan membuat Anda bebas bergerak.

Namun, apabila Anda butuh sedikit tantangan, bagaimana jika Anda lepaskan saja busana tidur Anda dan tidur telanjang? Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Baritchi, digambarkan betapa tidur telanjang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda. Simak berbagai manfaat lainnya sebagai berikut:

Melepaskan oksitosin Hormon oksitosin dilepaskan ketika terjadi kontak kulit dengan kulit. Ketika kulit bersentuhan dari kepala hingga kaki sepanjang malam, Anda akan mendapatkan arus hormon yang bermanfaat. Beberapa manfaat oksitosin, antara lain, meningkatkan rasa sejahtera, menurunkan detak jantung, mengurangi hormon stres, meningkatkan rasa percaya, dan tentunya, dorongan seksual.

Bikin "mood" untuk bercinta Banyak perempuan menolak berhubungan seks karena sedang enggak mood. Penyebabnya bisa karena kelelahan, takut anak sewaktu-waktu terbangun, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda. Padahal, menolak berhubungan hanya membuat perempuan merasa kesepian dan diacuhkan. Karena itu, sebaiknya Anda yang mengubah mood tersebut untuk bercinta. Caranya, meringkuk di bawah selimut dengan bodysuit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu. Rasa berdesir pada kulit akan memberikan rangsangan seksual yang Anda butuhkan.

Terlihat erotis Pria mana pun tak akan tahan melihat sang istri meringkuk di sisinya tanpa busana. Hal itu menjadi semacam undangan untuknya guna berhubungan seksual.

Menciptakan hasrat Salah satu alasan utama perempuan tidak ingin berhubungan seks adalah ketimpangan dalam relasinya dengan pasangan. Ketika Anda merasa terpisah dari pasangan, Anda mungkin juga kehilangan hasrat untuknya. Nah, tidur telanjang bisa membantu mengatasi hambatan tersebut.

Menimbulkan ikatan Ketika saling bersentuhan kulit di tempat tidur, Anda bisa meningkatkan rasa ikatan di antara Anda dan pasangan. Ingatlah ketika baru pertama berpacaran atau baru menikah dulu, inginnya selalu bersentuhan, kan? Semakin Anda menyentuh, Anda semakin merasa dekat dengan pasangan. Ikatan yang meningkat sama artinya dengan semakin sering bercinta.

Lebih sehat Lebih sering berhubungan seks memberikan banyak manfaat kesehatan dan perkawinan pun lebih berpeluang untuk bertahan lama. Anda tidak perlu bercinta setiap hari (kecuali Anda berdua memang menginginkannya), cukup beberapa kali saja dalam seminggu. Menghabiskan waktu setengah hingga satu jam sehari untuk bercinta bisa menjadi olahraga yang menyenangkan bagi Anda. Anda akan merasa lebih puas dengan hidup Anda, lebih bugar, dan lebih sehat!

Tahukah Kamu Mengapa Kita Butuh Mimpi Saat Tidur?

Tahukah Kamu Mengapa Kita Butuh Mimpi Saat Tidur?
Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.
http://image.tempointeraktif.com/?id=63871&width=475

Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.


Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.


"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.


Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.


Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat.


Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi.

Inilah Jenis-Jenis Olahraga yang Membuat Tidur Lebih Nyenyak

@IkadanewsOnline - Inilah Jenis-Jenis Olahraga yang Membuat Tidur Lebih Nyenyak - Olahraga tidak hanya bermanfaat menyehatkan tubuh dan pikiran, tapi juga mendorong kita menjalani pola hidup yang lebih sehat. Salah satunya membantu tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih segar saat bangun di keesokan paginya.

Namun yang jadi pertanyaan, bagaimana agar mendapatkan waktu tidur yang berkualitas dengan olahraga? Dikutip dari Boldsky, ini beberapa cara dan jenis olahraga yang bisa membantu Anda tidur nyenyak.

Waktu yang Tepat untuk Berolahraga

- Untuk bisa tidur nyenyak, Anda sebaiknya olahraga dengan intensitas tinggi tiga jam sebelum tidur. Biasanya orang akan berpikir kalau olahraga keras sebelum tidur, bisa membuat mereka merasa sangat lelah di malam hari. Namun nyatanya, olahraga sebelum tidur akan menstimulasi detak jantung, otak dan otot. Sehingga saat tiba waktunya tidur, tubuh akan melalui proses recovery dan Anda pun bisa tidur lebih nyenyak.

- Olahraga juga bisa meredakan stres dan membangkitkan mood positif Anda, dan menghasilkan tidur yang lelap dan tenang. Selain itu bila Anda berolahraga di sore menjelang malam, akan menaikkan temperatur tubuh beberapa jam sebelum tidur. Saat Anda bersiap-siap tidur, temperatur tubuh pun menurun. Proses penurunan temperatur tubuh inilah yang membuat Anda menjadi ngantuk dan membantu tidur lebih nyenyak.

Jenis-jenis Olahraga untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

Semua bentuk olahraga bermanfaat untuk memaksimalkan waktu tidur, tapi ada beberapa yang memberi dampak lebih efektif pada kualitas tidur, di antaranya:

- Latihan Kardiovaskular; meningkatkan detak jantung dan jika dilakukan sekitar 20 menit akan bantu meregangkan otot. Melompat, berjalan, menari, lompat tali dan berenang merupakan aktivitas yang paling efektif untuk mendapatkan tidur berkualitas. Latihan yang memacu detak jantung meningkatkan suplai oksigen ke otak yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Lakukan latihan ini selama 20 menit per sesi, tiga sampai empat kali seminggu.

- Selain kardiovaskular, latihan kekuatan, yoga dan peregangan juga bermanfaat menjadikan tidur lebih nyenyak, terutama yoga. Postur dan teknik pernapasan dalam latihan yoga meningkatkan sirkulasi darah pada otak serta melepaskan stres

Bila Anda Mendengkur Saat Tidur, Itu Bisa Jadi Pembunuh Paling Sadis

@IkadaNewsOnline - Bila Anda Mendengkur Saat Tidur, Itu Bisa Jadi Pembunuh Paling Sadis  - Waktu tidur yang disertai dengan dengkuran kerap dianggap sebagai tidur yang nyenyak. Padahal, orang yang sering mendengkur saat tidur apalagi jika kerap berhenti napas berisiko tinggi menderita stroke dan penyakit jantung.

Ketika kita tidur, otot di langit-langit mulut, lidah, dan tenggorokan berada dalam kondisi rileks sehingga sering terjadi sumbatan jalan napas. Kondisi tersebut menyebabkan daerah di sekitar sumbatan bergetar, sehingga timbul suara yang kita kenal dengan dengkuran atau ngorok.

Mendengkur sendiri merupakan gejala utama obstructive sleep apnea/OSA. Menurut dr.Rimawati Tedjakusuma, spesialis saraf dari Rumah Sakit Medistra Jakarta , OSA adalah henti napas saat tidur yang terjadi berulang-ulang karena sumbatan jalan napas atas yang diikuti dengan menurunnya kadar oksigen darah.

"Pada orang yang menderita OSA berat, henti napasnya bisa terjadi lebih dari 30 kali dalam satu jam. Malah, ada pasien saya yang mengalami henti napas sampai 150 kali per jam," katanya dalam acara seminar dalam rangka World Sleep Day di RS Medistra Jakarta, Kamis (15/3/12).

Berbagai penelitian menunjukkan kaitan antara OSA dengan penyakit kronis seperti gangguan irama jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes. Penelitian yang dilakukan Rimawati di RS Medistra pada tahun 2011 menunjukkan hampir 41 persen pasien OSA menderita hipertensi.

"Saat henti napas, otak akan memerintahkan supaya tubuh mendapatkan oksigen sehingga kita terbangun. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meningkat sehingga lama-lama dinding pembuluh darah rusak. Hal ini akan memicu peradangan. Pembuluh darah yang rusak juga akan menarik kolesterol sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah," papar dokter yang mendalami masalah tidur ini.

Henti napas yang terjadi berkali-kali dalam satu malam juga akan menggangu tidur sehingga esok harinya kita akan terbangun dalam kondisi lemas, sakit kepala, konsentrasi menurun, serta mengantuk sepanjang hari.

"OSA juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan juga ditempat kerja. Selain itu penderitanya juga berisiko menderita depresi dan kecemasan. Mereka juga berisiko dua kali lipat terkena stroke," katanya.

Untuk itu, segera periksakan diri jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas. "Mendengkur sekali-kali mungkin normal. Tetapi jika setiap kali tidur selalu mendengkur waspadai OSA," katanya.

Kendati lebih sering dialami oleh orang dewasa, namun bayi dan anak-anak juga bisa menderita OSA. "Biasanya karena pembesaran amandel, obesitas, atau kelainan bentuk wajah dan lingkar leher," ujarnya.

Agar terhindar dari komplikasi akibat OSA, segera periksakan diri ke dokter untuk mengidentifikasi penyakit dan mengatasinya. Pada OSA yang ringan, biasanya dokter akan menganjurkan penurunan berat badan atau mengubah posisi tidur.

Sementara itu pada OSA yang berat terkadang diperlukan tindakan pembedahan. Penggunaan alat bantu untuk membuka jalan napas seperti CPAD (continous positive airway pressure) juga dinilai membantu mencegah perburukan akibat OSA. Alat ini akan memberikan aliran udara bertekanan lembut melalui hidung atau mulut menggunakan masker. Tekanan udara akan mencegah menyempitnya dan menutupnya saluran napas sehingga pasien bisa bernapas leluasa selama tidur.

sumber: kompas.com

Inilah Efek Dahsyat Dari Ciuman Sebelum Anda Tidur

@IkadaNewsOnline - Inilah Efek Dahsyat Dari Ciuman Sebelum Anda Tidur - Ingin tidur lebih nyenyak dan perasaan Anda lebih baik keesokan harinya? Berciumanlah. Itu karena berciuman sebelum tidur berdampak menenangkan bagi Anda dan pasangan.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dipublikasi dalam The Journal Personal Relationships. Menurut penelitian, konflik yang belum terselesaikan dapat menyebabkan kualitas tidur menurun dan membuat mood menjadi buruk keesokan harinya.

Peneliti mengukur perubahan fisik dan emosional jangka pendek pada pasangan yang adu argumen. Setelah menganalisis 39 responden yang tinggal dengan pasangannya, peneliti menemukan bahwa konflik di siang hari memengaruhi waktu tidur di malam hari. Jadi, tidak mengherankan, saat bangun keesokan harinya, Anda merasa pikiran tidak fokus dan mood berantakan.

Tidur dan suasana hati berhubungan dengan tingkat gangguan atau kecemasan keintiman dalam hubungan. Mereka yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pasangan mengalami efek samping yang lebih negatif.

Dengan kata lain, pasangan yang memiliki hubungan lebih dekat dan kuat, kualitas tidur dan suasana hati bisa menjadi sangat buruk setelah bertengkar.

"Kami menemukan bagaimana hubungan interpersonal sehari-hari memengaruhi suasana hati dan fisiologi dari waktu ke waktu," kata Profesor Angela Hicks, salah satu peneliti seperti dikutip dari Science Daily.

Dari penelitian juga diketahui kalau orang-orang yang merasa 'tidak aman' dalam hubungan, lebih rentan terhadap risiko kesehatan jangka panjang. Hicks menyarankan untuk sebisa mungkin menyelesaikan konflik dengan pasangan sebelum tidur.

Menurut Hicks, meskipun Anda masih kesal atau marah, cobalah untuk tetap berikan ciuman hangat pada pasangan. Hal ini agar tidur dengan nyenyak, perasaan Anda pun lebih baik keesokan harinya. Sehingga, pikiran lebih tenang saat menyelesaikan masalah.

Sumber

Berikut 6 Posisi Tidur Yang Memancing Gairah Seks

@IkadaNewsOnline - Berikut 6 Posisi Tidur Yang Memancing Gairah Seks  - Bahasa tubuh kita, termasuk saat tidur, ternyata bisa menyampaikan sesuatu. Saat tidur, kita menampakkan sisi diri kita yang paling polos, dan paling jujur. Cara tidur Anda bahkan bisa memancing dan membangkitkan gairah pasangan, oleh karena mengirimkan sinyal-sinyal seksual yang tak Anda sadari. Ketimbang menduga-duga, lebih baik cari tahu makna di balik bahasa tubuh Anda saat tidur. Siapa tahu, Anda bisa mengundangnya bercinta tanpa perlu berkata-kata!

1. Saling berhadapan. Posisi saling berhadapan, termasuk ketika Anda hendak tidur, memungkinkan Anda dan pasangan saling menatap. Dengan posisi ini, Anda juga bisa saling menyentuh sebagian atau seluruh tubuh masing-masing. Seluruh bagian tubuh Anda -dari telapak kaki, betis, lutut, perut, hingga dada- ibaratnya memiliki akses untuk mengeksplorasi tubuh pasangan. Posisi ini juga sangat dinikmati kaum pria, karena mereka bisa mudah menatap Anda, dan memastikan segala sesuatunya sesuai dengan yang diinginkan.

2. Rebah di dadanya. Hm... ini posisi tidur yang nyaman dan dapat meningkatkan kemesraan. Pasangan tidur telentang, lalu Anda merebahkan kepala di dada atau pundaknya sebagai bantal. Posisi ini tergolong sangat intim, karena memungkinkan pasangan untuk melingkarkan tangannya ke tubuh Anda dengan sikap protektif. Asal tahu saja, pria juga sangat menyukai posisi ini karena Anda terlihat cukup nyaman untuk mencari perlindungan dalam pelukannya.

3. Berbaring di dada Anda.
Kebalikan dari posisi tidur di atas, kali ini Anda yang berbaring telentang sementara si dia yang merebahkan kepalanya di dada Anda. Tangan Anda dan dia bisa saling bertautan di atas tubuh masing-masing. Pria juga sangat menyukai posisi tidur ini, karena merebahkan diri di tubuh Anda akan terasa jauh lebih nyaman daripada rebah di atas bantal.

4. Memeluk dari belakang.
Anda dan pasangan tidur menyamping ke arah yang sama, Anda di belakang bergelung mengikuti posisi tidurnya. Bagi pria, posisi ini asyik karena seluruh tubuh Anda saling menyentuh. Dada Anda menyentuh punggungnya, kaki Anda menyentuh kakinya, dan tangan Anda bisa melingkar ke arah perut atau dadanya. Bagi Anda sendiri, Anda bisa tidur memeluk pasangan sepuasnya!

5. Dipeluk dari belakang. Kebalikan dari posisi sebelumnya, kali ini pasangan tidur sambil memeluk tubuh Anda dari belakang. Posisi ini sangat menggairahkan karena pasangan jadi memiliki banyak kesempatan untuk menstimulasi dirinya, bahkan bisa langsung berlanjut ke sesi spooning atau menyamping saat bercinta! Selain itu, posisi ini juga sangat memuaskan ego pria, karena dengan melingkarkan tangannya ke tubuh Anda, ia menguasai dan melindungi diri Anda.

6. Rebah di perutnya. Posisi ini diawali dengan Anda tidur bersebelahan dengannya, lalu Anda membaringkan kepala Anda di perutnya, sehingga membentuk huruf T. Dengan posisi ini, si dia bisa membelai kepala Anda, menyelusupkan jari-jarinya ke belantara rambut Anda, juga menyentuh pundak Anda. Bisa jadi, ia juga berharap posisi kepala Anda lebih jauh ke bawah mendekati area selangkangannya.

Walah Wanita Ini Bukan PSK Tapi Mengaku Sudah Tidur dengan 1.000 Pria

@IkadaNewsOnline - Walah Wanita Ini Bukan PSK Tapi Mengaku Sudah Tidur dengan 1.000 Pria - Melihat seorang pria muda dalam perjalanan menuju tempat kerjanya, Crystal Warren senyum-senyum sendiri. Sehari sebelumnya, dia dan pemuda itu menyelinap di salah satu bagian toko untuk berhubungan intim.

Dua jam kemudian, dia menggoda pria yang belum pernah dikenalnya. Hubungan singkat itu juga berakhir di ranjang dengan sang pria di sisinya.

Jika Anda menyangka Crystal seorang pekerja seks komersial, Anda salah. Wanita berusia 42 tahun ini, seperti dilansir The Mirror, adalah seorang manajer di sebuah toko ritel di Inggris. "Orang biasanya tak mengasosiasikan kecanduan seks pada wanita," katanya. "Tapi beda denganku. Aku memikirkannya hampir sepanjang waktu."

Crystal, yang tinggal di Brighton, lahir dari keluarga berantakan. Orang tuanya berpisah ketika dia berusia lima tahun dan dia mulai kecanduan seks begitu menginjak remaja. "Aku sangat senang jika ada pemuda yang sangat menginginkanku," ujarnya.

Tiap pekan, ia ganti pasangan. Hingga usianya mencapai 17 tahun, ia sudah tidur dengan 40 pemuda. Sejak itu, ia rutin  pergi ke pub lokal dan ke tempat di mana dia punya banyak kesempatan untuk menemukan pemuas bagi kecanduan seksnya. Hingga usianya kini, ia mengaku telah tidur dengan lebih dari 1.000 pria.

Sama seperti kecanduan narkoba, ia mengaku akan merasa frustrasi dan uring-uringan jika tak mendapatkan yang diinginkannya. Di sela jam istirahat di kantor, ia akan pergi sejenak untuk memenuhi "dahaganya".

"Aku tahu aku adalah seorang pecandu seks, tapi aku belum berhasil mendapatkan bantuan profesional," katanya. "Seks adalah hal yang membuat aku merasa baik tentang diri sendiri."

Uniknya FBed ' Tempat Tidurnya Para Facebookers '

IkadaNewsOnline - Kalau teman-teman sekalian udah kecanduan sama facebook atau malahan udah jadi facebookers sejati, tempat tidur yang satu ini pasti cocok buat temen-temen.
 Tempat tidur yang didesain oleh Zvonaric ini didesain membentuk huruf f menyerupai logo facebook. FBed juga udah dilengkapi dengan meja, kursi, dan komputer di bagian kepalanya. Katanya supaya abis bangun tidur bisa langsung lompat ke ke depan komputer buat update status "baru bangun di FBed" hehehe :D

 Gimana? keren kan ? :D
Sayangnya ini baru desain doang, kapan dikeluarinnya juga belum tau. Semoga cepet keluar dan masuk Indonesia. Soalnya saya juga mau beli (kalo kantong mencukupi :D, hehehe). 

Berikut 6 Manfaat Wanita Tidur Tanpa Pakaian Dalam

IkadaNewsOnline - Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Dn Baritchi, digambarkan betapa tidur telanjang memberikan enam manfaat.Umumnya wanita tidur memakai pakaian dalam seperti daster atau paduan tank top dan celana pendek. Namun, bagaimana kalau wanita tidur tanpa busana dalam?

Apa saja itu? Simak saja di bawah ini.

1. Melepaskan oksitosin

Hormon oksitosin dilepaskan ketika terjadi kontak kulit dengan kulit. Ketika kulit bersentuhan dari kepala hingga kaki sepanjang malam, Anda akan mendapatkan arus hormon yang bermanfaat. Beberapa manfaat oksitosin, antara lain, meningkatkan rasa sejahtera, menurunkan detak jantung, mengurangi hormon stres, meningkatkan rasa percaya, dan tentunya, dorongan seksual.

2. Bikin “mood” untuk bercinta

Banyak perempuan menolak berhubungan seks karena sedang enggak mood. Penyebabnya bisa karena kelelahan, takut anak sewaktu-waktu terbangun, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda. Padahal, menolak berhubungan hanya membuat perempuan merasa kesepian dan diacuhkan. Karena itu, sebaiknya Anda yang mengubah mood tersebut untuk bercinta. Caranya, meringkuk di bawah selimut dengan bodysuit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu. Rasa berdesir pada kulit akan memberikan rangsangan seksual yang Anda butuhkan.

3. Terlihat erotis

Pria mana pun tak akan tahan melihat sang istri meringkuk di sisinya tanpa busana. Hal itu menjadi semacam undangan untuknya guna berhubungan seksual.

4. Menciptakan hasrat

Salah satu alasan utama perempuan tidak ingin berhubungan seks adalah ketimpangan dalam relasinya dengan pasangan. Ketika Anda merasa terpisah dari pasangan, Anda mungkin juga kehilangan hasrat untuknya. Nah, tidur telanjang bisa membantu mengatasi hambatan tersebut.

5. Menimbulkan ikatan

Ketika saling bersentuhan kulit di tempat tidur, Anda bisa meningkatkan rasa ikatan di antara Anda dan pasangan. Ingatlah ketika baru pertama berpacaran atau baru menikah dulu, inginnya selalu bersentuhan, kan? Semakin Anda menyentuh, Anda semakin merasa dekat dengan pasangan. Ikatan yang meningkat sama artinya dengan semakin sering bercinta.

6. Lebih sehat

Lebih sering berhubungan seks memberikan banyak manfaat kesehatan dan perkimpoian pun lebih berpeluang untuk bertahan lama. Anda tidak perlu bercinta setiap hari (kecuali Anda berdua memang menginginkannya), cukup beberapa kali saja dalam seminggu. Menghabiskan waktu setengah hingga satu jam sehari untuk bercinta bisa menjadi olahraga yang menyenangkan bagi Anda. Anda akan merasa lebih puas dengan hidup Anda, lebih bugar, dan lebih sehat!

source: detikhealty.com

Tidur Usai Peristiwa Traumatis Bikin Memori Negatif Makin Kuat

IkadaNewsOnline - Tidur diketahui dapat mengurangi emosi negatif dari kenangan buruk. Namun sayangnya, tertidur tak lama setelah menyaksikan peristiwa traumatis justru dapat mempertahankan dan bahkan memperkuat emosi negatif yang terkait dengan kenangan yang tak mengenakkan itu.

Para peneliti memperlihatkan peserta penelitian serangkaian foto. Beberapa foto berisi foto yang sangat tidak menyenangkan, beberapa di antaranya netral. Peserta yang tidur tak lama setelah melihat foto lebih mungkin menilainya sebagai foto yang mengganggu ketika melihatnya lagi.

Berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, tidur dianggap sebagai sebuah kegiatan yang bermanfaat serta mampu mengurangi emosi negatif dari kenangan buruk. Penelitian ini memiliki implikasi yang mendalam untuk mencegah gangguan stres akibat trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD).
"Dari sudut pandang klinis, gangguan tidur atau insomnia setelah mengalami trauma belum tentu buruk. Bisa jadi ini adalah respons biologis yang sesuai dan dapat membantu melupakan peristiwa traumatis," kata pemimpin penelitian, Rebecca Spencer, psikolog di University of Massachusetts Amherst.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tidur membantu menyimpan kenangan jangka panjang. Beberapa peneliti telah menegaskan bahwa menutup mata juga mampu mengatur respons emosional yang terkait dengan peristiwa. Sebuah penelitian di tahun 2009 menunjukkan bahwa emosi negatif dari ingatan menjadi berkurang setelah tidur.

Para ilmuwan berasumsi bahwa otak memperkuat kenangan sekaligus mengikat respons emosional terhadap kenangan tersebut. Hubungan aktual antara dua fenomena ini masih belum dipelajari sampai sekarang.

Dalam penelitian yang dimuat Journal of Neuroscience, Spencer dan rekan-rekannya merekrut 106 orang relawan berusia 18 sampai 30 tahun. Mereka diperlihatkan 30 foto netral dan 30 foto negatif. Salah satu foto yang paling negatif adalah sebuah adegan mengerikan dari ne gara yang dilanda perang. Salah satu foto netral adalah foto seorang pria sedang membaca koran.

Setelah melihat semua foto, peserta diminta memberi peringkat seberapa bahagia dan seberapa tergugahkah perasaannya pada skala dari 1 sampai 9. Dua belas jam kemudian, para peneliti mencampur 120 foto baru dengan foto yang telah digunakan sebelumnya, dan meminta peserta memberi peringkat pada foto. Kali ini, peneliti juga menanyai peserta apakah peserta mengingat foto-foto sebelumnya.

Untuk menguji bag aimanakah tidur dapat mempengaruhi ingatan dan respons emosional, para peneliti membagi 82 orang sukarelawan menjadi dua kelompok. Pada kelompok tidur, sesi pertama diminta menilai foto negatif dan foto netral pada malam hari, dan sesi kedua dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur. Kelompok bangun mendapat sesi pertama di pagi hari, dan sesi keduanya di malam hari, namun tidak diizinkan tidur siang atau mengkonsumsi alkohol selama sehari.

Kelompok tidur terhubung pada perangkat yang merekam seberapa banyak waktu yang dihabiskan ketika tidur. Untuk mengurangi kemungkinan bahwa waktu juga dapat mempengaruhi ingatan, para peneliti membagi 24 orang yang tersisa pada kelompok pagi dan kelompok malam dengan dua sesi yang terpisahkan se lama 45 menit.

Spencer dan timnya menemukan bahwa tidur meningkatkan kualitas ingatan peserta pada foto negatif dan foto netral. Selain itu, orang-orang dalam kelompok tidur merasa bahwa kedua sesi sama-sama mengganggu, sedangkan kelompok bangun menemukan bahwa foto pada sesi kedua tidak terlalu mengganggu.

"Tidur melindungi reaksi emosional, yang berarti membantu menyegel respons-respons emosi negatif. Peneliti juga mempelajari bahwa jumlah tidur REM, tahapan tidur yang sering dikaitkan dengan b ermimpi tidak mempengaruhi seberapa baik peserta mengingat foto, tetapi mempengaruhi reaksi emosional terhadap foto. Peserta yang tidurnya paling tinggi kualitas REM-nya menilai foto lebih meresahkan ketika melihatnya untuk kedua kali," kata Spencer.

Seperti dilansir Livescience.com, Rabu (18/1/2012), para peneliti percaya bahwa tidur membantu melindungi seseorang dari respons emosional yang berakar secara evolusi. Jika seseorang atau sesuatu menyerang, orang ingin mengingat emosi yang dirasakan sehingga dapat menghindarinya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tidur memperkuat ingatan, bahkan untuk kenangan yang tidak emosional. Ini memperkuat gagasan bahwa tidur pada umumnya menguntungkan," kata Stephan Hamann, yang mempelajari hubungan antara tidur, ingatan, dan emosi di Emory University di Georgia, AS.