Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan

Fenomena Mimpi Yang Jadi Kenyataan ( Precognitive Dream )



Pernahkah kalian bermimpi pada suatu hari dan mimpi kalian menjadi kenyataan pada hari berikutnya ? Pernahkah kalian memimpikan terjadinya sebuah bencana dan bencana tersebut benar-benar terjadi pada hari-hari berikutnya ? Fenomena inilah yang disebut precognitive dream, mimpi yang berubah menjadi kenyataan.

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).


Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Mimpi adalah komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa kita. Tau gak sebenernya sepanjang waktu kita bermimpi meski saat kita lagi bangun, cuma proses itu berlangsung di alam bawah sadar kita.

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai mimpi :

1. Orang Buta Jg Bermimpi
Orang yg terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat “gambar-2” tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yg mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi “keinginan” tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia.


2. Kamu Akan Lupa 90% Dari Mimpimu
Sekitar 5 menit setelah kamu terbangun kamu akan segera melupakan 50% dari mimpimu, 10 menit kemudian 90% “jalan cerita” mimpimu akan terlupakan.

Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yg indah, dia lalu segera menuliskannya di kertas untuk menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-2 ada orang yg datang kerumahnya. Setelah urusan dg orang itu selesai Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi, tapi dia tdk berhasil mengingat lagi mimpinya. Puisinya itu tidak pernah selesai. Puisi yg tidak pernah terselesaikan itu berjudul “Kublai Khan” dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris.

Robert Louis Stevenson ( penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde ) dan Mary Shelley’s Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yg mereka alami.

3. Semua Orang Bermimpi
Semua orang bermimpi ( kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah ) tapi laki-2 dan perempuan mimpinya beda dan beda pula reaksi fisiknya. Cowo cenderung bermimpi tentang cowo lain sedangkan cewe mimpinya cenderung berimbang mimpiin soal cowo atau cewe lain.

4. Mimpi Mencegah Gangguan Emosi.
Pada penelitian mengenai tidur baru-2 ini, percobaan pada orang yg dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, halusinasi dan tanda-2 gangguan emosi lainnya. Jadi kamu jangan sering-2 begadang ngaskus dari malem subuh bisa sakit jiwa lama-2 lo entar

5. Rangsangan Dari Luar Mempengaruhi Mimpi Kita
Disebut “Dream Incorporation” dan kamu pasti udah pernah mengalami ini. Pernah mimpi gini, kita rasanya haus bgt trus kita minum sebotol air tapi bentar kemudian rasanya udah haus lagi… minum lagi… haus lagi begitu terus berulang dan akhirnya saat kita bangun kita baru sadar kalo kita emang lagi kehausan. Contoh yg lain adalah saat kita mimpi kebelet pipis

6. Saat Bermimpi Tubuhmu Akan Lumpuh
Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita gak bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi kita. Banyangin aja kalo lo mimpi dikejar massa, kalo kaki lo gk lumpuh bisa-2 lu lari ke luar rumah dan dikirain maling beneran ama satpam. Ada hormon yg dihasilkan saat kita tidur yg membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-2 lumpuh.

7. Kita Hanya Memimpikan Apa Yg Kita Ketahui
Seringkali kita bermimpi berada di tempat yg asing dan ketemu dengan orang-orang yg gk kita kenal. Tapi sebenernya otak kita tidak asal menciptakan itu, sebenernya semua itu itu udah pernah kita liat cuma kita sendiri gak mampu untuk mengingatnya lagi.

Mungkin kamu pernah mimpi dikejar-kejar orang asing pakai golok yg mau bunuh kita tapi mungkin aja itu dalam kehidupan nyata orang itu adalah temen bokap kamu yang ketemu di mall waktu kamu masih umur 5 tahun !

Sepanjang hidup kita udah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat, para ahli percaya kalo memori otak kita punya kemampuan yang luar biasa untuk merekam itu semua, jadi otak gk akan pernah kehabisan “aktor dan setting” yg akan direplay dalam mimpi kita!


8. Mimpi Itu Tidak Seperti Apa Yang Terlihat
Apa yg kita lihat dalam mimpi sebenernya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita tu kreatif bgt saat kita tidur, dia akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya sampai sering kita sendiri takjub dengan mimpi aneh kita ( padahal semuanya sumbernya ya dari semua yg udah pernah kita alami sebelumnya). Bagaikan puisi mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yg sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yg tertarik dengan buku tafsir mimpi



9. Tidak Semua Orang Mimpinya Berwarna.
Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih lainnya mimpinya bisa full color (kaya tipi aja).

10. Kita juga cenderung mengalami mimpi dengan “tema” yg sama, yaitu:
* Mimpi di sekolah,
* Mimpi dikejar-kejar (ceritanya jadi maling )
* Mimpi lari dalam gerak lambat ato lari tapi gak maju-2 ( padahal ada kereta api mau lewat )
* Mimpi basah (mimpi paling seru )
* Mimpi datang telat (biasanya kalo musim ujian heheh)
* Mimpi bisa terbang
* Mimpi jatuh, mimpi gigi copot, mimpi gagal lulus ujian, mimpi kecelakaan, dan
* Mimpi ketemu orang yg udah mati

Tambahan Info Lagi :

  • Saat kamu ngorok kamu tidak sedang bermimpi.
  • Kalo kamu terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada kalo kita bangun setelah tidur pulas semalaman.
  • Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yg jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu jadi jawaban dari kenapa anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dr tidurnya.

Tahukah Kamu Mengapa Kita Butuh Mimpi Saat Tidur?

Tahukah Kamu Mengapa Kita Butuh Mimpi Saat Tidur?
Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.
http://image.tempointeraktif.com/?id=63871&width=475

Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.


Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.


"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.


Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.


Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat.


Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi.

Berikut 5 Novel Terkenal yang Terinspirasi dari Mimpi

@IkadaNewsOnline - Berikut 5 Novel Terkenal yang Terinspirasi dari Mimpi - Semua orang bermimpi, dan sebagian besar mimpi kita adalah hasil dari pikiran bawah sadar yang memproses pemikiran dan perasaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun seringkali seseorang yang kreatif memiliki mimpi yang bisa mengilhami mereka untuk membuat suatu karya yang hebat. Berikut adalah 5 contoh novel terkenal yang terinspirasi oleh mimpi para penulis di saat mereka tidur.

1. Twilight (Stephenie Meyer)
Pada bulan Juni 2003, Stephenie Meyer terbangun dari mimpi tentang sepasang kekasih muda yang berbaring di padang rumput sedang mendiskusikan mengapa cinta mereka tidak pernah bisa bersatu. Dalam website-nya, Meyers mengatakan,"Salah satu dari pasangan ini hanyalah gadis biasa, dan satu lagi adalah seorang pria yang sangat tampan, gemerlapan, dan seorang vampir. Mereka sedang membahas rintangan yang melekat bahwa mereka saling jatuh cinta satu sama lain sementara yang seorang vampir tertarik pada aroma darahnya."

Mimpi ini ternyata menjadi salah satu seri yang paling populer dalam fiksi dewasa muda sepanjang masa. Sampai saat ini, novel Meyer telah terjual sebanyak 17 juta kopi di seluruh dunia, lebih dari 91 minggu berada dalam daftar New York Times Best Seller, dan telah melahirkan 4 novel berikutnya dan 4 besar anggaran film-film Hollywood.

2. Misery (Stephen King)

Stephen King adalah salah satu penulis paling produktif dan populer saat ini, sehingga mungkin akan mengejutkan Anda bahwa dia menciptakan konsep cerita dan gambar grafis dalam beberapa novel di saat dia tertidur lelap. Dalam kasus Misery, King sedang tertidur dalam pesawat dan bermimpi tentang seorang fans yang menculik pengarang favoritnya dan menjadikannya sebagai sandera. Ketika ia terbangun, King begitu ingin menangkap kisah mimpinya dan duduk di bandara dan menulis 40-50 halaman pertama dari novel ini.

Misery menjadi best-seller yang menginspirasi film-film sukses dan membuat Kathy Bates yang bermain sebagai fan Annie Wilkes, menjadi Aktris Terbaik Academy Award dan Golden Globe saat itu. King memberikan kredit pada mimpinya dengan memberinya konsep untuk beberapa novel dan untuk membantu dia mengatasi saat-saat sulit dalam penulisan novelnya.

3. Frankenstein (Mary Shelley)
Pada tahun 1816, Mary Shelley hanya berusia 18 tahun ketika ia menghabiskan musim panas dengan kekasihnya, Percy Shelley, di kawasan Lord Byron di Swiss. Suatu malam, ketika mereka duduk di sekitar api, pembicaraan beralih ke topik tentang menghidupkan kembali tubuh manusia dengan menggunakan arus listrik. Shelley pergi tidur malam itu dengan bayangan mayat hidup yang berputar di kepalanya dan terbawa ke dalam mimpi. Dalam mimpinya ia melihat dengan jelas sesosok raksasa Frankenstein dan membayangkan keadaan bagaimana ia telah diciptakan. Shelley terbangun dan mulai menulis cerita pendek tentang mimpinya. Belakangan, suaminya yang juga seorang penulis, mendorongnya untuk mengembangkan ceritanya menjadi sebuah novel. Dia menurutinya, dan Frankenstein pun diterbitkan ketika Shelley baru berumur 19 tahun.

4. Dr Jekyll dan Mr Hyde (Robert Louis Stevenson)
Robert Louis Stevenson sudah menjadi penulis yang sukses ketika ia bermimpi tentang seorang dokter dengan gangguan kepribadian yang terpisah. Stevenson dengan segera mendokumentasikan adegan dari mimpinya dan kemudian menulis draft pertama novelnya dalam waktu kurang dari 3 hari. Seperti biasanya, ia mengizinkan istrinya untuk meninjau draft dan menggunakan sarannya, mengedit dan menulis ulang beberapa bagiannya. Ia menyelesaikan seluruh naskah dalam waktu 10 hari dari sejak ia memimpikannya. Kisah kasus Aneh Dr Jekyll dan Mr Hyde telah bertahan sepanjang waktu, mengumpulkan puluhan adaptasi panggung dan layar hingga hari ini.

5. Jonathan Livingston Seagull (Richard Bach)
Pada tahun 1959, penulis Richard Bach, mendengar apa yang dia sebut sebagai "suara tanpa wujud" yang membisikkan judul novel ini ke telinganya. Dia segera menulis beberapa bab pertama sebelum kehabisan inspirasi. Dia menyimpan naskah setengah jadi sampai 8 tahun, setelah ia bermimpi tentang burung camar tituler, bahwa ia mampu menyelesaikan apa yang merupakan salah satu novel dan filosofis yang paling mendalam yang pernah ditulis.

Bach fabel adalah best seller yang mengejutkan, melampaui rekor penjualan Gone With The Wind. Meskipun kedua bukunya dan cara yang dikandung tampaknya memiliki hubungan yang kuat dengan fenomena psikis, Bach berpendapat bahwa menulis yang baik lebih tergantung pada kerja keras daripada apa pun. Ia mengatakan, "Anda tidak akan pernah diberikan sebuah mimpi tanpa diberi kekuatan untuk membuatnya terwujud, dan Anda juga harus berusaha untuk itu."

Inilah 4 Fenomena Aneh Saat Bermimpi

@IkadaNewsOnline - Inilah 4 Fenomena Aneh Saat Bermimpi - Bermimpi sering meninggalkan pengalaman yang aneh bagi kita. Misalnya, Anda terbangun dan tersadar bahwa Anda baru saja bermimpi sesuatu. Karena masih mengantuk, Anda kembali tidur, dan, eh... mimpinya nyambung lagi. Mengapa bisa begitu, ya?
Keajaiban mimpi membuat banyak pakar mempelajarinya secara khusus. Ternyata, fenomena yang dihasilkan oleh mimpi memiliki jawaban ilmiahnya. Mimpi bisa membantu kita belajar, demikian menurut para peneliti dari Harvard Medical School. Ketika Anda akan menghadapi ujian, atau hari pertama masuk kerja di kantor yang baru, biasanya Anda mempersiapkan diri dengan tidur lebih awal. Sebab ketika kita bermimpi, otak membantu kita belajar dan memecahkan masalah. Mimpi menjadi cara otak memproses, menyatukan, dan memahami informasi baru.
Untuk memperbaiki kualitas tidur, dan kemampuan otak untuk belajar, hindari suasana yang berisik di kamar tidur. Televisi, misalnya, bisa berpengaruh buruk pada durasi dan kualitas mimpi. Nah, ingin tahu fenomena aneh lain yang sering kita alami saat bermimpi?

1. Orgasme saat bermimpi
Ternyata, bukan hanya pria yang bisa mengalami orgasme dalam mimpinya. Perempuan pun bisa, demikian menurut Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks di New York. “Orgasme semacam ini seringkali mengiringi mimpi erotik, tapi bisa juga terjadi dalam mimpi yang tidak erotik," katanya.
Ketika perempuan bermimpi, lanjutnya, bukan hal yang aneh jika kemaluannya menjadi basah. Hal ini terjadi selama fase REM (Rapid Eye Movement) dalam tidur, yang terjadi beberapa kali pada malam hari, biasanya di awal permulaan tidur, di pertengahan tidur, dan di saat hendak bangun. Hal yang sama terjadi pada kaum pria. "Pria mengalami ereksi selama fase REM, tidak peduli apakah ia sedang bermimpi erotis atau tidak," tuturnya.

2. Mimpi berlanjut setelah sempat terbangun
Ketika Anda bermimpi buruk, Anda pasti merasa sangat lega ketika akhirnya terbangun. Tetapi tidak demikian jika Anda baru saja bermimpi bahwa Anda ternyata sekantor dengan Ryan Gosling, dan sering bertemu dengannya di kantin kantor. Ketika terbangun, Anda pasti berharap bisa tidur lagi dan mengembalikan mimpi indah itu.
Nah, tunggu apa lagi? Anda bisa kok, kembali ke fase mimpi tersebut. Ketika ingatan tersadar, jangan buru-buru bangun. Tetaplah berbaringlah dengan tenang selama beberapa saat, dan Anda pun akan berada dalam fase setengah bermimpi selama beberapa menit. "Cara terbaik untuk mengingat mimpi kita adalah dengan tetap berbaring ketika Anda bangun," Lauri Quinn Loewenberg, pakar mimpi dan penulis sejumlah buku Cracking the Dream Code. “Tetaplah dalam posisi ketika Anda bangun, karena dalam posisi itulah Anda semua bermimpi."
Namun jika Anda menggerakkan salah satu anggota tubuh, Anda akan memutuskan hubungan dari mimpi yang baru Anda miliki beberapa detik sebelumnya.

3. Mimpi berulang-ulang
Paling sebal jika Anda mengalami mimpi buruk berulang-ulang. Bila hal ini terjadi, tak usahlah memikirkan mengenai kisah dalam mimpi itu. Temukan saja pesan-pesan mendasar dalam mimpi yang berulang tersebut, agar Anda bisa melupakannya. Sebagai contoh, Anda berkali-kali mimpi gigi Anda tanggal atau patah. Lowenberg menyarankan agar Anda berpikir, simbol apa sebenarnya yang diwakili oleh gigi dan mulut Anda.
“Gigi, begitu juga bagian apapun dari mulut, adalah simbol dari kata-kata Anda," tutur Lowenberg. "Memperhatikan mimpi mengenai gigi akan membantu Anda memonitor dan memperbaiki cara Anda berkomunikasi."
4. Tidak tidur kok mimpi?
Anda bisa saja bermimpi saat duduk di meja kantor, di mobil, bahkan saat sedang menghadiri seminar. Mimpi yang terjaga (bukan daydreaming atau melamun) adalah sesuatu yang nyata dan mudah dilakukan, kata Kelly Bulkeley, PhD, peneliti mimpi dari Graduate Theological Union in Berkley, California. Anda hanya perlu melibatkan imajinasi Anda.
Langkah pertama adalah berpikir tentang sebuah mimpi yang baru Anda alami. "Temukan tempat yang tenang dan kontemplatif, dan bawa mimpi yang Anda ingat tersebut kembali ke dalam kesadaran dan biarkan terungkap," tuturnya.
Bulkeley menambahkan, mimpi terjaga bisa digunakan sebagai sarana relaksasi, tetapi juga dapat membantu pikiran memproses mimpi teka-teki. "Hal itu menciptakan interaksi yang lebih cair antara bagian pikiran yang tidak sadar dan bagian pikiran yang terjaga."