Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label kuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuat. Tampilkan semua postingan

Inilah 4 Vitamin yang Memperkuat Otak

@IkadaNewsOnline - Inilah 4 Vitamin yang Memperkuat Otak - Kemampuan mental manusia semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Ada yang penurunannya sangat drastis dan ada yang masih tajam daya pikirnya. Ternyata, ditemukan bahwa asam lemak omega-3, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E dapat membantu mempertahankan ketajaman fungsi mental.

Peneliti mengukur kadar nutrisi pada 104 orang pria dan wanita dengan usia rata-rata usia 87 tahun. Para peneliti juga melakukan scan otak untuk menentukan volume otak dan memberikan enam tes umum untuk mengetahui fungsi mentalnya.

Setelah mengontrol faktor umur, jenis kelamin, tekanan darah, indeks massa tubuh dan faktor lainnya, para peneliti menemukan bahwa orang yang darahnya banyak mengandung 4 vitamin di atas memperoleh skor tes kemampuan mental yang lebih tinggi. Tak hanya itu, mereka juga memiliki volume otak yang lebih besar.

Omega-3 memang telah lama berkaitan dengan kemampuan mental yang baik dan menyehatkan pembuluh darah di otak, tetapi belum jelas diketahui bahwa asam lemak ini berkaitan juga dengan pembesaran volume otak. Para peneliti menduga bahwa asam lemak ini dapat meningkatkan kemampuan mental dengan cara yang berbeda.

Sebaliknya, penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology ini menegaskan bahwa kadar lemak trans yang tinggi dalam darah berkaitan dengan terganggunya kemampuan mental dan volume otak yang lebih kecil.

"Penelitian ini memang tidak dapat menentukan bahwa mengonsumsi suplemen bernutrisi akan mengurangi risiko demensia. Namun apa salahnya makan makanan sehat? Ikan, buah-buahan, dan sayuran memiliki nutrisi, dan menghindari jauh-jauh lemak trans adalah satu hal penting yang dapat dilakukan," pungkas peneliti, Gene L. Bowman, dari departemen neurologi Oregon Health dan Science University.

Inilah 5 Kekuatan Alam Paling Ekstrim Dan Mengerikan

@IkadaNewsOnline - Ketika alam bertindak dan marah, maka manusia tidak dapat menolak dan melawannya. Jangan pernah kita meremehkan alam karena alam memiliki kekuatan dan dengan mudah memusnahkan kehidupan manusia. Ini dia 5 Kekuatan Alam Paling Ekstrim.


5. Tornado
 Angin Tornado adalah suatu angin pusaran kuat skala menengah dari kumpulan arus kuat awan gelap yang merentang ke permukaan bumi. Saat muncul angin Tornado, kerap disertai dengan satu atau beberapa pilar awan berbentuk corong seperti “belalai gajah” dari dasar awan dan menjulur ke bawah, dengan disertai badai angin dan hujan, petir atau rambun (batu es). Jika Tornado melewati permukaan air, ia dapat menarik air ke atas, dan membentuk tiang air, berdekatan dengan awan. Jika melewati daratan, kerap akan merobohkan rumah, menumbangkan tiang listrik, bahkan menarik manusia, ternak atau benda-benda lain ke dalam pusarannya dan dibawa ketempat lain. Angin Tornado kerap terjadi pada saat hujan disertai petir di musim panas, dan sebagian besar muncul pada sore hari hingga menjelang malam, skala terjangannya kecil, diameter Tornado umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Waktu berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit, paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam. Terjangan anginnya sangat kuat, kecepatan angin di sekitar pusat dapat mencapai 100-200 meter/jam. Daya perusaknya sangat kuat, tempat yang dilalui angin Tornado, kerap akan membuat pohon-pohon yang dilaluinya tercabut dari akarnya, menjungkir balikan mobil, menghancurkan bangunan dan sebagainya, terkadang menarik pergi manusia.

4. Thypoon (Taufan)
 Sistem siklon (pusaran angin) daerah tropis yang agak kuat yang terjadi di perairan laut selatan dan Samudera Pasifik barat, disebut Thypoon. Pada 1989 silam, World Meteorological Organization (WMO) menetapkan, bahwa menurut ukuran rata-rata kekuatan angin terkuat di sekitar pusat pusaran angin daerah tropis, pusaran angin daerah tropis dibagi 4 kategori yaitu tekanan rendah tropis, badai angin tropis, badai angin tropis kuat dan Taufan. Pusaran angin tropis dengan kekuatan angin di bawah 8 tingkat disebut tekanan rendah tropis, 8-9 tingkat disebut badai angin tropis, 10-11 tingkat disebut badai angin tropis kuat, 12 atau di atas 12 tingkat disebut Taufan. Pusaran angin tropis dengan kekuatan angin 12 tingkat atau di atas 12 tingkat di sekitar pusat Australia, samudera pasifik timur, samudera atlantik disebut Thypoon.

3. Earthquake (Gempa Bumi)
 Gempa bumi, yaitu getaran cepat litosfer. Berdasarkan sebab terjadinya gempa bumi dapat dibagi dua jenis : gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi tektonik dampaknya paling luas pada manusia. Terjadinya gempa bumi ini karena tegangan bagian dalam bumi, sehingga menyebabkan perubahan struktural bumi. Lapisan batuan dalam kerak bumi, dimana dibawah efek tegangan bumi dalam jangka panjang, akan terjadi kemiringan dan lekukan, saat tegangan bumi yang terakumulasi melampaui batas maksimum yang dapat ditahan lapisan batuan, maka akan terjadi kesalahan letak dan retakan secara tiba-tiba di daerah lapisan batuan yang lemah, sehingga energi yang terakumulasi dalam jangka waktu panjang tiba-tiba dilepaskan, dan menyebar ke 4 penjuru dalam bentuk gelombang gempa, sehingga terjadi getaran di permukaan bumi.

2. Tsunami
 Tsunami adalah suatu gelombang laut yang memiliki daya perusak yang kuat. Aktivitas bumi seperti gempa bawah laut, letusan gunung berapi atau tanah longsor dan sebagainya kemungkinan juga akan mengakibatkan Tsunami. Ketika terjadi gempa, stratum (lapisan) dasar laut mengalami keretakan, sebagian stratum naik atau tenggelam secara tiba-tiba, dan inilah yang mengakibatkan segenap lapisan dari dasar laut hingga ke permukaan mengalami “goncangan” keras. “Goncangan” ini tidak sama dengan gelombang yang biasa kita jumpai. Gelombang laut umumnya hanya naik di sekitar permukaan, tingkat kedalamannya tidak besar. Sedang “goncangan” air laut yang disebabkan gempa adalah fluktuasi segenap sistem air dari permukaan laut ke permukaan, energi yang terkandung di dalamnya sangat mengejutkan.

1. Vulcano (Letusan Gunung Berapi)
 Gunung berapi bukan gunung yang menyemburkan “api”, yang disemburkannya adalah suatu zat kental bersuhu tinggi, dan zat ini disebut magma (lahar). Saat gunung berapi meletus, pemandangan akan tampak sangat menakjubkan. Karena suhunya yang tinggi, dan mendapat tekanan kuat dari kerak bumi, karena itu, jika bertemu dengan daerah yang agak tipis dan bercelah, maka laharnya akan meluncur ke permukaan dengan deras. Terjadinya gunung berapi adalah di bawah permukaan bumi, daerah yang semakin dalam, maka suhunya juga akan semakin tinggi, di kedalaman sekitar 20 mil, tingginya suhu cukup melumerkan sebagian besar batuan. Saat batuan lumer akan mengembang dan perlu ruang yang lebih luas. Materi yang dilumerkan oleh suhu tinggi ini akan naik menelusuri celah. Saat tekanan lahar lebih besar dari tekanan batuan di permukaannya, akan meletus dan membentuk sebuah gunung berapi.
Dari beberapa kekuatan alam tersebut, hal ini tentunya mengingatkan kita sebagai manusia bahwa kita hanyalah makhluk kecil dan kita harus selalu berserah pada Sang Pencipta kita yaitu Allah. 

Tidur Usai Peristiwa Traumatis Bikin Memori Negatif Makin Kuat

IkadaNewsOnline - Tidur diketahui dapat mengurangi emosi negatif dari kenangan buruk. Namun sayangnya, tertidur tak lama setelah menyaksikan peristiwa traumatis justru dapat mempertahankan dan bahkan memperkuat emosi negatif yang terkait dengan kenangan yang tak mengenakkan itu.

Para peneliti memperlihatkan peserta penelitian serangkaian foto. Beberapa foto berisi foto yang sangat tidak menyenangkan, beberapa di antaranya netral. Peserta yang tidur tak lama setelah melihat foto lebih mungkin menilainya sebagai foto yang mengganggu ketika melihatnya lagi.

Berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, tidur dianggap sebagai sebuah kegiatan yang bermanfaat serta mampu mengurangi emosi negatif dari kenangan buruk. Penelitian ini memiliki implikasi yang mendalam untuk mencegah gangguan stres akibat trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD).
"Dari sudut pandang klinis, gangguan tidur atau insomnia setelah mengalami trauma belum tentu buruk. Bisa jadi ini adalah respons biologis yang sesuai dan dapat membantu melupakan peristiwa traumatis," kata pemimpin penelitian, Rebecca Spencer, psikolog di University of Massachusetts Amherst.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tidur membantu menyimpan kenangan jangka panjang. Beberapa peneliti telah menegaskan bahwa menutup mata juga mampu mengatur respons emosional yang terkait dengan peristiwa. Sebuah penelitian di tahun 2009 menunjukkan bahwa emosi negatif dari ingatan menjadi berkurang setelah tidur.

Para ilmuwan berasumsi bahwa otak memperkuat kenangan sekaligus mengikat respons emosional terhadap kenangan tersebut. Hubungan aktual antara dua fenomena ini masih belum dipelajari sampai sekarang.

Dalam penelitian yang dimuat Journal of Neuroscience, Spencer dan rekan-rekannya merekrut 106 orang relawan berusia 18 sampai 30 tahun. Mereka diperlihatkan 30 foto netral dan 30 foto negatif. Salah satu foto yang paling negatif adalah sebuah adegan mengerikan dari ne gara yang dilanda perang. Salah satu foto netral adalah foto seorang pria sedang membaca koran.

Setelah melihat semua foto, peserta diminta memberi peringkat seberapa bahagia dan seberapa tergugahkah perasaannya pada skala dari 1 sampai 9. Dua belas jam kemudian, para peneliti mencampur 120 foto baru dengan foto yang telah digunakan sebelumnya, dan meminta peserta memberi peringkat pada foto. Kali ini, peneliti juga menanyai peserta apakah peserta mengingat foto-foto sebelumnya.

Untuk menguji bag aimanakah tidur dapat mempengaruhi ingatan dan respons emosional, para peneliti membagi 82 orang sukarelawan menjadi dua kelompok. Pada kelompok tidur, sesi pertama diminta menilai foto negatif dan foto netral pada malam hari, dan sesi kedua dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur. Kelompok bangun mendapat sesi pertama di pagi hari, dan sesi keduanya di malam hari, namun tidak diizinkan tidur siang atau mengkonsumsi alkohol selama sehari.

Kelompok tidur terhubung pada perangkat yang merekam seberapa banyak waktu yang dihabiskan ketika tidur. Untuk mengurangi kemungkinan bahwa waktu juga dapat mempengaruhi ingatan, para peneliti membagi 24 orang yang tersisa pada kelompok pagi dan kelompok malam dengan dua sesi yang terpisahkan se lama 45 menit.

Spencer dan timnya menemukan bahwa tidur meningkatkan kualitas ingatan peserta pada foto negatif dan foto netral. Selain itu, orang-orang dalam kelompok tidur merasa bahwa kedua sesi sama-sama mengganggu, sedangkan kelompok bangun menemukan bahwa foto pada sesi kedua tidak terlalu mengganggu.

"Tidur melindungi reaksi emosional, yang berarti membantu menyegel respons-respons emosi negatif. Peneliti juga mempelajari bahwa jumlah tidur REM, tahapan tidur yang sering dikaitkan dengan b ermimpi tidak mempengaruhi seberapa baik peserta mengingat foto, tetapi mempengaruhi reaksi emosional terhadap foto. Peserta yang tidurnya paling tinggi kualitas REM-nya menilai foto lebih meresahkan ketika melihatnya untuk kedua kali," kata Spencer.

Seperti dilansir Livescience.com, Rabu (18/1/2012), para peneliti percaya bahwa tidur membantu melindungi seseorang dari respons emosional yang berakar secara evolusi. Jika seseorang atau sesuatu menyerang, orang ingin mengingat emosi yang dirasakan sehingga dapat menghindarinya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tidur memperkuat ingatan, bahkan untuk kenangan yang tidak emosional. Ini memperkuat gagasan bahwa tidur pada umumnya menguntungkan," kata Stephan Hamann, yang mempelajari hubungan antara tidur, ingatan, dan emosi di Emory University di Georgia, AS.