Dikisahkan, seorang nenek tua renta tinggal di sebuah rumah bersama
seorang anak perempuan, menantu dan seorang cucu laki-laki.mereka
tinggal di tempat terpencil di pinggir hutan, hidup dalam penderitaan
dan kemiskinan. Sejak suaminya meninggal, seorang diri si nenek harus
bekerja keras menghidupi anak perempuannya yang masih kecil. Hari demi
hari kehidupan nenek dan anak semata wayangnya tidak berangsur-angsur
membaik. bahkan ketika anak perempuannya diperistri oleh seorang tukang
kayu. Mereka tetap hidup didalam kemiskinan.
Karena pekerjaan sangat berat harus di jalani sejak muda, rontoklah daya
tahan tubuh si nenek. Di usia tua, kondisi fisiknya menjadi sangat
lemah, otaknya nyaris pikun, dan iya sering sakit-sakitan. Melihat
keadaan si nenek yang hidup segan mati tak mau, si anak dan menantu jadi
gundah hatinya. Mereka merasa terbebani dan sangat kerepotan. Lalu
timbul niatan jahat di benak keduanya, yaitu menyingkirkan sinenek
supaya mereka segera lepas dari beban.
Suatu pagi, anak dan menantudengan ramah mengajak sinenek jalan-jalan
ketengah hutan. Dengan alasan udara segar di hutan perlu untuk kesehatan
si nenek. Melihat keramahan anak dan menantunya si nenek yang setengah
pikun menurut saja. Lalu si anak perempuan menggandeng ibunya ketengah
hutan sementara si menantu berjalan dibelakang sambil memanggul kurungan
bambu. Rupanya, kejadian yang tidak biasa itu mengundang kecurigaan
sang cucu dan dengan diam-diam mengikuti ketiganya.
Sesampainya di tengah hutan, si nenek langsung dimasukan kedalam
kurungan bambu. Setelah yakin semua telah disiapkan sesuai rencana, anak
dan menantu meninggalkan si nenek begitu saja di hutan. Dari tempat
persembunyian si cucu terus mengawasi kejadian itu. Begitu ayah dan
ibunya pergi, dengan air mata berlinang si cucu segera membebaskan
neneknya. Ia membawa si nenek ketempat yang lebih aman dan kemudian
lekas pulang dan menyeret kurungan bambu.
sore harinya, sesampai dirumah ia perlihatkan kepada kedua orangtuanya
kurungan bambu yang sudah kosong dan tergores sana sini. Si anak berkata
kepada kedua orangtuanya " Ayah, Ibu saya temukan kurungan bambu ini di
tengah hutan..."Demi mengetahui kurungan bambu tersebut telah kosong
mereka saling memandang dan menarik nafas lega. Dalam bayangan mereka si
nenek telah tewas di mangsa binatang buas.
Kemudian, sambil berpura-pura tidak tahu kejadian sebenarnya si ayah bertanya, " lalu untuk apa kurungan itu kamu bawa pulang???
Si anak menatap tajam ayahnya. " Ayah...saya akan simpan kurungan ini.
Suatu hari nanti apabila ayah atau ibu telah tua renta dan sakit
sakitanseperti nenek, saya akan memasukan ayah dan ibu kedalam kurungan
ini, dan saya tinggal dihutan supaya di mangsa binatang buas. Sama
seperti yang ayah dan ibu lakukan terhadap nenek tadi...
Mendengar ucapan anaknya tadi, suami istri itu terkejut bukan main.
Mereka merasa malujustru anaknyalah yang mengajarkan kepada mereka
bagaimana menghargai kasih orang tua dan tanggung jawab sebagai anak.
Mereka mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya, serta memohon supaya
anaknya tidak melakukan kejahatan serupa. Mereka juga berjanji akan
memperlakukan si nenek dengan sebaik baiknya. Sejak peristiwa itu,
kehidupan keluarga itu berubah drastis. Si nenek mendapat perlakuan yang
baik dari anak dan menantunya, sementara si cucu tumbuh menjadi anak
yang pandai dan berbudi luhur.....
Pesan: "Sesungguhnya, sejelek apa pun rupa maupun sifat Orangtua kita,
mereka tetap layak dan harus dihormati. Seperti kita memperlakukan
orangtua kita, demikian pula kelak yang akan diperlakukan anak-anak
kepada kita"
Cari Artikel Disini
Home » cerita
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Misteri Hantu Cermin (Penakut Dilarang Baca!)
Di negara-negara barat (khususnya Inggris dan
Amerika) ada satu cerita misteri yang berkembang di kalangan
masyarakat. Sebagai analogi, bila di negeri kita ada Jaelangkung, nah
di sana ada kisah Bloody Mary.
Saat bermain "jaelangkung" kita akan menyebut mantra, "Datang nggak dijemput, pulang nggak diantar." Sementara untuk memanggil "Bloody Mary" harus mengucap, "Mary Worth, Mary Worth, I believe in Mary Worth" secara berulang-ulang --aturan dasar 3 kali memanggilnya, namun sebut terus berulang-ulang sampai merasakan keanehan dari dalam cermin.
Siapakah Bloody Mary atau Mary Worth? OK, urban legend ini berawal dari kisah berikut.
Suatu ketika, hiduplah seorang gadis muda bernama Mary Worth. Parasnya sangat cantik. Banyak pemuda yang menaksirnya.
Suatu hari Mary Worth mengalami kecelakaan sehingga wajahnya hancur, tak bisa dikenali lagi. Oleh orang tuanya, ia tidak boleh melihat cermin agar tidak sedih karena wajahnya sudah tak ada bentuknya. Padahal saat masih "sempurna" Mary Worth sering mengagumi wajahnya di depan cermin.
Suatu malam, setelah semua orang di rumah tidur, ia sangat penasaran bercermin. Mary pun menuju kamar yang ada cerminnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat wajah yang hancur saat berkaca. Mary langsung menghancurkan cermin tersebut dan teriak sekeras-kerasnya.
Saat itulah ia menjadi sangat kecewa dan meratapi wajah cantiknya yang dulu. Aneh, Mary langsung berjalan ke dalam cermin dan tinggal di dalamnya. Ia akan muncul ketika ada orang yang memanggil namanya lewat cermin...dan mengambil mata orang yang memanggilnya.
Cerita ini seolah takhayul belaka. Namun, ada beberapa laporan yang beredar soal penampakan Mary Worth saat mencoba memanggilnya.
Perkembangan Kisah Bloody Mary
Urban legend tentang Bloody Mary sudah berkembang sejak berabad-abad. Perkembangan ceritanya sangat beragam. Misalnya saja di awal abad 20 sempat beredar kartu Halloween yang menggambarkan seorang gadis berdiri di depan cermin sambil memegang lilin. Kepercayaan yang beredar saat itu adalah, gadis-gadis muda yang berdiri di depan cermin saat hari Halloween bisa melihat calon suaminya kelak.
Versi lain dari abad ke-19, tepatnya dari buku cerita yang beredar di tahun 1883. Dikisahkan tentang seorang gadis yang berdiri di depan cermin, tiba-tiba munculasap hijau nan pekat dari dalam cermin, diikuti kemunculan hantu yang sudah berdiri di belakang sang gadis.
Kisah tentang Bloody Mary semakin populer sejak tahun 1960-an hingga akhirnya bermunculan komik dan film tentangnya. Tetapi kisah soal si Mary jadi banyak versinya. Salah satunya film "Urban Legends: Bloody Mary" di tahun 2005 yang menceritakan kisah sungguh jauh berbeda.
Bagaimanapun, Bloody Mary akan tetap jadi cerita yang terus "menghantui" anak-anak, apalagi bagi mereka yang penasaran ingin bermain dengan sang hantu cermin. Nah, ada yang berani coba?
Saat bermain "jaelangkung" kita akan menyebut mantra, "Datang nggak dijemput, pulang nggak diantar." Sementara untuk memanggil "Bloody Mary" harus mengucap, "Mary Worth, Mary Worth, I believe in Mary Worth" secara berulang-ulang --aturan dasar 3 kali memanggilnya, namun sebut terus berulang-ulang sampai merasakan keanehan dari dalam cermin.
Siapakah Bloody Mary atau Mary Worth? OK, urban legend ini berawal dari kisah berikut.
Suatu ketika, hiduplah seorang gadis muda bernama Mary Worth. Parasnya sangat cantik. Banyak pemuda yang menaksirnya.
Suatu hari Mary Worth mengalami kecelakaan sehingga wajahnya hancur, tak bisa dikenali lagi. Oleh orang tuanya, ia tidak boleh melihat cermin agar tidak sedih karena wajahnya sudah tak ada bentuknya. Padahal saat masih "sempurna" Mary Worth sering mengagumi wajahnya di depan cermin.
Suatu malam, setelah semua orang di rumah tidur, ia sangat penasaran bercermin. Mary pun menuju kamar yang ada cerminnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat wajah yang hancur saat berkaca. Mary langsung menghancurkan cermin tersebut dan teriak sekeras-kerasnya.
Saat itulah ia menjadi sangat kecewa dan meratapi wajah cantiknya yang dulu. Aneh, Mary langsung berjalan ke dalam cermin dan tinggal di dalamnya. Ia akan muncul ketika ada orang yang memanggil namanya lewat cermin...dan mengambil mata orang yang memanggilnya.
Cerita ini seolah takhayul belaka. Namun, ada beberapa laporan yang beredar soal penampakan Mary Worth saat mencoba memanggilnya.
Perkembangan Kisah Bloody Mary
Urban legend tentang Bloody Mary sudah berkembang sejak berabad-abad. Perkembangan ceritanya sangat beragam. Misalnya saja di awal abad 20 sempat beredar kartu Halloween yang menggambarkan seorang gadis berdiri di depan cermin sambil memegang lilin. Kepercayaan yang beredar saat itu adalah, gadis-gadis muda yang berdiri di depan cermin saat hari Halloween bisa melihat calon suaminya kelak.
Versi lain dari abad ke-19, tepatnya dari buku cerita yang beredar di tahun 1883. Dikisahkan tentang seorang gadis yang berdiri di depan cermin, tiba-tiba munculasap hijau nan pekat dari dalam cermin, diikuti kemunculan hantu yang sudah berdiri di belakang sang gadis.
Kisah tentang Bloody Mary semakin populer sejak tahun 1960-an hingga akhirnya bermunculan komik dan film tentangnya. Tetapi kisah soal si Mary jadi banyak versinya. Salah satunya film "Urban Legends: Bloody Mary" di tahun 2005 yang menceritakan kisah sungguh jauh berbeda.
Bagaimanapun, Bloody Mary akan tetap jadi cerita yang terus "menghantui" anak-anak, apalagi bagi mereka yang penasaran ingin bermain dengan sang hantu cermin. Nah, ada yang berani coba?
Cerita Lucu Dokter SEKSIII


Dokter cantik nan seksi yang satu ini ingin berbagi cerita lucunya untuk anda. Cerita ini berawal ketika dokter cantik ini dikirim ke suatu desa terpencil untuk melakukan penyuluhan tentang baiknya sikat gigi. Semua warga di kumpulkan di balai desa setempat untuk mendengarkan penyuluhan dari sang dokter cantik. Dokterpun mulai mempresentasikan penyuluhan tentang sikat gigi.
Dokter : " Berapa kali sikat gigi yang baik supaya kita sehat?
Seorang wargapun menjawab dengan lantang....
Warga 1 : " 3 kali dokter cantik "
Dokter : " Bisa disebutkan pak kapan saja,...? "
Warga 1 : " Pagi sebelum bangun tidur, siang setelah makan dan malam
sebelum tidur dok,..."
Dokter : " Wahhh jawaban yang bagus pak... beri tepuk tangan untuk bapak ini."
Namun disela-sela riuhnya tepuk tangan ada seorang warga yang menjawab
sambil berteriak dengan lantang dan keras.
Warga 2 : " Baru 3 kali aja belagu lo...saya 7 kali dok.!!!"
Semua warga terdiam dan dokterpun terperangah,...mendengar jawaban
seorang warga tersebut.
Dokter : Haaahhh,..... 7 kali pak? bisa bapak sebutkan kapan saja...?
Warga 2 : " Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu dan Minggu dok,..!!!!"
Dokter dan Warga lain : " $$$$@@&&**£$$@@@@)))(($$£??? "
Cerita Humor : Asik Di Ajak ML Sama Pacar
@Ikadanewsonline - Cerita Humor : Asik Di Ajak ML Sama Pacar - TAdi ane diajak eml gan sama cewek ane..
A= ane
C= ce ane
c: mu ngk kmu ml sama q
a : pikirir2 duluyah..( setelah 24 jam kemudian ) ...ayuk deh ml dimana qta.
c: di tempat biasa yg dipingir jalan tuh..
A: manq ngk ica di kosan atau hotel??
C: ih aa maca ml disitu udah bocen aq
A : yah udah klo gitu , klo kmu ngk malu.
C: ok eh jemput aku jam 10 mlm ya..
A: sip..( JINGKRAK2 KESENENGAN)
C : aa ml nya disini aj , disni enak bgt..
A : ( kebingunggan clingak clinguk koq byk org mau ml gmana)
C : yu mari... , Mas pesen lontong sayurnya 2 piring yah..
A : jiahh,.. rupanya ML ( makan lontong sayur),,,,aa kira ml yg lain...ho ho ho
C: iih aa genit sihhh cuci otak gihh..
a: jiahh..
A= ane
C= ce ane
c: mu ngk kmu ml sama q
a : pikirir2 duluyah..( setelah 24 jam kemudian ) ...ayuk deh ml dimana qta.
c: di tempat biasa yg dipingir jalan tuh..
A: manq ngk ica di kosan atau hotel??
C: ih aa maca ml disitu udah bocen aq
A : yah udah klo gitu , klo kmu ngk malu.
C: ok eh jemput aku jam 10 mlm ya..
A: sip..( JINGKRAK2 KESENENGAN)
C : aa ml nya disini aj , disni enak bgt..
A : ( kebingunggan clingak clinguk koq byk org mau ml gmana)
C : yu mari... , Mas pesen lontong sayurnya 2 piring yah..
A : jiahh,.. rupanya ML ( makan lontong sayur),,,,aa kira ml yg lain...ho ho ho
C: iih aa genit sihhh cuci otak gihh..
a: jiahh..
cerita Motivasi : Kisah Kopi dan Garam ( Renungan )
@IkadaNewsOnline - cerita Motivasi : Kisah Kopi dan Garam ( Renungan ) - Suatu ketika seorang pria menghadiri sebuah pesta. Di sana, dia menjumpai seorang gadis yang luar biasa cantiknya. Banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis jelita. Si pria tampil sangat biasa. Dia tidak istimewa, sehingga tak ada yang begitu memperhatikannya. Akan tetapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah kedai kopi. Si pria sangat gugup untuk berkata-kata. Si gadis jelita mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Apakah sebaiknya kita pulang saja?”
Tiba-tiba sang pria memanggil pramusaji dan meminta sesuatu, “Bisa minta garam untuk kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria. Aneh sekali, pikir mereka. Wajah si pria berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Penasaran, si gadis bertanya, “Kenapa kamu melakukannya?” Si pria menjawab, “Saat saya kecil, saya tinggal di daerah pantai yang begitu dekat dengan laut. Saya suka bermain di laut. Saya bisa merasai laut; asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya akan selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman saya. Saya sangat rindu kampung halaman. Saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu menyelesaikan kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca. Si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria bisa bercerita penuh perasaan bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Sang gadis begitu terkesan. Kemudian si gadis pun mulai berbicara. Dia bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya dan keluarganya. Suasana kaku pun langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat. Dan akhirnya itu menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Si pria dan si gadis akhirnya menjalin cinta, mereka berpacaran. Si gadis akhirnya tahu bahwa dia telah menemukan pria yang luar biasa. Si pria adalah seorang lelaki yang akan memenuhi segala permintaannya. Dia juga sangat perhatian, baik hatinya, penuh kehangatan, dan sangat peduli. Pria itu betul-betul seseorang yang sangat baik dan impian semua gadis. Dan, si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Kopi asin yang mengawali segalanya.
Cerita pun berlanjut seperti laiknya cerita cinta yang indah. Mereka berdua menikah dan menjalani kehidupan pernikahan yang sangat berbahagia. Setiap hari si gadis membuat kopi untuk suaminya, dan ke dalamnya dibubuhkan garam karena dia tahu kalau sang suami sangat menyukainya.
Setelah 40 tahun hidup bersama, si pria meninggal dunia. Dia meninggalkan sebuah surat untuk istrinya.
“Cintaku, mohon maafkan saya. Maafkan saya karena seumur hidupku aku telah berdusta sesuatu. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu… tentang kopi bergaram, kopi asin.
Ingatkah saat kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup ketika itu. Sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman. Jadi, saya maju terus. Tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal perbincangan kita!
Saya selalu mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Tapi, saya juga terlalu takut melakukannya.
Sekarang saya sekarat. Saya tidak takut apa-apa lagi. Jadi saya katakan padamu yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin. Betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu mendapat kopi asin setiap hari seumur hidupku sejak bertemu denganmu. Dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk itu, untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis menitik deras dan membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, “Rasanya begitu manis.”
Tiba-tiba sang pria memanggil pramusaji dan meminta sesuatu, “Bisa minta garam untuk kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria. Aneh sekali, pikir mereka. Wajah si pria berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Penasaran, si gadis bertanya, “Kenapa kamu melakukannya?” Si pria menjawab, “Saat saya kecil, saya tinggal di daerah pantai yang begitu dekat dengan laut. Saya suka bermain di laut. Saya bisa merasai laut; asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya akan selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman saya. Saya sangat rindu kampung halaman. Saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu menyelesaikan kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca. Si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria bisa bercerita penuh perasaan bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Sang gadis begitu terkesan. Kemudian si gadis pun mulai berbicara. Dia bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya dan keluarganya. Suasana kaku pun langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat. Dan akhirnya itu menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Si pria dan si gadis akhirnya menjalin cinta, mereka berpacaran. Si gadis akhirnya tahu bahwa dia telah menemukan pria yang luar biasa. Si pria adalah seorang lelaki yang akan memenuhi segala permintaannya. Dia juga sangat perhatian, baik hatinya, penuh kehangatan, dan sangat peduli. Pria itu betul-betul seseorang yang sangat baik dan impian semua gadis. Dan, si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Kopi asin yang mengawali segalanya.
Cerita pun berlanjut seperti laiknya cerita cinta yang indah. Mereka berdua menikah dan menjalani kehidupan pernikahan yang sangat berbahagia. Setiap hari si gadis membuat kopi untuk suaminya, dan ke dalamnya dibubuhkan garam karena dia tahu kalau sang suami sangat menyukainya.
Setelah 40 tahun hidup bersama, si pria meninggal dunia. Dia meninggalkan sebuah surat untuk istrinya.
“Cintaku, mohon maafkan saya. Maafkan saya karena seumur hidupku aku telah berdusta sesuatu. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu… tentang kopi bergaram, kopi asin.
Ingatkah saat kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup ketika itu. Sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman. Jadi, saya maju terus. Tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal perbincangan kita!
Saya selalu mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Tapi, saya juga terlalu takut melakukannya.
Sekarang saya sekarat. Saya tidak takut apa-apa lagi. Jadi saya katakan padamu yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin. Betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu mendapat kopi asin setiap hari seumur hidupku sejak bertemu denganmu. Dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk itu, untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis menitik deras dan membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, “Rasanya begitu manis.”
HUMOR : cerita lucu oma dan opa yang lagi sakit
Ada cerita Oma Sakit... lalu opa bawa ķé dokter umum. sampai di sana pasien yang antri banyak sekali..
Opa bosan akhirnya opa bawa oma ke dokter hewan yg tidak antri. Waktu masuk Dokter hewan tanya binatang apa yάng sakit..??
Opa jawab : Oma yang sakit..
Dokter bilang : Opa, di sini dokter hewan bukan dokter umum.
Opa jawab : dok, periksa saja karena oma ini dulunya kupu² malam,,hwahahah
Jangan ketawa dulu....
besoknya si opa sakit.... Oma bawa opa ke dokter hewan yang kemarin oma di antar .... Dokter hewan tanya, kenapa opa dibawa ke sini.....??? Apa jawab oma....??? langsung oma bilang ...kan dulu opa Buaya darat..........wkakkaka


Opa bosan akhirnya opa bawa oma ke dokter hewan yg tidak antri. Waktu masuk Dokter hewan tanya binatang apa yάng sakit..??
Opa jawab : Oma yang sakit..
Dokter bilang : Opa, di sini dokter hewan bukan dokter umum.
Opa jawab : dok, periksa saja karena oma ini dulunya kupu² malam,,hwahahah
Jangan ketawa dulu....
besoknya si opa sakit.... Oma bawa opa ke dokter hewan yang kemarin oma di antar .... Dokter hewan tanya, kenapa opa dibawa ke sini.....??? Apa jawab oma....??? langsung oma bilang ...kan dulu opa Buaya darat..........wkakkaka


Cerita Unik Tentang Kosmetik Wanita
@IkadaNewsOnline - Cerita Unik Tentang Kosmetik Wanita - 1. Spiritualitas
Pernahkah Anda melihat gambar-gambar wanita Mesir Kuno? Kecantikan klasik mereka dihiasi dengan warna yang mencolok. Bagi mereka, penampilan yang menarik dan aroma tubuh merupakan hal penting, karena ekspresi dari ungkapan 'kebersihan adalah nilai-nilai ketuhanan'.
Masyarakat Mesir Kuno tergolong sebagai orang yang sangat religius dan percaya bahwa penampilan mereka secara langsung berhubungan dengan tingkat spiritualitas. Karena itu, dalam keadaan sembahyang pun, mereka harus menemukan cara untuk membuat dirinya terlihat rapi dan menarik.
Mereka juga dikenal sebagai orang yang sangat pandai dan inovatif. Penemuan kosmetik adalah inovasi yang mereka kembangkan dari bahan-bahan alami. Percayakah Anda bahwa mereka memiliki produk kosmetik yang dapat menghilangkan strecth mark, keriput, bekas luka, dan membuat rambut berkilau pada sekitar tahun 15 hingga 10 SM?
Beberapa kosmetik lainnya yang berkembang saat itu adalah riasan mata, krim wajah, dan parfum. Penemuan kosmetik saat itu erat kaitannya dengan penggunaan bahan yang disebut dengan mesdemet yang terbuat dari tembaga dan oksidasi timah. Bahan tersebut memang tidak aman untuk diaplikasikan pada wajah, tapi mereka melakukannya karena kedua bahan mampu bekerja dengan sempurna.
Mereka menggunakan warna hijau di garis mata bagian bawah, warna hitam atau abu-abu pada garis mata atas dan kelopak mata. Selain dipercaya dapat mempercantik penampilan mereka, warna-warna tersebut juga dipercaya dapat menangkal mata setan.
Mata setan diartikan sebagai serangga, karena saat itu terdapat banyak serangga penggangu di sekitar Sungai Nil. Kosmetik dibuat dengan tujuan ganda dan banyak yang digunakan sebagai sarana pengobatan.
Kombinasi almond bakar dengan tembaga dan biji timah digunakan sebagai riasan mata yang disebut celak atau eyeliner. Bubuk hitam tersebut diaplikasikan dengan menggunakan tongkat tembaga kecil. Sedangkan untuk mendapatkan warna merah pada pipi dan bibir, mereka mencampurkan tanah merah dan air. Kecantikan kuku pun tak dilupakan. Mereka menggunakan tumbuhan hena untuk mewarnai kuku dengan warna oranye atau kuning.
Orang-orang Mesir Kuno tak hanya pandai dalam menggunakan produk-produk alam. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh L'Oreal bersama peneliti Louvre di Paris mengungkapkan bahwa mesdemet terbuat dari 7-10 persen lemak. Dan, hal tersebut sama saja dengan komponen-komponen kosmetik saat ini.
2. Perubahan fungsi kosmetik
Pada 10.000 SM, kosmetik tak hanya digunakan untuk meningkatkan kecantikan wanita, tapi juga pria. Untuk membersihkan kosmetik, mereka menggunakan pembersih yang terbuat dari minyak nabati atau hewani yang dicampur dengan bubuk kapur.
Udara yang panas pun membuat mereka menggunakan minyak parfum untuk menjaga kelembutan kulit dan wangi tubuh. Seiring berjalannya waktu, melalui invasi dan migrasi, serta akulturasi budaya, fungsi kosmetik pun berubah. Jika orang-orang Mesir Kuno menggunakan kosmetik yang berhubungan erat dengan kepercayaan mereka, Orang Yunani kuno menggunakan kosmetik untuk menarik perhatian lawan jenis.
Lain lagi dengan orang-orang Romawi yang menggunakan kosmetik dengan latar belakang kesombongan. Tak hanya di wajah, mereka bahkan menggunakan kosmetik di seluruh tubuhnya. Seorang Romawi bernama Platus bahkan berujar 'wanita tanpa kosmetik seperti makanan tanpa garam'.
Gaya hidup orang Romawi tanpa batas, termasuk sumber kosmetik yang mereka gunakan. Misalnya, mereka menggunakan lemak dari domba, dicampur dengan darah untuk membuat cat kuku. Mereka bahkan mandi menggunakan lumpur yang dicampur dengan kotoran buaya.
3. Tren wajah pucat
Selama berabad-abad, wajah pucat adalah penampilan yang sangat diinginkan karena akan mendefinisikan strata yang tinggi pada kehidupan sosial. Itu karena mereka yang bekerja di ladang akan memiliki kulit yang kusam dan hitam, sementara yang bekerja di dalam ruangan akan memiliki kulit putih.
Lalu, mereka yang berkulit pucat memiliki banyak uang sehingga tidak perlu bekerja. Untuk mendapatkan penampilan tersebut, para wanita dan pria menggunakan bedak bubuk yang terbuat dari hidroksida, karbonat, dan oksida timah.
Sayangnya, ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan bedak tersebut. Karena itulah, mereka mencari alternatif kosmetik lainnya. Pada abad ke-19, bedak yang terbuat dari hasil oksidasi besi ditemukan. Bedak inilah yang masih digunakan hingga saat ini.
Seiring dengan perpindahan industri kosmetik ke Hollywood di abad ke-20, tren wajah pucat tergantikan oleh kulit kecokelatan. Inilah yang menjadi landasan baru bagi penciptaan seluruh produk kecantikan. Pada 1929, muncul foundation dan bedak yang dapat mencokelatkan kulit secara instan.
4. Penampilan lebih muda
Selama tahun 1900, banyak wanita paruh baya melakukan kegiatan di dunia hiburan. Karena itulah mereka harus terlihat cantik dan lebih muda. Namun, gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak makan makanan sehat, tidak berolahraga, dan hidup di dalam udara penuh polusi, membuat penampilan terlihat lebih tua.
Sehingga, mereka sangat bergantung pada kosmetik, terutama krim wajah dan produk anti penuaan. Cara lainnya, mereka selalu menyempatkan diri mengunjungi salon-salon kecantikan. Salah satu salon yang paling terkenal pada masa itu adalah House of Cyclax di London.
Lucunya, mereka sangat malu mengakui kalau memerlukan perawatan kecantikan. Karena itu, perawatan dilakukan secara diam-diam. Pemilik House of Cyclax juga menjual krim wajah, dan perona pipi secara diam-diam. Salah satu produknya adalah kertas bubuk berwarna, yang jika ditekan pada wajah yang berminyak, maka minyak akan terserap di kertas tersebut dan wajah menjadi bersinar.
5. Industri kosmetik populer di abad ke-20
Seiring meningkatnya popularitas salon kecantikan di abad ke-20, penjualan kosmetik tak lagi dilakukan diam-diam. Industri kosmetik pun semakin mapan. Hal ini dimulai dari pergerakan penjualan kosmetik oleh Salon Selfridges yang dibuka di London pada 1909. Wanita semakin percaya diri dan tidak khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan.
Kosmetik adalah bagian dari seni. Salah satu pengaruh terbesar dari perkembangan kosmetik adalah seni pertunjukan, lebih tepatnya balet. Ketika penari Balet asal Rusia datang ke London, seorang desainer, Paul Poiret, mengambil gaya tersebut dan menciptakan keseluruhan penampilan mereka yang lebih berwarna. Penampilan tersebut tercermin pada kosmetik, tidak hanya pada pakaian yang digunakan.
Peran kosmetik sempat tergantikan dengan adanya tren tato. Beberapa wanita lebih memilih menato alis, pipi dan bibir agar tidak direpotkan dengan ritual berdandan setiap hari. Penggunaan kosmetik juga sempat menyusut selama Perang Dunia II karena mereka kekurangan bahan untuk memproduksi kosmetik. Namun, ketika perang usai, wanita kembali dimanjakan dengan berbagai macam kosmetik.
6. Menutupi kekurangan
Saat ini, kosmetik pun menjadi kebutuhan mendasar bagi penampilan wanita dan pria. Tak peduli apa pekerjaan Anda, kosmetik dapat memengaruhi seluruh penampilan Anda. Sama seperti tujuan dari perkembangan fashion, berbagai macam kosmetik beredar di masyarakat untuk membantu Anda menutupi kekurangan pada tubuh.
Pernahkah Anda melihat gambar-gambar wanita Mesir Kuno? Kecantikan klasik mereka dihiasi dengan warna yang mencolok. Bagi mereka, penampilan yang menarik dan aroma tubuh merupakan hal penting, karena ekspresi dari ungkapan 'kebersihan adalah nilai-nilai ketuhanan'.
Masyarakat Mesir Kuno tergolong sebagai orang yang sangat religius dan percaya bahwa penampilan mereka secara langsung berhubungan dengan tingkat spiritualitas. Karena itu, dalam keadaan sembahyang pun, mereka harus menemukan cara untuk membuat dirinya terlihat rapi dan menarik.
Mereka juga dikenal sebagai orang yang sangat pandai dan inovatif. Penemuan kosmetik adalah inovasi yang mereka kembangkan dari bahan-bahan alami. Percayakah Anda bahwa mereka memiliki produk kosmetik yang dapat menghilangkan strecth mark, keriput, bekas luka, dan membuat rambut berkilau pada sekitar tahun 15 hingga 10 SM?
Beberapa kosmetik lainnya yang berkembang saat itu adalah riasan mata, krim wajah, dan parfum. Penemuan kosmetik saat itu erat kaitannya dengan penggunaan bahan yang disebut dengan mesdemet yang terbuat dari tembaga dan oksidasi timah. Bahan tersebut memang tidak aman untuk diaplikasikan pada wajah, tapi mereka melakukannya karena kedua bahan mampu bekerja dengan sempurna.
Mereka menggunakan warna hijau di garis mata bagian bawah, warna hitam atau abu-abu pada garis mata atas dan kelopak mata. Selain dipercaya dapat mempercantik penampilan mereka, warna-warna tersebut juga dipercaya dapat menangkal mata setan.
Mata setan diartikan sebagai serangga, karena saat itu terdapat banyak serangga penggangu di sekitar Sungai Nil. Kosmetik dibuat dengan tujuan ganda dan banyak yang digunakan sebagai sarana pengobatan.
Kombinasi almond bakar dengan tembaga dan biji timah digunakan sebagai riasan mata yang disebut celak atau eyeliner. Bubuk hitam tersebut diaplikasikan dengan menggunakan tongkat tembaga kecil. Sedangkan untuk mendapatkan warna merah pada pipi dan bibir, mereka mencampurkan tanah merah dan air. Kecantikan kuku pun tak dilupakan. Mereka menggunakan tumbuhan hena untuk mewarnai kuku dengan warna oranye atau kuning.
Orang-orang Mesir Kuno tak hanya pandai dalam menggunakan produk-produk alam. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh L'Oreal bersama peneliti Louvre di Paris mengungkapkan bahwa mesdemet terbuat dari 7-10 persen lemak. Dan, hal tersebut sama saja dengan komponen-komponen kosmetik saat ini.
2. Perubahan fungsi kosmetik
Pada 10.000 SM, kosmetik tak hanya digunakan untuk meningkatkan kecantikan wanita, tapi juga pria. Untuk membersihkan kosmetik, mereka menggunakan pembersih yang terbuat dari minyak nabati atau hewani yang dicampur dengan bubuk kapur.
Udara yang panas pun membuat mereka menggunakan minyak parfum untuk menjaga kelembutan kulit dan wangi tubuh. Seiring berjalannya waktu, melalui invasi dan migrasi, serta akulturasi budaya, fungsi kosmetik pun berubah. Jika orang-orang Mesir Kuno menggunakan kosmetik yang berhubungan erat dengan kepercayaan mereka, Orang Yunani kuno menggunakan kosmetik untuk menarik perhatian lawan jenis.
Lain lagi dengan orang-orang Romawi yang menggunakan kosmetik dengan latar belakang kesombongan. Tak hanya di wajah, mereka bahkan menggunakan kosmetik di seluruh tubuhnya. Seorang Romawi bernama Platus bahkan berujar 'wanita tanpa kosmetik seperti makanan tanpa garam'.
Gaya hidup orang Romawi tanpa batas, termasuk sumber kosmetik yang mereka gunakan. Misalnya, mereka menggunakan lemak dari domba, dicampur dengan darah untuk membuat cat kuku. Mereka bahkan mandi menggunakan lumpur yang dicampur dengan kotoran buaya.
3. Tren wajah pucat
Selama berabad-abad, wajah pucat adalah penampilan yang sangat diinginkan karena akan mendefinisikan strata yang tinggi pada kehidupan sosial. Itu karena mereka yang bekerja di ladang akan memiliki kulit yang kusam dan hitam, sementara yang bekerja di dalam ruangan akan memiliki kulit putih.
Lalu, mereka yang berkulit pucat memiliki banyak uang sehingga tidak perlu bekerja. Untuk mendapatkan penampilan tersebut, para wanita dan pria menggunakan bedak bubuk yang terbuat dari hidroksida, karbonat, dan oksida timah.
Sayangnya, ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan bedak tersebut. Karena itulah, mereka mencari alternatif kosmetik lainnya. Pada abad ke-19, bedak yang terbuat dari hasil oksidasi besi ditemukan. Bedak inilah yang masih digunakan hingga saat ini.
Seiring dengan perpindahan industri kosmetik ke Hollywood di abad ke-20, tren wajah pucat tergantikan oleh kulit kecokelatan. Inilah yang menjadi landasan baru bagi penciptaan seluruh produk kecantikan. Pada 1929, muncul foundation dan bedak yang dapat mencokelatkan kulit secara instan.
4. Penampilan lebih muda
Selama tahun 1900, banyak wanita paruh baya melakukan kegiatan di dunia hiburan. Karena itulah mereka harus terlihat cantik dan lebih muda. Namun, gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak makan makanan sehat, tidak berolahraga, dan hidup di dalam udara penuh polusi, membuat penampilan terlihat lebih tua.
Sehingga, mereka sangat bergantung pada kosmetik, terutama krim wajah dan produk anti penuaan. Cara lainnya, mereka selalu menyempatkan diri mengunjungi salon-salon kecantikan. Salah satu salon yang paling terkenal pada masa itu adalah House of Cyclax di London.
Lucunya, mereka sangat malu mengakui kalau memerlukan perawatan kecantikan. Karena itu, perawatan dilakukan secara diam-diam. Pemilik House of Cyclax juga menjual krim wajah, dan perona pipi secara diam-diam. Salah satu produknya adalah kertas bubuk berwarna, yang jika ditekan pada wajah yang berminyak, maka minyak akan terserap di kertas tersebut dan wajah menjadi bersinar.
5. Industri kosmetik populer di abad ke-20
Seiring meningkatnya popularitas salon kecantikan di abad ke-20, penjualan kosmetik tak lagi dilakukan diam-diam. Industri kosmetik pun semakin mapan. Hal ini dimulai dari pergerakan penjualan kosmetik oleh Salon Selfridges yang dibuka di London pada 1909. Wanita semakin percaya diri dan tidak khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan.
Kosmetik adalah bagian dari seni. Salah satu pengaruh terbesar dari perkembangan kosmetik adalah seni pertunjukan, lebih tepatnya balet. Ketika penari Balet asal Rusia datang ke London, seorang desainer, Paul Poiret, mengambil gaya tersebut dan menciptakan keseluruhan penampilan mereka yang lebih berwarna. Penampilan tersebut tercermin pada kosmetik, tidak hanya pada pakaian yang digunakan.
Peran kosmetik sempat tergantikan dengan adanya tren tato. Beberapa wanita lebih memilih menato alis, pipi dan bibir agar tidak direpotkan dengan ritual berdandan setiap hari. Penggunaan kosmetik juga sempat menyusut selama Perang Dunia II karena mereka kekurangan bahan untuk memproduksi kosmetik. Namun, ketika perang usai, wanita kembali dimanjakan dengan berbagai macam kosmetik.
6. Menutupi kekurangan
Saat ini, kosmetik pun menjadi kebutuhan mendasar bagi penampilan wanita dan pria. Tak peduli apa pekerjaan Anda, kosmetik dapat memengaruhi seluruh penampilan Anda. Sama seperti tujuan dari perkembangan fashion, berbagai macam kosmetik beredar di masyarakat untuk membantu Anda menutupi kekurangan pada tubuh.
Cerita haru Pengantin yang Sekarat di Hari Pernikahannya
@IkadaNewsOnline - Cerita haru Pengantin yang Sekarat di Hari Pernikahannya - Sejak masa kanak-kanak, Kristie Mills menderita cystic fibrosis, sebuah penyakit paru-paru kronis yang berakibat fatal. Meski divonis takkan berumur panjang, pada umur 21 Kristie memutuskan menikah dengan kekasihnya, Stuart Tancock, pada musim panas ini.
Kisah perjalanan Kristie ke gerbang pernikahan ditayangkan dalam acara “Breathless Bride: Dying to Live”, program dokumenter yang tayang di TLC beberapa malam lalu.
Kami mewawancara Kristie via email, karena dia tidak sanggup diwawancara via telepon. Kristie menjawab pertanyaan kami dengan jujur, spontan, dan emosional.
Pernikahan Kristie menggunakan "bunga palsu dan kue pernikahan yang tidak dibuat khusus.” Tempat pernikahannya pun dipilih yang kira-kira dapat dibatalkan sewaktu-waktu, jika Kristie merasa sangat sakit.
Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah pernikahan. Ini cerita tentang pernikahan yang hampir tidak dapat terwujud.
Kristie, yang tinggal di Inggris, berkenalan dengan Stuart dua tahun lalu. Sejak saat itu, Stuart menjadi teman sekaligus motivatior untuk Kristie. Pergi ke tempat pernikahan dan meninggalkan rumah sakit dapat berakibat fatal, kata Kristie. Dia sudah diperkirakan akan meninggal dalam beberapa hari jika tidak menerima donor organ tepat waktu.
"Aku rasa mereka mewujudkan permintaan terakhirku," tulis Kristie dalam email. Malam itu dia kembali ke rumah sakit. "Para perawat mengatakan aku akan meninggal."
Karena membutuhkan paru-paru untuk bertahan hidup, tiga bulan sebelum menikah Kristie sudah mendaftar untuk transplantasi. Ajaibnya, delapan hari setelah menikah, dia mendapatkan donor yang cocok.
Operasi dilakukan selama empat jam dan pemulihan awal sangat menyakitkan. "Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit itu. Aku bahkan berhalusinasi dan merasa sangat tersiksa setelah menjalani transplantasi."
Kristie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai donor atau keluarga donor yang menolongnya, namun dia bercerita tentang perasaan yang campur aduk setelah menerima organ tersebut.
"Aku masih berduka [untuk keluarga pendonor] dan berharap lebih baik aku yang mati daripada membuat mereka melakukannya. Pendonorku memutuskan untuk menyumbangkan paru-parunya, dan keluarganya, walaupun sedih, akhirnya menyetujuinya. Itu merupakan perbuatan yang sangat mulia."
Kini Kristie tinggal bersama suaminya di Devon. Kristie menuliskan pengalamannya di blog, membantu mencarikan donor baru, dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit cystic fibrosis dengan ceritanya tersebut.
Meski dengan kondisi kesehatan yang tak prima, Kristie mencoba menjadi istri yang baik. Pasangan itu menghabiskan waktu bersama ketika sedang tidak bekerja. Mereka memasak bersama, pergi nonton ke bioskop, bahkan panjat tebing. Kini Kristie sudah jauh lebih pulih.
Kristie juga realistis tentang kemungkinan mempunyai anak. "Aku tidak mempunyai harapan hidup yang normal, jadi aku tidak mau punya anak karena aku tahu aku pasti akan meninggalkannya sewaktu-waktu dan aku akan sangat sakit. Lalu Stuart harus mengurus anakku dan aku."
Kristie menyadari besarnya bahaya melahirkan setelah transplantasi — ditambah lagi kemungkinan menurunkan penyakit cystic fibrosis ke anaknya. Namun dia dan suaminya ingin menjadi orangtua asuh suatu saat. Pada saat ini, yang terpenting untuk mereka adalah pernikahannya.
"Aku menjalani pernikahan dengan sangat serius. Aku rasa tidak banyak orang yang mengalami seperti yang kami alami. Stuarts kadang mengatakan padaku betapa berat bebannya saat sedang bersamaku dan betapa dia tidak sanggup melihatku menderita dan meninggal.”
Kisah perjalanan Kristie ke gerbang pernikahan ditayangkan dalam acara “Breathless Bride: Dying to Live”, program dokumenter yang tayang di TLC beberapa malam lalu.
Kami mewawancara Kristie via email, karena dia tidak sanggup diwawancara via telepon. Kristie menjawab pertanyaan kami dengan jujur, spontan, dan emosional.
Pernikahan Kristie menggunakan "bunga palsu dan kue pernikahan yang tidak dibuat khusus.” Tempat pernikahannya pun dipilih yang kira-kira dapat dibatalkan sewaktu-waktu, jika Kristie merasa sangat sakit.
Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah pernikahan. Ini cerita tentang pernikahan yang hampir tidak dapat terwujud.
Kristie, yang tinggal di Inggris, berkenalan dengan Stuart dua tahun lalu. Sejak saat itu, Stuart menjadi teman sekaligus motivatior untuk Kristie. Pergi ke tempat pernikahan dan meninggalkan rumah sakit dapat berakibat fatal, kata Kristie. Dia sudah diperkirakan akan meninggal dalam beberapa hari jika tidak menerima donor organ tepat waktu.
"Aku rasa mereka mewujudkan permintaan terakhirku," tulis Kristie dalam email. Malam itu dia kembali ke rumah sakit. "Para perawat mengatakan aku akan meninggal."
Karena membutuhkan paru-paru untuk bertahan hidup, tiga bulan sebelum menikah Kristie sudah mendaftar untuk transplantasi. Ajaibnya, delapan hari setelah menikah, dia mendapatkan donor yang cocok.
Operasi dilakukan selama empat jam dan pemulihan awal sangat menyakitkan. "Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit itu. Aku bahkan berhalusinasi dan merasa sangat tersiksa setelah menjalani transplantasi."
Kristie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai donor atau keluarga donor yang menolongnya, namun dia bercerita tentang perasaan yang campur aduk setelah menerima organ tersebut.
"Aku masih berduka [untuk keluarga pendonor] dan berharap lebih baik aku yang mati daripada membuat mereka melakukannya. Pendonorku memutuskan untuk menyumbangkan paru-parunya, dan keluarganya, walaupun sedih, akhirnya menyetujuinya. Itu merupakan perbuatan yang sangat mulia."
Kini Kristie tinggal bersama suaminya di Devon. Kristie menuliskan pengalamannya di blog, membantu mencarikan donor baru, dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit cystic fibrosis dengan ceritanya tersebut.
Meski dengan kondisi kesehatan yang tak prima, Kristie mencoba menjadi istri yang baik. Pasangan itu menghabiskan waktu bersama ketika sedang tidak bekerja. Mereka memasak bersama, pergi nonton ke bioskop, bahkan panjat tebing. Kini Kristie sudah jauh lebih pulih.
Kristie juga realistis tentang kemungkinan mempunyai anak. "Aku tidak mempunyai harapan hidup yang normal, jadi aku tidak mau punya anak karena aku tahu aku pasti akan meninggalkannya sewaktu-waktu dan aku akan sangat sakit. Lalu Stuart harus mengurus anakku dan aku."
Kristie menyadari besarnya bahaya melahirkan setelah transplantasi — ditambah lagi kemungkinan menurunkan penyakit cystic fibrosis ke anaknya. Namun dia dan suaminya ingin menjadi orangtua asuh suatu saat. Pada saat ini, yang terpenting untuk mereka adalah pernikahannya.
"Aku menjalani pernikahan dengan sangat serius. Aku rasa tidak banyak orang yang mengalami seperti yang kami alami. Stuarts kadang mengatakan padaku betapa berat bebannya saat sedang bersamaku dan betapa dia tidak sanggup melihatku menderita dan meninggal.”
Cerita Humor : Percakapan 3 orang suami Yang Memiliki Istri Aneh
@IkadaNewsOnline - Cerita Humor : Percakapan 3 orang suami Yang Memiliki Istri Aneh - Ada percakapan 3 orang suami:
Suami pertama : "Saya heran, istri saya kok tingkahnya aneh. Masa dia bilang ingin beli DVD player, padahal TV aja kita gak punya..."
Suami kedua : "Istri saya lebih aneh lagi, Pak, maksa-maksa minta beli tabung gas, padahal kompor di rumah kami masih kompor minyak..."
Suami ketiga : "Wah, istri saya paling aneh banget, Pak. Dia bilang mau tugas keluar kota, bawa 10 kondom, Pak. Bayangin, Pak, 10 buah, dia ga mikir kali ya? Mau dipasang dimana itu kondom? Dia kan wanita..."
Suami pertama : "Saya heran, istri saya kok tingkahnya aneh. Masa dia bilang ingin beli DVD player, padahal TV aja kita gak punya..."
Suami kedua : "Istri saya lebih aneh lagi, Pak, maksa-maksa minta beli tabung gas, padahal kompor di rumah kami masih kompor minyak..."
Suami ketiga : "Wah, istri saya paling aneh banget, Pak. Dia bilang mau tugas keluar kota, bawa 10 kondom, Pak. Bayangin, Pak, 10 buah, dia ga mikir kali ya? Mau dipasang dimana itu kondom? Dia kan wanita..."
Inilah Misteri Kapal SS Ourang Medan
@IkadaNewsOnline - Inilah Misteri Kapal SS Ourang Medan - Jika Anda penggemar film, mungkin tidak asing dengan film ” GHOST SHIP “, film produksi Warner Bros (2002) ini menceritakan tentang sebuah kapal pesiar dimana seluruh penumpang dan awak kapal mati secara misterius dengan kondisi mengenaskan dan akhirnya menjadi kapal hantu yang menghantui para pelaut yang berlayar.
Mungkin, film itu diilhami oleh sebuah peristiwa sekitar awal tahun 1948 yang terjadi di sekitar wilayah negeri kita tercinta Indonesia, tepatnya di Selat Malaka. Pada waktu itu cuaca sempurna, tidak ada gangguan alam yang berarti, ombak cukup tenang. Namun kesempurnaan itu segera dipecahkan oleh sinyal SOS yang datang tiba-tiba dan terdengar oleh beberapa kapal yang sedang berlayar di sekitar situ. “Semua petugas termasuk kapten mati tergeletak di chartroom dan jembatan. Mungkin seluruh kru mati.” Hal ini diikuti oleh terbacanya sebuah pesan SOS mengerikan “… aku mati.” Dan kemudian, tak ada pesan lagi, yang ada hanya suara gemerisik radio yang tidak beraturan. Sinyal itu ternyata berasal dari seorang awak kapal SS Ourang Medan.
Kapal Silver Star ( satu dari beberapa kapal yang mendengar sinyal SOS ) berhasil menentukan arah koordinatnya dengan tepat. Dalam beberapa jam, Silver Star sampai di lokasi SS Ourang Medan. Mereka bisa melihat kapal itu dari kejauhan. Lalu sinyal komunikasi dikirimkan. Karena tidak ada tanggapan terhadap sinyal bendera maupun radio, sebuah tim dikirim menuju kapal itu. Perlahan-lahan, kapal kecil yang membawa tim penyelidik bergerak menuju kapal itu. Tidak terlihat adanya gerakan di atas kapal. Namun, mereka melihat sesuatu yang ganjil di sekitar kapal. Hiu-hiu bermunculan di sekitar lambung dan tampaknya setiap hiu di Teluk Benggala datang ke sana karena tahu ada orang-orang mati di atas kapal.
Setibanya di atas kapal, tim itu menyaksikan sebuah pemandangan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup. Mereka melihat mayat-mayat bergelimpangan di atas dek ! Bergegas mereka memeriksa ruang peta untuk mencari sang kapten. Ketika mereka masuk ke ruang peta, mereka melihat mayat-mayat perwira bersama sang kapten bergeletakan di tempat itu. Seakan-akan, sang kapten telah mengumpulkan mereka di situ untuk merundingkan sesuatu yang mendesak sebelum mereka mati.
Tapi, horor yang mereka jumpai bukan cuma itu. Bagian yang mengerikan dari mayat itu adalah, teror yang terlihat di wajah mereka. Di setiap mayat, terdapat wajah pucat penuh ketakutan. Mata mereka menatap ngeri dan tubuh mereka kaku karena rigor mortis (kekakuan sebelum orang meninggal), beberapa orang dengan tangan teracung ke atas. Mayat para pelaut yang meninggal di atas dek juga mengalami kondisi yang sama. Di ruang radio, petugas telegraf terkulai di atas peralatannya yang diam. Tim dari Silver Star segera memeriksa seisi kapal. Mereka tidak menemukan kerusakan apapun yang mengindikasikan tindak kekerasan. Pada mayat-mayat yang bergelimpangan, mereka tidak menemukan luka atau tanda-tanda kekerasan lainnya.
Sesuatu telah terjadi ! Tapi apa ?
Apa yang telah menyebabkan mereka meninggal ?
Apakah hantu laut tiba-tiba muncul dari samudera dan membunuh semua awak kapal itu ?
Mungkin, film itu diilhami oleh sebuah peristiwa sekitar awal tahun 1948 yang terjadi di sekitar wilayah negeri kita tercinta Indonesia, tepatnya di Selat Malaka. Pada waktu itu cuaca sempurna, tidak ada gangguan alam yang berarti, ombak cukup tenang. Namun kesempurnaan itu segera dipecahkan oleh sinyal SOS yang datang tiba-tiba dan terdengar oleh beberapa kapal yang sedang berlayar di sekitar situ. “Semua petugas termasuk kapten mati tergeletak di chartroom dan jembatan. Mungkin seluruh kru mati.” Hal ini diikuti oleh terbacanya sebuah pesan SOS mengerikan “… aku mati.” Dan kemudian, tak ada pesan lagi, yang ada hanya suara gemerisik radio yang tidak beraturan. Sinyal itu ternyata berasal dari seorang awak kapal SS Ourang Medan.
Kapal Silver Star ( satu dari beberapa kapal yang mendengar sinyal SOS ) berhasil menentukan arah koordinatnya dengan tepat. Dalam beberapa jam, Silver Star sampai di lokasi SS Ourang Medan. Mereka bisa melihat kapal itu dari kejauhan. Lalu sinyal komunikasi dikirimkan. Karena tidak ada tanggapan terhadap sinyal bendera maupun radio, sebuah tim dikirim menuju kapal itu. Perlahan-lahan, kapal kecil yang membawa tim penyelidik bergerak menuju kapal itu. Tidak terlihat adanya gerakan di atas kapal. Namun, mereka melihat sesuatu yang ganjil di sekitar kapal. Hiu-hiu bermunculan di sekitar lambung dan tampaknya setiap hiu di Teluk Benggala datang ke sana karena tahu ada orang-orang mati di atas kapal.
Setibanya di atas kapal, tim itu menyaksikan sebuah pemandangan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup. Mereka melihat mayat-mayat bergelimpangan di atas dek ! Bergegas mereka memeriksa ruang peta untuk mencari sang kapten. Ketika mereka masuk ke ruang peta, mereka melihat mayat-mayat perwira bersama sang kapten bergeletakan di tempat itu. Seakan-akan, sang kapten telah mengumpulkan mereka di situ untuk merundingkan sesuatu yang mendesak sebelum mereka mati.
Tapi, horor yang mereka jumpai bukan cuma itu. Bagian yang mengerikan dari mayat itu adalah, teror yang terlihat di wajah mereka. Di setiap mayat, terdapat wajah pucat penuh ketakutan. Mata mereka menatap ngeri dan tubuh mereka kaku karena rigor mortis (kekakuan sebelum orang meninggal), beberapa orang dengan tangan teracung ke atas. Mayat para pelaut yang meninggal di atas dek juga mengalami kondisi yang sama. Di ruang radio, petugas telegraf terkulai di atas peralatannya yang diam. Tim dari Silver Star segera memeriksa seisi kapal. Mereka tidak menemukan kerusakan apapun yang mengindikasikan tindak kekerasan. Pada mayat-mayat yang bergelimpangan, mereka tidak menemukan luka atau tanda-tanda kekerasan lainnya.
Sesuatu telah terjadi ! Tapi apa ?
Apa yang telah menyebabkan mereka meninggal ?
Apakah hantu laut tiba-tiba muncul dari samudera dan membunuh semua awak kapal itu ?
Belum lagi tim itu selesai memeriksa, sebuah kejadian aneh kembali terjadi. Entah apa sebabnya, kargo yang ada di atas kapal itu mengeluarkan nyala api. Api segera menjalar ke bagian lain dari kapal. Dalam hitungan menit, tim itu segera menyelamatkan diri ke kapal kecil mereka dan segera mengayuh. Lalu, SS Ourang Medan meledak dengan suara keras. Ledakan itu terdengar hingga seperempat mil dan membunuh beberapa hiu yang kelaparan. Tim itu berhasil menyelamatkan diri. Dari kejauhan, mereka bisa melihat SS Ourang Medan terbakar dan tenggelam perlahan-lahan ke dasar lautan, ikut menenggelamkan misteri yang baru saja mereka saksikan.
Kisah SS Ourang Medan dan peristiwa misterius yang menimpanya pertama kali diceritakan kepada publik lewat publikasi Proceedings of the Merchant Marine Council yang diterbitkan oleh US National Coast Guard pada tahun 1953. Namun anehnya, selain publikasi itu, tidak ada seorangpun yang dapat menemukan data mengenai kapal ini. Siapa yang membuatnya atau dokumen-dokumen resmi pendukung lainnya.
Spekulasipun akhirnya berkembang
Sebagian yang mempercayai kisah ini menduga kapal ini mengangkut kargo berupa bahan kimia potassium sianida dan nitrogliserin. Keduanya diklaim dapat menimbulkan asfiksia alias sesak napas yang mungkin juga telah membunuh mereka.
Pendapat berikutnya mengatakan para awak kapal keracunan akibat karbon monoxida alias CO dari mesin kapal. Dan itu juga yang menyebabkan kapal terbakar, ya karena kebakaran mesin. CO juga menyebabkan asfixia dan berakhir pada kematian.
Sebagian lagi percaya bahwa US National Coast Guard telah menciptakan kisah bohong ( hoax ), untuk apa ? menutupi sebuah misi rahasia Amerika terhadap Indonesia ?? Berdasarkan data yang dilaporkan bahawa ada 11 kapal yang mendengar sinyal SOS dari SS Ourang Medan, 2 diantaranya adalah kapal Amerika Serikat sedangkan yang 9 lagi tidak pernah dijelaskan identifikasinya. Apakah SS Ourang Medan punya Belanda ? hingga saat ini tidak pernah ada bukti otentik yang menyatakannya.
Yang tidak berspekulasi hanya mengatakan bahwa para awak kapal “meninggal karena nasib buruk”.
Mengenai kebenarannya, kita mungkin tidak akan pernah tahu dan akan tetap menjadi sebuah misteri yang tak terpecahkan.
Kisah SS Ourang Medan dan peristiwa misterius yang menimpanya pertama kali diceritakan kepada publik lewat publikasi Proceedings of the Merchant Marine Council yang diterbitkan oleh US National Coast Guard pada tahun 1953. Namun anehnya, selain publikasi itu, tidak ada seorangpun yang dapat menemukan data mengenai kapal ini. Siapa yang membuatnya atau dokumen-dokumen resmi pendukung lainnya.
Spekulasipun akhirnya berkembang
Sebagian yang mempercayai kisah ini menduga kapal ini mengangkut kargo berupa bahan kimia potassium sianida dan nitrogliserin. Keduanya diklaim dapat menimbulkan asfiksia alias sesak napas yang mungkin juga telah membunuh mereka.
Pendapat berikutnya mengatakan para awak kapal keracunan akibat karbon monoxida alias CO dari mesin kapal. Dan itu juga yang menyebabkan kapal terbakar, ya karena kebakaran mesin. CO juga menyebabkan asfixia dan berakhir pada kematian.
Sebagian lagi percaya bahwa US National Coast Guard telah menciptakan kisah bohong ( hoax ), untuk apa ? menutupi sebuah misi rahasia Amerika terhadap Indonesia ?? Berdasarkan data yang dilaporkan bahawa ada 11 kapal yang mendengar sinyal SOS dari SS Ourang Medan, 2 diantaranya adalah kapal Amerika Serikat sedangkan yang 9 lagi tidak pernah dijelaskan identifikasinya. Apakah SS Ourang Medan punya Belanda ? hingga saat ini tidak pernah ada bukti otentik yang menyatakannya.
Yang tidak berspekulasi hanya mengatakan bahwa para awak kapal “meninggal karena nasib buruk”.
Mengenai kebenarannya, kita mungkin tidak akan pernah tahu dan akan tetap menjadi sebuah misteri yang tak terpecahkan.
Cerita dewasa : ABG Bule Yang Seksi Khusus 17+
@IkadaNewsOnline - Cerita dewasa : ABG Bule Yang Seksi Khusus 17+ - Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget,semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.
Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.
Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.
“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan”, aku bilang.
“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.
Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.
Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.
Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.
Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.
Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.
Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.
Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.
“Mau Minum Champagne?” tanyanya.
“Boleh”, kataku, “Tapi.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.
Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. “Gile, dikirain becanda” pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.
Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.
Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!
Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, “teknik meminum air”. Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata “do my sister”
Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.
Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.
Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.
Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, “Aahh… fuck… shit!
Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.
Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.
Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.
Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.
Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.
Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.
Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.
Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.
“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan”, aku bilang.
“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.
Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.
Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.
Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.
Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.
Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.
Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.
Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.
“Mau Minum Champagne?” tanyanya.
“Boleh”, kataku, “Tapi.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.
Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. “Gile, dikirain becanda” pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.
Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.
Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!
Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, “teknik meminum air”. Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata “do my sister”
Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.
Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.
Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.
Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, “Aahh… fuck… shit!
Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.
Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.
Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.
Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.
Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.
Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.
Permainan Cinta di Kamar Mandi ' cerita dewasa 18+ '
@IkadaNewsOnline - Permainan Cinta di Kamar Mandi ' cerita dewasa 18+ ' - Halo kenalkan, aku Panji Anugerah (nama samaran). Seorang pria berusia 37 tahun, menikah, dengan seorang wanita yang sangat cantik dan molek. Aku dikaruniai Tuhan 2 orang anak yang lucu-lucu. Rumah tanggaku bahagia dan makmur, walapun kami tidak hidup berlimpah materi.
Boleh dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku). Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.
Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiran-pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film biru.
Wanita lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku, sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta, tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual. Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah. Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa. Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.
Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit. Gym-gympun masih jarang. Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu sedang panas-panasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benar-benar merusak perekonomian Indonesia. Untungnya perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK. Namun temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan, aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasa-biasa saja-walaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di kejuaraan-kejuaraan daerah maupun nasional. Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka ”kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru” suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berhari-hari.
Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah sibuk sekarang. Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat fitness. Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.
Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan. Tapi karena saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.
Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks perumahanku. Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku. Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Mia memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran. Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Mia akan terangsang melihatku. Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi. Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation. Saat aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.
Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapurnya. Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu. Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas. Mertuaku walaupun usianya sudah kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek, karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language, minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an.
Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab. Batang itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih sempit lagi. Sambil meremas-remas batangku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu. Akhirnya timbul niatku untuk menggaulinya. Setelah menimbang-nimbang untung atau ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.
”Panji, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku. Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.
Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,
”Jangan khawatir panji sayang, waktunya masih lama” katanya nakal.
Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu. Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.
”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra.
Aku pun tambah bingung. ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi.
”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya. Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya. Lalu dia melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlah...que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.
Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas. Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya. ”Aaaaahhhh.... panji sayang ....” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.
Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris. Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku. Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45 menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.
”Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku.
”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.
”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut pujiannya.
”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.
”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.
Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.
Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami. Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya. Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka kolaps. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.
Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu mengecup pipinya. Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi. Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal. Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.
Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah. Tidak ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan menggairahkan.
Boleh dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku). Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.
Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiran-pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film biru.
Wanita lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku, sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta, tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual. Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah. Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa. Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.
Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit. Gym-gympun masih jarang. Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu sedang panas-panasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benar-benar merusak perekonomian Indonesia. Untungnya perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK. Namun temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan, aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasa-biasa saja-walaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di kejuaraan-kejuaraan daerah maupun nasional. Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka ”kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru” suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berhari-hari.
Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah sibuk sekarang. Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat fitness. Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.
Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan. Tapi karena saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.
Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks perumahanku. Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku. Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Mia memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran. Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Mia akan terangsang melihatku. Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi. Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation. Saat aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.
Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapurnya. Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu. Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas. Mertuaku walaupun usianya sudah kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek, karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language, minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an.
Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab. Batang itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih sempit lagi. Sambil meremas-remas batangku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu. Akhirnya timbul niatku untuk menggaulinya. Setelah menimbang-nimbang untung atau ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.
”Panji, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku. Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.
Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,
”Jangan khawatir panji sayang, waktunya masih lama” katanya nakal.
Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu. Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.
”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra.
Aku pun tambah bingung. ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi.
”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya. Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya. Lalu dia melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlah...que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.
Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas. Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya. ”Aaaaahhhh.... panji sayang ....” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.
Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris. Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku. Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45 menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.
”Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku.
”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.
”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut pujiannya.
”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.
”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.
Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.
Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami. Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya. Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka kolaps. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.
Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu mengecup pipinya. Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi. Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal. Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.
Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah. Tidak ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan menggairahkan.
FOTO: Nekat Wanita Cantik Ini Metato Tubuhnya dengan Cerita Puteri Salju
@IkadaNewsOnline - FOTO: Nekat Wanita Cantik Ini Metato Tubuhnya dengan Cerita Puti Salju - Butuh waktu tiga bulan untuk menoreh kisah Putri Salju di punggungnya.
Sepanjang hidupnya, dongeng Putri Salju adalah kisah favorit Annafaye Kao, 27. Demi kecintaannya pula gadis asal Taiwan ini rela menjadikan tubuhnya sebagai kanvas untuk melukis kisah Putri Salju dan tujuh kurcaci.
Kao, yang berasal dari Taichung, Taiwan, membutuhkan waktu tiga bulan secara maraton untuk menoreh punggungnya dengan kisah ini. Tato penuh warna ini secara detail menampilkan sosok Putri Salju yang menawan dengan rambut biru dan bibir merah sebagai pusat tato. Sementara pangeran dan ratu jahat Grimhilde berada di bagian atas.
Seorang seniman tato profesional bernama Ping mengerjakan tato dengan cermat dan menarik, lengkap dengan gambar tujuh kurcaci. Tato luar biasa di tubuhnya bahkan membuat Annafaye memperoleh penghargaan sebagai tato terbaik pada konvensi tato internasional di Singapura.
"Butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan semua gambar secara detail. Benar-benar sangat menyakitkan untuk mendapatkan semua gambar ini di punggungku," ia menuturkan seperti diberitakan Daily Mail.
"Kadang-kadang saat merasa sakit, aku hanya ingin buru-buru selesai. Tapi, untungnya aku tak menyerah dan berhasil menyelesaikannya."
Annafaye nekad menato punggungnya karena animasi ini merupakan kesukaannya sejak cilik. "Tato ini dimulai dari mimpi. Ini mengingatkan saya pada masa kecil dan cinta saya untuk Putri Salju yang sangat cantik."
Gadis yang juga memiliki beberapa tindikan di wajahnya menambahkan, sebagai seorang gadis kecil dia sering membayangkan dirinya adalah Putri Salju. "Putri Salju adalah bagian dari masa kecil dan saya senang memilikinya di tubuh saya selamanya."
Annfaye bersikeras teman-teman dan keluarga sepenuhnya mendukung tindakan tersebut dan menyukainya tatonya. Meski saat ini mengaku masih sendiri, Annafaye mengatakan akan mencintai dan menghargai pria yang menerima gairahnya pada tato.
Sepanjang hidupnya, dongeng Putri Salju adalah kisah favorit Annafaye Kao, 27. Demi kecintaannya pula gadis asal Taiwan ini rela menjadikan tubuhnya sebagai kanvas untuk melukis kisah Putri Salju dan tujuh kurcaci.
Kao, yang berasal dari Taichung, Taiwan, membutuhkan waktu tiga bulan secara maraton untuk menoreh punggungnya dengan kisah ini. Tato penuh warna ini secara detail menampilkan sosok Putri Salju yang menawan dengan rambut biru dan bibir merah sebagai pusat tato. Sementara pangeran dan ratu jahat Grimhilde berada di bagian atas.
Seorang seniman tato profesional bernama Ping mengerjakan tato dengan cermat dan menarik, lengkap dengan gambar tujuh kurcaci. Tato luar biasa di tubuhnya bahkan membuat Annafaye memperoleh penghargaan sebagai tato terbaik pada konvensi tato internasional di Singapura.
"Butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan semua gambar secara detail. Benar-benar sangat menyakitkan untuk mendapatkan semua gambar ini di punggungku," ia menuturkan seperti diberitakan Daily Mail.
"Kadang-kadang saat merasa sakit, aku hanya ingin buru-buru selesai. Tapi, untungnya aku tak menyerah dan berhasil menyelesaikannya."
Annafaye nekad menato punggungnya karena animasi ini merupakan kesukaannya sejak cilik. "Tato ini dimulai dari mimpi. Ini mengingatkan saya pada masa kecil dan cinta saya untuk Putri Salju yang sangat cantik."
Gadis yang juga memiliki beberapa tindikan di wajahnya menambahkan, sebagai seorang gadis kecil dia sering membayangkan dirinya adalah Putri Salju. "Putri Salju adalah bagian dari masa kecil dan saya senang memilikinya di tubuh saya selamanya."
Annfaye bersikeras teman-teman dan keluarga sepenuhnya mendukung tindakan tersebut dan menyukainya tatonya. Meski saat ini mengaku masih sendiri, Annafaye mengatakan akan mencintai dan menghargai pria yang menerima gairahnya pada tato.
Cerita Tentang ' Sumpit di Surga dan Neraka '
@IkadaNewsOnline - Cerita Tentang ' Sumpit di Surga dan Neraka ' - Jika Anda ingin tahu perbedaan surga dan neraka, kisah ini bisa memberi sedikit gambaran.
Seorang wanita tua yang baik hati dan selalu mengabdikan diri untuk menolong orang lain jatuh sakit dan meninggal. Sebelum ditetapkan akan masuk ke surga dan neraka, wanita itu punya permintaan pada malaikat, "Biarkan aku melihat perbedaan surga dan neraka," sang malaikat mengabulkan permohonan wanita tua itu, dia dibawa terlebih dahulu ke neraka.
Di neraka, sang wanita tua melihat sebuah ruangan dengan meja panjang. Di atasnya, terdapat limpahan makanan yang tampak lezat. Ada yang berbeda, semua manusia di neraka ternyata tidak memiliki siku, tangan mereka tak bisa ditekuk dengan sumpit yang menempel di jari-jari. Seperti apapun mereka memakai sumpit untuk memasukkan makanan ke mulut, sia-sia karena lengan mereka tak dapat ditekuk, lurus, dan kaku.
Manusia-manusia di neraka tampak sengsara, mereka tampak menderita, frustasi dan kelaparan sekalipun di depan mereka banyak makanan yang melimpah ruah. Sang wanita tak tahan dengan penderitaan penghuni neraka, "Malaikat, mengapa mereka demikian?", lalu sang malaikat menjawab, "Tentu saja, ini neraka,". Kemudian sang malaikat membawa wanita tua ke surga.
Di surga, keadaan ternyata tak jauh berbeda dengan neraka. Ada meja panjang yang dilengkapi dengan setumpuk makanan yang tampak lezat. Manusia yang menghuni surga ternyata memiliki kesamaan dengan penghuni neraka, mereka memiliki lengan yang kaku dan tak bisa ditekuk, dengan sumpit menempel pada jari.
Berbeda kondisi dengan penghuni neraka, para penghuni surga tampak bahagia, sehat dan beberapa dari mereka tertawa riang gembira. "Aku pikir keadaan di sini tak jauh berbeda dengan neraka, tangan kaku dan sumpit yang menempel," ujar sang wanita tua. Kemudian sang malaikat tersenyum, "Tentu saja berbeda, di surga, dengan kondisi tubuh yang sama dengan penghuni neraka, mereka tak keberatan saling menyuapi satu dan yang lain."
Sahabat, kira-kira seperti itulah gambaran surga yang bisa kita ciptakan di dunia. Memang, surga dan neraka masih menjadi misteri saat kita bernapas, tetapi kita bisa menciptakannya di dunia, dengan cara.. tidak keberatan membantu orang lain dan mau terus belajar untuk menemukan solusi di antara masalah hidup yang ada.
Seorang wanita tua yang baik hati dan selalu mengabdikan diri untuk menolong orang lain jatuh sakit dan meninggal. Sebelum ditetapkan akan masuk ke surga dan neraka, wanita itu punya permintaan pada malaikat, "Biarkan aku melihat perbedaan surga dan neraka," sang malaikat mengabulkan permohonan wanita tua itu, dia dibawa terlebih dahulu ke neraka.
Di neraka, sang wanita tua melihat sebuah ruangan dengan meja panjang. Di atasnya, terdapat limpahan makanan yang tampak lezat. Ada yang berbeda, semua manusia di neraka ternyata tidak memiliki siku, tangan mereka tak bisa ditekuk dengan sumpit yang menempel di jari-jari. Seperti apapun mereka memakai sumpit untuk memasukkan makanan ke mulut, sia-sia karena lengan mereka tak dapat ditekuk, lurus, dan kaku.
Manusia-manusia di neraka tampak sengsara, mereka tampak menderita, frustasi dan kelaparan sekalipun di depan mereka banyak makanan yang melimpah ruah. Sang wanita tak tahan dengan penderitaan penghuni neraka, "Malaikat, mengapa mereka demikian?", lalu sang malaikat menjawab, "Tentu saja, ini neraka,". Kemudian sang malaikat membawa wanita tua ke surga.
Di surga, keadaan ternyata tak jauh berbeda dengan neraka. Ada meja panjang yang dilengkapi dengan setumpuk makanan yang tampak lezat. Manusia yang menghuni surga ternyata memiliki kesamaan dengan penghuni neraka, mereka memiliki lengan yang kaku dan tak bisa ditekuk, dengan sumpit menempel pada jari.
Berbeda kondisi dengan penghuni neraka, para penghuni surga tampak bahagia, sehat dan beberapa dari mereka tertawa riang gembira. "Aku pikir keadaan di sini tak jauh berbeda dengan neraka, tangan kaku dan sumpit yang menempel," ujar sang wanita tua. Kemudian sang malaikat tersenyum, "Tentu saja berbeda, di surga, dengan kondisi tubuh yang sama dengan penghuni neraka, mereka tak keberatan saling menyuapi satu dan yang lain."
Sahabat, kira-kira seperti itulah gambaran surga yang bisa kita ciptakan di dunia. Memang, surga dan neraka masih menjadi misteri saat kita bernapas, tetapi kita bisa menciptakannya di dunia, dengan cara.. tidak keberatan membantu orang lain dan mau terus belajar untuk menemukan solusi di antara masalah hidup yang ada.
Sebuah Cerita Mistis di Parkiran Gajah Mada Plaza
@IkadaNewsOnline - Sebuah Cerita Mistis di Parkiran Gajah Mada Plaza - Seorang pria keturunan Tionghoa tewas setelah lompat dari lantai 7, Gajah Mada Plaza, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2012). Korban diketahui bernama Bong Djan Khiun (60) warga Krendang, Jakarta Barat.
Pasca kejadian berbagai cerita mistis di lokasi itupun kemudian muncul kembali. Kisah-kisah menyeramkan di Gajah Mada Plaza, memang sering didengar oleh karyawan di sana. Pasalnya, dalam setahun belakangan sudah empat orang bunuh diri di tempat yang sama.
"Kalau malam ada saja yang dengar suara anak kecil nangis, ujar seorang karyawan Gajah Mada Plaza yang enggan disebutkan namanya, di Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, ada rekannya yang melihat penampakan sosok wanita di parkiran. "Ada juga cewe kalau malam sendirian, udah gitu terdengar suara dari dalam parkiran," tambahnya.
Sementara itu, Rina, penjaga toko di Gajah Mada Plaza, membenarkan adanya cerita-cerita mistis tersebut. Namun wanita berambut panjang ini tidak pernah mengalami peristiwa mistis tersebut. "Saya sering mendengar dari teman-teman, katanya ada kuntilanak lah, atau yang lain, tapi kalau saya pulang malam belum pernah melihatnya," tambahnya.
Menurutnya, hal itu tak perlu dikhawatirkan karena hampir tiap malam di sekitar Gajah Mada Plaza ramai, karena terdapat diskotek di lantai atas.
Kanit Reskrim Polsek Gambir, Kompol Taufik mengatakan ada empat orang yang meloncat di Gajah Mada Plaza. Bahkan dia menyebut, parkiran di lokasi itu pun dikenal angker.
Pasca kejadian berbagai cerita mistis di lokasi itupun kemudian muncul kembali. Kisah-kisah menyeramkan di Gajah Mada Plaza, memang sering didengar oleh karyawan di sana. Pasalnya, dalam setahun belakangan sudah empat orang bunuh diri di tempat yang sama.
"Kalau malam ada saja yang dengar suara anak kecil nangis, ujar seorang karyawan Gajah Mada Plaza yang enggan disebutkan namanya, di Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, ada rekannya yang melihat penampakan sosok wanita di parkiran. "Ada juga cewe kalau malam sendirian, udah gitu terdengar suara dari dalam parkiran," tambahnya.
Sementara itu, Rina, penjaga toko di Gajah Mada Plaza, membenarkan adanya cerita-cerita mistis tersebut. Namun wanita berambut panjang ini tidak pernah mengalami peristiwa mistis tersebut. "Saya sering mendengar dari teman-teman, katanya ada kuntilanak lah, atau yang lain, tapi kalau saya pulang malam belum pernah melihatnya," tambahnya.
Menurutnya, hal itu tak perlu dikhawatirkan karena hampir tiap malam di sekitar Gajah Mada Plaza ramai, karena terdapat diskotek di lantai atas.
Kanit Reskrim Polsek Gambir, Kompol Taufik mengatakan ada empat orang yang meloncat di Gajah Mada Plaza. Bahkan dia menyebut, parkiran di lokasi itu pun dikenal angker.
Menggerebek Bini Sendiri Sedang Mesum Di Kontrakan
@IkadaNewsOnline - ADA rame-rame di Jl. Kapten Tendean, Madiun (Jatim). Bukan rame-rame potong padi, tapi ramenya orang menggerebek pasangan selingkuh. Aktornya adalah Ny. Indri, 31 (bukan nama sebenarnya), yang sedang kelon dengan pemuda Markidi, 30(bukan nama sebenarnya). Yang menarik, penggerebegan ini didalangi oleh Warto, 36 (bukan nama sebenarnya), suami Indri sendiri.
Tak pandang lelaki tak pandang perempuan, jika punya bakat selingkuh menonjol, mengontrak rumah hanya untuk sekedar ajang mesum, bukanlah tabu. Ketika pengambil inisiatipnya pihak wanita, sangat boleh jadi uang belanja jatah dari suami sebagian besar ngeposnya ke anggaran birahi. Ini kan sama saja buang-buang anggaran, atau memang sengaja mau niru Banggar DPR, ngkali?
Indri ternyata termasuk wanita beginian. Tak puas dengan pelayanan suami di ranjang, dia lalu mencari PIL. Kebetulan yang mampir di hatinya bukan sosok lelaki yang bonafid. Artinya, si dia masih penganggur tulen. Maklum, pemuda Markidi yang selama ini melayani aspirasi urusan bawah Indri, sesungguhnya memang tak punya modal materil, kecuali onderdil. Tapi tak masalah, karena Indri pernah bilang: “Yang penting kamu sering makan telur mentah dan madu Sumbawa……”
Kapan koalisi asmara Indri – Markidi mulai dibangun, tak ada catatannya. Yang jelas, sejak istri Warto warga Parang, Magetan ini punya PIL, dia jadi pintar sekali memainkan anggaran, tak kalah dengan politisi Senayan. SIAP (sisa anggaran pembelanjaan) yang biasanya masuk tabungan, kini lebih banyak dialirkan kepada Markidi gendakannya. Soalnya, kadung ada simbiosis mutualis di sini. Markidi dapat benggol (baca: uang), sedangkan Indri dapat bonggol-nya.
Agaknya menejemen selingkuh berbasis hotel, bisa menguras anggaran. Maka kemudian Indri berinisiatif mengontrak rumah di kota Madiun, yang hanya ditinggali secara priodik. Kalau pun lebih banyak tinggal di rumah itu, hanyalah si Markidi yang aslinya warga Gang Carik, kampung Mangunharjo. Sedangkan Indri datang hanya di kala perlu. Tapi pesannya wanti-wanti kepada si cowok: vini, vidi visi: aku datang, aku digoyang, lalu kita pulang!
Hari demi hari, minggu demi minggu, skandal asmara Indri – Markidi berjalan mulus. Tapi lama-lama Warto selaku suami Indri curiga juga. Kenapa amplop gaji yang selalu diberikan pada istri, sekarang tak pernah cukup sampai sebulan? Sedangkan menu di rumah juga biasa-biasa saja, sementara istrinya juga tak tampak suka beli ini itu. Tapi celakanya, ketika diminta terbuka soal penggunaan anggaran, Indri justru niru Setjen DPR kita, tak mau menjawab.
Akhirnya Warto pun curiga bahwa ketidakberesan pengelolaan anggaran itu karena istrinya punya PIL. Maka diam-diam dia mengawasi dan mencermati gerak-gerik Indri. Dugaannya benar. Ternyata istrinya memang punya gendakan di Madiun, yang secara priodik mengadakan pertemuan ranjang di sebuah rumah kontrakan di Jl. Kapten Tendean Madiun. “Kalau begini caranya, aku rugi di kantong dan si entong….,” gerutu Warto sambil bertekad untuk menggerebek pasangan mesum itu.
Yang rugi biarkan saja rugi. Yang pasti Indri tak tahu bahwa suaminya mulai curiga atas permainannya. Maka saat dia kembali berasyik masyuk dengan Markidi beberapa hari lalu, tiba-tiba sejumlah orang dari Magetan termasuk suami menggerebeknya. Meski sedang tidak berbuat, bukan pasangan suami istri tinggal sekamar, sudah cukup alasan bagi Warto untuk membawa Indri – Markidi ke Polres Madiun.
Untuk apa sih, berdua-dua dalam kamar?
Tak pandang lelaki tak pandang perempuan, jika punya bakat selingkuh menonjol, mengontrak rumah hanya untuk sekedar ajang mesum, bukanlah tabu. Ketika pengambil inisiatipnya pihak wanita, sangat boleh jadi uang belanja jatah dari suami sebagian besar ngeposnya ke anggaran birahi. Ini kan sama saja buang-buang anggaran, atau memang sengaja mau niru Banggar DPR, ngkali?
Indri ternyata termasuk wanita beginian. Tak puas dengan pelayanan suami di ranjang, dia lalu mencari PIL. Kebetulan yang mampir di hatinya bukan sosok lelaki yang bonafid. Artinya, si dia masih penganggur tulen. Maklum, pemuda Markidi yang selama ini melayani aspirasi urusan bawah Indri, sesungguhnya memang tak punya modal materil, kecuali onderdil. Tapi tak masalah, karena Indri pernah bilang: “Yang penting kamu sering makan telur mentah dan madu Sumbawa……”
Kapan koalisi asmara Indri – Markidi mulai dibangun, tak ada catatannya. Yang jelas, sejak istri Warto warga Parang, Magetan ini punya PIL, dia jadi pintar sekali memainkan anggaran, tak kalah dengan politisi Senayan. SIAP (sisa anggaran pembelanjaan) yang biasanya masuk tabungan, kini lebih banyak dialirkan kepada Markidi gendakannya. Soalnya, kadung ada simbiosis mutualis di sini. Markidi dapat benggol (baca: uang), sedangkan Indri dapat bonggol-nya.
Agaknya menejemen selingkuh berbasis hotel, bisa menguras anggaran. Maka kemudian Indri berinisiatif mengontrak rumah di kota Madiun, yang hanya ditinggali secara priodik. Kalau pun lebih banyak tinggal di rumah itu, hanyalah si Markidi yang aslinya warga Gang Carik, kampung Mangunharjo. Sedangkan Indri datang hanya di kala perlu. Tapi pesannya wanti-wanti kepada si cowok: vini, vidi visi: aku datang, aku digoyang, lalu kita pulang!
Hari demi hari, minggu demi minggu, skandal asmara Indri – Markidi berjalan mulus. Tapi lama-lama Warto selaku suami Indri curiga juga. Kenapa amplop gaji yang selalu diberikan pada istri, sekarang tak pernah cukup sampai sebulan? Sedangkan menu di rumah juga biasa-biasa saja, sementara istrinya juga tak tampak suka beli ini itu. Tapi celakanya, ketika diminta terbuka soal penggunaan anggaran, Indri justru niru Setjen DPR kita, tak mau menjawab.
Akhirnya Warto pun curiga bahwa ketidakberesan pengelolaan anggaran itu karena istrinya punya PIL. Maka diam-diam dia mengawasi dan mencermati gerak-gerik Indri. Dugaannya benar. Ternyata istrinya memang punya gendakan di Madiun, yang secara priodik mengadakan pertemuan ranjang di sebuah rumah kontrakan di Jl. Kapten Tendean Madiun. “Kalau begini caranya, aku rugi di kantong dan si entong….,” gerutu Warto sambil bertekad untuk menggerebek pasangan mesum itu.
Yang rugi biarkan saja rugi. Yang pasti Indri tak tahu bahwa suaminya mulai curiga atas permainannya. Maka saat dia kembali berasyik masyuk dengan Markidi beberapa hari lalu, tiba-tiba sejumlah orang dari Magetan termasuk suami menggerebeknya. Meski sedang tidak berbuat, bukan pasangan suami istri tinggal sekamar, sudah cukup alasan bagi Warto untuk membawa Indri – Markidi ke Polres Madiun.
Untuk apa sih, berdua-dua dalam kamar?
Nyata : Cerita Misteri ' BAYIKU DIPELIHARA MAKHLUK HALUS '
@IkadaNewsOnline - Kisah mistis ini adalah kisah nyata, kisah tentang seorang ibu rumah tangga yang sedang mengandung bayinya yang berusia sembilan bulan. Namun di saat kelahiran sang jabang bayi, tiba-tiba bayinya menghilang begitu saja seolah-olah ada makhluk gaib yang mengambilnya. Anehnya, bayi yang menghilang tersebut kembali ke rahim ibunya sepuluh tahun kemudian....
Mustahil dan tak masuk di akal memang. Namun kisah mistis ini benar-benar terjadi di daerah Bekasi, Jawa Barat. Dan cerita ini pun tak diberitakan di media massa manapun. Hanya kerabat dan sahabat dekat yang mengetahuinya, dan salah satu keluarganya ialah teman dekat dari penulis sendiri. Dalam penulisan nama-nama, sengaja disamarkan oleh penulis. Berikut ini kisah mistis lengkapnya...:
Akhirnya, cita-cita untuk membentuk keluarga yang bahagia tercapai sudah dengan dikandungnya janin yang ada dalam kandungan sang isteri. Sungguh ini suatu kebahagiaan yang teramat besar bagi Hendra, pria yang selama ini begitu merindukan kehadiran seorang anak.
"Jaga kandunganmu, Mah! Jangan kerja yang berat-berat. Biar Bibi Arum yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Apalagi mengingat usia kandungamu mendekati sembilan bulan," pesan Hendra, sang suami, dengan penuh kasih sayang.
"Tentu, saranmu pasti kuperhatikan, Mas!" Ujar Nengsih, penuh kemanjaan. Namun, wajah Nengish kemudian berubah muram. Sepertinya, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Ada apa, Mah. Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu. Katakan saja. Aku tak akan marah," bujuk Hendra.
"Begini, semalam aku bermimpi aneh. Mimpi namun seperti nyata saja. Aku didatangi seorang kakek berjenggot dan berjubah putih, lalu dia mengatakan akan mengambil anak kita untuk sementara waktu. Hingga suatu saat nanti dia akan dikembalikan kembali. Aku takut, mimpi itu akan menjadi kenyataan, Mas!" Papar Nengsih dengan mimik yang berubah tegang.
"Nengsih, isteriku! Mimpi itu hanyalah bunga tidur. Tak usah kau pikirkan, sebab mana mungkin mimpi bisa menjadi kenyataan. Jangan sampai mimpi itu mengganggu pikiran dan kesehatanmu. Ingat, jaga baik-baik bayi dalam kandunganmu!"
"Tapi, Mas...!"
"Sudahlah! Tak usah kau pikirkan mimpi tersebut, lebih baik kita tidur dan istirahat. Bukankah besok pagi kita kan pergi ke Puskesmas untuk memeriksa kandunganmu!"
Nengsih pun terdiam, mengalah mengikuti anjuran Hendera sang suami.
Pagi harinya, sekitar pukul 05.00, Nengsih perlahan-lahan menggeliat bangun. Dia membuka mata sambil menahan rasa kantuk yang tersisa. Dipandangi suaminya yang masih terlelap tidur. Matanya berpaling keperutnya sendiri sambil memeganggi dengan kedua tangannya. Tiba-tiba dia terkejut setengah mati.
"Ah, tidak...tidak mungkin!" dia terpekik dengan air mata yang secepatnya menganak sungai. Apa yang terjadi?
Ketika itu Nengish melihat perutnya sudah kempes seperti layaknya orang yang tidak hamil. Itulah yang rupanya membuat Nengsih histeris.
Hendra yang mendengarkan teriakan isterinya spontan bangun. "Nengsih, ada apa?" Tanyanya dengan cemas.
"Mas, perutku tiba-tiba mengecil. Anak kita...anak kita menghilang, Mas!" geragap Nengsih dengan air mata yang telah menganak sungai.
Hendra menatap perut isterinya. Dia sendiri terbelalak heran, seakan tak percaya melihat apa yang terjadi dengan isterinya. Sambil menahan rasa bingung, dia bertanya kepada isterinya, "Nengsih mengapa ini terjadi?"
Pertanyaan yang bodoh, sebab sang isteri pun tak pernah tahu apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Entahlah, Mas. Aku tak tahu mengapa ini terjadi padaku. Sewaktu aku bangun aku memeriksa perutku dan kudapati perutku sudah mengecil seperti ini. Anehnya, aku tak merasakan sakit baik di perutku maupun di rahimku," jelas Nengsih sambil menahan tangisnya. "Mas, mungkinkah kakek itu yang mengambil anak kita?" tanyanya kemudian.
"Maksudmu? Kakek yang mana?" Hendra balik bertanya dengan heran.
"Kakek berjenggot dan bersorban putih yang kuceritakan semalam. Kakek yang selalu muncul dalam mimpiku itu," jawab Nengsih.
Hendra termangu antara percaya dan tidak. Akhirnya, mau tak mau dia harus mempercayai hal itu.
"Aku jadi takut, bingung, juga resah dan tak mempercayai ini semua. Tapi kuharap kita harus bersabar atas cobaan ini. Dan andaikata kakek itu yang mengambilnya, kuharap dia mau mengembalikan anak kita nanti," katanya, getir.
Akhirnya, mereka memberitahu keluarga yang letaknya memang saling berdekatan. Dan atas persetujuian keluarga, mereka pun mendatangi salah seorang Kyai terdekat. Sebutlah Kyai Abas. Menurut hasil teropong batin yang dilakukannya, anak mereka telah diambil secara gaib oleh salah seorang makhluk gaib penghuni salah satu gunung yang ada di Cirebon.
Pak Kyai tersebut menasehati agar mereka tak usah khawatir karena yang mengambil anak mereka adalah makhluk gaib dari golongan yang baik-baik. Anak tersebut akan dididik dan digembleng agar menjadi orang yang berguna dan mumpuni.
Setelah mendapat penjelasan dan nasehat dari sang Kyai mereka pulang dengan kegalauan yang sulit diobati.
***
10 TAHUN TELAH BERLALU
"Nengsih, tolong buatkan aku kopi. Gulanya sedikit saja!'
"Baik, Mas!"
Tak lama kemudian, Nengsih membawa secangkir kopi, lalu disuguhkan kepada Hendra, suaminya. Nengsih lalu duduk di samping Hendra dan berkata, "Sudah dua bulan ini aku tak datang bulan, Mas!"
Hendra pun memandang wajah isterinya. "Nengsih, coba kau katakan sekali lagi!" Hendra berkata seakan tak percaya dengan ucapan isterinya.
"Saya sudah dua bulan ini tak datang bulan, Mas!" Nengsih menegaskan.
"Berarti kamu hamil!" Ucap Hendra dengan nada gembira.
"Puji syukur kepada Tuhan. Akhirnya setelah sepuluh tahun kita menunggu sejak kehamilanmu yang hilang, tercapai juga cita-cita untuk memiliki anak."
"Saya juga merasa gembira, dan mensyukuri atas karunia Tuhan yang dilimpahkan kepada kita. Tapi, ada yang mengganjal hati saya, tentang kakek berjenggot itu. Mungkin Mas masih ingat sepuluh tahun yang lalu. Sewaktu saya hamil dan tiba-tiba anak kita yang masih dikandungan hilang secara gaib yang ternyata diambil oleh kakek itu.
Semalam dia mendatangi saya lagi melalui mimpi dan dia berkata, bahwa anak yang saya kandung, yang ada di perut ini sebenarnya adalah anak yang sepuluh tahun lalu diambilnya. Dan selama sepuluh tahun dia mengajarinya dengan ilmu lahir batin. Kakek itu juga mengatakan anak kita dididik di salah satu gunung yang ada di Cirebon," jelas Nengish panjang lebar.
Wanita kuning langsat itu melanjutkan, "Apa mungkin anak yang aku kandung saat ini adalah anak kita yang terdahulu, yang selama sepuluh tahun menghilang. Ya, dalam mimpiku, kakek berjenggot tersebut mengatakan agar kita tak usah bingung dengan fenomena gaib ini. Karena semua itu bisa saja terjadi atas kehendak Allah. Dia juga berpesan, agar anak ini dirawat dengan baik-baik."
Hendra tertunduk, seakan mengingat kembali kejadian sepuluh tahun yang lalu.
"Ah, sudahlah. Apapun yang terjadi, kita harus bersyukur dan kita harus merawat anak kita dengan baik agar menjadi anak yang shaleh!" katanya, mencoba menutupi kegusaran hatinya.
Sembilan bulan pun telah berlalu. Kemudian lahirlah anak dari pasangan Hendra dan Nengsih. Mereka pun tentu sangat berbahagia. Memang aneh, semenjak kelahiran anak itu, ternyata nasib mereka berubah. Kehidupan mereka jauh lebih baik. Anak itu seolah selalu membawa keberuntungan bagi orangtuanya.
Kehidupan mereka semakin membaik dan membawa berkah. Anak itu mereka namai Sukmajaya. Kelak anak itu dimasa yang akan datang akan menjadi orang yang mumpuni sebagaimana yang dikatakan kakek berjenggot putih yang berasal dari puncak Gunung Cirebon.
**Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan oleh paman Sukmajaya sendiri yaitu Pak Tarsum.
Mustahil dan tak masuk di akal memang. Namun kisah mistis ini benar-benar terjadi di daerah Bekasi, Jawa Barat. Dan cerita ini pun tak diberitakan di media massa manapun. Hanya kerabat dan sahabat dekat yang mengetahuinya, dan salah satu keluarganya ialah teman dekat dari penulis sendiri. Dalam penulisan nama-nama, sengaja disamarkan oleh penulis. Berikut ini kisah mistis lengkapnya...:
Akhirnya, cita-cita untuk membentuk keluarga yang bahagia tercapai sudah dengan dikandungnya janin yang ada dalam kandungan sang isteri. Sungguh ini suatu kebahagiaan yang teramat besar bagi Hendra, pria yang selama ini begitu merindukan kehadiran seorang anak.
"Jaga kandunganmu, Mah! Jangan kerja yang berat-berat. Biar Bibi Arum yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Apalagi mengingat usia kandungamu mendekati sembilan bulan," pesan Hendra, sang suami, dengan penuh kasih sayang.
"Tentu, saranmu pasti kuperhatikan, Mas!" Ujar Nengsih, penuh kemanjaan. Namun, wajah Nengish kemudian berubah muram. Sepertinya, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Ada apa, Mah. Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu. Katakan saja. Aku tak akan marah," bujuk Hendra.
"Begini, semalam aku bermimpi aneh. Mimpi namun seperti nyata saja. Aku didatangi seorang kakek berjenggot dan berjubah putih, lalu dia mengatakan akan mengambil anak kita untuk sementara waktu. Hingga suatu saat nanti dia akan dikembalikan kembali. Aku takut, mimpi itu akan menjadi kenyataan, Mas!" Papar Nengsih dengan mimik yang berubah tegang.
"Nengsih, isteriku! Mimpi itu hanyalah bunga tidur. Tak usah kau pikirkan, sebab mana mungkin mimpi bisa menjadi kenyataan. Jangan sampai mimpi itu mengganggu pikiran dan kesehatanmu. Ingat, jaga baik-baik bayi dalam kandunganmu!"
"Tapi, Mas...!"
"Sudahlah! Tak usah kau pikirkan mimpi tersebut, lebih baik kita tidur dan istirahat. Bukankah besok pagi kita kan pergi ke Puskesmas untuk memeriksa kandunganmu!"
Nengsih pun terdiam, mengalah mengikuti anjuran Hendera sang suami.
Pagi harinya, sekitar pukul 05.00, Nengsih perlahan-lahan menggeliat bangun. Dia membuka mata sambil menahan rasa kantuk yang tersisa. Dipandangi suaminya yang masih terlelap tidur. Matanya berpaling keperutnya sendiri sambil memeganggi dengan kedua tangannya. Tiba-tiba dia terkejut setengah mati.
"Ah, tidak...tidak mungkin!" dia terpekik dengan air mata yang secepatnya menganak sungai. Apa yang terjadi?
Ketika itu Nengish melihat perutnya sudah kempes seperti layaknya orang yang tidak hamil. Itulah yang rupanya membuat Nengsih histeris.
Hendra yang mendengarkan teriakan isterinya spontan bangun. "Nengsih, ada apa?" Tanyanya dengan cemas.
"Mas, perutku tiba-tiba mengecil. Anak kita...anak kita menghilang, Mas!" geragap Nengsih dengan air mata yang telah menganak sungai.
Hendra menatap perut isterinya. Dia sendiri terbelalak heran, seakan tak percaya melihat apa yang terjadi dengan isterinya. Sambil menahan rasa bingung, dia bertanya kepada isterinya, "Nengsih mengapa ini terjadi?"
Pertanyaan yang bodoh, sebab sang isteri pun tak pernah tahu apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Entahlah, Mas. Aku tak tahu mengapa ini terjadi padaku. Sewaktu aku bangun aku memeriksa perutku dan kudapati perutku sudah mengecil seperti ini. Anehnya, aku tak merasakan sakit baik di perutku maupun di rahimku," jelas Nengsih sambil menahan tangisnya. "Mas, mungkinkah kakek itu yang mengambil anak kita?" tanyanya kemudian.
"Maksudmu? Kakek yang mana?" Hendra balik bertanya dengan heran.
"Kakek berjenggot dan bersorban putih yang kuceritakan semalam. Kakek yang selalu muncul dalam mimpiku itu," jawab Nengsih.
Hendra termangu antara percaya dan tidak. Akhirnya, mau tak mau dia harus mempercayai hal itu.
"Aku jadi takut, bingung, juga resah dan tak mempercayai ini semua. Tapi kuharap kita harus bersabar atas cobaan ini. Dan andaikata kakek itu yang mengambilnya, kuharap dia mau mengembalikan anak kita nanti," katanya, getir.
Akhirnya, mereka memberitahu keluarga yang letaknya memang saling berdekatan. Dan atas persetujuian keluarga, mereka pun mendatangi salah seorang Kyai terdekat. Sebutlah Kyai Abas. Menurut hasil teropong batin yang dilakukannya, anak mereka telah diambil secara gaib oleh salah seorang makhluk gaib penghuni salah satu gunung yang ada di Cirebon.
Pak Kyai tersebut menasehati agar mereka tak usah khawatir karena yang mengambil anak mereka adalah makhluk gaib dari golongan yang baik-baik. Anak tersebut akan dididik dan digembleng agar menjadi orang yang berguna dan mumpuni.
Setelah mendapat penjelasan dan nasehat dari sang Kyai mereka pulang dengan kegalauan yang sulit diobati.
***
10 TAHUN TELAH BERLALU
"Nengsih, tolong buatkan aku kopi. Gulanya sedikit saja!'
"Baik, Mas!"
Tak lama kemudian, Nengsih membawa secangkir kopi, lalu disuguhkan kepada Hendra, suaminya. Nengsih lalu duduk di samping Hendra dan berkata, "Sudah dua bulan ini aku tak datang bulan, Mas!"
Hendra pun memandang wajah isterinya. "Nengsih, coba kau katakan sekali lagi!" Hendra berkata seakan tak percaya dengan ucapan isterinya.
"Saya sudah dua bulan ini tak datang bulan, Mas!" Nengsih menegaskan.
"Berarti kamu hamil!" Ucap Hendra dengan nada gembira.
"Puji syukur kepada Tuhan. Akhirnya setelah sepuluh tahun kita menunggu sejak kehamilanmu yang hilang, tercapai juga cita-cita untuk memiliki anak."
"Saya juga merasa gembira, dan mensyukuri atas karunia Tuhan yang dilimpahkan kepada kita. Tapi, ada yang mengganjal hati saya, tentang kakek berjenggot itu. Mungkin Mas masih ingat sepuluh tahun yang lalu. Sewaktu saya hamil dan tiba-tiba anak kita yang masih dikandungan hilang secara gaib yang ternyata diambil oleh kakek itu.
Semalam dia mendatangi saya lagi melalui mimpi dan dia berkata, bahwa anak yang saya kandung, yang ada di perut ini sebenarnya adalah anak yang sepuluh tahun lalu diambilnya. Dan selama sepuluh tahun dia mengajarinya dengan ilmu lahir batin. Kakek itu juga mengatakan anak kita dididik di salah satu gunung yang ada di Cirebon," jelas Nengish panjang lebar.
Wanita kuning langsat itu melanjutkan, "Apa mungkin anak yang aku kandung saat ini adalah anak kita yang terdahulu, yang selama sepuluh tahun menghilang. Ya, dalam mimpiku, kakek berjenggot tersebut mengatakan agar kita tak usah bingung dengan fenomena gaib ini. Karena semua itu bisa saja terjadi atas kehendak Allah. Dia juga berpesan, agar anak ini dirawat dengan baik-baik."
Hendra tertunduk, seakan mengingat kembali kejadian sepuluh tahun yang lalu.
"Ah, sudahlah. Apapun yang terjadi, kita harus bersyukur dan kita harus merawat anak kita dengan baik agar menjadi anak yang shaleh!" katanya, mencoba menutupi kegusaran hatinya.
Sembilan bulan pun telah berlalu. Kemudian lahirlah anak dari pasangan Hendra dan Nengsih. Mereka pun tentu sangat berbahagia. Memang aneh, semenjak kelahiran anak itu, ternyata nasib mereka berubah. Kehidupan mereka jauh lebih baik. Anak itu seolah selalu membawa keberuntungan bagi orangtuanya.
Kehidupan mereka semakin membaik dan membawa berkah. Anak itu mereka namai Sukmajaya. Kelak anak itu dimasa yang akan datang akan menjadi orang yang mumpuni sebagaimana yang dikatakan kakek berjenggot putih yang berasal dari puncak Gunung Cirebon.
**Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan oleh paman Sukmajaya sendiri yaitu Pak Tarsum.
' Cerita Cinta Yang Teramat Menyakitkan '
@IkadaNewsOnline - Cerita cinta tak selamanya membuat hidup seseorang menjadi lebih berwarna dan bahagia, tapi ada saat – saat dimana cinta harus mengalami cobaan terberat yang datang dari orang – orang disekitar kita atau bahkan dari orang terdekat kita. Seperti, sahabat, teman, atau bahkan kekasih kita sendiri.
Tapi yang paling penting adalah bagaimana cara kita menyingkapinya agar bisa melalui cerita cinta yang paling menyakitkan tersebut, hingga akhirnya kita menemukan belahan jiwa cinta sejati . Nah, berikut ini cerita cinta yang paling menyakitkan, yang mungkin anda pernah mengalaminya.
Dikhianati sahabat
Sahabat sejati adalah tempat dimana kita bisa berbagi cerita, baik suka maupun duka, bahkan tak jarang sahabat sejati terkadang kedekatanya melebihi saudara. Tapi ketika kepercayaan yang kita berikan menjadi sebuah pengkhianatan, tentu hal itu sangat menyakitkan. Contoh, dibelakang kita ternyata ia mencintai orang yang kita kasihi.
Mencintai orang yang tidak tepat
Saat kita menjalin sebuah hubungan tanpa kita sadari kalau kita mencintai orang yang tidak tepat, seperti jatuh cinta pada playboy atau playgirl yang hanya mempermainkan perasaan kita. Untuk itu sebelum anda terjebak, kenali dulu kebiasaan buruk pria playboy.
Hubungan yang kita jalin hanya sebagai pelarian sidia
Hubungan yang kita jalin ternyata hanya sebagai pelarian sidia, yang bertujuan untuk membalas dendam dengan mantan kekasihnya. Setelah puas dan membuat cemburu mantan kekasih lalu dia akan pergi begitu saja meninggalkan anda, tentu hal ini sangat menyakitkan disaat kita mengetahuinya. Tapi sebelum hal ini menimpa anda, ketahui ciri – ciri sebuah hubungan hanya sebagai pelarian.
Kekasih selingkuh
Nah, yang satu ini pasti semua orang tahu, bahwa selingkuh adalah cerita cinta yang sangat – sangat menyakitkan. Apalagi kalau hal itu terjadi didepan mata anda, sidia sedang bermesraan dengan orang lain. Mungkin hal pertama yang akan anda lakukan adalah cukup satu kata, yaitu “Putus”.
( Cerita Romantis ) Dampingilah Aku Selamanya
IkadaNewsOnline - Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu. Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri
“Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”. “Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati. Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya. Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.
“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya. Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang, kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.
Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam “Terimakasih”.
“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu. “Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.
Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.
Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama. Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi. Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir. Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada. Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal. Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya, Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.
Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak. Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya. Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir, Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”
Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan. Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman. Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..
Langganan:
Postingan (Atom)



















