@IkadaNewsOnline - Gadis 8 Tahun Dinikahi Pria 58 Tahun Di Arab - Di Arab Saudi, Seorang gadis yang masih berumur 8 tahun dinikahkan
oleh seorang pria berusia 58. Arab Saudi selama ini tidak mempunyai
batas usia sah untuk pernikahan. Para pejabat kementerian kehakiman
tidak bisa dimintai komentarnya tentang hal ini.
Surat kabar itu juga mengutip seorang ulama terkemuka, Sheikh Mohsen
al-Obaikan, yang mengatakan bahwa gadis-gadis di bawah usia 18 tahun
seharusnya tidak diperbolehkan untuk menikah.
”Sebagian orangtua mengawinkan anak-anak perempuan mereka untuk
kepentingan pribadi atau materi tanpa memedulikan sama sekali
kepentingan anak gadis tersebut,” kata Obaikan.
Obaikan mengimbau dilarangnya ”mengawinkan gadis-gadis kecil di bawah
usia 18 tahun untuk menghindari dampak buruk ini,” tambah surat kabar
itu.
Sebuah pengadilan di kota Unaiza pekan lalu mengesahkan untuk kedua
kalinya perkawinan gadis cilik itu dengan seorang lelaki yang lebih tua
50 tahun darinya, dengan syarat lelaki itu tidak berhubungan seksual
dengannya sampai anak gadis itu akil balik.
Putusan pengadilan itu telah menimbulkan kritik internasional.
Cari Artikel Disini
Home » nikah
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Inilah 6 Aturan Menggunakan Smartphone Saat Menghadiri Pernikahan
@Ikadanews - Inilah 6 Aturan Menggunakan Smartphone Saat Menghadiri Pernikahan - Tidak hanya kamera canggih yang bisa mengabadikan momen penting seperti
pernikahan. Smartphone yang Anda miliki pun tidak kalah bagus menangkap
gambar. Namun terkadang, seseorang yang memakai smartphone menjadi
kurang perhatian dengan keadaan sekitarnya. Hal tersebut berpotensi
mengganggu kenyamanan pengantin. Untuk itu, sebagai tamu yang diundang,
perhatikanlah etika penggunaan smartphone seperti dipaparkan Geek Sugar.
1. Bertanya Lebih Dulu
Bertanyalah terlebih dahulu sebelum Anda memotret kedua mempelai, terutama saat akad atau pemberkatan. Siapa tahu di antara mereka belum merasa siap difoto. Mereka pasti ingin tampil baik dalam foto pernikahan yang diabadikan oleh kerabatnya. Apalagi jika foto tersebut akan disebarkan ke jejaring sosial.
2. Jangan Menyebarluaskan Gaun Pernikahan Sebelum Hari Pernikahan
Jika Anda kerabat dekat calon pengantin, jangan menyebarluaskan foto gaun pernikahan teman sebelum hari ''H''. Mungkin lebih baik Anda tidak mengambil foto gaun pengantin agar tidak terjadi hal buruk yang bisa merusak kejutan saat hari pernikahan.
3. Bersikap Sopan & Hati-hati
Jaga sikap Anda ketika menghadiri upacara pernikahan seperti saat akad dan pemberkatan. Bunyi ponsel dan getaran yang mendengung bisa merusak kehikmatan acara. Maka dari itu, matikan smartphone atau buat profile silent.
4. Memotret Momen Penting di Waktu yang Tepat
Jangan bidikkan ponsel seperti paparazzi karena bisa mengganggu kenyamanan pengantin. Carilah momen yang tepat, misalnya disaat kedua mempelai saling menyuapi makanan/minuman, menari bersama, atau memotong kue berdua. Hal itu akan membuat pengantin merasa senang.
5. Hindari Memasang Status Negatif Tentang Pernikahan yang Dihadiri
Mungkin Anda merasa bahwa kateringnya tidak enak atau ada kejadian memalukan saat upacara. Jangan memotret peristiwa memalukan atau mengomentari pernikahan teman di jejaring sosial karena bisa memperburuk hubungan Anda dengan teman. Coba berpikir positif dengan menghargai hari kebahagiaan sahabat Anda.
6. Perhatikan Teman-teman Bukan Smartphone
Smartphone bisa mempengaruhi aktivitas Anda. Seharusnya, pernikahan teman Anda dapat dijadikan momen yang tepat untuk berkumpul setelah sekian lama belum bertemu. Sebaiknya, jangan selalu mengupdate jejaring sosial ketika menghadiri pernikahan. Simpanlah smartphone di dalam tas kecuali pada saat momen besar yang bisa Anda abadikan sebagai kenangan.
1. Bertanya Lebih Dulu
Bertanyalah terlebih dahulu sebelum Anda memotret kedua mempelai, terutama saat akad atau pemberkatan. Siapa tahu di antara mereka belum merasa siap difoto. Mereka pasti ingin tampil baik dalam foto pernikahan yang diabadikan oleh kerabatnya. Apalagi jika foto tersebut akan disebarkan ke jejaring sosial.
2. Jangan Menyebarluaskan Gaun Pernikahan Sebelum Hari Pernikahan
Jika Anda kerabat dekat calon pengantin, jangan menyebarluaskan foto gaun pernikahan teman sebelum hari ''H''. Mungkin lebih baik Anda tidak mengambil foto gaun pengantin agar tidak terjadi hal buruk yang bisa merusak kejutan saat hari pernikahan.
3. Bersikap Sopan & Hati-hati
Jaga sikap Anda ketika menghadiri upacara pernikahan seperti saat akad dan pemberkatan. Bunyi ponsel dan getaran yang mendengung bisa merusak kehikmatan acara. Maka dari itu, matikan smartphone atau buat profile silent.
4. Memotret Momen Penting di Waktu yang Tepat
Jangan bidikkan ponsel seperti paparazzi karena bisa mengganggu kenyamanan pengantin. Carilah momen yang tepat, misalnya disaat kedua mempelai saling menyuapi makanan/minuman, menari bersama, atau memotong kue berdua. Hal itu akan membuat pengantin merasa senang.
5. Hindari Memasang Status Negatif Tentang Pernikahan yang Dihadiri
Mungkin Anda merasa bahwa kateringnya tidak enak atau ada kejadian memalukan saat upacara. Jangan memotret peristiwa memalukan atau mengomentari pernikahan teman di jejaring sosial karena bisa memperburuk hubungan Anda dengan teman. Coba berpikir positif dengan menghargai hari kebahagiaan sahabat Anda.
6. Perhatikan Teman-teman Bukan Smartphone
Smartphone bisa mempengaruhi aktivitas Anda. Seharusnya, pernikahan teman Anda dapat dijadikan momen yang tepat untuk berkumpul setelah sekian lama belum bertemu. Sebaiknya, jangan selalu mengupdate jejaring sosial ketika menghadiri pernikahan. Simpanlah smartphone di dalam tas kecuali pada saat momen besar yang bisa Anda abadikan sebagai kenangan.
Cerita haru Pengantin yang Sekarat di Hari Pernikahannya
@IkadaNewsOnline - Cerita haru Pengantin yang Sekarat di Hari Pernikahannya - Sejak masa kanak-kanak, Kristie Mills menderita cystic fibrosis, sebuah penyakit paru-paru kronis yang berakibat fatal. Meski divonis takkan berumur panjang, pada umur 21 Kristie memutuskan menikah dengan kekasihnya, Stuart Tancock, pada musim panas ini.
Kisah perjalanan Kristie ke gerbang pernikahan ditayangkan dalam acara “Breathless Bride: Dying to Live”, program dokumenter yang tayang di TLC beberapa malam lalu.
Kami mewawancara Kristie via email, karena dia tidak sanggup diwawancara via telepon. Kristie menjawab pertanyaan kami dengan jujur, spontan, dan emosional.
Pernikahan Kristie menggunakan "bunga palsu dan kue pernikahan yang tidak dibuat khusus.” Tempat pernikahannya pun dipilih yang kira-kira dapat dibatalkan sewaktu-waktu, jika Kristie merasa sangat sakit.
Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah pernikahan. Ini cerita tentang pernikahan yang hampir tidak dapat terwujud.
Kristie, yang tinggal di Inggris, berkenalan dengan Stuart dua tahun lalu. Sejak saat itu, Stuart menjadi teman sekaligus motivatior untuk Kristie. Pergi ke tempat pernikahan dan meninggalkan rumah sakit dapat berakibat fatal, kata Kristie. Dia sudah diperkirakan akan meninggal dalam beberapa hari jika tidak menerima donor organ tepat waktu.
"Aku rasa mereka mewujudkan permintaan terakhirku," tulis Kristie dalam email. Malam itu dia kembali ke rumah sakit. "Para perawat mengatakan aku akan meninggal."
Karena membutuhkan paru-paru untuk bertahan hidup, tiga bulan sebelum menikah Kristie sudah mendaftar untuk transplantasi. Ajaibnya, delapan hari setelah menikah, dia mendapatkan donor yang cocok.
Operasi dilakukan selama empat jam dan pemulihan awal sangat menyakitkan. "Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit itu. Aku bahkan berhalusinasi dan merasa sangat tersiksa setelah menjalani transplantasi."
Kristie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai donor atau keluarga donor yang menolongnya, namun dia bercerita tentang perasaan yang campur aduk setelah menerima organ tersebut.
"Aku masih berduka [untuk keluarga pendonor] dan berharap lebih baik aku yang mati daripada membuat mereka melakukannya. Pendonorku memutuskan untuk menyumbangkan paru-parunya, dan keluarganya, walaupun sedih, akhirnya menyetujuinya. Itu merupakan perbuatan yang sangat mulia."
Kini Kristie tinggal bersama suaminya di Devon. Kristie menuliskan pengalamannya di blog, membantu mencarikan donor baru, dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit cystic fibrosis dengan ceritanya tersebut.
Meski dengan kondisi kesehatan yang tak prima, Kristie mencoba menjadi istri yang baik. Pasangan itu menghabiskan waktu bersama ketika sedang tidak bekerja. Mereka memasak bersama, pergi nonton ke bioskop, bahkan panjat tebing. Kini Kristie sudah jauh lebih pulih.
Kristie juga realistis tentang kemungkinan mempunyai anak. "Aku tidak mempunyai harapan hidup yang normal, jadi aku tidak mau punya anak karena aku tahu aku pasti akan meninggalkannya sewaktu-waktu dan aku akan sangat sakit. Lalu Stuart harus mengurus anakku dan aku."
Kristie menyadari besarnya bahaya melahirkan setelah transplantasi — ditambah lagi kemungkinan menurunkan penyakit cystic fibrosis ke anaknya. Namun dia dan suaminya ingin menjadi orangtua asuh suatu saat. Pada saat ini, yang terpenting untuk mereka adalah pernikahannya.
"Aku menjalani pernikahan dengan sangat serius. Aku rasa tidak banyak orang yang mengalami seperti yang kami alami. Stuarts kadang mengatakan padaku betapa berat bebannya saat sedang bersamaku dan betapa dia tidak sanggup melihatku menderita dan meninggal.”
Kisah perjalanan Kristie ke gerbang pernikahan ditayangkan dalam acara “Breathless Bride: Dying to Live”, program dokumenter yang tayang di TLC beberapa malam lalu.
Kami mewawancara Kristie via email, karena dia tidak sanggup diwawancara via telepon. Kristie menjawab pertanyaan kami dengan jujur, spontan, dan emosional.
Pernikahan Kristie menggunakan "bunga palsu dan kue pernikahan yang tidak dibuat khusus.” Tempat pernikahannya pun dipilih yang kira-kira dapat dibatalkan sewaktu-waktu, jika Kristie merasa sangat sakit.
Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah pernikahan. Ini cerita tentang pernikahan yang hampir tidak dapat terwujud.
Kristie, yang tinggal di Inggris, berkenalan dengan Stuart dua tahun lalu. Sejak saat itu, Stuart menjadi teman sekaligus motivatior untuk Kristie. Pergi ke tempat pernikahan dan meninggalkan rumah sakit dapat berakibat fatal, kata Kristie. Dia sudah diperkirakan akan meninggal dalam beberapa hari jika tidak menerima donor organ tepat waktu.
"Aku rasa mereka mewujudkan permintaan terakhirku," tulis Kristie dalam email. Malam itu dia kembali ke rumah sakit. "Para perawat mengatakan aku akan meninggal."
Karena membutuhkan paru-paru untuk bertahan hidup, tiga bulan sebelum menikah Kristie sudah mendaftar untuk transplantasi. Ajaibnya, delapan hari setelah menikah, dia mendapatkan donor yang cocok.
Operasi dilakukan selama empat jam dan pemulihan awal sangat menyakitkan. "Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit itu. Aku bahkan berhalusinasi dan merasa sangat tersiksa setelah menjalani transplantasi."
Kristie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai donor atau keluarga donor yang menolongnya, namun dia bercerita tentang perasaan yang campur aduk setelah menerima organ tersebut.
"Aku masih berduka [untuk keluarga pendonor] dan berharap lebih baik aku yang mati daripada membuat mereka melakukannya. Pendonorku memutuskan untuk menyumbangkan paru-parunya, dan keluarganya, walaupun sedih, akhirnya menyetujuinya. Itu merupakan perbuatan yang sangat mulia."
Kini Kristie tinggal bersama suaminya di Devon. Kristie menuliskan pengalamannya di blog, membantu mencarikan donor baru, dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit cystic fibrosis dengan ceritanya tersebut.
Meski dengan kondisi kesehatan yang tak prima, Kristie mencoba menjadi istri yang baik. Pasangan itu menghabiskan waktu bersama ketika sedang tidak bekerja. Mereka memasak bersama, pergi nonton ke bioskop, bahkan panjat tebing. Kini Kristie sudah jauh lebih pulih.
Kristie juga realistis tentang kemungkinan mempunyai anak. "Aku tidak mempunyai harapan hidup yang normal, jadi aku tidak mau punya anak karena aku tahu aku pasti akan meninggalkannya sewaktu-waktu dan aku akan sangat sakit. Lalu Stuart harus mengurus anakku dan aku."
Kristie menyadari besarnya bahaya melahirkan setelah transplantasi — ditambah lagi kemungkinan menurunkan penyakit cystic fibrosis ke anaknya. Namun dia dan suaminya ingin menjadi orangtua asuh suatu saat. Pada saat ini, yang terpenting untuk mereka adalah pernikahannya.
"Aku menjalani pernikahan dengan sangat serius. Aku rasa tidak banyak orang yang mengalami seperti yang kami alami. Stuarts kadang mengatakan padaku betapa berat bebannya saat sedang bersamaku dan betapa dia tidak sanggup melihatku menderita dan meninggal.”
Unik Baru Saja Menikah Beberapa Detik Kemudian Langsung Cerai
@IkadaNewsOnline - Unik Baru Saja Menikah Beberapa Detik Kemudian Langsung Cerai - Seorang pria di Dubai dilaporkan menceraikan istrinya setelah beberapa detik sebelumnya mereka melangsungkan pernikahan.
"Pria itu datang kepada Saya dan mengatakan dia ingin menceraikan istrinya. Ketika Saya bertanya berapa lama mereka telah melangsungkan pernikahan, pria itu menjawab, bahkan tinta pena yang Saya gunakan untuk menandatangani bukti nikah Kami belum mengering," ujar Direktur bagian rehabilitasi keluarga dan bagian bimbingan Abdul Salam Darweesh di Pengadilan Dubai seperti dikutip emirates247 Minggu (19/2/2012).
Darweesh yang terkejut dengan keterangan pria itu, kembali meminta penjelasan.
"Saya terkejut dan mempertanyakan maksudnya. Lalu dia menjawab, jika dia baru saja meninggalkan kantor catatan sipil tidak jauh dari sini setelah menandatangani bukti nikah. Bahkan dia mengatakan, dia belum menerima bukti nikahnya," ujar Darweesh.
Ketika ditanya kenapa dia memutuskan untuk menceraikan istrinya, pria itu mengatakan mertua laki-lakinya telah memaksanya untuk mengizinkan sang istri tetap bekerja ketika mereka sudah menikah nantinya.
Awalnya pria itu sungkan untuk menolak permintaan mertuanya itu, dan berusaha membujuk istrinya agar menolak permintaan Ayahnya itu. Namun ternyata sang istri menolak dan mendukung keputusan Ayahnya yang memintanya agar tetap bekerja meski sudah menikah.
"Dia menjadi sangat tegang. Lalu dia mulai menceritakan bagaimana mertua laki-lakinya itu memaksa putrinya agar tetap bekerja kendati sudah menikah. Dia sudah mencoba untuk membicarakan hal itu dengan istrinya namun istrinya bersikeras untuk tetap bekerja," ujar Darweesh.
Tindakan nekat pria itu telah membuat pernikahannya menjadi pernikahan tersingkat di Dubai yang hanya bertahan beberapa detik saja.
"Pria itu datang kepada Saya dan mengatakan dia ingin menceraikan istrinya. Ketika Saya bertanya berapa lama mereka telah melangsungkan pernikahan, pria itu menjawab, bahkan tinta pena yang Saya gunakan untuk menandatangani bukti nikah Kami belum mengering," ujar Direktur bagian rehabilitasi keluarga dan bagian bimbingan Abdul Salam Darweesh di Pengadilan Dubai seperti dikutip emirates247 Minggu (19/2/2012).
Darweesh yang terkejut dengan keterangan pria itu, kembali meminta penjelasan.
"Saya terkejut dan mempertanyakan maksudnya. Lalu dia menjawab, jika dia baru saja meninggalkan kantor catatan sipil tidak jauh dari sini setelah menandatangani bukti nikah. Bahkan dia mengatakan, dia belum menerima bukti nikahnya," ujar Darweesh.
Ketika ditanya kenapa dia memutuskan untuk menceraikan istrinya, pria itu mengatakan mertua laki-lakinya telah memaksanya untuk mengizinkan sang istri tetap bekerja ketika mereka sudah menikah nantinya.
Awalnya pria itu sungkan untuk menolak permintaan mertuanya itu, dan berusaha membujuk istrinya agar menolak permintaan Ayahnya itu. Namun ternyata sang istri menolak dan mendukung keputusan Ayahnya yang memintanya agar tetap bekerja meski sudah menikah.
"Dia menjadi sangat tegang. Lalu dia mulai menceritakan bagaimana mertua laki-lakinya itu memaksa putrinya agar tetap bekerja kendati sudah menikah. Dia sudah mencoba untuk membicarakan hal itu dengan istrinya namun istrinya bersikeras untuk tetap bekerja," ujar Darweesh.
Tindakan nekat pria itu telah membuat pernikahannya menjadi pernikahan tersingkat di Dubai yang hanya bertahan beberapa detik saja.
Inilah 10 Godaan yang Muncul Menjelang Pernikahan
1. Mantan pacar kembali
Sakit hati karena diputus masih terasa. Apalagi jika ia cinta pertama. Godaan ini tentunya akan terasa berat. Rasa untuk kembali, rasa ingin memperbaiki dan menjadi yang terbaik, pasti ingin Anda lakukan.
Tetapi ingatlah, bahwa dia orang yang telah menyakiti hati Anda, dan masa lalu tak pernah kembali. Ingatlah orang-orang yang sudah membuat Anda untuk bangkit.
2. Mendadak “laris”
Banyak pria tampan yang tiba-tiba mengajak jalan, atau tiba-tiba merasa klik dengan teman baru. Meski niatnya hanya sekadar mengenal atau menjallin hubungan sahabat, sebaiknya hindari. “Jangan main api jika tidak ingin terbakar.”
3. Kekurangan jadi terlihat
Menjelang detik-detik penrikahan, akan membuat Anda dan pasangan semakin dekat. Sisi negatif pun akan terlihat. Yakinkan diri Anda, apakah sisi negatifnya bisa diterima nantinya, atau justru akan membuat huru hara.
4. Menolak masa lalu
Tak ingin ada rahasia, kalian memutuskan untuk bercerita tentang kejadian di masa lalu. Ternyata keterbukaan dan kejujuran itu mendatangkan masalah. Apalagi jika masa lalunya kelam.
Jika Anda memang serius, gunakanlah keikhlasan untuk menerima dia apa adanya, dan yakin kalau dia telah berubah. “Mantan penjahat itu lebih baik dari pada mantan orang baik.”
5. Keuangan terbatas
Mempersiapkan tabungan sebelum menikah itu sangat penting. Berembuklah bersama pasangan tentang tema, gedung atau katering yang akan digunakan. Hindarilah meminjam uang atau utang, karena berpotensi merusak kebahagiaan pascamenikah.
6. Waktu yang singkat
Persiapan pernikahan tidak seperti ujian akhir, yang bisa dikerjakan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Catatlah semua kebutuhan dan tanggal deadline. Jangan pernah berpikir waktu yang Anda miliki masih panjang.
7. Tiba-tiba ragu
Pernikahan tinggal menghitung hari. Anda mendadak ragu, karena dihantui banyak pertanyaan. Misalnya, apakah ia calon ayah dari anak saya nantinya, apakah saya nantinya akan menghabiskan waktu dengan dia, dan apakah ini pernikahan yang saya impikan.
Carilah semua jawaban itu dengan berbicara pada pasangan Anda. Jangan mencari jawaban sendiri, karena nantinya Anda akan hidup berdua.
8. Mendapatkan pekerjaan impian
Ketika Anda sibuk mempersiapkan pernikahan, datang tawaran pekerjaan baru yang sudah dinanti. Tetapi di pekerjaan baru ini, Anda tidak boleh terikat pernikahan. Tentunya ini menjadi pilihan sulit, karier, atau pernikahan?
9. Sering bertengkar
Menjelang hari H, Anda semakin sering bertengkar. Hal kecil mungkin bisa menjadi besar. Biasanya ini karena kecemasan dan kegugupan menjelang hari H. Kuncinya hanya satu yaitu kesabaran.
10. Orang tua tidak kompak
Biasanya ini dipicu sifat orangtua yang dominan. Keluarga pihak pria menginginkan A, tetapi pihak wanita tidak setuju, ia lebih menyukain B. Anda dan pasangan sebaiknya bersiap-siap untuk hal yang satu ini. Meski terlihat sepele, perbedaan persepsi antar orangtua berpotensi memicu perpecahan.
Sakit hati karena diputus masih terasa. Apalagi jika ia cinta pertama. Godaan ini tentunya akan terasa berat. Rasa untuk kembali, rasa ingin memperbaiki dan menjadi yang terbaik, pasti ingin Anda lakukan.
Tetapi ingatlah, bahwa dia orang yang telah menyakiti hati Anda, dan masa lalu tak pernah kembali. Ingatlah orang-orang yang sudah membuat Anda untuk bangkit.
2. Mendadak “laris”
Banyak pria tampan yang tiba-tiba mengajak jalan, atau tiba-tiba merasa klik dengan teman baru. Meski niatnya hanya sekadar mengenal atau menjallin hubungan sahabat, sebaiknya hindari. “Jangan main api jika tidak ingin terbakar.”
3. Kekurangan jadi terlihat
Menjelang detik-detik penrikahan, akan membuat Anda dan pasangan semakin dekat. Sisi negatif pun akan terlihat. Yakinkan diri Anda, apakah sisi negatifnya bisa diterima nantinya, atau justru akan membuat huru hara.
4. Menolak masa lalu
Tak ingin ada rahasia, kalian memutuskan untuk bercerita tentang kejadian di masa lalu. Ternyata keterbukaan dan kejujuran itu mendatangkan masalah. Apalagi jika masa lalunya kelam.
Jika Anda memang serius, gunakanlah keikhlasan untuk menerima dia apa adanya, dan yakin kalau dia telah berubah. “Mantan penjahat itu lebih baik dari pada mantan orang baik.”
5. Keuangan terbatas
Mempersiapkan tabungan sebelum menikah itu sangat penting. Berembuklah bersama pasangan tentang tema, gedung atau katering yang akan digunakan. Hindarilah meminjam uang atau utang, karena berpotensi merusak kebahagiaan pascamenikah.
6. Waktu yang singkat
Persiapan pernikahan tidak seperti ujian akhir, yang bisa dikerjakan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Catatlah semua kebutuhan dan tanggal deadline. Jangan pernah berpikir waktu yang Anda miliki masih panjang.
7. Tiba-tiba ragu
Pernikahan tinggal menghitung hari. Anda mendadak ragu, karena dihantui banyak pertanyaan. Misalnya, apakah ia calon ayah dari anak saya nantinya, apakah saya nantinya akan menghabiskan waktu dengan dia, dan apakah ini pernikahan yang saya impikan.
Carilah semua jawaban itu dengan berbicara pada pasangan Anda. Jangan mencari jawaban sendiri, karena nantinya Anda akan hidup berdua.
8. Mendapatkan pekerjaan impian
Ketika Anda sibuk mempersiapkan pernikahan, datang tawaran pekerjaan baru yang sudah dinanti. Tetapi di pekerjaan baru ini, Anda tidak boleh terikat pernikahan. Tentunya ini menjadi pilihan sulit, karier, atau pernikahan?
9. Sering bertengkar
Menjelang hari H, Anda semakin sering bertengkar. Hal kecil mungkin bisa menjadi besar. Biasanya ini karena kecemasan dan kegugupan menjelang hari H. Kuncinya hanya satu yaitu kesabaran.
10. Orang tua tidak kompak
Biasanya ini dipicu sifat orangtua yang dominan. Keluarga pihak pria menginginkan A, tetapi pihak wanita tidak setuju, ia lebih menyukain B. Anda dan pasangan sebaiknya bersiap-siap untuk hal yang satu ini. Meski terlihat sepele, perbedaan persepsi antar orangtua berpotensi memicu perpecahan.
Pernikahan Unik Domba dan Rusa di Hari Valentine, Disaksikan Ratusan Orang
@IkadaNewsOnline - Pernikahan Unik Domba dan Rusa di Hari Valentine, Disaksikan Ratusan Orang - Pasangan beda spesies ini selalu menjadi perhatian utama pengunjung Yunnan Wild Animal Park, China. Pengelola kebun binatang sepertinya paham betul pasangan ini mampu menjadi magnet untuk menarik pengunjung.
Bertepatan dengan hari Valentine kemarin (14/2), digelar pesta pernikahan untuk domba jantan bernama Changmao dan rusa betina bernama Chunzi itu.
Setidaknya ada 200 wisatawan memadati kebun binatang demi melihat pernikahan unik itu.
“Changmao dan Chunzi adalah bintang kebun binatang ini. Sekarang hari valentine. Sementara di luar sana banyak anak muda ragu untuk menjalin hubungan atau menikah.
Tapi jika 2 binatang yang berbeda spesies saja bisa saling mencintai, rasanya tak ada yang mustahil,” jelas Zhao Cong, manajer wedding organizer yang ditunjuk untuk menggelar pesta ini.
Mengutip Maydaily, Rabu (15/2), pernikahan mereka menghabiskan dana 20000 Yuan atau sekitar 28 juta Rupiah. Dekorasi khas kawinan tampak di kebun binatang itu.
Di gerbang utama terdapat dekorasi bertuliskan “Aku Bersedia” dalam huruf China. Band pengiring menyanyikan lagu-lagu cinta. Sementara domba dan rusa, terlihat sibuk mengunyah wortel.
Desember 2009, domba dan rusa ini mulai tinggal 1 kandang. Desember 2010, petugas memergoki keduanya kawin. Desember 2011, petugas mencoba memisahkan mereka. Tapi masing-masing malah kabur dari kandang dan mencari pasangannya.
Bertepatan dengan hari Valentine kemarin (14/2), digelar pesta pernikahan untuk domba jantan bernama Changmao dan rusa betina bernama Chunzi itu.
Setidaknya ada 200 wisatawan memadati kebun binatang demi melihat pernikahan unik itu.
“Changmao dan Chunzi adalah bintang kebun binatang ini. Sekarang hari valentine. Sementara di luar sana banyak anak muda ragu untuk menjalin hubungan atau menikah.
Tapi jika 2 binatang yang berbeda spesies saja bisa saling mencintai, rasanya tak ada yang mustahil,” jelas Zhao Cong, manajer wedding organizer yang ditunjuk untuk menggelar pesta ini.
Mengutip Maydaily, Rabu (15/2), pernikahan mereka menghabiskan dana 20000 Yuan atau sekitar 28 juta Rupiah. Dekorasi khas kawinan tampak di kebun binatang itu.
Di gerbang utama terdapat dekorasi bertuliskan “Aku Bersedia” dalam huruf China. Band pengiring menyanyikan lagu-lagu cinta. Sementara domba dan rusa, terlihat sibuk mengunyah wortel.
Desember 2009, domba dan rusa ini mulai tinggal 1 kandang. Desember 2010, petugas memergoki keduanya kawin. Desember 2011, petugas mencoba memisahkan mereka. Tapi masing-masing malah kabur dari kandang dan mencari pasangannya.
Berikut 5 Mitos Keliru Seputar Pernikahan
@IkadaNewsOnline - Berikut 5 Mitos Keliru Seputar Pernikahan - Banyak mitos tentang pernikahan yang dipercaya dapat membawa kebahagiaan. Mitos tersebut terkadang menimbulkan ekspektasi yang tinggi bagi mayoritas orang yang merencanakan pernikahan. Padahal, belum tentu mitos itu benar dan yang terjadi malah sebaliknya. Berikut 5 mitos seputar pernikahan yang sebaiknya tidak perlu Anda hiraukan, seperti yang dilansir Times of India.
1. Pernikahan dapat Membuat Anda Tak Kesepian Lagi
Banyak sekali pasangan yang membenarkan mitos tersebut. Mereka menganggap bahwa dalam pernikahan, semua hal akan dijalani dan ditanggung berdua. Jika sedang dirundung masalah di kantor atau dengan keluarga, mereka menganggap akan ada pasangan yang menemani sehingga mereka tidak akan kesepian. Nyatanya, beberapa wanita saat ini tetap merasa kesepian meskipun mereka telah menikah. Bagi Anda yang kesepian dan merasa bahwa pernikahan merupakan solusinya, Anda perlu berpikir dan mengidentifikasi lebih jauh tentang mitos tersebut. Menikahlah karena Anda memang ingin dan siap.
2. Dapat Melakukan Hubungan Seksual Kapan Saja
Hasrat seksual dan frekuensi Anda untuk melakukan hubungan seks tergantung dari libido masing-masing. Selain itu, gairah seksual bisa saja berkurang seiring bertambahnya waktu. Pasangan yang terus-menerus bertengkar satu sama lain tentu tidak mendapatkan kepuasan seks yang cukup. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan dapat selalu memuaskan hasrat seksual, tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya pasangan tidak bisa bercinta karena sudah terlalu lelah akibat pekerjaan menumpuk, sibuk mengurus anak atau waktu yang sangat terbatas. Menikah adalah hal yang rumit, bukan sekadar cara untuk melegalkan hubungan seksual.
3. Wanita Tidak Perlu Bekerja Setelah Menikah
Mitos ini cenderung kurang realistis. Dewasa ini, sesuai dengan tuntutan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, tampaknya sangat lumrah apabila wanita juga harus memiliki pekerjaan sendiri. Memiliki suami bukan berarti keadaan finansial Anda akan membaik sehingga semua kebutuhan yang sesuai dengan gaya hidup dapat terpenuhi. Pasangan Anda juga mungkin akan terbebani dan sedikit keberatan jika ia dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.
4. Memiliki Keluarga Besar yang Bahagia
Semua orang yang berencana menikah pasti juga ingin memenangkan hati mertua dan keluarga besar si pasangan. Mereka memiliki ekspektasi dan bahkan mereka yakin bahwa keluarga pasangan akan menyayangi dan mencintai mereka layaknya keluarga sendiri. Nyatanya, keadaan yang ada bisa saja jauh dari ekspektasi. Konflik, perbedaan pendapat dan prinsip pasti akan mewarnai setiap keluarga besar. Berikanlah cinta dan perhatian bagi keluarga besar pasangan Anda, tapi jangan terlalu berharap banyak.
5. Anak Akan Memperkuat Ikatan Pernikahan
Banyak yang menganggap bahwa anak dapat memperkuat kualitas pernikahan dan meredakan konflik yang terjadi pada pasangan yang telah menikah. Namun, tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Brian Doss, PdD dari Texas A&M University dan Galena Rhoades, PhD, Scott Stanley, PhD, serta Howard Mark, PhD, dari University of Denver menunjukkan bahwa kepuasaan pernikahan lebih cepat menurun pada pasangan yang telah memiliki anak.
Jadi, sebelum memutuskan untuk cepat memiliki anak dengan alasan agar pernikahan dapat menjadi lebih bahagia, sebaiknya pertimbangkan matang-matang aspek lain. Apakah Anda berdua memang menginginkan adanya anak sekarang juga? Sudah siapkah Anda dan pasangan untuk memiliki anak?
1. Pernikahan dapat Membuat Anda Tak Kesepian Lagi
Banyak sekali pasangan yang membenarkan mitos tersebut. Mereka menganggap bahwa dalam pernikahan, semua hal akan dijalani dan ditanggung berdua. Jika sedang dirundung masalah di kantor atau dengan keluarga, mereka menganggap akan ada pasangan yang menemani sehingga mereka tidak akan kesepian. Nyatanya, beberapa wanita saat ini tetap merasa kesepian meskipun mereka telah menikah. Bagi Anda yang kesepian dan merasa bahwa pernikahan merupakan solusinya, Anda perlu berpikir dan mengidentifikasi lebih jauh tentang mitos tersebut. Menikahlah karena Anda memang ingin dan siap.
2. Dapat Melakukan Hubungan Seksual Kapan Saja
Hasrat seksual dan frekuensi Anda untuk melakukan hubungan seks tergantung dari libido masing-masing. Selain itu, gairah seksual bisa saja berkurang seiring bertambahnya waktu. Pasangan yang terus-menerus bertengkar satu sama lain tentu tidak mendapatkan kepuasan seks yang cukup. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan dapat selalu memuaskan hasrat seksual, tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya pasangan tidak bisa bercinta karena sudah terlalu lelah akibat pekerjaan menumpuk, sibuk mengurus anak atau waktu yang sangat terbatas. Menikah adalah hal yang rumit, bukan sekadar cara untuk melegalkan hubungan seksual.
3. Wanita Tidak Perlu Bekerja Setelah Menikah
Mitos ini cenderung kurang realistis. Dewasa ini, sesuai dengan tuntutan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, tampaknya sangat lumrah apabila wanita juga harus memiliki pekerjaan sendiri. Memiliki suami bukan berarti keadaan finansial Anda akan membaik sehingga semua kebutuhan yang sesuai dengan gaya hidup dapat terpenuhi. Pasangan Anda juga mungkin akan terbebani dan sedikit keberatan jika ia dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.
4. Memiliki Keluarga Besar yang Bahagia
Semua orang yang berencana menikah pasti juga ingin memenangkan hati mertua dan keluarga besar si pasangan. Mereka memiliki ekspektasi dan bahkan mereka yakin bahwa keluarga pasangan akan menyayangi dan mencintai mereka layaknya keluarga sendiri. Nyatanya, keadaan yang ada bisa saja jauh dari ekspektasi. Konflik, perbedaan pendapat dan prinsip pasti akan mewarnai setiap keluarga besar. Berikanlah cinta dan perhatian bagi keluarga besar pasangan Anda, tapi jangan terlalu berharap banyak.
5. Anak Akan Memperkuat Ikatan Pernikahan
Banyak yang menganggap bahwa anak dapat memperkuat kualitas pernikahan dan meredakan konflik yang terjadi pada pasangan yang telah menikah. Namun, tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Brian Doss, PdD dari Texas A&M University dan Galena Rhoades, PhD, Scott Stanley, PhD, serta Howard Mark, PhD, dari University of Denver menunjukkan bahwa kepuasaan pernikahan lebih cepat menurun pada pasangan yang telah memiliki anak.
Jadi, sebelum memutuskan untuk cepat memiliki anak dengan alasan agar pernikahan dapat menjadi lebih bahagia, sebaiknya pertimbangkan matang-matang aspek lain. Apakah Anda berdua memang menginginkan adanya anak sekarang juga? Sudah siapkah Anda dan pasangan untuk memiliki anak?
Inilah Keuntungan Tetap Perawan Sebelum Menikah
IkadaNewsOnline - Dunia modern membawa perubahan dalam kehidupan seksual masyarakat. Seks bebas tidak lagi terlalu dianggap tabu. Generasi muda makin permisif melakukan hubungan seks pranikah untuk memuaskan hasratnya. Tidak pria atau wanita, keperjakaan dan keperawanan bukan menjadi “barang” mahal.
Beruntunglah bagi wanita yang menjaga keperawanannya dan menjauhi seks pranikah. Wanita ini terjaga dari berbagai masalah yang berhubungan dengan seks, meliputi masalah psikis maupun fisik. Dikutip dari Times of India, berikut ini keuntungan wanita menjaga keperawanan sampai akhirnya menikah:
Beruntunglah bagi wanita yang menjaga keperawanannya dan menjauhi seks pranikah. Wanita ini terjaga dari berbagai masalah yang berhubungan dengan seks, meliputi masalah psikis maupun fisik. Dikutip dari Times of India, berikut ini keuntungan wanita menjaga keperawanan sampai akhirnya menikah:
- Bebas dari ketakutan hamil. Biasanya wanita yang kerap melakukan seks bebas, hatinya tidak tenang terkait dengan potensi kehamilan. Sekali pun alat kontrasepsi membantu mencegah hal itu, tetap saja tidak menjamin sepenuhnya pelaku wanita tidak hamil. Wanita yang menjaga diri dari seks bebas ini hatinya akan tentram dari perkara kehamilan.
- Terhindar dari penyakit seks menular. Penyakit seks menular (PMS) akrab menyambangi pelaku seks bebas. Gonorhea, sipilis, HIV/AIDS,dan penyakit seks lainnya lebih mudah menyerang pada pasangan yang hobi melakukan seks bebas. Kalau wanita masih perawan, tentu akan terjaga.
- Terjauhkan dari trauma seksual. Seringkali wanita yang melakukan seks pranikah punya psikis yang terguncang tatkala ditinggal putus kekasihnya. Dia merasa hatinya hancur, apalagi sang pria tidak mau bertanggung jawab atas perlakuannya telah menodai keperawanannya. Dan, wanita yang “masih suci” akan terhindar dari hal ini.
- Dibanggakan suami. Banyak pria yang merasa sangat beruntung mendapatkan istri yang masih perawan saat dinikahi. Dia bagaikan “malaikat kecil” yang masih terjaga. Kebanggaan suami inilah yang akhirnya menumbuhkan rasa sayang yang begitu besar dan tidak ingin kehilangan. Suami juga tidak akan mengungkit masa lalu dengan siapa saja istrinya pernah melakukan seks. Karena, faktanya memang istri belum pernah melakukan seks dengan siapa pun kecuali bersama suami. Kalau wanita sebelum menikah pernah melakukan seks pranikah, konflik rumah tangga yang berhubungan dengan pengungkitan seks di masa lalu mungkin akan kerap terjadi.
- Lebih dihormati. Wanita perawan yang menjaga harga dirinya biasanya lebih dihormati. Pria akan mendekatinya dengan cara yang lebih santun. Lingkungannya pun memperlakukannya dengan lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)







