Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label puteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puteri. Tampilkan semua postingan

FOTO: Nekat Wanita Cantik Ini Metato Tubuhnya dengan Cerita Puteri Salju

@IkadaNewsOnline - FOTO: Nekat Wanita Cantik Ini Metato Tubuhnya dengan Cerita Puti Salju - Butuh waktu tiga bulan untuk menoreh kisah Putri Salju di punggungnya.
Sepanjang hidupnya, dongeng Putri Salju adalah kisah favorit Annafaye Kao, 27. Demi kecintaannya pula gadis asal Taiwan ini rela menjadikan tubuhnya sebagai kanvas untuk melukis kisah Putri Salju dan tujuh kurcaci.

Kao, yang berasal dari Taichung, Taiwan, membutuhkan waktu tiga bulan secara maraton untuk menoreh punggungnya dengan kisah ini. Tato penuh warna ini secara detail menampilkan sosok Putri Salju yang menawan dengan rambut biru dan bibir merah sebagai pusat tato. Sementara pangeran dan ratu jahat Grimhilde berada di bagian atas.

Seorang seniman tato profesional bernama Ping mengerjakan tato dengan cermat dan menarik, lengkap dengan gambar tujuh kurcaci. Tato luar biasa di tubuhnya bahkan membuat Annafaye memperoleh penghargaan sebagai tato terbaik pada konvensi tato internasional di Singapura.

"Butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan semua gambar secara detail. Benar-benar sangat menyakitkan untuk mendapatkan semua gambar ini di punggungku," ia menuturkan seperti diberitakan Daily Mail.

"Kadang-kadang saat merasa sakit, aku hanya ingin buru-buru selesai. Tapi, untungnya aku tak menyerah dan berhasil menyelesaikannya."

Annafaye nekad menato punggungnya karena animasi ini merupakan kesukaannya sejak cilik. "Tato ini dimulai dari mimpi. Ini mengingatkan saya pada masa kecil dan cinta saya untuk Putri Salju yang sangat cantik."

Gadis yang juga memiliki beberapa tindikan di wajahnya menambahkan, sebagai seorang gadis kecil dia sering membayangkan dirinya adalah Putri Salju. "Putri Salju adalah bagian dari masa kecil dan saya senang memilikinya di tubuh saya selamanya."

Annfaye bersikeras teman-teman dan keluarga sepenuhnya mendukung tindakan tersebut dan menyukainya tatonya. Meski saat ini mengaku masih sendiri, Annafaye mengatakan akan mencintai dan menghargai pria yang menerima gairahnya pada tato.

Seperti Inilah Ketika Puteri Pahlawan Nasional Hidup dalam Kemiskinan

@IkadaNewsOnline - Seperti Inilah Ketika Putri Pahlawan Nasional Hidup dalam Kemiskinan - Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?

Nama besar Ismail Marzuki, kini tak bisa lagi banyak membantu Rachmi Aziah Ismail Marzuki. Putri tunggal komponis Indonesia itu, harus bekerja apa saja, untuk membayar kontrakannya. Rachmi Aziah Ismail Marzuki, adalah putri tunggal Ismail Marzuki. Dia mengungkapkan bahwa saat ini yang penting bagi hidupnya adalah: memikirkan bagaimana dia tidak terusir dari kontrakannya. Ya, Rachmi memang memiliki nama besar di belakang namanya: Ismail Marzuki. Tapi, perjalanan hidupnya, berjalan berat. Selama bertahun-tahun, Rachmi hidup mengontrak.

Putri satu-satunya Komponis sekaligus pahlawan Nasional itu sedang bergelut dalam kemiskinan. Bahkan ia nyaris tak mampu memperpanjang usia kontrakannya yang hampir habis. Bantuan pemerintah sebesar 1,5 juta sering terlambat, katanya. Uang sebesar itu dibayar pemerintah setiap empat bulan. Untuk memperpanjang hidup, Rachmi Aziah Ismail Marzuki, 60, harus berhutang. Selama enam tahun terakhir ini, dia dan suaminya mengontrak di Perumahan Bappenas, Blok A 12, Cinangka, Wates, Sawangan, Depok. Dan sudah enam tahun itu pula, dia terpaksa mengutang uang kontrakan, karena tak mampu membayar.

"Meski pemilik kontrakan baik sekali sama saya dan kasih saya keringanan, tapi lama kelamaan tidak enak juga mas. Sampai sekarang saya belum bisa bayar kontrakannya," ujarnya. Rachmi memiliki empat anak ini. Tapi, saat ini di rumah kontrakan yang terletak di Depok, dia hanya tinggal berdua dengan suaminya, Muhammad Benny. Sementara anak-anaknya yang sudah berkeluarga sudah pisah rumah.

Ketika ditanya apakah tidak pernah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga Ismail Marzuki, Rachmi mengatakan ada. "Ada. Tahun 2004, Bapak Ismail Marzuki mendapatkan anugerah pahlawan nasional dari Presiden SBY. Dari situ kita mendapat Rp 1.5 juta perbulan sebagai tunjangan," ujarnya.

"Tapi, ada peraturan uang itu dirapel pertiga bulan sekali baru bisa diambil. Ya, begitu keluar langsung habis untuk bayar kebutuhan hidup. Tidak bisa ditabung untuk biaya kontrakan," tambahnya. Karenanya, untuk biaya hidup sehari-hari, anak Komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki ini, harus berdagang menjual minuman ringan.

"Kebetulan di depan rumah saya ada sekolah SD. Saya bisa dagang, setiap hari bisa dapat Rp 30.000, lumayan untuk makan sehari-hari," ujarnya.
 "Tapi, itu pun biasanya habis dan tidak ada yang ditabung. Jadi, saya masih mikir gimana caranya membayar utang kontrakan rumah," tambahnya.

Sebuah berita yang sungguh mengenaskan, menjadi anak seorang pahlawan nasional ternyata tidak menjamin kemapanan ekonomi. Kita prihatin pada diri kita sendiri, yang tidak begitu menghargai keluarga pahlawan kita sendiri. Berapa harga yang pantas kita berikan untuk pahlawan nasional? Pahlawan olahraga kita hargai dengan nilai ratusan juta rupiah. Ironis sekali. Untuk sebuah medali emas, kita pernah mengganjarnya dengan nilai 1 milyar.

Lantas, berapa harga lagu-lagu Ismail Marzuki, yang pernah membakar semangat juang anak bangsa ini? Ismail Marzuki tidak pernah meminta bayaran untuk itu. Tapi, kita sepatutnya, menghargainya dengan sepantasnya.
 

Foto Sadis, Ayah Hajar Puteri Kemudian Unggah di FB

IkadaNewsOnline - Seorang pria asal Chicago, Amerika Serikat (AS), mengunggah foto-foto puterinya yang telah ia lakban mulut, tangan dan kakinya ke Facebook. Tak hanya itu, ia menghajarnya habis-habisan.
Juru bicara kantor Andy Conklin di kejaksaan Cook County State pekan lalu mengatakan, pihak berwenang menyatakan Andre Curry (21) bersalah atas kejahatan berat karena melakukan pemukulan tanpa ampun dan pelanggaran hukum pada puterinya.

Curry menjadi berita utama bulan lalu setelah pihak berwenang mengatakan ia mengunggah foto puterinya yang berusia 22 bulan di Facebook dengan keterangan, “Ini apa yang terjadi saat anak saya memukul saya kembali”.
Ia pikir itu hal lucu ketika ia mengaku foto itu adalah gurauan, kata Torrey Barret dari kejaksaan. Jaksa pun memutuskan mendenda Curry US$100 ribu (Rp919 juta) dan melarangnya menemui sang puteri atau menggunakan internet.
Saat ini, Curry masih dipenjara karena ia tak mampu membayar US$10 ribu (Rp91,9 juta) dari total denda yang ia harus bayar. Demikian seperti dikutip HuffPost.