Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan

15 Kota Surga dan Neraka di Dunia

Kota-kota Surga
Singapura
Singapura adalah kota terbersih di dunia. Kota yang dibangun oleh Sir Thomas Stamford Raffless ini merupakan kota yang sangat strategis dan terletak pada jalur lintas perdagangan antar negara dan antar benua. Kendati hampir seluruh penduduknya adalah kaum pendatang dari seluruh duinia, namun pemerintah Singapura menerapkan disiplin yang amat ketat sehingga kebersihan kota amat terjaga. Kamu tidak akan menemukan puntung rokok, kaleng minuman, sisa permen karet, atau sampah yang bertebaran di kota ini seperti yang banyak kita lihat di kota-kota Indonesia. Hal ini membuat Singapura menjadi salah satu tempat favorit untuk turis dan transaksi bisnis.

Zurich, Swiss
Zurich yang terletak Swiss ini ditetapkan sebagai kota yang paling baik untuk ditinggali di seluruh dunia berdasarkan versi konsultan dari Mercer. Penilaian ini diambil berdasarkan beberapa faktor yaitu masalah lalu lintas, kualitas udara, dan laporan dari para ekspatriat yang tersebar di 600 kota di seluruh dunia. Kota dengan populasi penduduk 347.517 orang ini memiliki angka harapan hidup mencapai 80 tahun. Tempat yang sangat baik untuk dikunjungi.

Bangkok, Thailand
Bangkok adalah kota wisata terbaik di dunia berdasarkan versi situs Travel + Leisure tahun 2008. Bangkok dinilai memiliki banyak tempat wisata yang bagus, pemandangan indah, dan hotel-hotel yang baik. Diperkirakan sekitar 15 juta wisatawan mancanegara datang ke Bangkok setiap tahunnya. Kota ini mengandalkan beberapa tempat-tempat bersejarah paling banyak dikunjungi di Thailand seperti Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun. Kota ini juga merupakan kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di Asia.

Paris, Perancis

Paris adalah kota mode dan pusat seni dunia. Disinilah berbagai macam karya seni dari seluruh dunia, termasuk hasil-hasil karya seni yang termasyur sepanjang era Reinassance Eropa berada. Museum Lovre merupakan museum seni terbesar dan terlengkap di Eropa yang berada di kota ini. Selain itu, Paris juga menyimpan berbagai karya arsitektur yang megah dan menarik. Di kota ini terdapat Menara Eifel, katedral Notradame, dan Arc de Triumph yang banyak dikunjungi oleh para turis mancanegara. Tidak hanya sebagai kota seni, Paris juga dikenal dengan institusi pendidikannya yang berkualitas dan taman-taman kota yang indah. Sekitar 30 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke salah satu kota yang menjadi surga dunia ini setiap tahunnya.

Stockholm, Swedia

Stockholm adalah surga dimana para bidadari-bidadari berkumpul. Ya, inilah kota yang dinilai memiliki wanita-wanita cantik di dunia, baiuk dari segi kecantikan jasmani, sikap dan perilaku, keramah-tamahan, dan sopan santun dalam bersikap. Wanita Stockholm juga sangat berpendidikan. Semua wanita dapat berbicara dengan bahasa Inggris yang baik sehingga tidak ada hambatan dalam berkomunikasi bagi para turis dan pendatang. Wanita Stockholm dapat membuat kamu merasa gembira dengan segala caranya.
Selain kota-kota SURGA di atas, beberapa KOTA juga dianggap sebagai Kota NERAKA untuk beberapa alasan, Ingin tahu?

Port Moresby, Papua Nugini

Di kota ini, penyakit benar-benar merajalela. Lebih dari 115 penderita HIV muncul tiap bulannya hingga menjadi tempat terburuk untuk tinggal di dunia berdasarkan voting intelegen ekonomi pada tahun 2004. Populasi yang tidak terkontrol, pemerkosaan, dan pencurian menambah keruwetan kota. Di jalanan terdapat MI6, geng yang banyak mencuri bank dan pertokoan. Dijamin, kalo berliburan di kota ini, kamu akan membawa pulang penyakit.

Linfen, China

Kota ini ditetapkan sebagai kota terpolusi di dunia versi Blacksmith Institute. Udara kota sangat gelap diakibatkan oleh industri pertambangan batu bara dan makanan serta emisi kendaraan bermotor yang sangat parah dan tidak memperhatikan dampak lingkungan. Jarak pandang yang sangat dekat membuatmu harus menjaga jarak sekitar dan juga menggunakan masker.

Bujumbura, Republik Burundi

Dengan angka pendapatan perkapita terendah ditambah dengan korupsi yang amat parah, negara ini menjadi negara paling miskin di dunia. Apalagi pembunuhan terhadap pemimpin politik akibat perang saudara yang belum kunjung padam banyak terjadi di kota ini. Bujumbura, kota di sebelah barat Afrika ini bukanlah tempat yang baik untuk berlibur.

Pyongyang, Korea Utara

Tidak ada kebebasan di kota ini. Semuanya telah diatur oleh pemerintah yang berkuasa. Pyongyang adalah kota yang penuh dengan tekanan dan penindasan politik oleh pemerintah komunis Korea Utara. Kota yang dibangun kembali setelah hancur pada perang Korea (1950-1953) ini hanya memiliki satu chanel TV dan stasiun radio yang dikuasai oleh pemerintah pula.

Chernobyl, Ukraina

Akibat ledakan nuklir di tahun 1986, kota ini menjadi hancur dan seluruh makhluk hidup terkontaminasi oleh radiasi nuklir yang ditimbulkannya. Luas wilayah yang terkena radiasi mencapai 233.000 kilometer persegi. Radiasi yang ditimbulkannya sekitar 400 kali lebih kuat dibandingkan radiasi bom atom yang jatuh di Hiroshima. Sekitar 50.000 warga kota harus diungsikan dari kota ini sehingga kota ini menjadi kota mati.

Oklahoma, Amerika Serikat

Tornado amat sering menyapu kota ini. Terutama di sekitar bulan Maret sampai Agustus. Bukan tempat yang baik untuk menetap di kota ini.

Mogadishu, Somalia

Hukum adalah sesuatu yang tidak akan pernah didapatkan di kota ini. Sejak pemberontakan di tahun 1992, kota ini belum mendapatkan kembali kedamaian. Kemiskinan dan musim kemarau yang panjang menimbulkan korban kelaparan di mana-mana.

Yakutsk, Rusia
Tempat yang mempunyai temperatur paling ekstrem di dunia. Suhu di kota ini berkisar pada 50 derajat Celcius di bawah nol dan sekolah terpaksa sering diliburkan. Kamu tentu membutuhkan berlapis-lapis jaket dan selimut agar dapat tidur nyaman di kota ini. Kabut tebal membuat jarak pandang hanya 10 meter.



Dhaka, Bangladesh


Dakka selain harus menanggung beban politik yang sering kisruh di negara tersebut, juga harus menanggung beban polusi udara dan kemiskinan. Secara terus menerus 9.7 juta tons sampah dibuang melalui sungai di kota tiap tahunnya hingga membuat kota ini berlangganan banjir.


Baghdad, Irak


Akibat invansi dan kebrutalan tentara Amerika Serikat, keindahan kota Baghdad yang pernah menjadi pusat kejayaan Islam ini rata dengan tanah. Penjarahan dan penculikan marak di kota ini. Jalan-jalan hancur dan ditumbuhi rumput liar.

 http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=264151

Cerita Tentang ' Sumpit di Surga dan Neraka '

@IkadaNewsOnline - Cerita Tentang ' Sumpit di Surga dan Neraka ' - Jika Anda ingin tahu perbedaan surga dan neraka, kisah ini bisa memberi sedikit gambaran.

Seorang wanita tua yang baik hati dan selalu mengabdikan diri untuk menolong orang lain jatuh sakit dan meninggal. Sebelum ditetapkan akan masuk ke surga dan neraka, wanita itu punya permintaan pada malaikat, "Biarkan aku melihat perbedaan surga dan neraka," sang malaikat mengabulkan permohonan wanita tua itu, dia dibawa terlebih dahulu ke neraka.

Di neraka, sang wanita tua melihat sebuah ruangan dengan meja panjang. Di atasnya, terdapat limpahan makanan yang tampak lezat. Ada yang berbeda, semua manusia di neraka ternyata tidak memiliki siku, tangan mereka tak bisa ditekuk dengan sumpit yang menempel di jari-jari. Seperti apapun mereka memakai sumpit untuk memasukkan makanan ke mulut, sia-sia karena lengan mereka tak dapat ditekuk, lurus, dan kaku.

Manusia-manusia di neraka tampak sengsara, mereka tampak menderita, frustasi dan kelaparan sekalipun di depan mereka banyak makanan yang melimpah ruah. Sang wanita tak tahan dengan penderitaan penghuni neraka, "Malaikat, mengapa mereka demikian?", lalu sang malaikat menjawab, "Tentu saja, ini neraka,". Kemudian sang malaikat membawa wanita tua ke surga.

Di surga, keadaan ternyata tak jauh berbeda dengan neraka. Ada meja panjang yang dilengkapi dengan setumpuk makanan yang tampak lezat. Manusia yang menghuni surga ternyata memiliki kesamaan dengan penghuni neraka, mereka memiliki lengan yang kaku dan tak bisa ditekuk, dengan sumpit menempel pada jari.

Berbeda kondisi dengan penghuni neraka, para penghuni surga tampak bahagia, sehat dan beberapa dari mereka tertawa riang gembira. "Aku pikir keadaan di sini tak jauh berbeda dengan neraka, tangan kaku dan sumpit yang menempel," ujar sang wanita tua. Kemudian sang malaikat tersenyum, "Tentu saja berbeda, di surga, dengan kondisi tubuh yang sama dengan penghuni neraka, mereka tak keberatan saling menyuapi satu dan yang lain."

Sahabat, kira-kira seperti itulah gambaran surga yang bisa kita ciptakan di dunia. Memang, surga dan neraka masih menjadi misteri saat kita bernapas, tetapi kita bisa menciptakannya di dunia, dengan cara.. tidak keberatan membantu orang lain dan mau terus belajar untuk menemukan solusi di antara masalah hidup yang ada. 

' Surga di Timur Tengah '

IkadaNewsOnline - Konflik. Kata ini seperti tak pernah lepas dari negeri Lebanon. Betapa tidak, silih berganti perang mengoyak negeri ini mulai dari Perang Saudara hingga Perang dengan Israel di tahun 2006.
Perlahan tapi pasti, Lebanon kini menggeliat kembali sebagai negera tujuan wisata. Beirut yang ditasbihkan sebagai Parisnya Timur Tengah bahkan meraih predikat sebagai kota tujuan wisata wajib kunjung nomer satu oleh New York Times di tahun 2009.

Negara Lebanon masuk dalam kawasan Timur Tengah. Secara geografis, negara seluas 10.452 kilometer persegi ini posisinya sangat strategis dibatasi oleh Laut Mediterania. Itu sebabnya negeri ini memiliki iklim Mediteran dengan 4 musim, hangat terasa saat musim panas, dan basah serta dingin di musim dingin. Meski begitu, musim dingin tidaklah menusuk seperti di negeri Eropa pada umumnya, karena salju hanya menghampiri kawasan pegunungan tidak sampai ke kota.

Keunikan alam Lebanon yang bisa dinikmati pengunjung adalah saat musim dingin datang antara November hingga Februari. Bayangkan dalam sehari kita bisa menikmati panasnya berjemur di pantai kemudian bermain salju dan ski di daerah Faraya. Kawasan wisata Faraya memang terkenal di seluruh Jazirah Arab dan Timur Tengah. Betapa tidak, wisatawan asing yang biasanya hanya mengenal gurun, jauh-jauh datang untuk sekedar menyaksikan salju atau bermain ski. Jangan khawatir bila tidak membawa peralatan bermain ski, di sini banyak sekali tempat persewaan. Sewanya pun tidak sampai 500 ribu rupiah. Sebagai kenang-kenangan, boleh saja bila Anda membawa salju di atas kap mobil seperti yang dilakukan penduduk setempat.
Populasi Lebanon saat ini hanya berkisar 4,2 juta jiwa. Memang bukan catatan resmi, karena tidak pernah ada sensus penduduk sejak tahun 1932. Hal ini sangatlah sensitif terutama bagi urusan politik. Namun, Anda mungkin akan terkejut bila mengetahui jumlah warga Lebanon yang berada di luar negeri mencapai 11 hingga 13 juta jiwa. Mereka tersebar di beberapa negara untuk mencari peruntungan di negeri orang. Sebagian memang keluar dari Lebanon saat perang melanda negara ini.

Bangsa Arab jelas merupakan mayoritas di sini. Namun, jangan berpikir bahwa Arab identik dengan Islam, karena Arab yang kita temui bisa jadi seorang kristen. Di negeri ini prosentase muslim dan nasrani berkisar antara 60% dan 40%. Untuk Islam masih dipecah lagi dalam beberapa aliran seperti Sunni dan Syiah. Adapun umat Nasrani terbesar diwakili Kristen Maronite.

Bila kita tersesat di tengah jalan, sangat gampang untuk mengetahui di kawasan mana kita berada. Hal ini disebabkan, lokasi pemukiman penduduk ditentukan berdasarkan aliran kepercayaannya. Untuk meyakinkan, cobalah simak cara berpakaian, poster, spanduk, bahkan nama toko. Sebutlah contoh, bila kita mendapati poster bergambar Hasan Nasrallah pemimpin Hizbullah, maka bisa dipastikan kita berada di kawasan pemukiman syiah. Kawasan ini pula yang paling banyak mengalami kehancuran akibat perang dengan Israel di tahun 2006. Perang selama 34 hari itu sebenarnya boleh dikatakan bukan perang antara Lebanon dengan Israel, melainkan Hizbullah dengan Israel. Itu sebabnya kawasan Sunni apalagi Kristen Maronite tidak mengalami apapun, boleh dibilang seperti tidak berada dalam perang. Namun, tidak ada salahnya menikmati wisata perang dengan menyaksikan beberapa bangunan pemukiman di sana-sini yang masih jelas terlihat bekas lubang peluru ataupun hantaman roket. 

Hati-hati bila ingin mengabadikan pemandangan ini, tindakan mendokumentasi dalam bentuk film bahkan video bisa saja menyinggung perasaan penduduk setempat. Biasanya mereka akan menuduh kita sebagai agen mata-mata. Syukurlah bila mereka mengetahui kita dari Indonesia, mengingat hubungan bilateral antar kedua negara terjalin sejak Lebanon mengakui kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Aliran kepercayaan di Lebanon memang sangatlah unik. Setidaknya terdapat 18 aliran agama yang terbagi dalam sekte-sekte. Sekedar catatan, di negeri ini pula terdapat kamp pengungsi Palestina terbesar, tertua, dan terbanyak di dunia. Salah satunya berada di Kamp Ein El Hinwe yang berada di Sidon atau Saida dalam bahasa Arab. Para pengungsi yang berada di kamp ini bahkan telah beranak pinak hingga generasi ketiga. Tidak heran bila generasi ketiga sekarang kurang memiliki ikatan emosional dengan negeri moyang mereka, Palestina. Itu sebabnya, banyak di antara mereka yang mencoba peruntungan menikah dengan orang asing demi memperbaiki nasib. Pengungsi Palestina tidak dianggap sebagai warga negara Lebanon, meski mereka telah puluhan tahun tinggal di sini. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan antara pemeluk agama yang hidup di Lebanon.

Bukan rahasia bila isu populasi pemeluk keyakinan tertentu sangatlah sensitif di sini. Meski begitu hubungan antara pemeluk umat beragama cukup harmonis di negeri yang menggunakan bahasa pengantar Arab dan Perancis ini. Dalam struktur pemerintahan saja contohnya, di sini menganut sistem troika sejak 1989 dimana jabatan Presiden dijabat oleh wakil Kristen Maronite, Perdana Menteri dipimpin seorang Muslim Sunni, sedangkan Muslim Syiah mendapat jatah Ketua Parlemen. Unik bukan…

Kohesi antara Islam dan Kristen pun semakin mesra saat kita menyebut nama Gibran Kahlil Gibran. Siapapun pernah membaca karyanya, Sang Nabi yang bercerita tentang Nabi Muhammad junjungan kaum Muslim di seluruh dunia. Namun, sedikit yang tahu bahwa sesungguhnya karya indah ini diciptakan oleh pujangga legendaris Lebanon pemeluk Kristen Maronite. Datanglah ke kawasan Khadisa, Lebanon Utara. Bsharri, demikian nama desa kecil itu, terdapat rumah yang diyakini sebagai tempat dilahirkannya Gibran Kahlil Gibran. Rumah kecil ini seringkali diziarahi pengunjung untuk sekedar melihat-lihat kediaman yang kini berfungsi sebagai museum mini tersebut. Di tempat ini kita bisa menyaksikan bukan hanya lukisan Gibran, namun juga makam sang pujangga. 
Kawasan dimana Gibran berasal sesungguhnya merupakan basis pemeluk Kristen Maronite, apalagi Gibran sendiri terlahir sebagai putra seorang pendeta. Jarak sejauh 120 km dari Beirut menuju Bsharri sungguh terbayar tunai bila tiba di sini, belum lagi saat menikmati pemandangan menara-menara gereja bahkan beberapa tanda salib di bukit-bukit.
Seandainya masih memiliki waktu luang, maka teruskan perjalanan Anda ke utara, karena di ketinggian 2200 meter di atas permukaan laut inilah kita bisa menyaksikan hamparan pohon cedar berselimutkan salju. Cedar boleh dibilang memiliki kesamaan fisik dengan pohon cemara. Sekedar tambahan, Cedar sendiri disebut hingga 75 kali dalam Kitab Perjanjian Lama ! Begitu bangganya masyarakat Lebanon dengan pohon ini, sampai-sampai bendara negara mereka pun memakai Cedar sebagai lambangnya.

Masyarakat Lebanon terkenal akan komunalitasnya. Hal kecil seperti menumpang kendaraan pribadi di perjalanan sangatlah lumrah dilakukan. Jangan pernah menolak ajakan dari mereka yang menumpang untuk sekedar minum teh di rumah sebagai bentuk ucapan terima kasih. Kelak dari sinilah, saling memahami antar budaya tercipta. Memang dari urusan transportasi kita bisa mengetahui karakter sebuah bangsa. Contoh lain dalam penggunaan taxi. Berbeda bila menaiki taxi hanya untuk kita tumpangi sendiri ke tempat tujuan kita. Di Lebanon, siapa pun boleh menumpang taxi (grand taxi) yang kita tumpangi selama satu arah dengan tujuan kita. Jadilah mercy tiger keluaran tahun 80-an yang disebut sebagai grand taxi tersebut bisa dimuati hingga lima penumpang plus supir. Rupanya Lebanon tidak mengenal angkot seperti negara kita…

Boleh jadi sifat komunal ini diturunkan oleh bangsa Phoenicia yang menjadi nenek moyang orang Lebanon. Bangsa Phoenicia sendiri terkenal sebagai pelaut ulung, konon mereka-lah yang justru pertama kali menjejakkan kaki di Benua Amerika sebelum Columbus. Bila ingin mengetahui peradaban Phoenicia maka kunjungilah Byblos atau Kota Tua yang berada 42 kilometer utara Beirut.  Byblos yang berarti kitab atau buku ini merupakan kota pelabuhan di masa jayanya 5000 tahun silam.
Di kota tua ini kita juga dapat menyaksikan betapa toleransi agama telah diterapkan sejak lama. Bangunan gereja dan masjid begitu mudahnya kita temui di antara deretan bangunan-bangunan kuno di Byblos. Bila sempat, dengarkanlah misa di gereja yang menggunakan bahasa pengantar Arab. Kita bisa saja terkecoh, karena ritual ibadah umat muslim pun menggunakan bahasa Arab. Tahukah Anda bahwa alfabet yang kita kenal sekarang dari A hingga Z bahkan tercipta di kota ini. Well, tidak salah bukan bila Byblos ditetapkan sebagai kota bersejarah. Berjalan menelusuri kota tua ini tidaklah menjadikan badan lelah, apalagi saat menemukan souk alias pasar. Di sinilah kita bisa mendapatkan berbagai macam suvenir khas nan unik. Mulai dari fosil ikan purba yang usianya jutaan tahun hingga lukisan. Soal harga tergantung kemampuan Anda merayu.

Belum puas dan sah rasanya datang ke Lebanon bila belum mengunjungi Baalbeck, kota tua yang usianya 2000 tahun dan dinobatkan UNESCO sebagai kota warisan dunia. Awalnya Baalbeck dahulu merupakan tempat tinggal bangsa Phoenicia sebelum akhirnya dikuasai bangsa Yunani 323-64 Sebelum Masehi. Baal sendiri diambil dari nama Dewa Baal yang disembah Bangsa Phoenicia, sebelum akhirnya kota ini berganti nama menjadi Heliopolis atau kota matahari di zaman Yunani Kuno. Kota yang menjadi koloni Romawi ini banyak sekali berdiri kuil raksasa sebagai persembahan bagi Dewa Jupiter. Setidaknya dibutuhkan 300 tahun untuk pengerjaan pembangunannya. Dan ini berlangsung hingga Roma berganti kaisar sebanyak enam kali. 
Megahnya bangunan kompleks kuil ini semakin terasa bilamana kita memperhatikan ukuran batu raksasa yang membentuk pilar-pilar. Menurut cerita, batu-batu raksasa ini didatangkan langsung dari Mesir dan dihanyutkan melalui sungai untuk kemudian ditarik massal hingga tiba di Baalbeck. Beberapa bangunan memang telah runtuh. Hal ini disebabkan peperangan yang terjadi pada masa itu di tahun 748 saat Baalbeck dijadikan benteng oleh Penguasa Islam Dinasti Ummayah dan Abbasiyah. Kerusakan semakin parah saat terjadi gempa hebat di tahun 1759. Itu sebabnya banyak sekali puing yang dibiarkan berserak di kompleks Baalbeck.

Salah satu kuil raksasa yang masih kokoh berdiri adalah Kuil Jupiter. Di tempat inilah, berbagai pertunjukan kesenian sering ditampilkan termasuk kesenian Indonesia seperti Reog Ponorogo dan Sendratari Ramayana di tahun 2009.

Bila berada di Baalbeck, cobalah tengok ke langit. Ada kalanya pesawat militer terbang melintas di udara. Dan bila itu terjadi maka bisa dipastikan, Israel telah melanggar batas udara Lebanon. Pelanggaran ini seringkali terjadi, namun Lebanon yang peralatan militernya kalah canggih seolah menganggap angin lalu intimidasi semacam ini. Untuk mencapai Baalbeck, terdapat banyak transportasi seperti minibus yang siap melahap jarak 86 kilometer arah utara dari Beirut.

Saat sore menjelang usahakan Anda berada di kawasan Pigeon Rock atau Bay Rock demikian orang lokal menjulukinya. Hal ini disebabkan terdapat dua batu karang menjulang di pinggir laut. Banyak pengunjung datang sekedar berfoto dengan latar belakang batu karang ini. Namun, sesungguhnya fungsi kawasan ini adalah sebagai tempat rendezvous bagi kalangan anak muda sekedar nongkrong hingga pacaran. Sore hari di musim dingin, banyak orang mencari kehangatan matahari dengan berolah raga di sini.

Bila malam menjelang, kaki yang mulai lelah kiranya berkenan melangkah ke kawasan down town atau pusat kota. Sekedar window shopping, nongkrong, hingga mencari makan banyak dilakukan masyarakat Lebanon di sini. Dahulu kawasan ini hancur lebur akibat perang, berkat campur tangan pemerintah-lah kawasan ini kembali apik dan anggun. Namun, sekedar sebagai rekaman sejarah kita bisa mendapati beberapa contoh bekas rentetan peluru di beberapa bangunan. Komplit bukan untuk sebuah wisata malam. 

Ketika malam semakin larut bukan berarti kehidupan telah usai. Justru kehidupan malam pun semakin berdenyut di Lebanon. Macam-macam hiburan yang bisa didapat. Untuk kaum jet set dipersilahkan menghabiskan harta mereka di Casino du Liban. Di sinilah kaum super kaya bertaruh sekedar kesenangan belaka. Atau Anda penasaran dengan tari perut ? Oh, untuk yang satu ini minimal kita harus memesan meja makan senilai 1,5 juta rupiah. Jadi, saat kita disuguhi makanan itulah saat dimana kita bisa menyaksikan wanita-wanita Lebanon yang terkenal akan kecantikan perpaduan antara bangsa Romawi dan Arab berlenggak-lenggok mengikuti irama Timur Tengah. Selamat datang di surga Timur Tengah !