Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan

10 Artis Jadul Indonesia Yang Mendapat Julukan Bom Seks


Kali Ini Admin www.ikadanewsonline.com Akan Berbagi Info tentang 10 Artis Jadul Indonesia Yang Mendapat Julukan Bom Seks  , Info Terbaru Kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Dan jangan lupa menekan Tombol Like/Share Facebook untuk memberi tahu kepada teman-teman anda yang lain dan Berlangganan Artikel Secara Gratis di blog www.ikadanewsonline.com agar bisa terus mendapatkan Kabar terbaru. Sipp, kembali ke Info Terbaru Saat ini yaitu tentang 10 Artis Jadul Indonesia Yang Mendapat Julukan Bom Seks  , Berikut Infonya :

Industri perfilman porno di Indonesia Artis Bokep tahun 2000an tidak segarang tahun 80 dan 90an. Ketatnya badan lulus sensor dan kritisnya penilaian penonton Indonesia adalah sebagian pengaruhnya. Meskipun ketat, tetapi masih ada saja bermunculan film esek-esek, diwarnai dengan adegan horor namun tidak terlalu panas. Apabila melihat kembali ke dunia perfilman Indonesia jama dulu, hampir semua bioskop di Indonesia dihiasi dengan film porno. Makanya, jangan heran apabila sampai sekarang industri hiburan masih diwarnai dengan aksi pornografi.Berikut 10 Artis Bom Seks Indonesia Jaman Dulu

1. Eva Arnaz




Nama Eva melejit berkat film Intan Perawan Kubu karena keberaniannya bertelanjang dada. Dari situlah Eva Yanthi Arnaz mendapat julukan bintang bom seks. Film-film berikutnya, yang dibintangi oleh perempuan kelahiran Bukittinggi, Indonesia, 14 Juli 1958 ini, sebagian besar merupakan film yang penuh adegan seks atau adegan kekerasan, seperti Serbuan Halilintar, Membakar Matahari, Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek Jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung, Bergola Ijo, Buah Terlarang, Terjebak Dalam Dosa, Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati, dan sebagainya.
Sayangnya karena sosok Eva yang terlalu lekat dengan peran-peran seks dan laga, banyak yang lupa bahwa Eva juga pernah membintangi film-film romantis.  Antara lain, Sakura Dalam Pelukan berpasangan dengan pebulutangkis Liem Swie King dan Lembah Duka (sebagai mama-san), film penguras air mata yang mendapat pujian waktu itu.

2. Enny Beatrice

Enny Beatrice Ferlat Kusumo Anggraini (lahir di Tegal, 1966) atau yang lebih dikenal dengan Enny Beatrice dikenal sebagai salah satu bom seks perfilman Indonesia tahun 80an.   Dari awal sampai akhir 80an, Enny yang telah menjadi mualaf ini telah membintangi 40 film, di antaranya Perkawinan Nyi Blorong (1983), Bunga Pramuria (1984), Bercinta (1985), Perawan di Sarang Sindikat.

3. Lela Anggraeni

Satu lagi bom seks yang ikut meramaikan perfilman Indonesia adalah perempuan kelahiran Palembang, 10 Oktober 1965. Ia terkenal lewat peran-peran panasnya era 90-an.  Ia memulai langkahnya dalam film bioskop seperti Selir Adipati Gandra Sakti (1991) dan Kenikmatan Terlarang (1996). Belakangan ia pun berkiprah pula di layar kaca seperti dalam sinetron Jerat-Jerat Cinta hingga sempat main sekaligus dalam 3 judul sinetron, termasuk Asmara Dara (1997).

4. Sally Marcelina

Selain Eva Arnaz, Sally bisa dibilang aktris panas yang top di industri film Indonesia. Sally masuk ke industri film secara tidak sengaja kala ditawari bermain film saat menyaksikan syuting di dekat rumahnya. Namanya melambung berkat film Misteri Janda Kembang (1991).  Aktingnya yang kerap tampil seksi dan berani kala itu, menempatkan dirinya sebagai icon film panas sejajar dengan Inneke Koesherawati, Kiki Fatmala, dan Eva Arnaz. Hampir seluruh film perempuan kelahiran Jakarta 28 Juli 1969 ini berbau mistis dan seks seperti Gadis Erotik, Susuk Nyi Roro Kidul, Susan Yang Sexy, Akibat Hamil Muda, Pencet Sana Pencet Sini, dan Pergaulan Ranjang Pemikat. Pada saat itu, memang film yang menonjolkan kemolekan tubuh dan berbau mistis sangat digemari penonton.

5. Kiki Fatmala

Sebetulnya aktris kawakan Indonesia yang popular tahun 90an ini bercita-cita untuk menjadi pramugari. Namun, film Permainan Dibalik Tirai mengkandaskan cita-citanya. Pasalnya, setelah bermain di film tersebut, Kiki kebanjiran order syuting dan akhirnya ia pun menjadi salah satu ikon film panas tahun 90an. Atas peran-peran yang selalu beradegan syur itu, ia berdalih “Kalau sudah terjun, jangan setengah-setengah.” (**)

6. Inneke Koesherawaty

Perempuan kelahiran Jakarta 13 Desember 1975 ini terkenal sebagai bintang film panas tahun 90an. Sejak menjadi figuran dalam film “Lupus 4″, Inne ingin menekuni dunia peran sepenuhnya. Debut film-nya adalah “Diskotik DJ” (1990), kemudian berlanjut dengan “Gadis Metropolis” (1991), “Roda-roda Asmara di Sirkuit Sentul” (1994), dan “Pergaulan Metropolis II” (1995), serta aktingnya di beberapa film Warkop DKI.

7. Malvin Shayna

Nama Malvin Shayna juga tidak bisa dikesampingkan dalam memerankan film-film ‘panas’. Beberapa film yang pernah dibintanginya adalah Godaan Cinta, Gairah Malam dan Pergaulan Metropolis. Selain itu, namanya pun melejit lewat perannya di film Warkop DKI, Gairah Terlarang 1 & 2, dan Macho (bersama Barry Prima).

8. Febby Lawrence

Febby Renasari Lawrence kelahiran 3 Maret 1974 di Jakarta ini mengawali karirnya sebagai model dan kemudian merambah ke dunia seni peran. Film Selingkuh yang dimainkan Febby Lawrence bareng Reynaldi membuat nama Febby Lawrence dikenal sebagai salah satu pemeran film panas di era 90-an. Febby lebih dikenal sebagai salah satu bomseks Indonesia seangkatan dengan Sally Marcellina, Kiki Fatmala dan Taffana Dewi berkat keberaniannya berdegan panas di sejumlah film seperti Gadis Metropolis, Selingkuh, Cinta dan Nafsu, Bergairah di Puncak dll. Setelah dunia film Indonesia mengalami kemunduran, ia bermain dalam sejumlah judul sinetron.

9. Gitty Srinita

Pertama kali muncul di film secara kebetulan dalam film anak-anak Don Aufar (1986) sebagai wartawati cilik. Mulanya gadis campuran India (ayah) dan Aceh (ibu) ini bercita-cita jadi Polwan. Namun setelah muncul di Don Aufar ia semakin serius dalam film. Tanpa meninggalkan sekolah, wanita kelahiran Sigli, Aceh, 27 Maret 1973 ini belajar akting di Pisces Grup mulai 1989. Meski lulusan ABA Jurusan Inggris ini membatasi diri dalam akting buka-bukaan, tetapi akhirnya setelah tampil dalam Skandal Iblis (1992), ia banyak menarik perhatian para sinemas sebagai pemain ‘panas’.  Padahal peran yang disukainya adalah peran sebagai wanita gila seperti dalam Suromenggolo (1991). Pemilik wajah mirip Lydia Kandau ini akhirnya bertemu dan bermain bersama dalam film Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990). Selain itu pernah bermain dalam sinetron Ada Ada Saja.


10. Windy Chindyana

Nama Windy Chidyana juga tidak bisa dilepaskan dari peran-perannya dibeberapa film ‘panas’. Beberapa film yang pernah dibintangi Windy antara lain, Bisikan Nafsu, Gadis Metropolis 2 dan Dibalik Pelukan Laki-laki, dan yang paling terkenal adalah Bergairah Di Puncak. Tidak terlalu banyak informasi yang dapat digali dari sosok ‘panas’ Windy ini. Namun, mudah-mudahan informasi yang kami sajikan dari bagian pertama dan kedua ini bisa bermanfaat buat kamu penggemar film Indonesia.

Kutukan Arwah Setan "Film Sexy terakhir" Jupe



Julia Perez telah mengutarakan janjinya untuk meninggalkan gaya busananya yang cenderung terbuka dan terkesan seksi setelah pulang umrah dari Tanah Suci.

Sebagai suatu bentuk komitmen atas janjinya itu, Jupe bahkan mengaku tidak mau ikut serta dalam film-film panas terbaru yang ditawarkan kepadanya. Ia tegas menolak tawaran-tawaran itu karena ia diharuskan tampil terbuka.

Tidak tanggung-tanggung, Jupe menolak sebanyak 15 judul secara langsung karena tak mau melakoni adegan seksi. Menurutnya, seksi tak selalu identik dengan penampilan terbuka.

Ia mengungkapkan keinginannya untuk tampil seksi dengan cara berbeda. ?Ditutup aja orang masih bilang seksi,? ungkapnya. Jupe bahkan sempat bercanda dengan mengatakan ia akan membuat orang gemas dengan penampilan barunya. Ia berharap bisa membintangi film yang berbeda tahun ini. Ia pun mengaku tak khawatir akan kehilangan pendapatan karena telah mendapat tawaran acara stripping. Tak kurang dari 5 film bergenre drama telah diterimanya. Bahkan, ia akan mengenakan jilbab di salah satu film tersebut.

Soal film terbarunya yang berjudul ?Kutukan Arwah Santet?, Jupe mengaku kecewa dengan poster yang disebarkan untuk promosi. Ia menilai dirinya ditampilkan terlalu seksi di dalam poster tersebut. ?Aku jadi dosen kok foto yang dikeluarkan adegan bikini, ga nyambung,? ujarnya. Film tersebut rencananya akan menjadi film terakhir Jupe dimana ia berpenampilan seksi. ?Cukup empat tahun Jupe tampil seksi, sekarang mau berubah,? pungkasnya.

Sumber

Berikut 5 Adegan Seks di Film Indonesia Yang Bikin HEBOH

@IkadaNewsOnline - Berikut 5 Adegan Seks di Film Indonesia Yang Bikin HEBOH - Adegan seks panas telah jadi bumbu yang selalu hadir dalam film-film komedi-horor yang menjamur tahun-tahun belakangan ini. Ada yang lewat begitu saja, ada juga yang masih diperbincangkan.

sekilas 5 adegan yg paling hot.... hot..... ala tetangga


1. Dewi Persik
 Aksi Dewi Persik bersama Keith Foo dalam 'Paku Kuntilanak' sungguh panas. Keduanya beradegan seks dalam sebuah bak mandi dalam film garapan Maxima Pictures itu.
Bahkan tak sedikit yang memperbincangkan Depe saat itu memang telanjang dada. Bak yang dipenuhi busa itu tak mampu menyembunyikan payudara Depe saat itu.

2. Andi Soraya
Film 'Hantu Puncak Datang Bulan' memang menyuguhkan adegan-adegan topless Andi Soraya. Tak hanya itu, adegan seks Andi juga membuat film itu cukup heboh.

3. Uli Auliani
Uli Auliani terlibat 3 kali adegan seks dengan Mario Lawalata dalam film 'Skandal'. Meski begitu sang lawan main Mario menolak film garapan sutradara Jose Purnomo itu esek-esek.

4. Aura Kasih
Aura Kasih beraksi di layar lebar. Dalam penampilan pertamanya itu Aura berani tampil seksi di film komedi 'Asmara Dua Diana'. Tak hanya itu, Aura juga beradegan seks dalam film tersebut. 

5. Indah Kalalo
Tak ada yang meragukan keseksian tubuh Indah Kalalo. Dalam film 'Mafia Insyaf' ia tampil dengan hanya berbalu bikini.

Indah juga terlibat hubungan seks dengan lawan mainnya. Bukan adegan biasa, karena keduanya bergumul di dalam sebuah kolam renang.
 

Inilah 3 film sekuel Indonesia yang layak dan wajib ditonton anak bangsa

@IkadaNewsOnline - Inilah 3 film sekuel Indonesia yang layak dan wajib ditonton anak bangsa - Di tengah-tengah maraknya film layar lebar yang bertemakan horor, cinta anak remaja, dan komedi yang menjurus sex, ternyata ada juga film box office Indonesia yang bermutu dan dianjurkan untuk ditonton oleh generasi muda Indonesia.

1. Merah Putih (film lanjutannya, Darah Garuda ; Hati Merdeka)
 Salah satu film action terbaik di Indonesia. Yang membuat film ini beda adalah nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Berlatar jaman pasca kemerdekaan Republik Indonesia, film ini menjadi kontradiksi kehidupan masa kini yang penuh dengan ancaman disintegrasi bangsa. Hal itu terlihat dari perjuangan empat pemuda dari latar belakang berbeda, agama yang berbeda, namun mereka menyatukan langkah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Film lanjutan dari merah putih adalah Darah Garuda yang baru dirilis tanggal 8 September 2010 dan Hati Merdeka yang dirilis pertengahan tahun 2011. Untuk menggarap trilogi epik Merah Putih itu, setidaknya sang produser, Hashim Djojohadikusumo, telah merogoh koceknya sebesar Rp 64 miliar.

Darah Garuda
 
Hati Merdeka
 
2. Laskar Pelangi (film lanjutannya, Sang Pemimpi)
Walau mengisahkan tentang kehidupan anak-anak, ternyata film ini layak ditonton untuk semua golongan baik tua maupun muda, anak-anak maupun orang dewasa. Terbukti dengan pencapaian rekor jumlah penonton terbanyak selama penayangannya di bioskop-bioskop Indonesia yang menembus angka 4,6 juta penonton.

Film lanjutannya, Sang Pemimpi, memecahkan rekor juga berhasil memecahkan rekor film dengan penonton terbanyak dalam jangka waktu satu hari pemutaran. Baru satu hari sejak dirilis pada 17 Desember 2009, film itu sudah ditonton 130 ribu orang.
 
 Sang Pemimpi:
 
3. Nagabonar 1 (film lanjutannya, Nagabonar jadi 2)
  Naga Bonar adalah film komedi situasi yang mengambil latar peristiwa perjuangan rakyat Indonesia ketika sedang melawan penjajahan Belanda di daerha Sumatra Utara pada era kemerdekaan. Film nagabonar tidak jauh berbeda dengan film komedi lainnya, namun film ini unggul pada nilai-nilai nasionalisme yang melekat di dalamnya.

Film lanjutannya, nagabonar jadi 2, meraih penghargaan sebaik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007.
 
Nagabonar jadi 2
Sumber: Vivaforum

Berikut Film-Film yang Sebaiknya Dihindari Kalau Kamu Lagi Galau

@IkadaNewsOnline - Berikut Film-Film yang Sebaiknya Dihindari Kalau Kamu Lagi Galau -
Kalo kamu lagi sendirian terus galau, apalagi weekend-weekend begini, maka hal yang paling masuk akal untuk dilakukan biasanya adalah nonton film. Tapi ada film-film yang sebaiknya kamu hindari ketika sedang galau, seperti misalnya:

1. Film-Film yang Bikin Perasaan Gak Enak

Ini adalah film-film yang temanya dark banget, gak pake happy ending, dan di akhir film bakal bikin kamu mikir bahwa hidup ini gak ada artinya. Biarpun banyak film seperti ini yang bagus, tapi ada baiknya sih gak ditonton saat kamu sedang super galau ya. Salah-salah ntar kamu bunuh diri lagi.
Contoh film: Super, I Saw The Devil, Oldboy, Blue Valentine

2. Film-Film yang Kamu Bisa Relate Banget

Ini adalah film-film yang membuat kamu teringat kembali tentang hal-hal yang membuat kamu galau. Begitu kamu lihat filmnya, kamu langsung mikir, “Lah ini sih gue banget! Berak!”. Ini sungguh tidak baik ditonton saat kamu sedang galau, karena…ya pasti bikin makin galau lah. Pasti gak bakal enjoy nontonnya. Nonton film beginian tuh pas udah gak galau, biar pas nonton jadi galau lagi. Lho?
Contoh Film: 500 Days of Summer, Eternal Sunshine of The Spotless Mind

3. Film-Film yang Berat/Artsy

Maksud hati sih ingin membanjiri mata dan otak dengan karya seni yang sesungguhnya gitu ya. Tapi kalo namanya lagi galau, nonton film yang berat-berat mah malah bakal bikin kamu jadi kesel. Bukannya bisa mengapresiasi, yang ada kamu bakal ngomel-ngomel karena gak ngerti maksud filmnya. Shot-nya agak lama dikit, kamu bilang bosenin. Scene-nya agak aneh, kamu bilang gak masuk akal. Ya udah sih.
Contoh Film: The Seventh Seal, Blow Up, Holy Mountain

4. Film yang Bikin Kesel Aja

Ini adalah film yang bikin kamu kesel karena sifatnya yang mengolok-olok intelejensi kamu. Yang ada kamu banting TV terus ntar kamu dimarahin sama mama kamu, disuruh ganti, trus gak dikasih uang jajan. Sukurin.
Contoh Film: Kafan Sundel Bolong, Kuntilanak Duyung, pokoknya apapun karya KK Dheeraj deh.
Nah, kalo kamu emang lagi pengen nangis, mending sih nonton film-film yang emang dimaksudkan sebagai tear-jerker aja gituh, misalnya drama-drama keluarga, atau kartun Disney yang dulu-dulu gitu. Biar lega sekalian. Tapi kalo saran MBDC sih, mending kamu nonton film-film yang gak usah mikir sama sekali, kayak misalnya film-filmnya Tony Jaa, Steven Seagal, Chuck Norris, atau mungkin Jacky Chan. Gak ada ceritanya gak papa, yang penting hajar.

Inilah 5 Film Pertama Kali Tayang Di Indonesia


1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

 Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia. 

2. Eulis Atjih (1927)

Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin. 

3. Lily Van Java (1928)

Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia. 

4. Resia Boroboedoer (1928)

 Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)

 Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

Daftar Film Indonesia Paling Ditunggu Di Tahun 2012

IkadaNewsOnline - Geliat perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini bisa dikatakan banyak perubahan, sehingga tidak heran diawal tahun ini fans film Indonesia berharap film yang akan hadir nantinya lebih menggebrak dan menimbulkan kepuasan bagi para penontonnya, sedangkan untuk film action dan film horor luar negeri bisa dilihat di Daftar Film Action Paling Ditunggu Di Tahun 2012 dan Daftar Film Horor Paling Ditunggu Di Tahun 2012.

Diperkirakan ada 5 Menara yang diharapkan bisa setidaknya menyamai prestasi film Laskar Pelangi yang sukses mencetak prestasi di layar lebar. Keduanya merupakan hasil adaptasi novel yang laris manis di pasaran. Ada pula Xia Aimei yang menuturkan kisah tragis seorang imigran asal Tiongkok yang dijual di Jakarta. Selain itu, film berkualitas internasional juga turut meramaikan tahun 2012. Simak film-film Indonesia lain yang paling ditunggu di tahun 2012 berikut ini.

1. The Raid (Serbuan Maut)

Film The Raid atau Serbuan Maut bisa jadi adalah film yang paling ditunggu-tunggu dibandingkan film lainnya. Gemilang di Festival Film Toronto 2011. The Raid tak hanya akan ditayangkan di bioskop Indonesia, tapi juga bioskop-bioskop mancanegara seperti Prancis, Jepang, Jerman, Australia, Inggris dan negara lainnya. Pada 19 Januari 2012, rencananya film fenomenal ini akan tayang di bioskop nasional. Gareth Evans sukses mengarahkan Iko Uwais yang berperan apik sebagai Rama. Film penuh adegan action itu sukses menarik perhatian Sony Pictures yang menjadi distributor resminya. Produser film Ario Sagontoro mengungkapkan bahwa dalam film tersebut semua adegan perkelahian diambil tidak menggunakan teknik fight cut, tapi fight bebas agar tercipta atmosfer yang lebih hidup.

2. Modus Anomali

Sutradara berpengalaman Joko Anwar datang kembali dengan garapan terbarunya, Modus Anomali. Pemeran utama film bergenre thriller ini adalah Rio Dewanto dan Hannah Al Rasyid. Film yang akan mulai ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia pada April 2012 ini memaparkan tentang liburan sebuah keluarga yang berubah menjadi mimpi buruk setelah muncul seorang pembunuh misterius yang diduga akan menghabisi satu per satu anggota keluarga itu setelah mereka hilang dari pondok mereka di hutan. Naskah film yang juga ditulis oleh sang sutradara ini berhasil menyabet penghargaan Bucheon Award di pentas Network of Asian Fantastic Films (NAFF) di Korea Selatan.

3. Cahaya di Atas Cahaya

Bersama Emha Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun, sutradara Viva Westi menulis naskah film yang direncanakan akan beredar di tahun 2012 ini. Belum jelas tanggal ataupun bulan perilisannya, namun film berkualitas ini sudah dimulai pengambilan gambarnya sejak pertengahan tahun kemarin. Titi Sjuman akan beradu akting dengan Tio Pakusodewo dalam Cahaya di Atas Cahaya. Titi Sjuman berperan sebagai Rayya, seorang diva pop yang gelisah setelah kisah asmaranya dengan suami orang harus tenggelam. Rayya lalu memutuskan untuk bunuh diri dalam perjalanannya untuk sebuah pemotretan di beberapa kota di Indonesia. Pengambilan gambar untuk film ini dilakukan di beberapa daerah wisata seperti Kawah Ijen dan Ambarawa. Alex Abbad, Arie Dagienkz, dan Masayu Anastasia turut berperan dalam film ini.

4. Negeri 5 Menara

Satu film adaptasi novel lain yang akan dirilis tahun 2012 adalah Negeri 5 Menara. Negeri 5 Menara awalnya adalah judul novel karya Anwar Fuadi yang meledak di pasaran setelah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2009. Salman Aristo mengolah cerita dalam novel untuk dijadikan skenario film yang disutradarai oleh Affandi Abdul Tachman ini. Sang sutradara sengaja tidak mengambil nama-nama terkenal untuk membintangi film adapatasi ini. Ia memilih talenta-talenta lokal karena ingin mendapatkan hasil maksimal lewat kecakapan yang dimiliki oleh putra daerah. Billi Sandi dari Gowa berperan sebagai Baso, Rizki Ramdani asal Bandung menjadi Atang, Jiofani Lubis dari Medan bermain sebagai Raja, Ernest Samudera dari Surabaya sebagai Said dan Aris Adnanda Putra asal Madura berperan sebagai Dulmajid. Sebagai pemain pendukung, ada aktor dan artis senior seperti Ikang Fawzi, Lulu Tobing, David Chalik dan Doni Alamsyah.

5. Mother Keder

Film bergenre drama komedi ini akan dirilis bersamaan dengan Xia Aimei, 12 Januari 2012. Sutradara Eko Nobel mengangkat cerita dari novel yang ditulis oleh Puteri Indonesia Fotogenik 2001, Viyanthi Silvana yang berjudul sama. Dalam film ini, aktris senior Ira Maya Sopha dan aktor veteran yang baru-baru ini menjadi sangat vokal soal urusan politik Pong Hardjatmo disandingkan dengan Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva, dan model sekaligus aktris yang kerap wara-wiri di layar FTV, Jill Gladys. Mother Keder bercerita tentang kehidupan Vivi (Qory Sandioriva), seorang wanita karir yang sukses. Ia mantap menapaki dunia kerja, namun ada satu hal yang belum dapat ia rengkuh yaitu pernikahan. Konflik mengemuka ketika Dinda (Jill Gladys), adiknya, berencana untuk mendahuluinya menuju ke pelaminan. Keadaan tambah kacau karena sebelumnya Vivi terpaksa meninggalkan pekerjaannya karena suatu masalah. Sang ibu (Ira Maya Sopha) yang “ajaib” menambah kekisruhan dalam kehidupan Vivi.

6. Xia Aimei

Film yang dibintangi oleh mantan VJ MTV Franda, Ferry Salim, Samuel Rizal dan Olga Lydia ini rencananya akan beredar Kamis tanggal 12 Januari 2012. Ada dua bahasa yang digunakan dalam film ini, Indonesia dan Mandarin. Digarap oleh sutradara muda berbakat Alyandra, Xia Aimei menceritakan tentang perjalanan pedih seorang gadis Tionghoa bernama Xia Aimei (Franda) yang dikirim untuk bekerja sebagai perempuan penghibur di klub malam milik Jack (Ferry Salim). Di sini, Xia Aimei memiliki nama baru Xi Xi. Di tempat ini pula masalah muncul ketika Xi Xi menyerang seorang bos mafia sampai terluka hingga ia harus melarikan diri. Film tentang human trafficking ini juga menampilkan Shareefa Danish, Samuel Rizal, dan artis pendatang baru yang dulu bergelar Briptu, Norman Kamaru.

7. Java Heat

Judul film ini menggunakan bahasa Inggris bukan untuk gaya-gayaan. Alasan paling utama adalah adanya aktor kelas Hollywood yang ikut bermain dalam film yang mengambil latar di kota Yogyakarta ini. Mickey Rourke yang pernah dinominasikan di ajang penghargaan Oscar sebagai aktor terbaik dalam The Wrestler akan beraksi bersama Tio Pakusodewo, Rio Dewanto, Uli Auiliani dan Atiqah Hasiholan. Selain Rourke, bintang internasional yang bermain dalam film garapan Connor Allyn ini adalah Kellen Lutz dan Brian Krause. Di film ini, dikisahkan tentang penculikan puteri kraton Yogyakarta yang dibarengi dengan pencurian perhiasan milik istana oleh penjahat internasional. Polisi Indonesia dibantu oleh tim profesional Amerika Serikat berusaha mengungkap kasus ini. Menurut kabar, film ini akan tayang 2012, namun kabar lain mengatakan kita baru bisa menikmati aksi Mickey Rourke di tahun 2013.

Mengintip Proses Pencetakan Uang Di Negara Kita

Uang, semakin tinggi angkanya, semakin tinggi pula hasrat kita untuk memilikinya. Mungkin itulah yang terlintas di pikiran hampir setiap orang tentang uang. Namun, pernahkah terlintas di benak Anda hasrat untuk mengetahui bagaimana uang itu diproduksi?

Untuk lebih jelasnya, yuk kita telusuri proses pencetakan uang di Perum Percetakan Uang RI (Peruri), Karawang, Jawa Barat.

Ternyata tidak sembarang orang bisa masuk ke kawasan percetakan uang tersebut. Harus benar-benar orang yang terdaftar sudah membuat janji atau khusus undangan Peruri yang bisa memasuki kawasan ini.
Lapisan pengamanan yang ketat akan Anda hadapi sejak melangkahkan kaki di sini. Itu pun baru memasuki arena gerbang utama Peruri. Jangan bayangkan saat memasuki gedung produksi percetakan uangnya, banyak persyaratannya!

Kali pertama yang Anda harus lakukan bila ingin memasuki areal proses produksi percetakan uang ini, Anda harus meninggalkan segala bentuk teknologi digital yang Anda bawa antara lain telepon genggam (handphone) dan alat perekam gambar seperti kamera digital. Tidak hanya itu, uang dan dompet pun harus diamankan terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, barang-barang yang Anda tinggalkan tersebut akan disimpan di loker yang sudah disediakan di depan pintu masuk dan kunci loker Anda yang bawa.

Setelah itu, barulah Anda boleh memasuki pintu putar gedung. Usai melewati pintu putar, Anda akan langsung menjumpai sejumlah etalase yang dipajang di dalamnya sejumlah produk pabrikan Peruri. Mulai dari uang kertas dan uang logam yang telah diproduksi Peruri dari awal hingga terbaru, kertas berharga nonuang seperti perangko, pita cukai, passport, sertifikat tanah, ijazah, materai, serta dipajang juga maket arsitektur denah kawasan Peruri.

Usai puas menikmati pajangan-pajangan di sejumlah etalase tersebut, lalu Anda bisa beranjak ke lantai dua. Bisa menaiki tangga maupun lift. Di lantai dua inilah Anda bisa melihat secara langsung bagaimana uang diproduksi, mulai dari tahapan awal hingga akhir produksi.

Berikut tahapan proses percetakan uang kertas:

1.Proses Plat Cetak Intaglio/Galvano (Engraving Process)
Ini merupakan tahap awal dari proses percetakan uang kertas. Butuh waktu tiga hingga lima bulan untuk membuat plat cetak uang tersebut.
2.Proses Roll Sablon Intaglio (Inking Schablon Process)
Setelah membuat plat cetak, lalu beranjak ke proses pemberian tinta roll mesin penggulung atau alat pemutar untuk mencetak uang.

3.Proses Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Rata (Offset Process)
Setelah plat dan roll pencetak uang sudah siap, maka kini dimulailah tahap pencetakan uang ke kertas. Satu kertas lembar besar tersebut memuat 45 – 50 bilyet (lembar) uang. Untuk lembaran uang Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000 memuat 50 bilyet per kertas. Sedangkan untuk lembaran uang Rp10.000 hingga Rp100.000 memuat 45 bilyet per kertas. Ini merupakan tahap di mana pemberian warna dasar uang.

4.Proses Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Dalam (Intaglio Process) Setelah kertas diberi warna dasar, kemudian dilanjutkan dengan pencetakan kertas di lembar bagian dalam atau di lembar sebaliknya. Namun sebelum mencetak bagian dalam, kertas yang telah diberi warna dasar terlebih dahulu dikeringkan selama satu hari.
5.Proses Pemeriksaan Lembar Besar (Inspection Process)

Setelah dua bagian kertas telah dicetak, lalu dilakukanlah pemeriksaan uang. Pemeriksaan ini dilakukan secara manual oleh karyawan guna melihat apakah ada kerusakan dalam proses produksi. Bila diketahui ada yang rusak atau cacat, maka pada lembaran yang rusak itu akan ditandai dengan coretan.

6.Proses Cetak Nomor (Numbering Process) Usai diperiksa secara manual, maka dilanjutkan dengan pemberian nomor uang. Nomor uang ini disesuaikan dengan pesanan Bank Indonesia (BI). Terdapat tiga mesin putar pencetak nomor yang telah diisi dengan plat nomor masing-masing uang.

Setelah pencetakan nomor, maka uang kertas tersebut harus diperiksa kembali guna mengecek kebenaran dan keabsahan nomor uang tersebut.
7.Proses Penyelesaian (Cutpack Process)
Ini merupakan tahapan akhir dari segala proses pencetakan uang kertas. Proses ini terbagi dua yaitu proses penyelesaian secara mekanis dan manual. Secara mekanis, kertas lembar besar tersebut kini dipotong menggunakan mesin pemotong kertas. Secara manual, lembaran uang diperiksa kembali langsung oleh sejumlah pekerja yang didominasi perempuan. Pada tahap akhir ini pulalah lembaran-lembaran uang yang rusak atau cacat dilubangi untuk kemudian dihancurkan.

Demikianlah tahapan proses pencetakan uang, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan selama ini bukan?
Perlu diketahui, bahan uang kertas asli dari Bank Indonesia (BI) yang beredar di pasaran selama ini terbuat dari bahan katun, sehingga tidak mudah luntur, kusam, dan robek. Jadi jangan tertipu dengan uang palsu yang tentunya proses pembuatannya lebih cepat, namun uang hasil cetakannya pun akan lebih cepat kusam, luntur, dan rusak.

Untuk pesanan domestik, Peruri hanya melakukan proses produksi, sedangkan bahan diperoleh dari BI. Sementara untuk pemesanan luar negeri, seperti pemesanan uangNepal, Somalia, dan Mauritius, Peruri sendirilah yang menyiapkan segala sesuatunya, termasuk bahan kertas

Jadi, mulai sekarang hargailah berapa sen pun uang yang Anda punya.


Keindahan PULAU WEH


Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini pernah terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen. Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di Pulau Weh, Sabang, adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.

Pulau ini terkenal dengan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik ke dalam maupun ke luar sebagai suaka alam. Hiu bermulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam, Bufo valhallae (genus Bufo). Terumbu karang di sekitar pulau diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan.

Geografi :

Pulau Weh terletak di Laut Andaman, tempat 2 kelompok kepulauan, yaitu Kepulauan Nikobar dan Kepulauan Andaman, tersebar dalam satu garis dari Sumatra sampai lempeng Burma. Laut Andaman terletak di lempeng tektonik kecil yang aktif. Sistem sesar yang kompleks dan kepulauan busur vulkanik telah terbentuk di sepanjang laut oleh pergerakan lempeng tektonik.

Pulau ini terbentang sepanjang 15 kilometer (10 mil) di ujung paling utara dari Sumatra. Pulau ini hanya pulau kecil dengan luas 156,3 km², tetapi memiliki banyak pegunungan. Puncak tertinggi pulau ini adalah sebuah gunung berapi fumarolik dengan tinggi 617 meter (2024 kaki). Letusan terakhir gunung ini diperkirakan terjadi pada zaman Pleistosen. Sebagai akibat dari letusan ini, sebagian dari gunung ini hancur, terisi dengan laut dan terbentuklah pulau yang terpisah.

Di kedalaman sembilan meter (29,5 kaki) dekat dari kota Sabang, fumarol bawah laut muncul dari dasar laut. Kerucut vulkanik dapat ditemui di hutan. Terdapat 3 daerah solfatara: satu terletak 750 meter bagian tenggara dari puncak dan yang lainnya terletak 5 km dan 11,5 km bagian barat laut dari puncak di pantai barat teluk Lhok Perialakot.

Terdapat empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh: Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo. Di antara keempatnya, Rubiah terkenal sebagai tempat pariwisata menyelam karena terumbu karangnya. Rubiah menjadi tempat persinggahan warga Muslim Indonesia yang melaksanakan haji laut untuk sebelum dan setelah ke Mekkah.



Inilah Daftar Film Lokal 'Indonesia' Yang Di Cekal

Sensor terhadap media di Indonesia diberlakukan dalam berbagai tingkatannya sejak masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Reformasi. Di masa Orde Baru khususnya sensor ini dijalankan dengan sangat ketat. Hingga kini lebih dari 60 buah film dilarang beredar. Sebagian besar dari film-film itu diproduksi pada masa Orde Baru. Film-film yang kena celak itu ada yang tertahan bertahun-tahun di meja sensor atau ditarik dari peredaran karena protes dari segolongan orang atau masyarakat. Film harus disensor berlapis-lapis melalui berbagai lembaga seperti Departemen Penerangan dan Laksusda. Bahkan pejabat publik pun dapat menghentikan pemutaran film karena alasan pribadi.

Di masa Orde Reformasi sekalipun, yang konon menjalankan keterbukaan, masih ada film-film yang dilarang beredar karena berbagai alasan.

Daftar film yang dilarang
Berikut ini adalah daftar film Indonesia yang kena cekal sejak masa Demokrasi Terpimpin, hingga Orde Reformasi, dan alasan-alasannya:

  •     Pagar Kawat Berduri (1961), diganyang oleh Partai Komunis Indonesia, diselamatkan Presiden Soekarno, namun tetap tak bisa diputar di bioskop.
  •     Tiada Jalan Lain (1972) karena produsernya, Robby Tjahjadi, terlibat dalam kasus penyelundupan mobil mewah .
  •     Romusha (1972), dianggap dapat mengganggu hubungan dengan Jepang.
  •     Inem Pelayan Seksi (1976), diharuskan berganti judul dari judul semula Inem Babu Seksi.
  •     Saidjah dan Adinda (1976), judul berubah dari Max Havelaar dan menggambarkan Max Havelaar yang berhati mulia, sementara penguasa pribumi justru menghisap rakyat.
  •     Wasdri (1977), skenarionya dianggap bisa menyinggung pejabat Kejaksaan Agung, karena Wasdri, buruh angkut di Pasar Senen, Jakarta, hanya diberi upah oleh seorang istri jaksa hanya separuh dari yang biasanya ia terima.
  •     Yang Muda Yang Bercinta (1977), dianggap mengakomodasi teori revolusi dan kontradiksi dari paham komunis.
  •     Bung Kecil (1978), isinya tentang orang muda yang melawan feodalisme.
  •     Bandot Tua (1978), dipangkas habis-habisan dan diganti judulnya menjadi Cinta Biru, karena kata “Bandot” dinilai bermakna negatif.
  •     Jurus Maut (1978).
  •     Kuda-Kuda Binal (1978).
  •     Petualang-petualang (1978), judulnya diharuskan diubah dari “Koruptor, Koruptor”. Film ini mengisahkan berbagai bentuk korupsi besar-besaran.
  •     The Year of Living Dangerously (rilis 1982 dan dilarang hingga 1999)[1] film Australia tentang Jakarta di bawah Orde Lama di tahun 1965.
  •     Buah Hati Mama (1983), memuat dialog tentang kakek yang pintar menyanyi karena berteman dengan mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso. Bagian ini digunting habis.
  •     Tinggal Landas, sutradaranya, Sophan Sophiaan, diminta menambahkan kata Buat Kekasih menjadi Tinggal Landas buat Kekasih (1984), karena Indonesia saat itu sedang dalam proses tinggal landas.
  •     Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988) karena eksploitasi seks.
  •     Kanan Kiri OK (1989), diharuskan berganti judul dari Kiri Kanan OK karena kata 'Kiri' memberi kesan PKI.
  •     Nyoman dan Presiden (1989), diminta agar judulnya diubah menjadi Nyoman dan Bapaknya, Nyoman dan Kita, Nyoman dan Bangsa, Nyoman dan Merah Putih, atau Nyoman dan Indonesia. Film ini akhirnya berjudul Nyoman Cinta Merah Putih.
  •     Merdeka 17805 (2001), film Jepang tentang andil Tentara Kekaisaran Jepang dalam proses kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
  •     Buruan Cium Gue (2005), diprotes oleh Abdullah Gymnastiar dan Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  •     Pocong (2006), Lembaga Sensor Film melarang film ini beredar karena dianggap sadis, menimbulkan luka lama, membawa unsur suku, agama, ras dan budaya serta pemerkosaan yang brutal.
  •     Suster Keramas (2009), diprotes oleh Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  •     Balibo (2009), film Australia yang berdasarkan peristiwa Balibo Five.
Sumber