![]()
![]()
A. Selayang Pandang
Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus. Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Konon, kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).
B. Keistimewaan
Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara ini dapat menyaksikan kemeriahan festival yang merupakan hasil karya masyarakat Kuantan Singingi ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Pendeknya, Pacu Jalur selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu ini. Karena meriahnya acara ini, konon beredar cerita, bahwa sepasang suami istri harus rela bercerai jika salah satu pasangannya dilarang mendatangi acara tersebut.
Selain sebagai event olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, festival Pacu Jalur juga mempunyai daya tarik magis tersendiri. Festival Pacu Jalur dalam wujudnya memang merupakan hasil budaya dan karya seni khas yang merupakan perpaduan antara unsur olahraga, seni, dan olah batin. Namun, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa yang banyak menentukan kemenangan dalam perlombaan ini adalah olah batin dari pawang perahu atau dukun perahu. Keyakinan magis ini dapat dilihat dari keseluruhan acara ini, yakni dari persiapan pemilihan kayu, pembuatan perahu, penarikan perahu, hingga acara perlombaan dimulai, yang selalu diiringi oleh ritual-ritual magis. Pacu Jalur dengan demikian merupakan adu/unjuk kekuatan spiritual antar-dukun jalur. Selain perlombaan, dalam pesta rakyat ini juga terdapat rangkaian tontonan lainnya, di antaranya Pekan Raya, Pertunjukan Sanggar Tari, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, dan pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten/kota di Riau.
Para wisatawan yang berkunjung ke festival ini juga dapat mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penyelenggaraan acara ini, seperti Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Desa Lubuk Ambacang, dan Desa Wisata Sentajo yang menyimpan warisan rumat adat tradisional zaman dahulu.
![]()
C. Lokasi
Pacu Jalur diselenggarakan di pinggir Sungai Kuantan (Teluk Kuantan) yang juga terkenal dengan nama Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau, Indonesia.
D. Akses
Lokasi Pacu Jalur yang berada di Tepian Narosa berjarak kira-kira 150 km dari Kota Pekanbaru ke arah selatan. Dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat, para wisatawan yang ingin menyaksikan event besar ini, cukup menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam dari Kota Pekanbaru. Alernatif lain untuk menuju lokasi acara pesta rakyat ini adalah menggunakan transportasi umum yang tersedia dari Kota Pekanbaru menuju Kota Kuantan Singingi. Namun, karena belum tersedia angkutan dalam kota di Kabupaten Kuantan Singingi, pengujung disarankan untuk menggunakan jasa ojek dan mobil pick up menuju lokasi pertunjukan.
E. Harga Tiket
Pengunjung yang menyaksikan festival ini tidak dipungut biaya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Pemerintah kota setempat sedang merencanakan pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang di sekitar lokasi Festival Pacu Jalur ini, seperti WC umum, masjid, tribune penonton, menara air bersih, trotoar, wisma, hotel, speed boat penolong, posko kesehatan, warung makan, toko suvenir, dan lain-lain.
(Irfan Afifi/wm/08/04-08)
![]()
sumber : wisatamelayu.com
Cari Artikel Disini
Home » Tempat Wisata
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan
Festival Pacu Jalur, di Kuantan Singingi - Riau - Indonesi

BALI DAY: panduan praktis wisata Bali

Salam sejahtera...
Semoga artikel ini bisa memberikan sekilas informasi bagi rekans untuk menikmati liburan yang berkesan di Bali.

Patung Satria Gatotkaca yang megah ini dibangun pada tahun 1993 di tengah-tengah simpang tiga di sebelah timur laut Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.
Diambil dari cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut Gatotkaca dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani, anak dari Bimasena, salah satu dari ksatria Panca Pandawa.
Ia dikenal sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan udara serta memberi perlindungan bagi keselamatan kerajaan Pandawa.
Patung ini dipercaya dapat memberikan perlindungan spiritual kepada turis asing atau pengunjung yang pergi dan datang ke Bali.
Patung Satria Gatot Kaca ini dibuat I Wayan Winten, pematung asal Teges Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Patung Dewaruci yang mengambil ide cerita pewayangan saat Bhima bertemu dengan guru sejatinya, Dewaruci (dalam budaya Bali lebih dikenal dengan nama Acyntia = Tuhan yang bersemayan dalam diri).
Bima dalam cerita pewayangan disosokkan sebagai seseorang yang berbadan tegap, berkarakter lugas, egaliter, dan setia. Salah satu keluarga Pendawa ini sangat hormat kepada gurunya. Saat dia diperintah Dorna untuk mencari air hidup (tirta amerta) di samudera yang ganas, Bima tak sedikitpun merasa gentar. Dikisahkan, dia kemudian harus menghadapi Naga Nembur Nawa, si penjaga samudera. Di saat Bima hampir tengelam tiba-tiba muncul anak kecil yang menyerupai Bima. Dialah Dewa Ruci, mimesis Bima. Pesan moral dari cerita Dewa Ruci adalah siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-nya.
Patung ini dibuat pada tahun 1996
Terletak di persimpangan yang menghubungkan wilayah Kuta, Sanur, Nusa Dua dan Denpasar, tepatnya di muka Duty Free Shop ~ yang juga merupakan titik/pusat wilayah Kuta baik dihitung secara Sekala maupun Niskala.
Patung Dewaruci ini dibuat I Wayan Winten, pematung asal Teges Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Nasi Jenggo sebenernya adalah nasi campur atau nasi rames yang dibungkus
sama daun pisang. (Mirip nasi kucing yang ada di Solo) Ukurannya kecil.
Harganya berkisar antara 1000 sampe 1500 perak, tergantung pilihan
lauknya, ayam, daging sapi, telur atau ikan. Lauk2 tadi biasanya
didampingi dengan sedikit mie goreng, kering tempe dan sambel. Semua
dalam porsi kecil.
Biasanya orang beli nasi jenggo ini beberapa bungkus sekaligus. Untuk mengenyangkan 1 perut lapar, standard orang asia, mungkin perlu 3 sampai 4 bungkus nasi jenggo. Bisa juga lebih kalau orangnya bener2 kelaparan atau kesurupan.
Pada umumnya nasi jenggo ini dijual malam hari, tempat paling mudah untuk mendapatkannya adalah sekitar area parkir pasar setempat.
Biasanya orang beli nasi jenggo ini beberapa bungkus sekaligus. Untuk mengenyangkan 1 perut lapar, standard orang asia, mungkin perlu 3 sampai 4 bungkus nasi jenggo. Bisa juga lebih kalau orangnya bener2 kelaparan atau kesurupan.
Pada umumnya nasi jenggo ini dijual malam hari, tempat paling mudah untuk mendapatkannya adalah sekitar area parkir pasar setempat.

Desa Kamasan yang berada di Kecamatan Klungkung. Dari Kota Denpasar jaraknya sekitar 43 km ke arah barat. Desa tersebut dijadikan sebagai daerah objek wisata oleh Kabupaten Klungkung karena daerah ini merupakan pusat kerajinan lukisan maupun ukiran tradisional yang mempunyai gaya (style) tersendiri yang disebut gaya Kamasan yang didominasi oleh karakter-karakter tokoh wayang dalam epos Mahabarata dan Ramayana.
Gaya Kamasan ini, menurut kesan para kolektor internasional, masih sangat halus, bersih, tidak banyak detail yang tidak penting dan sangat jelas pesan ceritanya. Lukisan dan ukiran yang bertema tokoh-tokoh pewayangan itulah yang membawa daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Desa Kamasan.
Konon, komunitas para perajin di Desa Kamasan sudah ada sejak masa neolitikum (+ 2000 SM). Hal ini dibuktikan dengan adanya data temuan arkeologis pada tahun 1976 dan 1977 di Desa Kamasan, Gelgel dan Tojan yang berupa tahta-tahta batu, arca menhir, palungan batu, monolit yang berbentuk silinder, batu dakon, dan lorong-lorong jalan yang dilapisi batu kali.
Tradisi dari zaman neolitik ini oleh para pande di Kamasan semakin ditingkatkan lagi pada masa Raja Ida Dalem memerintah di Kerajaan Gelgel (1380-1651). Produk seni ukir logam emas atau perak para pande ini yang berwujud bokor, dulang dan lain sebagainya dijadikan sebagai barang-barang perhiasan Keraton Suweca Linggaarsa Pura Gelgel.
Pada waktu itu, selain seni ukir, berkembang pula seni lukis wayang dan hiasan di atas kain berupa bendera (kober, umbul-umbul, lelontek), kain hiasan (ider-ider dan parba) yang digunakan sebagai pelengkap dekorasi untuk tempat-tempat suci (pura) dan bangunan keraton.
Pada saat Dalem Waturenggong berkuasa di Kerajaan Gelgel, di daerah Kamasan, terutama di Banjar Sangging dan Banjar Pande Mas menjadi pusat kerajinan ukiran dan lukisan di Klungkung. Kedua banjar ini dapat dikatakan menjadi Banjar Gilda karena seluruh penduduknya berprofesi sebagai perajin dan bekerja atau mengabdi kepada raja. Kedua banjar di Desa Kamasan ini tetap dipertahankan sebagai Banjar Gilda walaupun Kerajaan Gelgel pada tahun 1686 dipindahkan oleh Dewa Agung Jambe ke Klungkung.
Walaupun Klungkung telah berubah menjadi salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bali dan Banjar Sangging maupun Banjar Pande Mas bukan lagi Banjar Gilda dari raja Klungkung, para seniman dan perajin di Desa Kamasan masih tetap menghasilkan lukisan dan ukiran gaya Kamasan. Bahkan, saat ini produk yang dihasilkan pun semakin beragam, tidak hanya terbatas pada ukiran emas dan perak tetapi muncul pula seni ukir yang berbahan tembaga, kuningan dan selongsong peluru.
Lukisan gaya Kamasan ini juga dijadikan ornamen yang menghiasi plafon/langit-langit Bale Kambang (Kertagosa)

Kertagosa adalah kompleks bangunan kuno yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Klungkung pertama, Dewa Agung Jambe, pada abad ke-17. Dewa Agung Jambe adalah putera ke-2 dari Dalem Dimade, raja terakhir di kerajaan Gelgel yang juga disebut Suweca Pura. Setelah Dewa Agung menjadi raja Klungkung, maka dia membuat istana (puri) Klungkung yang diberi nama Semara Pura yang mempunyai makna “tempat cinta kasih dan keindahanâ€. Di puri inilah terdapat kompleks Kertagosa yang terdiri dari dua bangunan pokok, yaitu bangunan Taman Gili1 dan bangunan Kertagosa.
Bangunan Kertagosa pada zaman dahulu mempunyai beberapa fungsi, di antaranya adalah:
*sebagai tempat persidangan yang dipimpin oleh raja sebagai hakim tertinggi; *sebagai tempat pertemuan bagi raja-raja yang ada di Bali;
* sebagai tempat melaksanakan upacara Manusa Yadnya atau potong gigi (mepandes) bagi putera-puteri raja.
Pada masa pemerintahan Raja Dewa Agung Putra Djambe Belanda melakukan penyerangan secara besar-besaran (selama tiga hari). Penyerangan itu mengakibatkan Puri Semara Pura hancur. Hanya ada beberapa bangunan yang tersisa antara lain bangunan Kertagosa, Taman Gili dan Pemedal Agung (pintu gerbang Puri). Dalam penyerangan yang kemudian dikenal sebagai “Persitiwa Puputan Klungkung†ini (28 April 1908) Dewa Agung Putra Djambe dan para pengikutnya gugur.

Setelah dikuasai oleh Belanda,
Kertagosa tetap difungsikan sebagai balai sidang pengadilan. Pada tahun
1930 lukisan wayang yang terdapat di Kertagosa dan Taman Gili
direstorasi oleh para seniman lukis dari Kamasan. Dalam restorasi
tersebut, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan yang semula
terbuat dari kain dan parba diganti dan dibuat di atas eternit, lalu
dibuat lagi sesuai dengan gambar aslinya. Restorasi lukisan terakhir
dilakukan pada tahun 1960.

Struktur Bangunan
Bangunan Kertagosa dan Taman Gili terdiri atas dua lantai. Atap bangunan terbuat dari ijuk dan dilengkapi dengan undak (tangga naik). Atap tersebut diberi tambahan yang berupa hiasan patung dan relief (mengelilingi bangunan).
Di samping itu pada langit-langit (plafon) diberi tambahan hiasan berupa lukisan tradisional bermotif wayang yang dilukis dengan gaya Kamasan. Lukisan yang ada di langit-langit bangunan Taman Gili bercerita tentang:
bagian terendah dari plaffon: Tantri Kandaka
gambaran tentang segala keburukan/dosa yang diperbuat oleh manusia selama hidupnya.
bagian kedua & ketiga: Atma Presangsa
gambaran tentang hukuman yang diterimakan oleh jiwa yang berdosa (konsepsi neraka versi Bali)
Bangunan Kertagosa dan Taman Gili terdiri atas dua lantai. Atap bangunan terbuat dari ijuk dan dilengkapi dengan undak (tangga naik). Atap tersebut diberi tambahan yang berupa hiasan patung dan relief (mengelilingi bangunan).
Di samping itu pada langit-langit (plafon) diberi tambahan hiasan berupa lukisan tradisional bermotif wayang yang dilukis dengan gaya Kamasan. Lukisan yang ada di langit-langit bangunan Taman Gili bercerita tentang:
bagian terendah dari plaffon: Tantri Kandaka
gambaran tentang segala keburukan/dosa yang diperbuat oleh manusia selama hidupnya.
bagian kedua & ketiga: Atma Presangsa
gambaran tentang hukuman yang diterimakan oleh jiwa yang berdosa (konsepsi neraka versi Bali)

bagian keempat: Sang Garuda Amerta
kisah perjalanan Sang Garuda dalam mencari air kehidupan
bagian kelima: Palelindon
ramalan-ramalan tentang terjadinya gempa bumi
bagian keenam & ketujuh: Bhima Swarga
kisah pertarungan Bhima untuk membebaskan roh orang tua dan saudara-saudaranya agar terbebas dari hukuman neraka
bagian ke delapan: Sorga Roh
gambaran tentang surga
bagian kesembilan:
menggambarkan alam para dewa
Pada bagian puncak plaffon terdapat kisah tentang Sutasoma, Pan Brayut, Palalintangan.
Sekelumit ceritera-ceritera yang Terdapat pada Lukisan
kisah perjalanan Sang Garuda dalam mencari air kehidupan
bagian kelima: Palelindon
ramalan-ramalan tentang terjadinya gempa bumi
bagian keenam & ketujuh: Bhima Swarga
kisah pertarungan Bhima untuk membebaskan roh orang tua dan saudara-saudaranya agar terbebas dari hukuman neraka
bagian ke delapan: Sorga Roh
gambaran tentang surga
bagian kesembilan:
menggambarkan alam para dewa
Pada bagian puncak plaffon terdapat kisah tentang Sutasoma, Pan Brayut, Palalintangan.
Sekelumit ceritera-ceritera yang Terdapat pada Lukisan
Cerita Sutasoma
Cerita Sutasoma dapat disaksikan di bangunan Taman Gili pada panel tingkat pertama, kedua, ketiga dan keempat dari atas pada langit-langit bangunan. Cara membacanya dimulai dari panil paling atas sebelah selatan, dari kiri ke kanan. Fragmen ini menceriterakan perjalanan Sang Sutasoma dari kerjaan Astina menuju pegunungan Mahameru. Dalam perjalanan tersebut banyak rintangan yang harus dihadapi, tetapi dengan kekuatan batin yang dimiliki, Sutasoma berhasil mengatasi segala rintangan.
Pan Brayut
Ceritera Pan Brayut tergambar pada deret kelima dari atas, pada langit-langit Taman Gili. Sedangkan, kronologi ceritera dapat disaksikan dari pojok timur-laut ke selatan. Lukisan ini menceriterakan kehidupan Pan Brayut yang dikaruniai 18 anak, sehingga hampir tidak ada waktu untuk mengurus hal-hal lain, kecuali mengurus anak.
Palalintangan
Panel mengenai Palalintangan, terdapat pada deret paling bawah langit-langit bangunan Taman Gili. Palalintangan adalah pengertian akan adanya pengaruh bintang-bintang di langit terhadap kelahiran manusia. Di sini diceriterakan adanya 35 macam watak manusia yang berbeda-beda menurut hari lahirnya.
Ni Dyah Tantri
Cerita Ni Dyah Tantri terdapat pada panil paling pertama (paling bawah) pada langit-langit bangunan Kertagosa, yang dimulai dari panel sebelah timur beriring ke selatan, barat dan berakhir pada panil sebelah utara. Cerita Ni Dyah Tantri, menceritakan seorang gadis bernama Ni Dyah Tantri yang berusaha menghapuskan keinginan seorang raja untuk selalu mengawini gadis setiap hari. Ni Dyah Tantri adalah seorang puteri Maha Patih dari Raja yang suka perempuan tersebut. Sebagai Maha Patih setiap hari dititahkan oleh Raja mencari seorang gadis. Untuk itu Ni Dyat Tantri berani mengorbankan dirinya membantu ayahnya untuk mendampingi menjadi isteri raja. Karena kepandaiannya berceritera, setiap malam Ni Dyah Tantri memberi ceritera kepada raja tersebut sehingga keinginannya untuk setiap hari mengawini seorang gadis dapat dihilangkan.

Bhima Swarga
Cerita Bhima Swarga dilukiskan pada panil tingkat kedua dan ketiga dan dilanjutkan pada panil tingkat keenam, ketujuh dan kedelapan, pada bangunan Balai Kertagosa. Cerita dimulai pada panil sebelah timur kemudian selatan, barat dan utara, mengelilingi bangunan hingga berakhirnya ceritera ini. Cerita Bhima Swarga menceriterakan perjalanan Bhima (putera kedua Pandawa) ke Yamaloka yang disertai oleh ibunya Dewi Kunti, saudara-saudaranya (Yudistira, Arjuna, Nakula dan Sadewa), untuk mencari ayahnya, Pandhu dan ibu tirinya, Dewi Madrim. Di Yamaloka, dijumpai berbagai peristiwa yang dialami oleh roh (atma) sesuai dengan perbuatannya di dunia. Misalnya orang yang suka berdusta lidahnya ditarik, orang yang suka berzinah dibakar dan sebagainya. Apa pun rintangan yang dihadapinya, tetapi karena semangat dan ketetapan hati yang dimiliki, akhirnya Bhima berhasil memperoleh air suci (amrta) yang dapat dipergunakan untuk menebus ayah dan ibu tirinya di Yamaloka.
Pelelindon
Pelelindon dilukiskan pada panil tingkat kelima dari bawah pada langit-langit bangunan Balai Kertagosa. Ceritera Pelelindon ini dimulai dari tengah-tengah panil sebelah utara selanjutnya berurutan ke timur, selatan, barat dan kembali pada panil sebelah utara.

Nama Tirta Empul sudah tercantum dalam Prasasti Manukaya, berangka tahun 884 Saka atau 962 Masehi.
Prasasti ini dikeluarkan Raja Candrabhayasingha Warmadewa.
Dalam prasasti disebutkan, sang Raja Candrabhayasingha Warmadewa pada bulan keempat paro terang hari ketigabelas tahun Saka 884 telah memperbaiki permandian suci di Air Mpul yang batunya telah rusak akibat aliran air.
Air suci dalam bahasa Bali dikenal dengan sebutan tirta, karena itu Air Mpul yang dimaksud dalam prasasti itulah kini dikenal dengan nama Tirta Empul. Itu berarti Tirta Empul paling tidak sudah ada sejak abad ke-10, kurang lebih 1100 tahun silam! Sungguh luar biasa, karena fungsinya tetap tidak berubah dari zaman ke zaman.
Tirta Empul tetap sebagai kawasan suci dan sumber air suci.
Sumber air Tirta Empul inilah kemudian mengalir menjadi Tukad Pakerisan di sisi timur dan Patanu di sisi barat.
Air yang mengalir dari Tirta Empul ini dinilai suci, karenanya sampai kini masyarakat Bali di sekitar menjadikan air Tirta Empul ini sebagai air suci yang digunakan dalam upacara-upacara tertentu.
Dari satu sumber mata air Tirta Empul yang dibuatkan kolam bernama Telaga Tirta Suci ini lantas dialirkan sehingga menjadilah masing-masing Tirta Teteg, Tirta Sudamala, Tirta Pangelukatan, Tirta Pamarisuda, Tirta Pamlaspas, Tirta Panglebur Ipian Ala, Tirta Pangentas, dan Tirta Pabersihan semua semacam ruwatan di Jawa.
Masyarakat awam di Bali memahami Tirta Empul terkait dengan mitos penaklukan Raja Mayadanawa oleh Batara Indra. Konon, Raja Mayadanawa ini sangat sakti. Dia melarang rakyat Bali menghaturkan persembahan apa pun kepada para dewata, sebaliknya meminta rakyat agar memuja dirinya sebagai dewata.
Karena keangkuhannya ini para dewata di kahyangan lantas mengutus Batara Indra memerangi Mayadanawa. Tiada terhindarkan, terjadilah perang amat dahsyat antara pasukan Batara Indra melawan pengikut Mayadanawa. Setiap kali Mayadanawa terdesak dia lantas menciptakan yeh cetik (air racun). Pasukan Batara Indra tewas setiap kali meminum yeh cetik.
Guna mengalahkan yeh cetik ciptaan Mayadanawa, Batara Indra lantas menciptakan benteng membendung yeh cetik. Berikutnya, dari dalam tanah menyembullah air bening, dinamakan Tirta Empul. Konon, Tirta Empul atau air yang menyembul dari dalam tanah inilah yang dapat menghidupkan kembali bala tentara pasukan Batara Indra yang telah tewas oleh yeh cetik Mayadanawa. Di akhir kisah disebutkan, Mayadanawa pun dikalahkan Batar Indra.
Mitos yang tertuang dalam teks Usana Bali itu tentu sulit dibuktikan kebenarannya.
Namun satu hal bisa dipastikan: fungsi utama air Tirta Empul itu adalah menyucikan, membersihkan, melebur kekotoran lahir maupun batin menjadi bersih, suci, hening.
Sumber Bali Indigo
10 Tempat Wisata Kebanggaan Indonesia yang Terkenal di Dunia

10.Pulau KomodoKomodo ini biasa disebut wisatawan asing sebagai The Real Life Dragons.Bentuk permukaan pulau Komodo juga unik, ada padang gurun, rumput, maupun perbukitan.Sekitar 1200 spesies komodo hidup di pulau ini.
9. TANGKUBAN PERAHU
salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia.Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung,dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.Bentuk gunung ini adalah Maar atau perisai yang telah meletus 400 tahun lalu.
Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit,hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane,dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.Gunung Tangkuban Parahu merupakan Kawasan Gunung merapi yang masih aktif.
Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang,yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi.
8. PANTAI PANGANDARAN
Click here to view the original image of 635x479px.
Pantai Indah Pangandaran adalah salah satu objek wisata pantai di Jawa Barat.Pantai ini terletak di Desa Pananjung,Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis.
* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih dan juga tersedia tim penyelamat wisata pantai
* Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona
Click here to view the original image of 664x933px.
Banyak event unik yang berada di Pangandaran, salah satunya adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
7. TAMAN MINI INDONESIA INDAH
Taman Mini Indonesia adalah suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Berbagai macam rumah daerah dan berbagai macam kebudayaan Indonesia terangkum disini, sehingga memudahkan wisatawan untuk melihat overview dari Indonesia.
6. TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL
Sebagai kawasan wisata, Taman Impian Jaya Ancol ternyata sudah berdiri sejak abad ke-17. Waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata.
TIJA merupakan Taman hiburan terbesar di Indonesia. Berbagai Arena hiburan tersedia di kawasan Ancol. Tidak kalah hotel² pun berada di kawasan Ancol untuk melengkapi fasilitas hiburan di Ancol.
5. BUNAKEN
Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
4. PANTAI SENGGIGI
Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali.
Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
3. BOROBUDUR
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
2.DANAU TOBA
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
1.KUTA (BALI)
Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di kabupaten Badung.
Daerah ini merupakan sebuah destinasi turis mancanegara yang sangat termasyhur. Di Kuta sendiri banyak terdapat pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
FOTO Asiknya Wisata Seks Di Patpong Thailand
Jika kita mengadakan perjalanan ke Thailand, tidak lengkap rasanya untuk
tidak mengunjungi Patpong. Apa sih keunikan Patpong ? Kegiatan apa saja
yg sering dilakukan disana, mari kita lihat sekarang juga !!!

Patpong Bangkok terkenal dengan tempat tujuan belanja barang2x murah, bahkan ada beberapa barang yg harganya sangat murah dibandingkan di Indonesia terutama Jakarta, seperti Kaos, Jam tangan, Tas, Sepatu dll. Dan tentu saja barang2x tersebut ber-merek tapi ASPAL. Selain lokasi belanja Patpong justru terkenal dengan pusat hiburannya, seperti Bar/Diskotik/Cafe berlangsung hingga dini hari. hal ini biasa dikenal dengan GO GO Bar. Inilah yang disebut Lokalisasi ala Bangkok (wisata seks) yg justru menjadi daya tarik Bangkok itu sendiri. Kalau di Indonesia seperti di Surabaya terkenal dengan Gang Dolly, di Bandung Terkenal dengan Saritem-nya.




Patpong Bangkok terkenal dengan tempat tujuan belanja barang2x murah, bahkan ada beberapa barang yg harganya sangat murah dibandingkan di Indonesia terutama Jakarta, seperti Kaos, Jam tangan, Tas, Sepatu dll. Dan tentu saja barang2x tersebut ber-merek tapi ASPAL. Selain lokasi belanja Patpong justru terkenal dengan pusat hiburannya, seperti Bar/Diskotik/Cafe berlangsung hingga dini hari. hal ini biasa dikenal dengan GO GO Bar. Inilah yang disebut Lokalisasi ala Bangkok (wisata seks) yg justru menjadi daya tarik Bangkok itu sendiri. Kalau di Indonesia seperti di Surabaya terkenal dengan Gang Dolly, di Bandung Terkenal dengan Saritem-nya.



Berikut Penyebab Terlalu Mahalnya Berwisata di Jepang
@IkadaNewsOnline - Berikut Penyebab Terlalu Mahalnya Berwisata di Jepang - Kita tahu bahwa Jepang memang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Tapi tampaknya beberapa hal sengaja dijual kelewat mahal disana. Berikut adalah hal yang dianggap terlalu mahal oleh para turis asing yang sedang berkunjung ke Jepang...
1. Makan di Restoran
Meskipun ada banyak restoran menawarkan harga yang wajar karena krisis ekonomi, banyak turis mengatakan bahwa makan di restoran Jepang kelewat mahal. Keluhan utamanya adalah bahwa porsi yang dihidangkan terlalu kecil, sehingga harga totalnya akan lebih mahal bagi mereka yang biasa makan banyak.
2. Buah Melon
Disini, buah melon (dari kota Yubari) pernah terjual dengan harga 2,5 juta yen atau sekitar Rp. 250 juta. Hampir semua turis asing terkejut bukan main ketika melihat sepasang buah melon yang dijual dengan harga antara 10.000 sampai 30.000 yen.
Ternyata orang Jepang menganggap bahwa buah melon adalah buah eksklusif yang sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada atasan, klien besar atau orang tua.
3. Tiket Bioskop
Mau nonton film di Jepang? Sebagai turis, sebaiknya gak usah. Harga rata-rata tiket bioskop di Amerika Serikat adalah $7,95 (sekitar Rp. 70.000). Di Indonesia, tiket bioskop dijual antara Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000. Di Jepang, kita harus membayar minimal 1.800 yen atau sekitar Rp. 180.000 untuk sekali nonton.
Yup, itu adalah 3 hal yang menurut para turis kelewat mahal di Jepang. Sebenarnya ada banyak harga barang di Jepang yang dijual kelewat mahal, tapi karena mereka jalan-jalan sebentar, hanya itu yang mereka ingat dengan jelas. Apalagi yang melon itu.
1. Makan di Restoran
Meskipun ada banyak restoran menawarkan harga yang wajar karena krisis ekonomi, banyak turis mengatakan bahwa makan di restoran Jepang kelewat mahal. Keluhan utamanya adalah bahwa porsi yang dihidangkan terlalu kecil, sehingga harga totalnya akan lebih mahal bagi mereka yang biasa makan banyak.
2. Buah Melon
Disini, buah melon (dari kota Yubari) pernah terjual dengan harga 2,5 juta yen atau sekitar Rp. 250 juta. Hampir semua turis asing terkejut bukan main ketika melihat sepasang buah melon yang dijual dengan harga antara 10.000 sampai 30.000 yen.
Ternyata orang Jepang menganggap bahwa buah melon adalah buah eksklusif yang sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada atasan, klien besar atau orang tua.
3. Tiket Bioskop
Mau nonton film di Jepang? Sebagai turis, sebaiknya gak usah. Harga rata-rata tiket bioskop di Amerika Serikat adalah $7,95 (sekitar Rp. 70.000). Di Indonesia, tiket bioskop dijual antara Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000. Di Jepang, kita harus membayar minimal 1.800 yen atau sekitar Rp. 180.000 untuk sekali nonton.
Yup, itu adalah 3 hal yang menurut para turis kelewat mahal di Jepang. Sebenarnya ada banyak harga barang di Jepang yang dijual kelewat mahal, tapi karena mereka jalan-jalan sebentar, hanya itu yang mereka ingat dengan jelas. Apalagi yang melon itu.
Madeira ' Si Cantik Dari Samudra Atlantik '
@IkadaNewsOnline - Madeira ' Si Cantik Dari Samudra Atlantik ' - Madeira adalah sebuah kepulauan Portugis yang terletak di utara Samudera Atlantik dan merupakan salah satu daerah terluar dari Uni Eropa. Ditemukan oleh pelaut Portugis pada masa pelayanan Infante D. Henrique yang terkenal dengan sebutan Henry sang Navigator pada tahun 1419, kepulauan Madeira dianggap sebagai penemuan awal dari masa eksplorasi bangsa Portugis.
Setelah terjadi revolusi demokratik di tahun 1974, akhirnya pada tanggal 1 Juli 1976 Portugal secara resmi memberikan hak otonomi kepada Madeira. Sejak hari itu Madeira memiliki pemerintahan sendiri dan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang populer sepanjang tahun.
Terkenal akan produksi wine, bunga, pemandangan alam dan kerajinan bordir, serta perayaan Tahun Baru dengan pertunjukan kembang api spektakuler (dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia menurut Guinness World Records), setiap tahunnya Madeira dikunjungi tak kurang dari satu juta wisatawan.
Pelabuhan utama di Funchal merupakan persinggahan vital bagi jasa pelayaran komersial dan trans-Atlantik dari Eropa, Karibia dan Amerika Utara. Maka tak mengherankan kalau saat ini Madeira telah mengukuhkan diri sebagai wilayah terkaya kedua di Portugal (setelah Lisbon) dengan PDB per kapita sebesar 103% dari rata-rata anggota Uni Eropa.
Di jantung pulaunya, Madeira masih menyimpan berbagai peninggalan dari dunia lama Eropa, seperti arsitektur, tradisi dan pandangan hidup. Menghabiskan hari dengan melintasi taman nasional Laurisilva (daerah hutan terbesar yang masih asri di Eropa), memata-matai endemik Madeira yang mempesona, serta berkunjung ke Quinta del Bela Vista untuk menghabiskan malam menikmati koleksi wine yang populer, merupakan kenikmatan yang bisa Anda rasakan di Madeira.
Setelah terjadi revolusi demokratik di tahun 1974, akhirnya pada tanggal 1 Juli 1976 Portugal secara resmi memberikan hak otonomi kepada Madeira. Sejak hari itu Madeira memiliki pemerintahan sendiri dan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang populer sepanjang tahun.
Terkenal akan produksi wine, bunga, pemandangan alam dan kerajinan bordir, serta perayaan Tahun Baru dengan pertunjukan kembang api spektakuler (dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia menurut Guinness World Records), setiap tahunnya Madeira dikunjungi tak kurang dari satu juta wisatawan.
Pelabuhan utama di Funchal merupakan persinggahan vital bagi jasa pelayaran komersial dan trans-Atlantik dari Eropa, Karibia dan Amerika Utara. Maka tak mengherankan kalau saat ini Madeira telah mengukuhkan diri sebagai wilayah terkaya kedua di Portugal (setelah Lisbon) dengan PDB per kapita sebesar 103% dari rata-rata anggota Uni Eropa.
Di jantung pulaunya, Madeira masih menyimpan berbagai peninggalan dari dunia lama Eropa, seperti arsitektur, tradisi dan pandangan hidup. Menghabiskan hari dengan melintasi taman nasional Laurisilva (daerah hutan terbesar yang masih asri di Eropa), memata-matai endemik Madeira yang mempesona, serta berkunjung ke Quinta del Bela Vista untuk menghabiskan malam menikmati koleksi wine yang populer, merupakan kenikmatan yang bisa Anda rasakan di Madeira.
Langganan:
Postingan (Atom)






























