@IkadaNewsOnline - waspadalah !!! Modus transaksi narkoba via Facebook - Badan Narkotika Nasional (BNN) berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi mengawasi peredaran narkoba secara online. BNN juga menjajaki kerja sama dengan Australian Federal Police milik Australia dan Drug Enforcement Administration Amerika Serikat.
"Kami meningkatkan kemampuan sumber daya untuk melacak narkoba melalui bisnis online," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran Narkoba BNN Brigadir Jenderal Benny Mamoto, Kamis 15 Maret 2012.
Menurut Benny Mamoto, modus yang digunakan pengedar narkoba salah satunya lewat situs jejaring sosial seperti Facebook. Pengedar juga memanfaatkan perempuan Indonesia menjadi kurit. Sejak 2005, sebanyak 200 perempuan Indonesia dimanfaatkan untuk bertransaksi. Mereka diajak menikah, hamil, lalu dikirim sebagai kurir. ini seperti kasus Fabiola Dermawan, yang tertangkap membawa heroin di Cina, awal Maret lalu.
Fabiola digeledah dan ditangkap di sana dengan barang bukti heroin. Pengedar memanfaatkan celah hukum di Cina yang menetapkan perempuan hamil tidak boleh dituntut. "Dia hanya dideportasi."
BNN kemudian menyeret dan menuntut Fabiola di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. "Kami ajukan pengadilan di sini. Supaya modus itu tidak berkembang," ujarnya.
BNN mencatat jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,8 juta orang atau 2,2 persen penduduk Indonesia. Penggunanya kebanyakan kaum profesional muda dan anak-anak muda yang sudah bekerja.
Benny menyebut ada anomali dalam fenomena bisnis narkoba di Indonesia. Harusnya, ketika penawaran melimpah, permintaan kecil, sehingga harga turun. "Tapi yang terjadi sekarang, supply (penawaran) melimpah, demand tinggi (permintaan), harga bagus," kata dia.
Cari Artikel Disini
Home » waspada
Tampilkan postingan dengan label waspada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waspada. Tampilkan semua postingan
Inilah 5 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Anak Nonton TV
@IkadaNewsOnline - Inilah 5 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Anak Nonton TV - Sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk televisi pada anak-anak. Sebagai orangtua, Anda dan pasangan pun harus mewaspadai lima hal ini, saat membiarkan anak menonton televisi.
Menurut American Academy of Pediatrics (Organisasi Dokter Anak di AS), anak-anak di bawah dua tahun tidak boleh menonton televisi. Namun tidak sedikit orangtua yang terkadang membiarkan balita-balita mereka ikut menonton acara televisi favorit.
Apapun pilihannya, sebagai orangtua Anda tetap harus mewaspadai dampak televisi terhadap anak. Saat membiarkan anak menonton televisi, ingatlah lima hal di bawah ini, seperti dilansir Fit Pregnancy:
1. Anak-anak jangan pernah dibiarkan menonton acara televisi yang menampilkan kekerasan. Meskipun acara tersebut kartun, tetap saja kalau ada kekerasan di dalamnya, segera matikan televisi atau jauhkan anak dari hal tersebut.
Membiarkan anak menonton televisi yang menampilkan acara untuk orang dewasa, sinetron misalnya, juga sebuah kesalahan. Acara orang dewasa yang kerap mempertontonkan kekerasan bisa menyebabkan anak bermimpi buruk, agresif dan kelelahan.
2. Sekarang ini cukup banyak acara televisi yang diklaim bisa membuat bayi atau balita cepat pintar. Namun kenyataannya, dengan lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi artinya semakin sedikit juga waktu untuk mereka beraktivitas. Padahal aktivitas di luar menonton televisi, seperti bermain bisa mengembangkan otak dan tubuhnya. Ketimbang menonton televisi, kenapa tidak ajak anak Anda untuk membaca, banyak bergerak atau berinteraksi dengan orang lain.
3. Penelitian menunjukkan dua jam waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi di masa kanak-kanak bisa menyebabkan sejumlah masalah seperti terlalu minta perhatian, sulit tidur dan kegemukan.
4. Kalau sampai terpaksa anak Anda menonton televisi, pilih acara yang tidak ada iklannya. Anak-anak adalah masa di mana mereka mudah dipengaruhi dan tak bisa membedakan mana yang iklan atau bukan.
5. Sekali lagi, jika anak terpaksa menonton televisi, selalu dampingi dia. Ajak ngobrol si kecil bila memungkinkan.
Menurut American Academy of Pediatrics (Organisasi Dokter Anak di AS), anak-anak di bawah dua tahun tidak boleh menonton televisi. Namun tidak sedikit orangtua yang terkadang membiarkan balita-balita mereka ikut menonton acara televisi favorit.
Apapun pilihannya, sebagai orangtua Anda tetap harus mewaspadai dampak televisi terhadap anak. Saat membiarkan anak menonton televisi, ingatlah lima hal di bawah ini, seperti dilansir Fit Pregnancy:
1. Anak-anak jangan pernah dibiarkan menonton acara televisi yang menampilkan kekerasan. Meskipun acara tersebut kartun, tetap saja kalau ada kekerasan di dalamnya, segera matikan televisi atau jauhkan anak dari hal tersebut.
Membiarkan anak menonton televisi yang menampilkan acara untuk orang dewasa, sinetron misalnya, juga sebuah kesalahan. Acara orang dewasa yang kerap mempertontonkan kekerasan bisa menyebabkan anak bermimpi buruk, agresif dan kelelahan.
2. Sekarang ini cukup banyak acara televisi yang diklaim bisa membuat bayi atau balita cepat pintar. Namun kenyataannya, dengan lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi artinya semakin sedikit juga waktu untuk mereka beraktivitas. Padahal aktivitas di luar menonton televisi, seperti bermain bisa mengembangkan otak dan tubuhnya. Ketimbang menonton televisi, kenapa tidak ajak anak Anda untuk membaca, banyak bergerak atau berinteraksi dengan orang lain.
3. Penelitian menunjukkan dua jam waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi di masa kanak-kanak bisa menyebabkan sejumlah masalah seperti terlalu minta perhatian, sulit tidur dan kegemukan.
4. Kalau sampai terpaksa anak Anda menonton televisi, pilih acara yang tidak ada iklannya. Anak-anak adalah masa di mana mereka mudah dipengaruhi dan tak bisa membedakan mana yang iklan atau bukan.
5. Sekali lagi, jika anak terpaksa menonton televisi, selalu dampingi dia. Ajak ngobrol si kecil bila memungkinkan.
Waspadalah !!! Terlalu Lama Browsing Internet Picu Obesitas
@IkadaNewsOnline - Waspadalah !!! Terlalu Lama Browsing Internet Picu Obesitas - Jika Anda berencana untuk mengurangi berat badan, sebaiknya kurangi kebiasaan menghabiskan waktu dengan internet. Sebuah studi di Australia menyebutkan bahwa orang yang banyak menghabiskan waktunya dengan internet berisiko terkena obesitas.
Dalam Journal of Medical Internet, peneliti melakukan survei terhadap 2.650 orang dewasa di Australia tentang aktivitas fisik, internet, main game komputer, membaca, menonton dan kegiatan lainnya yang dilakukan selama responden berada dalam waktu luang. Penelitian tersebut untuk melihat bagaimana hubungan aktivitas tersebut dengan obesitas.
Peneliti pun mencoba fokus dan membandingkan 2 aktivitas utama, yaitu internet dan aktivitas fisik (olahraga, jalan kaki). Kedua aktivitas itu terbagi dalam kategori tidk pernah, jarang (kurang dari 3 jam tiap minggu) dan tinggi (lebih dari 3 jam tiap minggu).
Hasil survei pun menunjukkan bahwa mereka yang sering menggunakan internet dan komputer ternyata 1,5 hingga 2 kali lebih gemuk dibanding mereka yang tidak pernah berhadapan dengan komputer.
"Sebenarnya internet yang menyebabkan kelebihan berat badan atau kebanyakan orang gemuk lebih sering menggunakan internet? Yang pasti, studi ini menunjukkan bahwa internet dan komputer menjadi salah satu penyebab obesitas. Membaca, nonton TV dan main game tidak akan membakar kalori," ujar Corneel Vandelanotte, Ph.D., peneliti dari Institute for Health and Social Science Research di Central Queensland University seperti dikutip dari Health.
Mereka yang lebih sering berhadapan dengan internet dan aplikasi lainnya di komputer cenderung malas bergerak dan lebih suka melakukan aktivitas tetap seperti membaca, menonton dan lainnya. Itulah yang menyebabkan obesitas, karena kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak dikeluarkan atau terbakar dengan hanya diam di tempat.
Untuk mencegah para pengguna internet dan komputer menjadi obesitas, sebaiknya masukkan olahraga atau aktivitas fisik lainnya ke dalam jadwal rutin setiap hari. Coba berikan batasan waktu untuk aktivitas di depan komputer atau aktivitas tetap lainnya dan seimbangkan dengan aktivitas fisik.
Dalam Journal of Medical Internet, peneliti melakukan survei terhadap 2.650 orang dewasa di Australia tentang aktivitas fisik, internet, main game komputer, membaca, menonton dan kegiatan lainnya yang dilakukan selama responden berada dalam waktu luang. Penelitian tersebut untuk melihat bagaimana hubungan aktivitas tersebut dengan obesitas.
Peneliti pun mencoba fokus dan membandingkan 2 aktivitas utama, yaitu internet dan aktivitas fisik (olahraga, jalan kaki). Kedua aktivitas itu terbagi dalam kategori tidk pernah, jarang (kurang dari 3 jam tiap minggu) dan tinggi (lebih dari 3 jam tiap minggu).
Hasil survei pun menunjukkan bahwa mereka yang sering menggunakan internet dan komputer ternyata 1,5 hingga 2 kali lebih gemuk dibanding mereka yang tidak pernah berhadapan dengan komputer.
"Sebenarnya internet yang menyebabkan kelebihan berat badan atau kebanyakan orang gemuk lebih sering menggunakan internet? Yang pasti, studi ini menunjukkan bahwa internet dan komputer menjadi salah satu penyebab obesitas. Membaca, nonton TV dan main game tidak akan membakar kalori," ujar Corneel Vandelanotte, Ph.D., peneliti dari Institute for Health and Social Science Research di Central Queensland University seperti dikutip dari Health.
Mereka yang lebih sering berhadapan dengan internet dan aplikasi lainnya di komputer cenderung malas bergerak dan lebih suka melakukan aktivitas tetap seperti membaca, menonton dan lainnya. Itulah yang menyebabkan obesitas, karena kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak dikeluarkan atau terbakar dengan hanya diam di tempat.
Untuk mencegah para pengguna internet dan komputer menjadi obesitas, sebaiknya masukkan olahraga atau aktivitas fisik lainnya ke dalam jadwal rutin setiap hari. Coba berikan batasan waktu untuk aktivitas di depan komputer atau aktivitas tetap lainnya dan seimbangkan dengan aktivitas fisik.
Waspadalah !!! Bekerja Lebih Dari 11 Jam Bisa Bahayakan Jantung
@IkadaNewsOnline - Waspadalah !!! Bekerja Lebih Dari 11 Jam Bisa Bahayakan Jantung - Apakah Anda temasuk orang yang 'workaholic' dan gemar kerja lembur? Sebaiknya waspada, karena menurut penelitian, hal tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan jantung Anda.
Penelitian terbaru yang dilakukan di University College London menjelaskan bahwa karyawan yang setiap hari bekerja lebih dari 11 jam lebih rentan mengalami serangan jantung. Risikonya sekitar 67 persen lebih tinggi dibandingkan karyawan yang bekerja 7-8 jam/hari.
Kesimpulan itu diperoleh setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap 7.000 pegawai negeri sipil di London. Dalam pengamatan yang dilakukan selama 11 tahun tersebut, 192 orang mengalami serangan jantung dan sebagian besar karena bekerja lebih dari 11 jam/hari.
Indeks massa tubuh (IMT), usia, tekanan darah dan kadar kolesterol memang mempengaruhi risiko serangan jantung. Namun stres akibat kerja lembur bisa meningkatkan risikonya sebesar lima persen dan diperkirakan memicu serangan jantung pada 6.000 orang/tahun di seluruh dunia.
"Kami telah melihat bahwa bekerja terlalu lama dapat dikaitkan dengan peningkatan luar biasa mengenai risiko penyakit jantung," ujar Profesor Mika Kivimaki yang memimpin penelitian tersebut, seperti yang dikutip dari Times of India.
"Hal ini bisa menjadi peringatan bagi orang yang suka bekerja berlebihan, terutama jika mereka sudah memiliki risiko penyakit lainnya," tambah Kivimaki, yang penelitiannya ini dipublikasikan di dalam jurnal 'Annals of Internal Medicine'.
Penelitian terbaru yang dilakukan di University College London menjelaskan bahwa karyawan yang setiap hari bekerja lebih dari 11 jam lebih rentan mengalami serangan jantung. Risikonya sekitar 67 persen lebih tinggi dibandingkan karyawan yang bekerja 7-8 jam/hari.
Kesimpulan itu diperoleh setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap 7.000 pegawai negeri sipil di London. Dalam pengamatan yang dilakukan selama 11 tahun tersebut, 192 orang mengalami serangan jantung dan sebagian besar karena bekerja lebih dari 11 jam/hari.
Indeks massa tubuh (IMT), usia, tekanan darah dan kadar kolesterol memang mempengaruhi risiko serangan jantung. Namun stres akibat kerja lembur bisa meningkatkan risikonya sebesar lima persen dan diperkirakan memicu serangan jantung pada 6.000 orang/tahun di seluruh dunia.
"Kami telah melihat bahwa bekerja terlalu lama dapat dikaitkan dengan peningkatan luar biasa mengenai risiko penyakit jantung," ujar Profesor Mika Kivimaki yang memimpin penelitian tersebut, seperti yang dikutip dari Times of India.
"Hal ini bisa menjadi peringatan bagi orang yang suka bekerja berlebihan, terutama jika mereka sudah memiliki risiko penyakit lainnya," tambah Kivimaki, yang penelitiannya ini dipublikasikan di dalam jurnal 'Annals of Internal Medicine'.
Waspadalah !!! Semut bisa makan otak manusia sampai mati
@IkadaNewsOnline - Waspadalah !!! Semut bisa makan otak manusia sampai mati - insiden Pertama : seorang anak kecil meninggal karena ahli bedah yang menemukan semut di otaknya,Rupanya anak ini tertidur dengan beberapa permen di mulutnya atau di samping tempat tidurnya. Semut itu merangkak ke teLinganya dan akhirnya berhasil masuk ke otaknya. Ketika ia terbangun ,ia tidak menyadari bahwa semut telah berada di dalam kepalanya.Setelah itu , ia terus menerus mengeluh tentang gatal di sekitar wajahnya.Ibunya membawanya ke dokter, tapi dokter tidak tahu apa yang salah dengan dia. Ia mengambil sebuah X-ray dari anak itu dan ngeri, ia menemukan sekelompok semut hidup di tengkoraknya. Karena semut masih hidup, dokter tidak bisa mengoperasi anak tersebut karena semut terus-menerus bergerak. Anak itu akhirnya mati. Jadi harap berhati-hati ketika meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur Anda atau ketika makan di tempat tidur. Ini mungkin menarik semut. Yang terpenting, JANGAN PERNAH anda atau anak anda makan permen sebelum tidur. Anda atau anak anda mungkin tanpa disadari telah menarik semut saat anda tertidur.
Insiden Kedua : Kejadian serupa terjadi di sebuah rumah sakit di taiwan. Orang di rawat di rumah sakit dan selalu di peringatkan oleh perawat untuk tidak meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur karena ada semut. Dia tidak mengindahkan nasihat mereka. Semut akhirnya sampai ke kepalanya. Anggota keluarganya mengatakan bahwa orang itu terus menerus mengeluh sakit kepala. Dia meninggal dan diotopsi. Dokter menemukan sekelompok semut hidup di kepalanya. Ternyata, semut telah makan sebagian kecil dari otaknya.
Waspada Sekarang Pengguna Twitter Bisa Dipenjara
@IkadaNewsOnline - Waspada Sekarang Pengguna Twitter Bisa Dipenjara - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyoroti banyaknya pengguna jejaring sosial Twitter yang menggunakan nama dan foto palsu. Tak hanya itu, banyak juga kicauan tweeps, sebutan pengguna Twitter, yang menurutnya merugikan pihak lain.
Terkait hal ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengingatkan bahwa tweeps yang tak bertanggung jawab dapat dikenai pasal yang terdapat di Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancamannya mulai 7-12 tahun kurungan penjara. Tifatul pun merinci lima tindakan yang dapat membuat tweeps dituntut secara hukum.
"Pertama, pornografi. Kedua, gambling (judi). Ketiga, ancaman. Keempat, penipuan; dan kelima, blasphemy (penodaan terhadap agama)," kata Tifatul kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Tifatul mengingatkan, jika ada pelanggaran secara signifikan, tweeps akan diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, kata Tifatul, pemerintah telah melakukan sosialisasi agar para pengguna Twitter melakukan aktivitasnya di jejaring sosial secara bertanggung jawab.
Bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas aktivitas seseorang di Twitter tak segan-segan melaporkannya ke pengelola situs jejaring sosial. Dengan demikian, akun yang bersangkutan dapat segera ditutup.
Selain itu, Tifatul juga menyoroti penggunaan bahasa di Twitter yang dinilai tidak standar. "Misalnya 'weh'. Kita tidak tahu ternyata 'weh' itu adalah 'gue'," sambung Tifatul.
Sumber
Terkait hal ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengingatkan bahwa tweeps yang tak bertanggung jawab dapat dikenai pasal yang terdapat di Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancamannya mulai 7-12 tahun kurungan penjara. Tifatul pun merinci lima tindakan yang dapat membuat tweeps dituntut secara hukum.
"Pertama, pornografi. Kedua, gambling (judi). Ketiga, ancaman. Keempat, penipuan; dan kelima, blasphemy (penodaan terhadap agama)," kata Tifatul kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Tifatul mengingatkan, jika ada pelanggaran secara signifikan, tweeps akan diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, kata Tifatul, pemerintah telah melakukan sosialisasi agar para pengguna Twitter melakukan aktivitasnya di jejaring sosial secara bertanggung jawab.
Bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas aktivitas seseorang di Twitter tak segan-segan melaporkannya ke pengelola situs jejaring sosial. Dengan demikian, akun yang bersangkutan dapat segera ditutup.
Selain itu, Tifatul juga menyoroti penggunaan bahasa di Twitter yang dinilai tidak standar. "Misalnya 'weh'. Kita tidak tahu ternyata 'weh' itu adalah 'gue'," sambung Tifatul.
Sumber
Posted by
ADMIN
at
08.45
Labels:
artikel kita,
bisa,
News world,
pengguna,
penjara,
sekarang,
Twitter,
waspada
Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan
@IkadaNewsOnline - Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan - Mengonsumsi terus menerus makanan gorengan berisiko sangat buruk bagi kesehatan. Tak hanya meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, makanan yang digoreng ternyata juga dapat memicu munculnya kanker.
Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.
Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.
Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.
Senyawa ini memiliki bahaya yang luar biasa. Karena, selain memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik.
Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).
Dalam sebuah penelitian akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat.
Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai.
Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.
Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.
Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.
Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari.
Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian. [mor]
sumber: inilah.com
Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.
Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.
Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.
Senyawa ini memiliki bahaya yang luar biasa. Karena, selain memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik.
Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).
Dalam sebuah penelitian akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat.
Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai.
Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.
Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.
Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.
Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari.
Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian. [mor]
sumber: inilah.com
Ini Bahayanya Jatuh Cinta di Dunia Maya, Waspadalah!
@IkadaNewsOnline - Ini Bahayanya Jatuh Cinta di Dunia Maya, Waspadalah! - Kencan via dunia maya salah satu cara paling umum untuk memulai sebuah hubungan. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan kencan dalam jaringan justru makin menyulitkan seseorang menemukan pasangan yang tepat.
Sebuah analisis terhadap 400 situs kencan online mengungkap, dunia maya memang menawarkan akses luas untuk bertemu para lajang lain. Tapi di saat bersamaan pengguna akan kewalahan menentukan seseorang yang tepat karena banyaknya pilihan yang tersedia.
Penelitian yang dilakukan Northwestern University dan dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science in The Public Interest juga menemukan proses yang terlibat dalam hubungan lewat dunia maya bukan tidak mencipta hubungan yang kuat.
Temuan juga menunjukkan bahwa profil di situs online tidak sepenuhnya berguna dan dapat mengaburkan objektifitas mitra potensial.
Penulis utama Eli J Finkel menjelaskan, "Kencan online sesuatu yang buruk dalam mempertemukan para lajang. Ada dua masalah di dalamnya, " katanya.
Pertama, seseorang harus meneliti daftar profil yang tak berujung. Situs kencan online juga kerap menampilkan profil yang tak berbicara banyak mengenai diri mereka. Kedua, katanya, terlalu banyak pilihan bisa menjadikan seseorang putus asa menemukan yang terbaik.
Finkel menyebut, berbelanja di "supermarket cinta" membuat orang memiliki terlalu banyak pilihan. Dan, pada akhirnya membuat orang malas dan membuat keputusan di saat terakhir.
Penggunaan algoritma berdasarkan kepribadian dalam menentukan kecocokan di situs kencan juga diperdebatkan. Algoritma yang dapat mengurangi jumlah mitra potensial dari ribuan untuk beberapa orang, memungkinkan ketidakcocokan sebagaimana dua orang yang bertemu secara acak.
"Pada akhirnya, kesamaan prediksi sangat sedikit," katanya pada Washington Post.
Finkel menyebut keberhasilan situs kencan online didasarkan pada sesuatu yang tak ilmiah, tanpa tujuan dan berdasarkan data. "Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui apakah Anda serasi dengan seseorang kecuali mengobrol sambil minum teh atau kopi," kata Dr Finkel. (eh)
sumber: vivanews
Sebuah analisis terhadap 400 situs kencan online mengungkap, dunia maya memang menawarkan akses luas untuk bertemu para lajang lain. Tapi di saat bersamaan pengguna akan kewalahan menentukan seseorang yang tepat karena banyaknya pilihan yang tersedia.
Penelitian yang dilakukan Northwestern University dan dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science in The Public Interest juga menemukan proses yang terlibat dalam hubungan lewat dunia maya bukan tidak mencipta hubungan yang kuat.
Temuan juga menunjukkan bahwa profil di situs online tidak sepenuhnya berguna dan dapat mengaburkan objektifitas mitra potensial.
Penulis utama Eli J Finkel menjelaskan, "Kencan online sesuatu yang buruk dalam mempertemukan para lajang. Ada dua masalah di dalamnya, " katanya.
Pertama, seseorang harus meneliti daftar profil yang tak berujung. Situs kencan online juga kerap menampilkan profil yang tak berbicara banyak mengenai diri mereka. Kedua, katanya, terlalu banyak pilihan bisa menjadikan seseorang putus asa menemukan yang terbaik.
Finkel menyebut, berbelanja di "supermarket cinta" membuat orang memiliki terlalu banyak pilihan. Dan, pada akhirnya membuat orang malas dan membuat keputusan di saat terakhir.
Penggunaan algoritma berdasarkan kepribadian dalam menentukan kecocokan di situs kencan juga diperdebatkan. Algoritma yang dapat mengurangi jumlah mitra potensial dari ribuan untuk beberapa orang, memungkinkan ketidakcocokan sebagaimana dua orang yang bertemu secara acak.
"Pada akhirnya, kesamaan prediksi sangat sedikit," katanya pada Washington Post.
Finkel menyebut keberhasilan situs kencan online didasarkan pada sesuatu yang tak ilmiah, tanpa tujuan dan berdasarkan data. "Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui apakah Anda serasi dengan seseorang kecuali mengobrol sambil minum teh atau kopi," kata Dr Finkel. (eh)
sumber: vivanews
Langganan:
Postingan (Atom)







