@IkadaNewsOnline - Misteri Dibalik Keputusan Menikah - Hasil studi Queen’s University berhasil mengungkap rahasia di balik pengambilan keputusan besar dalam hidup, seperti menikah, bercerai, aborsi, memiliki anak dan masuk universitas. Ingin tahu?
“Harapan hidup mendorong semua keputusan besar ini,” ungkap mahasiswa doktoral di universitas itu, Daniel Krupp. Makin lama seseorang ingin hidup, makin lama ia ingin berinvestasi untuk pendidikan, lanjutnya seperti dikutip DM.
Jika harapannya pendek, seseorang akan memutuskan menikah dan memiliki anak lebih cepat atau terus bersama pasangan yang ia pilih daripada bercerai.
Memang mustahil mengetahui harapan hidup seseorang. Namun ada banyak hal yang mempengaruhi seberapa lama orang akan hidup, dan hal ini biasanya disadari orang itu juga.
Seberapa sehat mereka? Seberapa berisiko pekerjaan mereka? Apakah kakek nenek mereka masih hidup? Adakah sejarah penyakit di keluarga?
Cabang teori revolusioner yang dikenal sebagai teori sejarah kehidupan mampu meramalkan harapan hidup seseorang dan mempengaruhi pengambilan keputusan besar dalam hidup.
Untuk memastikannya, Krupp menggunakan data populasi dari Statistic Canada. Sampel yang ada termasuk 2.737 pria dan wanita single serta 896 pasangan menikah.
Cari Artikel Disini
Home » balik
Tampilkan postingan dengan label balik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balik. Tampilkan semua postingan
Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan
@IkadaNewsOnline - Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan - Apakah Anda tahu ada banyak keajaiban dibalik keputusan? Mungkin Anda salah satunya yang pernah secara sadar dan tidak mendapatkan keajaiban itu. Ya, keajaiban seolah-olah sesuatu itu tidak mungkin namun akhirnya terwujud.
Saya kenal dengan seorang teman yang dulunya hanya bekeja di sebuah lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar komputer. Perawakannya biasa saja seperti kebanyakan sarjana komputer yang baru lulus. Namun tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia memutuskan untuk membuka toko komputer sendiri...
Sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan akhirnya sekarang telah memiliki toko komputer yang lumayan ternama di kota tempat kelahiran saya dan sudah merambah ke bisnis laundry, tiket pesawat terbang dan bengkel mobil. Sembari mengembangkan bisnisnya ia mengasah hobinya menjadi agen asuransi yang menduduki posisi cukup tinggi. Dibanding orang rata-rata tentulah kehidupannya sangat makmur dan sejatera.
Betapa keputusan itu membawa keajaiban hidup. Silahkan cermati disekitar Anda.
Di tempat lain Saya juga kenal dengan seseorang yang sangat lambat atau tepatnya tidak berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ketika lulus kuliah melamar keberbagai perusahaan dan pindah pekerjaan beberapa kali. Nisa dibilang selama 10 tahun hidupnya tidak kemana-mana. Hanya bekerja dan menikmati hidup apa adanya. Setelah 10 tahun pun karir juga tidak tinggi dan pendapatan pun tidak terlalu tinggi.
Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk tes pegawai negeri di kota kelahirannya agar dekat keluarganya. Terbiasa tidak memutuskan bahkan keputusan mengikuti tes PNS pun dikendalikan oleh keluarganya. Sekarang ia baru memulai karir sebagai PNS setelah 10 tahun melanglang buana namun tidak kemana-mana.
Tentu tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tetapi ketidakberaniannya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnyalah yang patut kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Bisa jadi ia belum meyakini bahwa ada keajaiban dibalik keputusan.
Sementara kita semakin sadar dengan keajaiban keputusan, alangkah bijaknya kita bila memahami logika sebuah keajaiban. Semua hasil yang kita capai adalah buah dari tindakan. Nah apa tepatnya yang terjadi sebelum kita mengambil tindakan. Situlah yang namanya keputusan. Secanggih apapun pikiran seseorang sampai ia mengambil keputusan, barulah kemudian tindakan dan hasil akan terwujud. Tanpa keputusan tidak akan ada tindakan dan tak akan ada yang namanya hasil.
Lantas bagaimana bisa sudah mengambil keputusan namun belum bertindak. Hal ini biasanya kurangnya alasan yang kuat dan belum munculnya rasa keterdesakan. Keputusan yang diikuti rasa keterdesakan (sense of urgency) menjadikan seseorang langsung mengambil tindakan. Itulah sebabnya mengapa kita begitu terbiasa sampai menunggu deadline baru kemudian kita tunggang langgang menyelesaikannya. Sayangnya bila pola ini terus terbentu kita menjadi terbiasa untuk selalu mengerjakan sesuatu dalam suasana genting. Padahal orang-orang yang sukses, seperti Anda tahu, selalu mengerjakan hal terpenting dalam suasana yang tidak mendesak.
Jadi pastikan Anda membuat Keputusan besar dan penting, lalu bayangkan dan rasakan bahwa ada desakan sekarang untuk mengambil tindakan niscaya hasil segera diperoleh. Sebuah logika sederhana yang membawa keajaiban dalam hidup Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
Saya kenal dengan seorang teman yang dulunya hanya bekeja di sebuah lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar komputer. Perawakannya biasa saja seperti kebanyakan sarjana komputer yang baru lulus. Namun tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia memutuskan untuk membuka toko komputer sendiri...
Sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan akhirnya sekarang telah memiliki toko komputer yang lumayan ternama di kota tempat kelahiran saya dan sudah merambah ke bisnis laundry, tiket pesawat terbang dan bengkel mobil. Sembari mengembangkan bisnisnya ia mengasah hobinya menjadi agen asuransi yang menduduki posisi cukup tinggi. Dibanding orang rata-rata tentulah kehidupannya sangat makmur dan sejatera.
Betapa keputusan itu membawa keajaiban hidup. Silahkan cermati disekitar Anda.
Di tempat lain Saya juga kenal dengan seseorang yang sangat lambat atau tepatnya tidak berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ketika lulus kuliah melamar keberbagai perusahaan dan pindah pekerjaan beberapa kali. Nisa dibilang selama 10 tahun hidupnya tidak kemana-mana. Hanya bekerja dan menikmati hidup apa adanya. Setelah 10 tahun pun karir juga tidak tinggi dan pendapatan pun tidak terlalu tinggi.
Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk tes pegawai negeri di kota kelahirannya agar dekat keluarganya. Terbiasa tidak memutuskan bahkan keputusan mengikuti tes PNS pun dikendalikan oleh keluarganya. Sekarang ia baru memulai karir sebagai PNS setelah 10 tahun melanglang buana namun tidak kemana-mana.
Tentu tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tetapi ketidakberaniannya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnyalah yang patut kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Bisa jadi ia belum meyakini bahwa ada keajaiban dibalik keputusan.
Sementara kita semakin sadar dengan keajaiban keputusan, alangkah bijaknya kita bila memahami logika sebuah keajaiban. Semua hasil yang kita capai adalah buah dari tindakan. Nah apa tepatnya yang terjadi sebelum kita mengambil tindakan. Situlah yang namanya keputusan. Secanggih apapun pikiran seseorang sampai ia mengambil keputusan, barulah kemudian tindakan dan hasil akan terwujud. Tanpa keputusan tidak akan ada tindakan dan tak akan ada yang namanya hasil.
Lantas bagaimana bisa sudah mengambil keputusan namun belum bertindak. Hal ini biasanya kurangnya alasan yang kuat dan belum munculnya rasa keterdesakan. Keputusan yang diikuti rasa keterdesakan (sense of urgency) menjadikan seseorang langsung mengambil tindakan. Itulah sebabnya mengapa kita begitu terbiasa sampai menunggu deadline baru kemudian kita tunggang langgang menyelesaikannya. Sayangnya bila pola ini terus terbentu kita menjadi terbiasa untuk selalu mengerjakan sesuatu dalam suasana genting. Padahal orang-orang yang sukses, seperti Anda tahu, selalu mengerjakan hal terpenting dalam suasana yang tidak mendesak.
Jadi pastikan Anda membuat Keputusan besar dan penting, lalu bayangkan dan rasakan bahwa ada desakan sekarang untuk mengambil tindakan niscaya hasil segera diperoleh. Sebuah logika sederhana yang membawa keajaiban dalam hidup Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan
@IkadaNewsOnline - Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan - Mengonsumsi terus menerus makanan gorengan berisiko sangat buruk bagi kesehatan. Tak hanya meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, makanan yang digoreng ternyata juga dapat memicu munculnya kanker.
Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.
Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.
Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.
Senyawa ini memiliki bahaya yang luar biasa. Karena, selain memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik.
Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).
Dalam sebuah penelitian akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat.
Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai.
Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.
Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.
Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.
Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari.
Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian. [mor]
sumber: inilah.com
Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.
Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.
Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.
Senyawa ini memiliki bahaya yang luar biasa. Karena, selain memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik.
Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).
Dalam sebuah penelitian akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat.
Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai.
Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.
Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.
Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.
Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari.
Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian. [mor]
sumber: inilah.com
Inilah Rahasia Wanita di Balik Sepatunya
@IkadaNewsOnline - Inilah Rahasia Wanita di Balik Sepatunya - Ketika para ladies berebut mendapatkan sepatu favorite mereka, hal ini seperti kejadian supernatural atau bahkan secara tidak langsung membuat Anda merasa gerah. Namun semua itu tidak bisa menjelaskan bagaimana fenomena sepatu ini menaklukkan dunia bisnis.
Happy Feet
Membeli sepatu rasanya pasti akan sangat berbeda dengan ketika Anda membeli pakaian. Alasannya adalah ketika Anda membeli pakaian, Anda tidak akan berhenti hingga Anda telah menggesekkan kartu kredit Anda. Lalu kemudian, Anda akan mulai menyesali semuanya keesokan hari ketika mode pakaian yang Anda beli sudah tidak up to date lagi.
Namun, hal ini akan berbeda apabila barang yang Anda beli adalah sepasang sepatu. "Shoppers sadar bahwa sepatu sangatlah praktis, sesuatu yang bisa digunakan beberapa kali dalam seminggu, sehingga mereka akan merasakan kesenangannya lebih lama," ucap Lindstrom.
A Higher Power
Saat ini, perasaan bahagia akan semakin kuat ketika Anda akhirnya memilih high heels. Namun, Helen Fisher, PhD berpendapat bahwa mengenakan high heels berarti secara harfiah menaikkan derajat Anda karena Anda merasa lebih tinggi daripada yang lain.
Sexual Heeling
Sekarang waktunya membahas lebih dalam lagi, stiletto! Dan yang selalu mengekor di belakang stiletto adalah seks. Stilleto sudah tidak diragukan lagi pasti sangat seksi menurut beberapa wanita, namun kenapa?
Jawabannya mudah saja, karena ketika wanita memakai stilleto, dia merasa dirinya sedang dalam pose yang paling sempurna yang biasa disebut lordosis, pantat akan terangkat dan punggung melengkung sempurna.
Nah, ada sesuatu yang lebih dari perasaan bangga betapa indahnya pantat Anda sekarang. Menurut Dr. Daniel Amen, pikiran kita terbentuk dengan jalan yang bisa mengasosiasikan kaki kita dengan seks. Power yang Anda rasakan ketika menggunakan sepatu dengan hak tinggi mengarahkan Anda secara tidak langsung untuk show-off alias pamer ke lawan jenis Anda.
Jadi, mulai sekarang Anda perlu berpikir sekali lagi dan temukan alasan mengapa Anda memilih high heels.
Happy Feet
Membeli sepatu rasanya pasti akan sangat berbeda dengan ketika Anda membeli pakaian. Alasannya adalah ketika Anda membeli pakaian, Anda tidak akan berhenti hingga Anda telah menggesekkan kartu kredit Anda. Lalu kemudian, Anda akan mulai menyesali semuanya keesokan hari ketika mode pakaian yang Anda beli sudah tidak up to date lagi.
Namun, hal ini akan berbeda apabila barang yang Anda beli adalah sepasang sepatu. "Shoppers sadar bahwa sepatu sangatlah praktis, sesuatu yang bisa digunakan beberapa kali dalam seminggu, sehingga mereka akan merasakan kesenangannya lebih lama," ucap Lindstrom.
A Higher Power
Saat ini, perasaan bahagia akan semakin kuat ketika Anda akhirnya memilih high heels. Namun, Helen Fisher, PhD berpendapat bahwa mengenakan high heels berarti secara harfiah menaikkan derajat Anda karena Anda merasa lebih tinggi daripada yang lain.
Sexual Heeling
Sekarang waktunya membahas lebih dalam lagi, stiletto! Dan yang selalu mengekor di belakang stiletto adalah seks. Stilleto sudah tidak diragukan lagi pasti sangat seksi menurut beberapa wanita, namun kenapa?
Jawabannya mudah saja, karena ketika wanita memakai stilleto, dia merasa dirinya sedang dalam pose yang paling sempurna yang biasa disebut lordosis, pantat akan terangkat dan punggung melengkung sempurna.
Nah, ada sesuatu yang lebih dari perasaan bangga betapa indahnya pantat Anda sekarang. Menurut Dr. Daniel Amen, pikiran kita terbentuk dengan jalan yang bisa mengasosiasikan kaki kita dengan seks. Power yang Anda rasakan ketika menggunakan sepatu dengan hak tinggi mengarahkan Anda secara tidak langsung untuk show-off alias pamer ke lawan jenis Anda.
Jadi, mulai sekarang Anda perlu berpikir sekali lagi dan temukan alasan mengapa Anda memilih high heels.
Kisah Yang Mengharukan Dibalik Tragedi Costa Concordia
IkadaNewsOnline - Tidak ada yang mengira kapal pesiar raksasa nan mewah Costa Concordia karam menerjang karang. Begitu pula para penumpangnya yang berjuang mati-matian menyelamatkan diri setelah kapal miring karena lambungnya yang robek.
Salah satu kisah yang mengharukan dialami oleh Nicole Servel, 60. Kisahnya dalam drama penyelamatan tersebut hampir mirip dengan pengorbanan Jack Dawson demi menyelamatkan Rose DeWitt Bukater dalam film Titanic.
"Saya berhutang nyawa pada mendiang suami saya," kata wanita asal Prancis ini seperti dikutip Emirates 24/7.
Dia mengisahkan suaminya berkorban nyawa demi menyelamatkan dirinya. Suaminya, Francis, memberikan satu-satunya jaket penyelamat kepada servel sebelum kapal itu karam.
"Suami saya menyuruh 'Lompat, lompat!', dan menambahkan 'Jangan cemas, aku akan baik-baik saja' pada saya," tutur Nicole.
Naas, suaminya tidak pernah terlihat lagi semenjak itu. Liburan yang seharusnya menyenangkan hadiah dari anak-anak mereka harus berakhir menyedihkan hilangnya Francis. Dia termasuk dalam 29 orang hilang yang masih terus dicari oleh tim penyelamat di kapal Concordia dekat pulau Giglio Italia.
Selain kisah sedih, kisah penyelamatan juga dialami oleh pengantin baru asal Korea Selatan. Pasangan berusia 29 tahun ini termasuk yang beruntung dapat diselamatkan setelah hampir setengah bagian kapal tenggelam.
Teriakan mereka terdengar oleh tim penyelamat. Menurut stasiun berita BBC, saat ini pasangan yang tidak disebutkan namanya itu berada dalam keadaan sehat.
Lain lagi cerita seorang kru kapal, Manrico Giampedroni, yang ditemukan dengan luka serius di lengan. Pria 57 tahun ini ditemukan tim penyelamat setelah terjebak menahan sakit selama 36 jam di bagian kapal yang tenggelam.
Menurut surat kabar Italia, Giampedroni termasuk staf senior kapal yang menangani sekoci penyelamat. Saat kapal mulai oleng, ia terjatuh dan tangannya patah. "Saya tak pernah kehilangan harapan untuk diselamatkan," katanya mengomentari durasi terjebaknya yang panjang.
Hingga kini proses pencarian korban masih terus berlangsung. Polisi juga tengah menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya Costa Concordia, mengingat cuaca sedang bagus saat kejadian.
Sebelumnya, beredar transkrip percakapan antara kapten kapal, Fransesco Schettino, dengan penjaga pantau pelabuhan Italia Gregorio De Falco. Mereka bersitegang karena Schettino menolak kembali ke kapal untuk menyelamatkan para penumpang dengan berbagai alasan.
Langganan:
Postingan (Atom)




