Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

FOTO: Bangunan Megah yang Kini Tenggelam

FOTO: Bangunan Megah yang Kini Tenggelam
1. St. Nicholas Church, Macedonia


Gereja St. Nicholas di Mavrovo, Republik Macedonia dibangun pada tahun 1850 dan berdiri selama 153 tahun sampai akhirnya diputuskan menjadi danau buatan yang diperlukan oleh masyarakat setempat. Pada suatu titik gereja ini sepenuhnya tenggelam, tetapi bangunan ini dapat naik lagi, terutama pada musim panas di abad 21.

2. Church Of Altgraun In Lake Reschen, Italy

Rencana pembangunan danau buatan manusia di daerah ini dimulai pada tahun 1920 oleh perusahaan Montecantini, yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik. Tetapi pembangunan ini terhambat karena perlawanan masyarakat setempat yang tidak setuju dengan rencana tersebut.

Setelah bertahun-tahun tertunda dan menjadi perhatian pemerintah setempat, akhirnya desa Graun dan Reschen tenggelam pada tahun 1950 yang kini menjadi waduk. Total rumah tenggelam sebanyak 163 rumah, termasuk Gereja yang terkenal, yang kini masih dapat terlihat dengan menara jam yang masih berdiri diatas permukaan air sepanjang 20 kaki (6m).

3. Church of Old Petrolandia, Brazil

Petrolandia merupakan sebuah kota di Brasil terletak di dekat sungai Sao Fransisco, yang kini tenggelam akibat pembangunan bendungan. Kini, hanya bagian atap gereja saja yang masih dapat dilihat.

4. Kalyazin Bell Tower, Russia

The Kalyazin Bell Tower adalah menara lonceng bergaya Neo Klasik, yang kini tertutup oleh air. Bangunan ini dibuat pada tahun 1796-1800 yang merupakan bagian dari biara St. Nicholas.

Ketika Stalin masih berkuasa dan memerintahkan untuk membangun bendungan Uglich di tahun 1939, bagian lama Kalyazin termasuk beberapa struktur yang dibangun pada abad pertengahan tertutup oleh air. Bangunan ini telah menjadi daya tarik wisata lokal di daerah timur Tver Oblast.

5. Jal Mahal Palace, India

Jal Mahal (yang berarti “istana air”) adalah istana yang terletak di tengah danau Man Sagar, kota Jaipur, ibu kota negara bagian Rajasthan, India. Dibangun sebagai istana rekreasi keluarga kerajaan pada tahun 1799, Jal Mahal merupakan tempat yang romantis dengan detil arsitektur rumit yang berada di tengah tenangnya gelombang air danau Man Sagar.

6. Church of Mediano, Spain

Gereja Mediano adalah sebuah gereja abad ke-16 yang kini tenggelam, terletak di Mediano, Propinsi Huesca, Spanyol. Gereja ini dan seluruh desa disekitar tenggelam oleh air pada saat pembangunan bendungan di tahun 1960. Penduduk terakhir meninggalkan desa ketika air sudah masuk ke dalam rumah mereka.

7. Tricule Fortress, Romania

Benteng Tricule dibangun pada abad ke 15 yang berfungsi untuk menghentikan ekspansi Kerajaan Ottoman Barat, terletak di dekat wilayah Svinita, perbatasan Rumania dan Serbia. Pada sisi kiri Sungai Donau, 4km dari Svinita, terdapat 3 menara bebenruk segitiga. Terbuat dari batu, yang masih tamoak berdiri dengan ketinggian 1,4 m, terdiri dari 3 tingkat.

http://forum.viva.co.id/image-only/446597-foto-bangunan-megah-yang-kini-tenggelam.html

Peninggalan Bangsa Romawi Abad ke-1


Di antara bebukitan dan kebun zaitun, di tahun 1850 tentara Prancis yang menjajah Aljazair menemukan jejak kehidupan manusia masa lalu. Jajak berupa puing-puing bangunan yang tertimbun tanah itu merupakan bekas kompleks tempat tinggal tentara Romawi yang hidup sekitar tahun 98 masehi. Saat ini, situs tersebut dinamai Djemila, karena memang berada di wilayah Djemila yang masih Provinsi Setif.

Sebagai cagar budaya yang bernila sejarah, situs Djemila sangat menarik perhatian para wisatawan. Memang, pengunjung Djemila belum sepadat pengunjung Borobudur. Kemasan dan promosi wisata untuk situs tersebut juga belum berjalan gencar. Namun, romantika sejarah masa lalu terlihat sangat nyata di lokasi seluas 42 hektare itu.

Bagian depan situs Djemila saat ini diisi museum yang menyimpan koleksi peninggalan sejarah abad pertama. Mulai dari sisir, gerabah, hingga perhiasan yang digunakan manusia abad itu terpampang di lemari kaca. Miniatur bangunan yang berdiri di kompleks Djemila pun terpapar di pojok museum. Miniatur ini dibuat tahun 1930 oleh para sejarawan Prancis untuk menggambarkan kompleks Djemila secara keseluruhan.

Saat ini, wilayah tersebut masuk sebagai salah satu wilayah pelestarian yang dilindungi Unesco. Djemila merupakan bukti peninggalan sejarah tertua di negara tersebut. Sebelum ditemukan Djemila, masyarakat Aljazair hanya bisa melacak sejarah masa lalunya hingga tahun 535 masehi. Begitu Djemila ditemukan, bangsa Aljazair pun memiliki catatan sejarah masa lalunya hingga abad pertama.

Untuk bisa menjangkau wilayah ini bisa dibilang tidak terlalu gampang. Perjalanan dari ibukota Aljazair, Alger, memakan waktu sekitar 4 jam. Kota terdekat dari Djemila adalah Setif. Jarak tempuh kedua wilayah tersebut sekitar 30 menit. Kebanyakan warga Eropa yang berkunjung ke Djemila masuk lewat bandar udara internasional Setif.

Persoalannya, angkutan umum dari Setif hingga Djemila belum tersedia. Karena itu pengunjung perlu menyewa kendaraan sendiri untuk menjangkau wilayah tersebut. Sepanjang perjalanan dari Setif ke Djemila, wisatawan disuguhi pemandangan berupa bebukitan yang biasa dijadikan ladang gandum, juga perkebunan zaitun.

Begitu masuk kawasan wisata, pemandangan yang pertama kali terlihat adalah museum. Selain sebagai wahana untuk menyimpan benda-benda bersejarah, museum itu juga sekaligus menjadi counter penjualan tiket masuk. Harga tiketnya 20 dinar aljazair atau sekitar Rp 2.500. Begitu melewati museum, terhampar lapangan rumput yang sangat luas, dengan dikelilingi jalan setapak menuju puing-puing bekas bangunan Romawi kuno.

Di antara tiang-tiang pancang yang berjajar lurus, terlihat satu bangunan yang terlihat masih agak utuh. Bangunan ini berada di bagian tengah kompleks Djemila. Menurut pemandu wisata dari pengelola objek wisata tersebut, Flega Abdesselam, bangunan yang tampak menonjol itu merupakan tempat peribadatan bangsa Romawi saat itu. Dia sebut tempat itu dengan nama Sibtum Siver. Tempat ibadah tersebut, menurut dia, didirikan sekitar tahun 165 masehi.
Situs Djemila
Kemudian di lembah dekat tempat ibadah, terdapat bangunan setengah lingkaran yang dijadikan tempat pertunjukan. Seperti gedung-gedung pertunjukan Romawi pada umumnya, bangunan ini penuh lekukan yang berfungsi memantulkan suara dari panggung utama ke bangku penonton. Kurang lebih-lekukan-lekukan itu menjalankan fungsi sebagai pengeras suara.

"Tempat pertunjukan ini, memiliki bangku (terbuat dari batu) yang bisa menampung hingga 3.000 penonton," kata Flega. Namun karena berada di lembah dengan bagian atas terbuka, penonton juga bisa melihat pertunjukan dari atas bukit tanpa harus memasuki area bangunan. Gedung pertunjukan ini berada di belakang tempat ibadah.

Sedangkan di depan tempat ibadah berdiri pintu gerbang yang masih terlihat utuh. Gerbang tersebut menjadi pintu utama untuk memasuki kompleks permukiman bangsa Romawi saat itu. Batu-batu yang digunakan untuk mendirikan kompleks bangunan tersebut, tutur Flega, berasal dari bebukitan di sekitarnya. Hingga saat ini, menurut dia, bekas-bekas galian masih terlihat di beberapa bukit di sekitar Djamila.

Kompleks Djamila ini, ditinggalkan bangsa Romawi begitu datang bangsa vandal dari daratan yang sekarang menjadi negara Jerman. Sebelum Romawi datang, penduduk asli setempat adalah bangsa Viniqi. Setelah bangsa Vandal, wilayah tersebut jatuh ke tangan Bizantium, bangsa Turki, Spanyol, dan akhirnya dijajak Prancis. Wilayah ini merdeka seiring dengan kemerdekaan Aljazair secara keseluruhan dari penjajahan Prancis pada tahun 1962.


http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/246616-peninggalan-bangsa-romawi-abad-ke-1-a.html

Sosok Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar

Sosok Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar


Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar


TAK banyak yang tahu kalau Presiden RI I Soekarno, ternyata pernah menikahi Heldy Djafar, seorang gadis asli Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pernikahan secara Islam diadakan di Wisma Negara, 11 Juni 1966. Saksinya Ketua DPA Idham Chalid dan Menteri Agama Saifuddin Zuhri.

Saat Soekarno dikucilkan di Wisma Yaso, Heldy, lalu menikah dengan pria lain. Pria itu bernama Gusti Suriansyah Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar. Belakangan, satu dari enam orang anaknya, menikah dengan cucu Presiden RI Soeharto. Bagaimana kisahnya? Mulai hari ini, Tribun Kaltim akan membedah buku berjudul: 'Heldy Cinta Terakhir Bung Karno' yang dtulis Ully Hermono dan Peter Kasenda. Buku ini diluncurkan oleh Penerbit Buku Kompas.
HELDY lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tangggal 10 Agustus 1947 dari pasangan H Djafar dan Hj Hamiah. Ia bungsu dari sembilan bersaudara.


Ketika Hj Hamiah mengandung Heldy, wanita itu sempat melihat bulan bulat seutuhnya (bulan purnama). Lalu seorang rekan H Djafar yang sedang bertandang ke rumahnya (seorang Tionghoa) mengatakan, "Nanti bayimu lahir harus dijaga hati-hati ya, sampai beranjak dewasa," begitu pesannya.
Saat Heldy duduk di bangku SMP, seorang tante yang dianggap pandai meramal dan biasa disapa Mbok Nong mengatakan, "Wah anakmu ini kelak jika dewasa akan mendapatkan orang besar."
Mendapat penjelasan itu, Hj Hamiah balik bertanya. "Orang besar itu maksudnya apa?"
"Ya bertitellah seperti insinyur, dokter. Jadi tolong dijaga hati-hati ya."


Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua menyebut, orangtua mereka cukup terpandang di daerahnya. Rumah orang tua Heldy adalah rumah panggung. Bangunannya memanjang ke samping mencapai 30 meter dan memanjang ke belakang 40 meter. Terbuat dari kayu pilihan dengan plafon rumah setinggi empat meter dan memiliki jendela yang berukuran panjang ke bawah dengan kisi-kisi kayu, lalu berlapis kaca pada bagian luarnya.
Jumlah jendelanya pun cukup banyak. Di atas pintu masuk depan rumah tertulis tahun dibangunnya rumah tersebut, tahun 1938.

"Bapak seorang aanemer (pemborong). Kami hidup serba kecukupan. Bapak termasuk orang terpandang dan dihormati di desa kami," kenang Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua.

sumber : tribunnews

Heldy Kecil Kepincut Lihat Soekarno

USIANYA masih 10 tahun. Suatu hari di tahun 1957, Heldy Djafar, menyaksikan sebuah mobil bak terbuka yang melintas di depan rumahnya. Para penumpang mobil menyebarkan selebaran berisi pengumuman bahwa akan ada pidato Presiden Soekarno di Samarinda.
Kakak kandung Heldy, bernama Yus, tak mau ketinggalan. Ia ikut memunggut lembaran kertas itu. Sambil berdiri di balik pagar rumahnya, Jalan Mangkurawang, Tenggarong, bocah itu sempat bertanya kepada kakaknya. "Ada apa Kak ke Samarinda?" "Bapak Presiden mau pidato di sana, saya mau mendengarkan langsung di alun-alun Samarinda," kata Yus.

Mendengar penjelasan dari kakaknya, Heldy mulai merengek. "Aku mau ikut dengarkan pidato Presiden. Aku juga mau lihat langsung wajah Bapak Presiden."
"Tidak usahlah, kau masih anak-anak, kau mengerti apalah, sudah masuk rumah," pinta Yus.
Setelah mengajak adiknya masuk ke dalam rumah, Yus, bergegas lari, mengejar rombongan manusia yang hendak pergi ke Samarinda.

Heldy lalu masuk ke kamar ibunya Hj Hamiah. Seketika itu juga ia menangis. "Mau lihat Presiden... mau lihat Presiden..." rengeknya.
Mendengar tangis anaknya, sang ibunya malah geram. Gadis kecil itu dicubitnya. "Kayak nenek moyangnya aja yang datang. Tidak boleh ikut, nanti kegencet orang banyak, kamu anak kecil memang tahu apa tentang pidato Presiden. Saudara juga bukan. Sudahlah diam, dan sudahlah cukup dengarkan pidato Presiden lewat radio. Duduklah!"
Maklum, namanya saja anak kecil. Walau sudah diberitahu, Heldy masih saja tetap merengek. Ia masih saja menangis hingga sore hari.

Keinginan Heldy untuk melihat dari dekat pidati Presiden Soekarno itu, mungkin terpicu dengan gambar-gambar Bung Karno dalam bentuk kalender maupun hiasan dinding yang terpajang di rumahnya.
"Di rumah kami, gambar Bung Karno ada dimana-mana. Dalam bentuk kalender maupun hiasan dinding. Maklum saja, saat itu Bung Karno adalah presiden kebanggaan seluruh rakyat Indonesia," kenang Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua.

sumber : tribunnews

Awal Pertemuan, Soekarno Sudah Tergoda Kecantikan Heldy

KISAH perjalanan Heldy, gadis asli Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang akhirnya dinikahi Presiden I Soekarno, penuh liku. Bagaimana ceritanya Heldy bisa masuk ke dalam lingkungan Istana? Lalu apa komentar Soekarno kali pertama bertemu Heldy? Berikut kisahnya seperti yang tertuang dalam buku berjudul: Heldy Cinta Terakhir Bung Karno yang ditulis Ully Hermono dan Peter Kasenda. Buku ini diluncurkan oleh Penerbit Buku Kompas.

WAKTU terus berjalan. Heldy beranjak menjadi remaja yang menarik perhatian rekan-rekannya. Ketika itu ia masih duduk di bangku SMP yang letaknya di Gunung Pedidi, Jalan Rondong, Demang Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Saat ia duduk di bangku SMP kelas tiga, Heldy pindah sekolah ke sebuah SMP di Samarinda. Kepindahan Heldy dilakukan karena adanya nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Implikasinya, H Djafar, ayah Heldy untuk sementara waktu beristirahat dari pekerjaannya di Oost Borneo Maatschapppij.
Setelah tamat dari SMP, Heldy hijrah ke Jakarta menyusul kakaknya untuk mencari ilmu. Cita-cita nya menjadi seorang desainer interior.
Kendati jarak antara Samarinda-Jakarta lumayan jauh, namun Heldy tak pernah surut untuk melangkahkan kakinya meraih asa.
Dari Samarinda, ia menumpang kapal menuju Balikpapan. Selanjutnya ia naik kapal laut Naira dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, menuju ke Surabaya ditemani familinya, Milot dan Izhar iparnya.
Selanjutnya dari Surabaya mereka menumpang kereta api menuju Jakarta dan berhenti di Stasiun Gambir. Saat kakinya kali pertama menyentuh Jakarta, Heldy merasa bangga. Apalagi pada tahun 1963, jalanan di Jakarta sudah beraspal, jembatan Semanggi yang lebar dan membentuk lengkungan menarik, rumah dan gedung terbuat dari beton dan rimbunnya dedaunan pohon-pohon besar di tepi jalan.
Di kota metropolitan, Heldy tinggal di rumah kakaknya Erham, di Jalan Ciawi III nomer 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Erham sendiri bekerja di sebuah perusahaan bank dan sudah memiliki tiga orang anak.
Sementara Yus, kakak Heldy, waktu itu masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia memilih tinggal di asrama Kalimantan, Jalan Cimahi 16, Menteng, Jakarta Pusat.
Yus dikenal sebagai aktivis organisasi. Ketika masih kuliah ia sudah didapuk menjadi Ketua Perhimpunan Pemuda Kalimantan Timur.
Seminggu berada di Jakarta, Heldy diajak Yus main-main ke asrama. Di sana ada pemuda bernama Adji, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kehadiran Heldy menarik perhatian Adji.
"Siapa gadis itu?" "Oo... ini adikku, Heldy. Dia baru datang dari Kutai," jawab Yus.
"Untuk saya saja adikmu," tutur Adjie. Selanjutnya, Heldy dikenalkan kepada Adjie oleh Yus. Sejak itu, kendati usianya terpaut lima tahun, keduanya saling mengunjungi.
Di JAKARTA Heldy masuk ke Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Kepandaian Keputrian Atas (SKKA). Sekarang sekolah itu diubah lagi menjadi Sekolah Menengah Kepandaian Keputrian (SMKK).
Letak sekolahnya di daerah Pasar Baru. Di sekolah ini, sejumlah gadis dari daerah, menimba ilmu tentang dunia masak-memasak dan mengurus rumah tangga.




Sejak sekolah di tempat itu, setiap hari Heldy naik bus menuju ke sekolahnya. Kadang ia dijemput oleh rekannya bernama Sri.
Di sekolahnya khusus buat murid yang beragama Islam, diadakan pencarian bakat siapa yang mahir membaca Al Qur'an. Kepala sekolah memberikan pengumuman kepada para murid yang bisa membaca Al Qur'an disarankan ke kantor kepala sekolah untuk dites.
Dari sekian banyak murid dipilihlah Heldy. Mengapa? Sejak kecil ia sudah khatam membaca Al Qur'an. Kepandaiannya membaca Al Qur'an membuat Heldy makin dikenal di sekolahnya.
Suatu hari Heldy diundang sebagai qoriah dalam acara peringatan Nuzulul Qur'an di asrama mahasiswa Universitas Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat.
Heldy diundang oleh guru kimianya yang waktu itu juga tercatat sebagai mahasiswa kedokteran UI. Namanya Zulkifli TS Tjaniago (kini menjadi dokter spesialis kandungan).
Sejak saat itu Heldy tak hanya dikenal di sekolahnya saja. Para mahasiswa banyak yang mengenal namanya. Bahkan, ia pernah dipilih menjadi cover majalah Pantjawarna. Di cover tersebut, Heldy memakai busana khas Tenggarong, lengkap dengan sanggul cepol di atas dan tusuk kembang goyang.

Lalu bagaimana ceritanya Heldy bisa masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan? Adalah Yus, sang kakak yang waktu itu kuliah di UI. Saat itu Yus dipercaya oleh protokol kepresidenan untuk menyiapkan barisan Bhineka Tunggal Ika ke Istana. Biasanya, ia mencari remaja putri dan putra yang layak untuk menjadi bagian dari barisan itu.
Dipilihlah Heldy, adiknya, sebagai wakil dari Kalimantan. Begitu juga sepupu dan keponakannya. Semuanya ikut menjadi barisan Bhineka Tunggal Ika. Dan sudah menjadi tradisi bagi Istana, setiap kali mengadakan kegiatan, tim protokol membutuhkan pagar ayu, pagar bagus yang terdiri dari para remaja lengkap dengan pakaian daerah seluruh Indonesia.
Biasanya diambil dari perhimpunan remaja daerah yang tinggal di Jakarta. Bung Karno sangat menyenangi keindahan dan peduli dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam.
Suatu hari pada tahun 1964, Istana sedang sibuk menyiapkan penyambutan tim Piala Thomas. Untuk itu dibutuhkan barisan Bhineka Tunggal Ika, sebagai penerima tamu. Heldy dipilih untuk ikut serta. Ia mengenakan kebaya warna pink dengan kain lereng berselendang dan memakai sanggul.
Tibalah hari H. Heldy bersama remaja lainnya siap berdiri secara teratur di anak tangga Istana, berbaris rapi dekat pintu masuk.
Seperti biasa, Presiden Soekarno menaiki anak tangga Istana melalui barisan Bhineka Tunggal Ika yang sudah rapi berbaris dan berdiri di setiap anak tangga.

Bung Karno menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Tepat saat mendekati barisan di belakang Heldy, ia menyapa dengan caranya yang khas.
"Darimana asal kamu?" "Dari Kalimantan Pak." "Oh... aku kira dari Sunda. Oh... ada orang Kalimantan cantik." Itulah awal pertama percakapan Heldy dengan Bung Karno.

sumber : tribunnews

Soekarno Dekati Heldy Saat Usia Baru 18 Tahun

SEJAK kali pertama bertemu, Presiden Soekarno rupanya mulai terpikat dengan Heldy. Saat berada di Istana, tokoh proklamator itu tak segan-segan mengajukan pertanyaan kepada sang gadis. Apa isi dialognya? GERAK-gerik Presiden RI I Soekarno saat berdialog dengan Heldy, gadis asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, rupanya diamati oleh Yus --kakak kandung Heldy.

Seorang bagian protokol kepresidenan mendekati Yus. "Adikmu tadi mendapat perhatian khusus dari Presiden. Lihat adikmu diajak bicara Presiden. Artinya, adikmu mendapat perhatian. Baik-baik dijaga," pesannya. Mendengar nasehat itu, Yus sendiri tidak tahu makna dari kata dijaga.

Pengalaman pertama menjadi anggota barisan Bhineka Tunggal Ika, membuat Heldy senang. Apalagi, ia sempat diajak ngobrol Bung Karno. Selanjutnya, pertemuan antara Heldy dengan Bung Karno terjadi, ketika kepala sekolahnya, memanggil Heldy --Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Kepandaian Keputrian Atas (SKKA). Sekarang sekolah itu diubah lagi menjadi Sekolah Menengah Kepandaian Keputrian (SMKK).


Tak hanya Heldy. Beberapa murid lainnya juga dipanggil dan diajak ke Istana Bogor untuk masuk ke dalam barisan Bhineka Tunggal Ika. Mereka berangkat menumpang bus khusus. Sesampainya di Istana Bogor, mereka diminta berdandan. semua sudah disediakan, mulai dari pakaian kebaya, kain, cemara untuk sanggul hingga selop sepatu. Sang periasnya adalah Maryati, penyanyi keroncong.
Saat barisan Bhineka Tunggal Ika sudah berdandan, para pagar ayu diminta berbaris dan menempati posisinya masing-masing untuk siap-siap menerima tamu. Saat itu Heldy memilih berdiri di pojok, takut dilihat Bung karno. Apalagi ketika itu, kebayanya kelihatan kedodoran dan sanggulnya terasa ogleg.
Nah, ketika Presiden Soekarno memasuki ruangan untuk melihat barisan Bhineka Tunggal Ika, matanya mendadak menatap Heldy. Melalui ajudannya, Heldy lalu dipanggil Soekarno. Kakinya bergetar, hatinya berdebar.
Soekarno kemudian menegurnya. "Sanggulmu salah, bukan begini. Juga kebaya dan kainmu. Siapa yang mendadanimu?" "Ibu Maryati Pak."

Setelah itu, pertemuan antara Soekarno dengan Heldy terjadi kembali, saat anggota barisan Bhineka Tunggal Ika diwajibkan menyanyi di depan presiden, satu persatu. Dari sekian anggota, Heldy mendapat urutan nomor satu untuk menyanyi.
Ia pun tarik olah vokal, menyanyikan lagu asal Kalimantan. Usai menyanyikan lagu berjudul 'Bajiku Batang (padi), Bung Karno meminta Heldy untuk menyanyikannya sekali lagi.

Pertemuan selanjutnya terjadi saat Yus -kakak kandung Heldy-- meminta ke Istana untuk menjadi pagar ayu kembali.

Saat Bung Karno masuk ruangan, kedua matanya menyapu semua sudut ruangan. Lalu, Bung Karno memperhatikan Heldy yang ketika itu mengenakan kebaya warna hijau. Lalu dipanggilah Heldy.
Lagi-lagi gadis itu dengkulnya gemetaran. Ia berjalan perlahan menghampiri Bung Karno.
Setelah mendekat, Bung Karno dengan suaranya yang khas bertanya. "Kemana saja kau? Sudah lama tidak kelihatan?" "Sakit Pak," jawab Heldy.


"Bohong, kau pacaran. Saya lihat kau di Metropole (sekarang Megaria) sedang menonton film." "Tidak Pak..."
Kemudian Soekarno mengutarakan niatnya. "Nanti kalau lenso sama aku ya, sini kau duduk dekat aku."
Karuan saja, hati Heldy berkecamuk, antara takut, senang dan gemetar. Ia takut melakukan kesalahan saat lenso dengan presiden. Untungnya, selama di Jakarta, ia pernah diajari menari lenso oleh kakaknya. Malam itu, tamu negara yang hadir diantaranya ada Titiek Puspa, Rita Zahara dan Feti Fatimah.

Heldy lalu duduk di kursi yang letaknya persis di belakang presiden. Selama ini siapapun yang dipilih Bung Karno untuk menari lenso, selalu duduk di dekatnya. Saat berlenso dimulai. Bung Karno mulai mengajak Heldy. Gadis itu diam membisu tak berani menatap wajah sang presiden. Bung Karno lalu berbisik. "Siapa namamu?" "Heldy..." "Boleh aku datang ke rumahmu? Sekolahmu?" "Kelas dua SKKA."
Dialog terus berlangsung. Bung Karno semakin gencar mengajukan pertanyaan. "Berapa umurmu?" "Delapan belas tahun." "Hmmmm... cukup," kata Bung Karno. Heldy sendiri mengaku tidak pernah tahu apa arti dari ungkapan Bung Karno yang mengatakan cukup.
Keduanya terus berlenso diikuti irama musik dan nyanyian dari para tamu yang dilantunkan secara serentak penuh hentak. Syairnya kira-kira begini: 'Baju hijau siapa yang punya, baju hijau siapa yang punya, baju hijau siapa yang punya, baju hijau bapak yang punya'

Lagu itu berulang-ulang dinyanyikan hingga tepukan tangan membahana di seantero ruangan.

Esoknya, Heldy mulai merasa tidak nyaman saat bersekolah. Ia merasa ada yang mengawasinya. Bahkan, ia merasa tak sebebas dulu saat berteman dengan teman-temannya di sekolah.
Bahkan, Zulkifli, teman Heldy yang kerap bertandang ke rumah Heldy, tak lagi berani mendekat.Apalagi, beberapa bulan setelah itu, Zulkifli pernah melihat Heldy pergi ke dokter THT dikawal orang Istana. Penampilannya tetap sederhana, namun auranya begitu memancar.

sumber : tribunnews

Apel Pertama, Heldy Tolak Cinta Soekarno

12 MEI 1965. Rumah Erham --kakak kandung Heldy-- di Jalan Ciawi III nomer 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak menjadi perhatian 'orang-orang' Istana Kepresidenan. Seorang diantara mereka masuk ke dalam rumah untuk menyampaikan kabar penting. Kabarnya cukup mengejutkan. Sang Presiden RI, Soekarno, akan datang ke rumah itu sebentar lagi.

"Tolong jika bapak datang, lampu teras dimatikan. Juga lampu dalam ruang tamu." Begitu isi pesan utusan Istana kepada sang pemilik rumah. Erham, sontak terkejut. Pembesar negara akan datang ke rumahnya untuk menemui Heldy, adik kandungnya. "Kenapa kamu tidak katakan sebelumnya bahwa Presiden akan datang?" tanya Erham kepada Heldy.
Mendengar pertanyaan itu, Heldy lalu menjawab. "Mana saya tahu kalau Presiden serius akan datang ke rumah."
Tak lama kemudian, sebuah mobil VW kodok warna coklat gelap yang dikemudikan Soeparto, berhenti di depan rumah, diiringi dua mobil lainnya. Sang Presiden terlihat turun dari dalam mobil. Inilah kali pertama Soekarno 'apel' di rumah Heldy, gadis yang pernah diajak menari lenso di Istana.


Langkah Soekarno menuju teras rumah Heldy disaksikan pohon kamboja yang saat itu sedang berbunga dan berwarna pink. Lampu teras pun sudah dimatikan, sesuai pesan orang Istana.
Kehadiran Bung Karno, diterima Yus --kakak Heldy yang mendapat tugas untuk menerima tamu. Selanjutnya keduanya masuk ke ruang tamu. Suasana ruang tamu terasa hening. Hanya ada lampu lima watt yang masih menyala di sudut ruangan.
Kali ini Bung Karno tampil agak beda. Tanpa mengenakan peci, sehingga dahinya yang besar dan botaknya kelihatan. Walau begitu, Bung Karno yang berpostur tinggi besar, dengan wajah terawat dan penuh kharisma, mengenakan celana panjang warna hitam, kemeja warna putih lengan pendek dengan kancing bagian atasnya terbuka serta memakai sandal.
Sesaat kemudian, Erham menyalami Bung Karno. Begitu juga H Djafar, ayah kandung Heldy yang kebetulan waktu itu sedang berada di Jakarta.
"Assalamualaikum Pak Haji. Kapan datang dari Kalimantan?" tanya Bung Karno kepada Djafar. Usai menjawab salam Bung Karno dan berjabat tangan, Djafar lalu berbalik arah masuk ke dalam kamar.
Entah mengapa? Kini hanya Erham dan Yus yang menemani Bung Karno. Tak lama kemudian heldy ikut bergabung menemui tamu terhormat. Rupanya, maksud kedatangan Bung Karno ke rumah Heldy, hanya untuk mengutarakan isi hatinya. Ia mengatakan rasa cintanya pada gadis asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Saat Bung Karno menyatakan cintanya, Heldy berusaha menolaknya dengan halus dengan pertimbangan bahwa usianya masih muda. Bahkan, Heldy menawarkan kepada Bung Karno agar mencari wanita lain.
Mendengar ucapan Heldy, Bung Karno tidak kesal, apalagi marah. Ia hanya tersenyum, lalu memberikan hadiah yang tersimpan di dalam box. Setelah dibuka, ternyata isinya jam tangan merk Rolex.


Seketika itu juga Heldy mencium tangan presiden. Setelah itu ia pamit ke belakang membuatkan secangkir teh buat sang Presiden. Saat secangkir teh itu disajikan, Bung Karno mengaduknya dengan sendok kecil. "Siapa yang membuat minuman teh?" tanyanya. "Saya sendiri Pak." "Hmm... enak dan pas rasanya. Pintar kamu membuat minuman teh."
Usai menyeruput teh, Bung Karno lalu mengajak Heldy keluar rumah. Tujuannya untuk mencari makan. Heldy satu mobil dengan Bung Karno. Mobil itu dikemudikan Darsono. Sedangkan ajudan presiden, Kol Parto, duduk di sebelahnya. Sementara Erham, kakak kandung Heldy, ikut bersama mobil lainnya.


Nah, dalam perjalanan itulah, Bung Karno lagi-lagi mengeluarkan 'jurusnya'. "Dik, kau tahu... Kau tidak pernah mencari aku, aku juga tidak mencari kau. Tapi Allah sudah mempertemukan kita."
Heldy terdiam. Ia hanya mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Bung karno. Betapa tidak, ketika itu usia Heldy baru 18 tahun, sedangkan Bung Karno 64 tahun. Beda 47 tahun.
Lagi-lagi Heldy belum memberikan jawaban kepada sang pria yang lagi kasmaran.

sumber : tribunnews 

Jadi Kekasih Soekarno, Heldy Tampil Beda

Sejak pernyataan cinta diutarakan, Bung Karno makin rajin datang ke rumah Heldy. Setiap kali apel, Bung Karno selalu memberi amplop berisi uang yang tidak sedikit. Kebiasan Bung Karno membagi-bagikan uangnya tak hanya ditujukan kepada Heldy saja. Ibu kandung Heldy, Hj Hamiah bila sedang berada di Jakarta, juga kecipratan rezeki. Bahkan, Bung Karno tak segan-segan mencium tangan Hj Hamiah jika keduanya bertemu di Jakarta. Selain uang, Bung Karno kerap membawakan minyak wangi, satu set perhiasan serba berkilau bermata berlian hingga lembaran kain batik pilihan terbaik dan lukisan. Tak hanya itu saja. Heldy sempat diberi mobil Holden Premier warna biru telur asin untuk kegiatan sehari-hari.


Jika sedang apel dan Heldy tak ada di rumah, maka Bung Karno biasanya menunggu kekasihnya itu di sofa sambil tiduran. Kadangkala, Bung Karno tak segan-segan mengajak Djohan, kakak Heldy yang masih duduk di bangku SMA kelas 3, bermain panco di atas meja makan.
Setelah Bung Karno kalah dalam permainan, Djohan tak segan-segan membikinkan minuman buat Bung Karno. Minumannya sederhana, segelas teh, plus gula lalu ditambah es batu. "Good, bagus. Enak minuman ini."

Menjadi kekasih seorang presiden, membuat Heldy semakin ribet. Mau tidak mau, penampilan Heldy harus berubah. Setiap kali berangkat ke sekolah, Heldy menghias pergelangan tangannya dengan jam Rolex dan harum minyak wangi.

Di luar kelas, orang-orang Istana Kepresiden selalu memantaunya. Penjagaan pun semakin ketat. Sejumlah guru yang tadinya menaksir Heldy, mulai kehilangan nyalinya. Begitu juga dengan Adji, pria yang pernah jatuh hati dengan Heldy, mulai patah hati.


Adjie yang waktu itu masih mahasiswa, tak berani berbuat apa-apa begitu mengetahui sang kekasihnya berpaling kepada Bung Karno. Gara-gara itu, Erham, kakak kandung Heldy memutuskan agar adiknya sekolah di rumah dengan memanggil guru menambah pelajaran bahasa Belanda dan Inggris.
Bukan hanya itu, Heldy pun sering diajak Bung Karno bertemu dengan teman-temannya seperti Dasaad (pengusaha yang sering memberi bantuan finansial), Chaerul Saleh, J leimena dan Soebandrio.
Mereka setiap kali bertemu Bung Karno selalu memakai bahasa Belanda. Karena itu Heldy berinisiatif belajar bahasa Belanda, mendatangkan guru wanita dari Manado. Namanya Nyonya Woworuntu (seorang mantan walikota pertama di Manado.

sumber : tribunnews

Hadiah Soekarno, Dari Mangga Hingga Mobil Mercedes

Bung Karno memang luar biasa dalam memikat wanita. Setiap kali datang ke rumah Heldy, ia tak segan-segan membawa dua buah mangga matang. "Ini mangga hasil kebun Pak Dassad, dikirim untuk aku," kata Bung Karno. Tanpa disuruh, Heldy bergegas mengambil pisau, lalu mengupasnya kemudian disajikan kepada Bung Karno. Suatu hari Bung Karno membawa sekeranjang salak. Salaknya enak sekali.

Sejak saat itulah, Heldy resmi menjadi teman dekat Bung Karno. Konsekuensinya, Heldy harus siap dengan peraturan yang dibikin Bung Karno. Dua jam sebelum Bung Karno datang, Heldy sudah menyiapkan kain dan kebaya yang akan dipakai dan sanggul dari cemara panjang, lengkap dengan selop dan hak setinggi tujuh sentimeter.

Heldy pun lalu menunjuk Eka Rosdiana, sepupunya, untuk menjadi sekretaris. Tugasnya menemani Heldy ke Istana.
Agustus 1965, Heldy resmi menjadi wanita yang sedang dicintai Presiden. Bahkan, tiga bulan setelah kedatangan Bung Karno ke rumah di Jalan Ciawi, Heldy diberi hadiah sebuah rumah di Jalan Cibatu 33, Kebayoran Baru. Rumah itu bersertifikat dengan menggunakan namanya sendiri. Luas tanahnya 600 meter persegi, lengkap dengan empat kamar dan satu kamar khusus untuk Bung Karno.


Sedangkan Heldy tinggal bersama bersama Djohan dan Rosdiana. Rumah itu mendapat penjagaan ekstra ketat, lengkap dengan sopir, sekretaris dan mobil buat Heldy.
Menurut ajudan Bung Karno, Zaenal, mobil Holden Premier yang diberi Bung Karno buat Heldy dirasakan sudah tidak layak lagi. "Ibu sudah tidak pantas memakai Holden Premier, sebaiknya ganti admiral saja," tutur Zaenal.
Selanjutnya, oleh Heldy usul dari sang ajudan itu disampaikan kepada Presiden. Sebenarnya, Heldy takut juga untuk menyampaikannya. Tapi ia ingat, Bung Karno pernah menegurnya. "Dik kau tidak cinta aku ya, kok tidak pernah meminta?"
Pada saat itu Heldy hanya menjawab, "Apakah cinta harus sama dengan meminta? Saya sudah banyak diberi macam-macam oleh Bapak? Apa saya harus meminta?"


Nah, gara-gara usul ajudan itulah, maka Bung Karno bereaksi. "Dik kau tidak pantas naik Admiral, sebaiknya Mercedes." Maka keesokan harinya, Mercedes B warna hitam dengan nomer B 1008 --sesuai dengan tanggal lahir Heldy-- sudah ada di Jalan Cibatu. (Habis) 
 

'Morotai Masa Lalu adalah Jakarta Masa Kini'

'Morotai Masa Lalu adalah Jakarta Masa Kini'


'Morotai Masa Lalu adalah Jakarta Masa Kini'


Morotai - Jakarta dan Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara (Malut) memang terpaut ribuan kilometer jaraknya. Jakarta kota metropolitan dengan jutaan penduduk, sementara Morotai adalah pulau yang sunyi.

Namun, penduduk Morotai mempunyai semacam 'kebanggaan' tersendiri, yang perbandingannya sama dengan Jakarta saat ini. Pulau kecil yang berbatasan dengan lautan pasifik itu pernah menjadi pulau yang ramai dihuni manusia.

"Kalau mengambil istilah orang, Morotai itu adalah Jakarta masa kini. Sebaliknya, Jakarta masa kini adalah Morotai masa lalu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Morotai, Al Fatah Sibua, kepada detikcom, di Morotai, beberapa waktu lalu.

Mengapa muncul istilah begitu? Tidak lain dan tidak bukan, karena sejarah Pulau Morotai yang pernah menjadi medan pertempuran antara Jepang melawan aliansi tentara Amerika Serikat (AS) dan Australia (Sekutu) pada Perang Dunia II. Tahun 1943-1944 itu, terdapat kurang lebih 200 ribu pasukan sekutu mendarat di Morotai.

Hadirnya serdadu-serdadu lengkap dengan perlengkapan perang seperti pesawat tempur dan kapal perang itu membuat suasana Morotai sangat hiruk pikuk. Situasi itu jauh berbeda dibandingkan saat ini di mana penduduk Morotai hanya berkisar 52.768 dengan komposisi 26.995 jiwa laki-laki dan 25.773 perempuan. Mereka menyebar di seluruh Pulau Morotai yang mempunyai luas total 4.301,53 Km persegi.

Menurut catatan sejarah, adalah Jepang yang pertamakali merangsek ke Morotai dan menyulap pulau tersebut menjadi basis militer. Lalu, datanglah kemudian tentara sekutu di bawah pimpinan AS. Kedua belah pihak terlibat pertempuran dahsyat hingga akhirnya Jepang takluk pada tahun 1944.

Salah satu prajurit Kekaisaran Jepang yang melegenda, yakni Taruo Nakamura, tidak mau menyerah dan bersembunyi di suatu goa di Pegunungan Morotai. 30 Tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1974, Nakamura yang aslinya berdarah Taiwan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Ia lalu dikembalikan dan meninggal di Jepang 5 tahun kemudian akibat kanker paru-paru.

Setelah berhasil membuat Jepang bertekuk lutut, pasukan sekutu lantas menjadikan Pulau Morotai sebagai pangkalan militer untuk membebaskan Filipina. Sekutu membangun sebuah landasan udara yang kini dikenal dengan Pitu Strep. Bandara tersebut mempunyai 7 (pitu) runway yang semuanya dibangun di atas karang hidup. Panjang setiap landasannya sekitar 3.000 meter. Bisa dibayangkan aktivitas pesawat tempur sekutu yang berlalu lalang di bandara tersebut pada saat itu.

Sekutu juga membangun pertahanan laut atau Navy Base/Army Doc di perairan Morotai. Pelabuhan perang tersebut menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal perang sekutu berikut dengan serdadunya.

Seluruh kegiatan pasukan sekutu pada waktu itu berada di bawah komando Douglas McArthur (1880-1964), seorang jenderal perang AS yang amat tersohor. McArthur adalah Kepala Staf Angkatan Darat AS yang ditugaskan untuk menghancurkan Jepang pada PD II. Ia mengkonsolidasikan pasukan Divisi VII Angkatan Perang AS di Pulau Morotai untuk membalas dendam atas kekalahannya dari Jepang di Filipina.

Di Morotai, McArthur menyusun strategi perlawanan terhadap tentara dai nippon. Untuk itu, ia kerap menyepi ke satu dari puluhan pulau yang berada di Morotai. Pulau itu bernama Zum-zum, sekitar 15 menit dari pelabuhan utama Morotai.

"Di Pulau Zum-zum, McArthur membangun semacam persinggahan dan monumen," kata Al Fatah lagi.

Kini, benda-benda peninggalan PD II di Morotai masih banyak dijumpai, baik yang berada di darat maupun yang terbenam di lautan. Jumlahnya hampir yakin tidak dapat dihitung. Benda-benda bersejarah itu antara lain tank amphibi, bangkai pesawat, kapal, senjata laras panjang, selongsong roket, peluru, dan helm dan NRP para tentara sekutu.

Yang tidak tampak tersisa adalah bangunan-bangunan kamp militer Jepang maupun sekutu. "Sebab, ketika meninggalkan pulau ini tahun 1945, sekutu membumihanguskan semua bangunan yang ada," ujar Muchlis Eso, penduduk setempat yang kerap disewa menjadi guide.

Selain monumen McArthur di Pulau Zum-zum, bangunan Sekutu yang masih bisa dijumpai adalah tempat pemandiannya di Desa Air Kaca. Tempat mandi yang tidak jauh dari pantai itu hanya berupa ceruk yang mirip sendang di Jawa.

Pemda Morotai berniat menghidupkan kembali kenangan PD II itu melalui kegiatan wisata sejarah. Terbentuknya Kabupaten Morotai membuat mereka makin bersemangat meskipun banyak kendala yang dihadapi. Tahun 2012 mendatang, Morotai akan menjadi ajang panitia 'Sail Morotai'. Para peserta akan mengarungi kembali kenangan PD II di pulau terpencil itu.

"Wisata sejarah adalah andalan kami untuk menarik wisatawan. Target kita adalah nostalgia PD II di kabupaten yang baru ini. Saya menginginkan Morotai kembali ramai seperti dulu. Menjadi Jakarta seperti sekarang ini," harap Al Fatah.

sumber : detik

10 Seragam Bola Paling Legendaris

10. Juventus

Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.

9. Kroasia, 1996

Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.

8. Ajax Amsterdam

Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.

Kostum kandang Ajax seperti yang dikenakan Edgar Davids sudah melegenda

7. Denmark, 1986

Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.

6. Real Madrid, 1960-an

Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.

5. Jorge Campos, 1990-an

Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.

Inilah salah satu kostum kebanggaan Jorge Campos yang cenderung bercorak warna-warni

4. Glasgow Celtic, 1967
Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.

Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung

3. Belanda (Johan Cruyff), 1974
Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain.

Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya

2. Prancis, 1984 dan 1998
Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa.

Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini

1. Indonesia, 1956
Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.


10 Senjata Tradisional Unik


Sepanjang peradaban, perang tak pernah luput dari sejarah. Dan, ada perang berarti ada senjata untuk mengalahkan lawan. Yang lazim dikenal mungkin panah, tombak, pisau dan jenisnya. Nah, uniknya, ada juga senjata-senjata yang diciptakan dengan bentuk nan aneh. Beberapa diantaranya adalah:


1. Katar
Katar merupakan senjata bangsa India yang membuat pemakainya memiliki cakar seperti Wolverine (ingat salah satu tokoh di film X-Men?). Sekilas, katar seperti pisau tunggal. Namun memiliki tombol yang saat diaktifkan akan membagi pisau menjadi tiga bagian.

2. Zhua

Kalau yang satu ini berasal dari Cina, serupa seperti katar tapi berbeda bentuk. Fungsinya seperti cakar yang bisa menusuk dan melepaskan daging dari tubuh. Zhua lebih sering digunakan untuk menghancurkan perisai musuh.

3. Flying Fire

Flying fire disebut juga Nest of Bees, berasal dari Cina. Bentuknya seperti tabung heksagonal berisi buluh-buluh kayu sebagai anak panah. Berbeda dengan panah biasa, dengan flying fire ini, laju anak panah lebih cepat dan kuat. Hebatnya, bisa sekaligus meluncurkan 32 anak panah sekaligus.

4. Chu Ko Nu

Masih dari Cina, dengan bentuk panah seperti ini pastinya lebih hebat baik dari kekuatan, jangkauan dan kecepatannya. Terakhir digunakan saat perang Sino-Japanese 1894-1895.

5. Chakram

Chakram berbahan dasar logam ini digunakan secara luas oleh Sikh India peringkat tinggi. Berbeda dengan frisbee, chakram dilemparkan vertikal. Dengan tepi yang sangat tajam bisa mengiris lengan atau kaki dengan mudah.

6. Scissor

Pastinya bukan gunting biasa, karena gunting yang satu ini dipakai oleh para gladiator Romawi kuno. Perhatikan gambar, ada tabung panjang dari logam yang dikenakan sang gladiator untuk menutupi tangan mereka, dan bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran yang sangat tajam.

7. Macuahuitl

Senjata yang satu ini digunakan bangsa Aztec untuk menangkap musuh atau korban hidup-hidup. Bentuknya seperti pedang dengan pisau cukur yang sangat tajam. Terdapat gerigi-gerigi tajam yang bisa merobek kulit.

8. Kpinga

Suku Azande dari Nubia, Afrika memiliki senjata tradisional yang disebut kpinga. Penggunaannya seperti pisau lempar, panjangnya sekitar 22 inci dan memiliki tiga bilah pisau. Pisau yang mirip alat kelamin pria sebagai simbol kekuatan maskulin pemiliknya. Saat pemilik senjata ini menikah, biasanya kpinga dipersembahkan sebagai hadiah kepada keluarga istrinya.

9. Hook Swords

Biarawan Shaolin di Cina Utara punya senjata yang sangat indah, artistik, namun mematikan. Panjang pedang ini kira-kira 4 hingga 6 meter.

10. Mere Club

Suku-suku Maori di Selandia Baru menggunakan senjata ini yang berbahan dasar batu giok nephrite, untuk menusuk lawannya. Mere Club digolongkan sebagai senjata yang memiliki nilai spiritual tinggi. Setiap Mere Club memiliki nama tersendiri secara turun-temurun. Bahkan, mereka percaya ada kekuatan spiritual di dalamnya. 

Hotel Bersejarah yang Misterius

Hotel Bersejarah yang Misterius
IAN Fleming menciptakan tokoh James Bond, Fidel Castro meninggalkan Kuba, dan berbagai cerita lainnya terjadi dengan tokoh-tokoh dunia ketika menginap di hotel. Kadang-kadang, sebuah kamar hotel memang lebih dari tempat untuk istirahat.

Kamar-kamar hotel terbaik berikut ini tidak hanya memiliki sejarah, tapi juga cerita tak biasa . Simak hotel dimaksud Versi CNNGo,

1. Golden Eye Resort, Jamaica



Ian Fleming menghabiskan hampir 20 musim dingin untuk menuliskan beberapa thriller James Bond. Resor ini menjadi saksi Fleming menciptakan tokoh James Bond. Tempat persembunyian ini juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa selebriti yang berperan di dalamnya, seperti Errol Flynn, Lucian Freud, Katharine Hepburn, Evelyn Waugh, Cecil Beaton, John Gielgud dan Princess Margaret.

Selama setahun setelah kematian Fleming pada Agustus 1964, pengusaha Chris Blackwell membeli resor ini, dan tercatat Sting, Bono, Michael Caine, Quincy Jones, Johnny Depp, dan Bill Clinton pernah menginap di sini


2. Andaz West Hollywood, Amerika Serikat


Hotel ini menjadi saksi Keith Richards melemparkan televisi dari balkon lantai 11 pada 1975. Di hotel ini pula, Jim Morrison bergantung di jendela dengan ujung jari, dan Axl Rose menyapa kerumunan fans yang berkumpul di luar hotel.


3. Cadogan, London, England


Hotel yang terletak di jantung surga belanja Kota London ini dilanda skandal dalam beberapa tahun sejak dibuka pada 1887, salah satunya penangkapan Oscar Wilde. Dia ditangkap di kamar 118 pada 6 April 1895 atas tuduhan homoseksual, yang kemudian dikirim ke penjara.


4. Hotel Nacional de Kuba, Havana, Kuba


Sejak dibuka pada 1930, hotel ini telah menjadi saksi revolusi. Fidel Castro mendirikan sebuah sel di kedalaman bangunan hotel, yang merupakan lambang pra-revolusioner dekadensi di Kuba.

Ketika itu, tepatnya pada 1959, para tamu melarikan diri dari ruang dansa dengan gaun dan tuksedo mereka saat berita tersebar bahwa kudeta berhasil dilakukan. Di hotel ini, tercatat Frank Sinatra tinggal bersama Ava Gardner di kamar 225, Johnny "Tarzan" Weissmuller di kamar 232, dan Tennessee Williams di kamar 570


5. Stanley Hotel, Colorado, Amerika Serikat


Stephen King menulis The Shining di hotel ini. Perasaan takut yang menyelimuti Stephen King ketika memasuki hotel ini yang kemudian mengilhaminya untuk menulis buku tersebut. Memang, hotel ini dianggap sebagai salah satu hotel terangker di Amerika Serikat yang dibangun pada 1909 di lereng gunung di Estes Park, sekira 2.286 meter di atas permukaan laut.

Banyak tamu mendengar suara hantu anak bermain ke atas dan bawah aula lantai 4. Terutama adalah kamar 401 yang dikatakan telah dihuni hantu Lord Dunraven selama 80 tahun. Jim Carrey sempat tinggal di kamar 217 hotel ini selama pembuatan film "Dum & Dumber," tapi menolak untuk menjelaskan mengapa ia harus memeriksa sekitar kamar hotelnya saat tengah malam.


6. Mamaison Pachtuv Palace, Praha, Republik Ceko


Ini adalah bangunan yang disebut rumah Mozart pada 1788, yang hingga kini masih memiliki lukisan dinding asli dan langit-langit kapel berkubah. Mozart mendedikasikan sonata no. 6 untuk pemilik properti ini sebagai pengganti biaya sewa. Mozart pernah tidur di hotel ini, tepatnya di kamar 218.


7. Fairmont Ratu Elizabeth, Montreal, Kanada


Hotel ini menjadi terkenal karena pernah menjadi tempat singgah John Lennon dan Yoko Ono selama sepekan sebelum konser. Anda masih dapat memesan kamar 1742 di mana mereka menulis dan merekam "Give Peace A Chance" pada 1969.


8. The Olde Bell, Berkshire, England


Untuk sebuah negara kecil, penginapan ini terkenal yang tertua di Inggris karena dibangun sejak 1135. Sejak itu pula, The Bell Olde telah menjadi saksi banyak sekali intrik. Salah satunya menjadi latar tergulingnya kekuasaan King James II pada abad ke-17 oleh Lord Lovelace of Hurler. Hingga kini, Anda masih tetap bisa melihat pintu terowongan rahasia yang berada di antara bar dan tempat hunian Lovelace. Banyak bintang film telah tinggal di sini selama syuting, sebut saja Liz Taylor dan Richard Burton.


9. Beverly Hilton, Amerika Serikat


Usia hotel ini mencapai 70 tahun. Marilyn Monroe pernah tidur di sini, tepatnya kamar 1 dan 7 yang menjadi favoritnya serta Richard Burton dan Elizabeth Taylor di kamar 5. Warren Beatty juga sempat menginap di sini. Beberapa selebriti ditemukan tewas di hotel ini, seperti Peter Finch pada 14 Januari 1977 dan penyanyi legendaris Whitney Houston akibat overdosis obat-obatan di kamar 434.


10. Hotel King David Yerusalem, Israel


Hotel ini telah menjadi pilihan banyak raja dan kepala negara. Angkatan Darat Inggris disewakan lantai atas sebagai markas darurat ketika pemberontakan Arab pecah pada 1936. Satu dekade kemudian, tentara Israel menanam sebuah bom di ruang bawah tanah, menyebabkan 91 orang tewas.

Peran Bir di Kehidupan Mesir Kuno




Di masa yang lampau, bir merupakan minuman pokok bagi rakyat biasa Mesir pada waktu itu dan sering disajikan pada waktu makan kalangan atas atau orang kaya Mesir. Minuman berakohol ini juga sering disertakan dalam persembahan untuk dewa.

Dalam memberi upah karyawan bir juga dijadikan alatnya. Di kala itu, seorang pekerja di daerah Giza, akan menerima bir 3 kali sehari sebagai upah bekerjanya. Namun, bir pada masa Mesir kuno tidak begitu memabukkan. Konon, bir Mesir kuno justru bergizi, kental, dan manis. Karena bahan utama bir Mesir kuno terbuat dari roti yang berasal dari adonan beragi yang penuh , termasuk gandum.

Menurut cerita legenda, satu dari sembilan dewa Mesir kuno yang berandil dalam pembuatan Mesir bawah atau Osiris, mengajarkan seni pebuatan bir pada masa itu. Proses peragian bir yang dilakukan secara tradisional bukan hanya dikerjakan oleh para perempuan, tapi masih ada beberapa dari mereka yang melakukanya untuk mendapatkan uang tambahan atau barang barter yang berguna buat mereka atau keluarganya. Hqt, heqet, atau heket merupakan kata-kata yang digunakan untuk menyebut bir. Sedangkan minuman keras dikenal dengan tnmw atau tenemu. Masih terdapat beberapa jenis bir lain yang disebut dengan haAmt atau ahmet.

Para ahli genetika temukan 'jejak' Ratu Balqis

Para ahli genetika temukan 'jejak' Ratu Balqis

Para ilmuwan yang berhasil membongkar DNA orang-orang Ethiopia modern menemukan berbagai petunjuk yang mengarah pada kebenaran legenda Ratu Sheba, yang dalam tradisi Arab juga dikenal dengan Ratu Balqis.

Dalam hikayat disebutkan bahwa Ratu Sheba mengunjungi Jerusalem yang ketika itu diperintah oleh Raja Sulaiman dari Israel, sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Legenda Ratu Sheba yang diceritakan secara turun-temurun di Ethiopia menyebutkan adanya hubungan perkawinan antara Ratu Sheba dan Raja Sulaiman, meski tentang hubungan ini tidak disebutkan secara eksplisit di kitab suci agama seperti Injil.

Keluarga kerajaan di Ethiopia mengklaim mereka keturunan langsung anak Ratu Sheba.

Para peneliti genetika dari Inggris dan Ethiopia mengatakan genom orang-orang Ethiopia sangat mirip dengan orang-orang Israel dan Suriah dan percampuran genetika diketahui dimulai kira-kira 3.000 tahun lalu.
Sejarah migrasi manusia

"Dengan analisis genetika kita bisa mengetahui bahwa gen masuk ke Ethiopia sekitar 3.000 tahun lalu dan ini sesuai dengan hikayat Ratu Sheba."

Chris Tyler-Smith

Profesor Chris Tyler-Smith, pakar dari Inggris yang melakukan penelitian mengatakan, genetika bisa menjadi petunjuk kejadian sejarah.

"Dengan menganalisis genetika orang-orang Ethiopia dan beberapa orang dari kawasan Afrika lain, kita bisa mengetahui bahwa gen masuk ke Ethiopia sekitar 3.000 tahun lalu dan ini sesuai dengan hikayat Ratu Sheba," papar Tyler-Smith.

Luca Pagani, pakar dari Universitas Cambridge yang juga terlibat dalam penelitian ini menambahkan, "Bukti genetika yang kami temukan jelas mendukung kebenaran legenda Ratu Sheba."

Mengomentari temuan ini, Dr Sarah Tishcoff dari Jurusan Biologi dan Genetika Univeristas Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan, Ethiopia akan menjadi kawasan penting untuk diteliti di masa depan.

"Penelitian ini mengungkap sejarah Ethiopia, baik di masa sekarang maupun di masa lalu. Kawasan Ethiopia memainkan perang penting dalam sejarah migrasi manusia," kata Tishcoff.

Wartawan BBC Helen Briggs mengatakan bukti-bukti sejarah Ratu Sheba sejauh ini tidak ditemukan sampai para peneliti menganalisi DNA orang-orang Ethiopia dan Israel.

Hikayat Ratu Sheba dan Raja Sulaiman tercantum dalam buku Ethiopia, Kebra Nagast atau Kejayaan Raja-Raja, yang ditulis pada abad ke-13.

Nama Ratu Sheba atau Ratu Balqis juga disebut di Injil dan Al  Qur'an.

Kisah Kematian Raja yang Mengenaskan

Kisah Kematian Raja yang Mengenaskan
Kekuasaan, kedudukan dan jabatan, merupakan sebuah kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Namun dalam perjalanan sejarah sistem kekuasaan, kekaisaran, kerajaan dan kepresidenan, setiap bangsa memiliki peristiwa yang pahit, terutama dialami oleh para mantan penguasa. Hardikan dan kecaman dari rakyat atau pihak yang membenci bahkan dialami oleh keluarga dan kerabatnya. Di masa dulu para penguasa yang dianggap lalim, lalai, dan khianat, kebanyakan berakhir dengan kematian yang mengenaskan. Berikut uniknya.com merangkum 5 raja yang tewas mengenaskan di masa lalu:
1. Dimasak dan Dimakan


György Dózsa (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

György Dózsa bukanlah seorang raja sebuah kerajaan, melainkan seorang pemimpin kelompok penjahat yang berhasil menguasai Hungaria di abad ke 16. Namun nasib sial menimpanya ketika rakyat Hungaria berhasil menggulingkan kekuasaan dan menangkapnya, sang penguasa lalim itu disiksa secara kejam. György Dózsa dipaksa menduduki singgasana dan mahkota besi yang panas. Sementara György merasakan panasnya ‘kekuasaan’, seorang pelayan membawa tang panas untuk merobek kulit dan membakar organ dalam tubuhnya. Yang paling keji dari kisah penyiksaan raja lalim ini adalah ketika adegan tersebut di akhiri dengan menikmati sajian hidangan daging. Para penyiksa memaksa salah satu dari teman dekat, kepercayaan György untuk memakaan daging bakar yang berasal dari tubuh sang raja. Mereka yang menuruti kehendak –memakan daging György, kemudian dibebaskan.

2. Dituangi Emas Cair

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Tutup

Publius Licinius Valerianus Augustus (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

Saat itu bangsa Persia berhasil merebut kekuasaan Bangsa Romawi, yang dipimpin oleh Publius Licinius Valerianus Augustus (253-260 Masehi), Raja Roma tersebut pun dijadikan sebagai tawanan perang untuk beberapa tahun hingga kemudian ia tewas.
Beberapa rumor mengenai kematiannya pun tersebar, sebuah rumor yang memang selalu hidup di dalam kehidupan para raja dan kekaisarannya. Salah satu rumor yang tersebar, dikabarkan kematian Valerianus tersebut diakibatkan oleh siksaan yang dilakukan penguasa Persia, Shapur, menuangkan cairan emas yang panas ke dalam tenggorokan Valerianus. Tidak hanya melakukan siksaan itu saja, Shapur pun memasang banyak jerami di tubuh Valerianus dan memanjangnya seperti trofi. Kematian serupa pun dialami oleh gubernur Spanyol di Ekuador pada abad ke-16.

3. Dibekam Bantal



Tiberiu (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

Tiberius meninggal di Misenum, 16 Maret 37 SM, di usia 77 tahun. Sebuah catatan yang ditulis oleh Tacitus, kematian sang kaisar tersebut disambut rakyatnya dengan sukacita, namun suasana kegembiraan tersebut berubah menjadi kesunyian setelah mereka mengetahui bahwa sang kaisar mati dibunuh oleh Caligula yang dibantu oleh Macro. Walaupun cerita ini hanya berupa warisan lisan belaka, tidak dicatat oleh sejarawan lainnya, namun hal ini merupakan sebuah indikasi, bagaimana golongan senator sangat berperan dalam setiap kematian seorang kaisar, untuk mengangkat kaisar lainnya.
Kematian Tiberius disebabkan oleh cekikan (sesak nafas) yang diakibatkan oleh bekaman bantal yang dilakukan Caligula. Namun para senator dikabarkan enggan menyelidiki kematian Tiberius yang penuh kejanggalan. Bahkan mereka mengkremasi jasad Tiberius dan abunya di simpan di Komplek pemakaman Agustus.

4. Dimakan Belatung



Galerius (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

Galerius (Kaisar Roma yang berkuasa di tahun 305 hingga 311 Masehi), seorang kaisar yang dikenang dalam sejarah sebagai salah salah satu penguasa yang tidak disukai oleh para agamwan, bukan itu saja ia pun tidak disukai karena idenya yang meubah nama Kekaisaran Roma menjadi Kekaisaran Dacian.
Ia meninggal akibat penyakit yang dideritanya, komplikasi antara kaker perut dan infeksi pada organ genital. Mungkin penyakit terakhir yang dideritanya terlihat menyakitkan mengenaskan, karena organ genitalnya digerogoti oleh belatung dan cacing. Menurut catatan, infeksi genitalnya itulah yang merenggut nyawanya.

5. Ditikam Saat Buang Air Kecil



Caracalla (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

Kaisar Roma yang satu ini bernama Caracalla, ia berkuasa dari tahun 198 hingga 217 Masehi. Caranya menjalankan kekuasaan salah satunya adalah dengan membebaskan semua orang menjadi bagian (rakyat) dari Kekaisaran Roma, namun demikian ia memasang nilai pajak yang tinggi.
Kematiannya bermula saat dirinya sedang berada dalam perjalanan pulang dari Odessa, untuk melanjutkan peperangan dengan bangsa Parthia (Parsi,Persia). Namun nasib sial menimpanya, ketika itu (8 April 217 SM) Carcalla meminta pengawalnya untuk menepi di sekitar wilayah Carrhae untuk melakukan buang air kecil. Dan saat ia tengah melakukannya, seorang perwira bernama Julius Martialis menikamnya dari belakang hingga sang kaisar pun tewas. Herodian mengatakan Martialis melakukan pembunuhan tersebut akibat Caracalla telah menghukum mati adiknya (Cassius Dio) yang tidak bersalah. Namun ada versi lain yang menyatakan, Martialis tidak mengalami promosi kenaikan pangkat dalam karir militernya, sehingga ia membunuh sang kaisar.

(Foto bercerita) Kekejian "Cuci Otak" Komunis Uni Soviet

(Foto bercerita) Kekejian "Cuci Otak" Komunis Uni Soviet
Pasti kita-kita kenal dengan yang namanya Uni Soviet, KGB, Komunis? Saya yakin pasti banyak yang paham kejinya komunis itu bagaimana..

Pemimpin-pemimpin komunis Soviet zaman dahulu seperti pada awal revolusi yang menggulingkan dan membunuh Kaisar Tsar Nicholas (yang putrinya namanya Anastasia cantik banget melegenda) yaitu Vladimir Lenin terkenal bertangan besi. Begitu juga Jospeh Stalin.

Nah, pemerintahan komunis tuh sarat sekali dengan propaganda-propaganda yang tujuan aslinya adalah mencuci otak alias menutupi aib

Saya kasih contoh melalui foto sejarah yang tidak pernah dipublikasi oleh Soviet namun bocor nih:




Pada gambar diatas, Joseph Stalin dan para para kameradnya beserta Nikolai Yezhov (Kepala Dinas Polisi Rahasia Soviet/KGB yang nampak berwajah innocent (sebelah kanan di foto paling atas) sedang berjalan-jalan.

Lihat perubahannya saat komunis merekonstruksi background foto tersebut (air). Foto yang sebelah bawah adalah yang dirilis resmi. Lalu mana Yezhov? Dia "dihilangkan" karena dianggap 'merusak' pemandangan karena dia dieksekusi karena dituduh berkhianat kepada Stalin dan negara. Padahal sesungguhnya Yezhov difitnah.

Komunis memang tak suka dengan omong kosong, tapi sesungguhnya merekalah yang banyak beromong kosong alias tipu sana-sini. Dan semua penipuan ini dilakukan sebelum ada sofware editing foto!