Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

10 Senjata Tradisional Unik


Sepanjang peradaban, perang tak pernah luput dari sejarah. Dan, ada perang berarti ada senjata untuk mengalahkan lawan. Yang lazim dikenal mungkin panah, tombak, pisau dan jenisnya. Nah, uniknya, ada juga senjata-senjata yang diciptakan dengan bentuk nan aneh. Beberapa diantaranya adalah:


1. Katar
Katar merupakan senjata bangsa India yang membuat pemakainya memiliki cakar seperti Wolverine (ingat salah satu tokoh di film X-Men?). Sekilas, katar seperti pisau tunggal. Namun memiliki tombol yang saat diaktifkan akan membagi pisau menjadi tiga bagian.

2. Zhua

Kalau yang satu ini berasal dari Cina, serupa seperti katar tapi berbeda bentuk. Fungsinya seperti cakar yang bisa menusuk dan melepaskan daging dari tubuh. Zhua lebih sering digunakan untuk menghancurkan perisai musuh.

3. Flying Fire

Flying fire disebut juga Nest of Bees, berasal dari Cina. Bentuknya seperti tabung heksagonal berisi buluh-buluh kayu sebagai anak panah. Berbeda dengan panah biasa, dengan flying fire ini, laju anak panah lebih cepat dan kuat. Hebatnya, bisa sekaligus meluncurkan 32 anak panah sekaligus.

4. Chu Ko Nu

Masih dari Cina, dengan bentuk panah seperti ini pastinya lebih hebat baik dari kekuatan, jangkauan dan kecepatannya. Terakhir digunakan saat perang Sino-Japanese 1894-1895.

5. Chakram

Chakram berbahan dasar logam ini digunakan secara luas oleh Sikh India peringkat tinggi. Berbeda dengan frisbee, chakram dilemparkan vertikal. Dengan tepi yang sangat tajam bisa mengiris lengan atau kaki dengan mudah.

6. Scissor

Pastinya bukan gunting biasa, karena gunting yang satu ini dipakai oleh para gladiator Romawi kuno. Perhatikan gambar, ada tabung panjang dari logam yang dikenakan sang gladiator untuk menutupi tangan mereka, dan bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran yang sangat tajam.

7. Macuahuitl

Senjata yang satu ini digunakan bangsa Aztec untuk menangkap musuh atau korban hidup-hidup. Bentuknya seperti pedang dengan pisau cukur yang sangat tajam. Terdapat gerigi-gerigi tajam yang bisa merobek kulit.

8. Kpinga

Suku Azande dari Nubia, Afrika memiliki senjata tradisional yang disebut kpinga. Penggunaannya seperti pisau lempar, panjangnya sekitar 22 inci dan memiliki tiga bilah pisau. Pisau yang mirip alat kelamin pria sebagai simbol kekuatan maskulin pemiliknya. Saat pemilik senjata ini menikah, biasanya kpinga dipersembahkan sebagai hadiah kepada keluarga istrinya.

9. Hook Swords

Biarawan Shaolin di Cina Utara punya senjata yang sangat indah, artistik, namun mematikan. Panjang pedang ini kira-kira 4 hingga 6 meter.

10. Mere Club

Suku-suku Maori di Selandia Baru menggunakan senjata ini yang berbahan dasar batu giok nephrite, untuk menusuk lawannya. Mere Club digolongkan sebagai senjata yang memiliki nilai spiritual tinggi. Setiap Mere Club memiliki nama tersendiri secara turun-temurun. Bahkan, mereka percaya ada kekuatan spiritual di dalamnya. 

Mitologi Putri Duyung

Mitologi Putri Duyung
Akar mitologi putri duyung memiliki berbagai variasi kisah. Dalam mitos modern kita cenderung melihat putri duyung dengan cara tunggal yaitu baik dan murah hati kepada manusia, namun tidak semua cerita demikian. Legenda putri duyung yang paling awal diketahui berasal dari Suriah sekitar 1000 SM dimana dewi Atargatis terjun ke danau dan berubah menjadi ikan, tetapi ada kekuatan besar yang tidak mengizinkannya untuk berubah secara keseluruhan sehingga hanya bagian pinggul kebawah yang menjadi ikan dan setengah tubuh bagian atasnya tetap berbentuk manusia.


Sebagai mitos – kisah putri duyung cenderung berubah dari waktu ke waktu, seperti mitos Atargatis yang kemudian bercampur dengan Ashtarte dewi Suriah yang dianggap sama dengan Aphrodite dari mitologi Yunani. Meskipun Aphrodite jarang digambarkan dalam bentuk putri duyung namun Aphrodite yang dalam mitologinya sama dengan Pisces (zodiak bersimbol ikan) dipercaya berasal dari akar mitologi Suriah.


Kemudian kisah lain dari mitologi putri duyung berasal dari epik Homer yang berjudul "The Odyssey". Ini merupakan versi putri duyung yang termasuk populer dalam sejarah yang ceritanya banyak terdapat di Inggris dan Kisah Seribu Satu Malam dari Timur Tengah. Dalam mitos ini putri duyung akan bernyanyi bagi para pelaut atau laki-laki yang berada di dekat pantai untuk menghipnotis mereka dengan kecantikan dan alunan suara. Mereka yang terkena dampaknya akan bergegas ke laut baik untuk tenggelam, dimakan maupun dibunuh.

Versi lain dari kisah putri duyung yang bermaksud jahat adalah mitos bahaya besar bagi pria yang percaya bahwa mereka melihat seorang wanita tenggelam dimana mereka kemudian bermaksud menyelam ke air untuk menyelamatkannya. Cerita lain menunjukkan bahwa putri duyung lupa atau tidak mengerti bahwa manusia tidak bisa bernapas di air sehingga ketika mereka menariknya ke kedalam laut secara tidak sengaja menenggelamkannya.

Hari ini dalam mitologi modern-putri duyung lebih cenderung dilihat sebagai mahkluk manis yang tidak bersalah yang selalu membantu manusia yang sedang dalam masalah. Sebagian besar interpretasi modern dari putri duyung dapat dilihat dalam kisah yang paling terkenal dari seluruh mitologi putri duyung, yaitu "The Little Mermaid" karya HC Andersen yang difilmkan oleh Disney dengan judul yang sama.


Kesamaan dari berbagai penafsiran yang ada mengenai mitologi putri duyung adalah banyak manusia percaya bahwa makhluk ini abadi dan memiliki kekuatan seperti kemampuan untuk menyembuhkan penyakit, mewujudkan keinginan sampai memberikan keabadian.

Orang-orang di benua Eropa cenderung memiliki pandangan yang lebih negatif kepada mahkluk ini tetapi banyak negara di Kepulauan Pasifik melihat putri duyung sebagai tanda-tanda nasib baik. Di Warsawa, Polandia putri duyung adalah simbol kota, dan kisah mengenai putri duyung datang dari mana-mana mulai Afrika tengah ke Kanada sampai ke Israel. Sangat banyak untuk makhluk yang dipercaya tidak ada. 
 
sumber

Berikut 8 Tips Wisata Budaya Saat Imlek

Berikut  8 Tips Wisata Budaya Saat Imlek
IkadaNewsOnline - Imlek memang merupakan perayaan tahun baru bagi kalangan Tionghoa.Walaupun Anda bukan berasal dari etnis Tionghoa, tidak ada salahnya ikut meramaikan Imlek dengan mencoba mengenal tradisi dan ritual selama perayaan Imlek. Selain menambah pengalaman, Anda bisa pun bisa mengisi akhir pekan dengan aneka kegiatan wisata budaya.

Menikmati Hidangan Yi Shang. Yi Shang menjadi hidangan yang biasa disantap saat perayaan Imlek. Sarat dengan harapan dan kekeluargaan, Yi Shang merupakan tradisi yang patut Anda kenal. Beragam bahan menjadi satu dalam Yi Shang. Sebut saja ikan salmon, ubur-ubur, wortel, jahe, lobak, kacang tanah, minyak wijen, pangsit, manisan pala, bawang bombay dan aneka bahan lainnya.

Cara memakannya pun unik. Pertama, peras jeruk di atas ikan salmon sambil mengucapkan permohonan. Lalu serbuk bumbu China ditaburi di Yi Shang. Setelah itu, minyak wijen dituang di atas Yi Shang.

Nah, setelah itu barulah seluruh keluarga yang mengelilingi Yi Shang dan bersama-sama mengaduk Yi Shang. Jangan hanya diaduk, tetapi angkat Yi Shang setinggi-tingginya sambil mengucap "Lo Hei".  Konon, semakin tinggi Yi Shang diangkat, semakin baik peruntungan di tahun baru Imlek.

Jika tertarik menikmati Yi Shang ini, Anda dapat mengunjungi restoran-restoran dengan menu Chinese yang menyediakan paket Yi Shang. Biasanya, beberapa hotel berbintang menawarkan promo Yi Shang pada saat Imlek. Jangan lupa membawa sanak keluarga atau teman untuk ikut menyantap Yi Shang. Sebab, Yi Shang yang kental nuansa akrab dan kekeluargan tersebut baru terasa seru jika Anda menikmatinya beramai-ramai.

Menonton Wayang Potehi. Sekilas Wayang Potehi mengingatkan memori pada tokoh Unyil. Wayang Potehi ini terbuat dari kain seperti boneka dengan lubang di bagian bawah. Tangan dalang akan masuk ke bagian bawah ini untuk menggerakan wayang. Seni Wayang Potehi merupakan pertunjukkan khas Tionghoa yang sudah berusia ribuan tahun.

Ada berbagai kisah yang dipentaskan Wayang Potehi, biasanya adalah cerita-cerita legenda dari negeri Tiongkok. Paling terkenal tentu saja legenda Kera Sakti. Di Jakarta, beberapa mal mempertunjukkan Wayang Potehi bagi pengunjung. Misalnya di Mal Ciputra Jakarta. Namun, Anda bisa menonton Wayang Potehi di kelenteng-kelenteng.

Melihat Pembuatan Pernak-pernik khas Imlek. Saat Imlek, ada beragam pernak-pernik sampai penganan khas yang muncul hanya saat Imlek. Sebut saja seperti kue keranjang, lilin merah ukuran besar yang biasa digunakan untuk beribadah, hio atau dupa, sampai lampion. Di Jakarta, beberapa barang ini bisa dibeli di daerah Petak Sembilan.

Namun tempat pembuatannya berada di Tangerang, Banten. Misalnya pabrik hio berada di Kampung Melayu Barat, Teluk Naga. Ingin melihat pembuatan kue keranjang? Mampir saja ke tempat Nyonya Lauw yang juga berada di Tangerang. Atau, menyaksikan pembuatan lilin-lilin besar di Lilian Candles, Bandung, Jawa Barat. Sangat menarik melihat sendiri pembuatan aneka benda khas Imlek tersebut.

Mampir ke Kelenteng. Memang sangat menarik untuk melihat secara langsung bagaimana orang Tionghoa merayakan Imlek. Anda bisa saja mampir ke kelenteng untuk melihat perayaan tersebut. Bersiap-siaplah menghadapi keramaian umat yang datang.
Namun, ingatlah kelenteng merupakan tempat orang beribadah. Oleh karena itu, Anda harus menjaga sopan santun saat bertandang ke kelenteng. Jika bertandang ke kelenteng akan menjadi pengalaman pertama Anda, Anda bisa mencoba tips berikut "Tips Berkunjung ke Kelenteng".

Wisata Sejarah di Pecinan. Pecinan di kota manapun di Indonesia menawarkan wisata sejarah yang menarik. Mulai dari kelenteng-kelenteng kuno yang mencerminkan bagaimana perjuangan orang Tionghoa saat pertama kali datang ke Indonesia, sampai rumah-rumah juragan kaya etnis Tionghoa.

Anda bisa menjelajahi sendiri sejarah-sejarah yang ada di Pecinan. Boleh juga ikut dengan komunitas sejarah yang biasa mengadakan wisata sejarah. Misalnya Komunitas Jelajah Budaya yang biasa mengadakan wisata kota tua bertemakan Imlek di Jakarta. Di Surabaya, ada tur tematik gratis yang diselenggarakan Surabaya Heritage Track. Rutenya adalah menjelajahi kawasan Pecinan di kota tersebut.

Icip-icip Penganan khas Imlek. Di Pecinan biasanya mulai bermunculan aneka penganan khas Imlek. Sebut saja kue keranjang, kue teratai, kue maho atau kue mangkok, kue semprit, dan kue almond. Cicipi langsung ataupun olah kembali sesuai kreativitas Anda. Ada pula aneka manisan dan buah-buahan khas Imlek seperti pir madu dan jeruk

Ketahui Nasib dari Ciam Si.
 Boleh percaya, boleh tidak, namun Ciam Si sangat menarik untuk dicoba. Ciam Si adalah ramalan khas Tionghoa berdasarkan syair-syair kuno. Beberapa batang bambu seperti sumpit lebar diletakkan dalam wadah bambu bulat. Masing-masing batang bambu berisikan nomor. Wadah bambu kemudian dikocok hingga mengeluarkan satu batang bambu.

Dari nomor yang tertera di batang bambu, tinggal mencocokannya dengan kertas yang tersedia. Ramalan berupa syair tersebut ditulis dalam kanji, namun tenang saja, biasanya selalu ada terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar kelenteng memiliki Ciam Si. Mintalah izin dan petunjuk cara menggunakan Ciam Si kepada penjaga kelenteng.

Berfoto dengan Baju Cheongsam. 
Jika di kota Anda tidak ada tempat jasa foto dengan menggunakan cheongsam, tak ada salahnya Anda membeli satu stel Cheongsam tersebut. Di Jakarta, beberapa tempat seperti Sarinah dan Mangga Dua biasa menjual pakaian-pakaian tradisional Tionghoa tersebut menjelang Imlek.

Bahkan, terkadang lebih banyak orang-orang yang tidak merayakan Imlek malah yang membeli pakaian-pakaian tersebut. Pilih lokasi menarik yang mencerminkan arsitektur Tionghoa, kenakan baju Cheongsam Anda. Lalu, foto dengan gaya seunik mungkin.

sumber :okezone.com