Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label tragis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tragis. Tampilkan semua postingan

Tragis: Pemuda Tewas Setelah Menyelamatkan Satu Keluarga yang Tidak Tahu Diri

Tragis: Pemuda Tewas Setelah Menyelamatkan Satu Keluarga yang Tidak Tahu Diri
Kali Ini Admin www.ikadanewsonline.com Akan Berbagi Info tentang Tragis: Pemuda Tewas Setelah Menyelamatkan Satu Keluarga yang Tidak Tahu Diri   , Info Terbaru Kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Dan jangan lupa menekan Tombol Like/Share Facebook untuk memberi tahu kepada teman-teman anda yang lain dan Berlangganan Artikel Secara Gratis di blog www.ikadanewsonline.com agar bisa terus mendapatkan Kabar terbaru. Sipp, kembali ke Info Terbaru Saat ini yaitu tentang Tragis: Pemuda Tewas Setelah Menyelamatkan Satu Keluarga yang Tidak Tahu Diri   , Berikut Infonya :
Tanggal 3 Juli kemarin, seorang pria di Cina mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan satu keluarga yang hampir tenggelam di sungai. Yang mengenaskan, keluarga yang diselamatkan pergi begitu saja tanpa merasa peduli sedikitpun.

Jasad sang penyelamat akhirnya ditemukan. foto: idnews
Sore itu, masyarakat ramai berkumpul di pinggir Sungai kota Loudi untuk melihat jasad seorang pemuda berusia 27 tahun yang tewas karena tenggelam. Mereka berduka, bukan hanya karena hilangnya seorang pemuda berjiwa pahlawan, tapi juga karena mereka baru saja menyaksikan kondisi ketidakpedulian sosial yang amat menusuk hati.
Sejam sebelumnya, Deng Jinjie, yang saat itu sedang berada di taman dengan dua ekor anjingnya, mendengar permintaan tolong dari sepasang orang tua yang sedang berenang di dalam sungai. Menurut warga sekitar yang melihat kejadian itu, dua sepasang tua tersebut panik karena anak mereka yang berenang memakai ban pelampung terlihat semakin menjauh karena terbawa arus sungai. Saat itu, anak berusia 5 tahun tersebut sudah terpisah hingga jarak belasan meter dari orang tuanya.
Tanpa pikir panjang, Jinjie langsung melompat ke sungai untuk memberi pertolongan. Dua orang warga lainnya juga ikut menyebur ke sungai membantu usaha penyelamatan Jinjie. Berkat pertolongan mereka, ketiga anggota keluarga tersebut berhasil sampai ke tepian sungai dengan selamat.
Namun, ketika semua terlihat sudah berakhir, orang-orang baru menyadari ada satu hal yang tak beres. Jinjie, sang pemimpin usaha penyelamatan tidak terlihat di mana-mana. Mereka akhirnya menyadari bahwa Jinjie kehabisan tenaga saat berenang dan terbawa arus sungai. Warga lalu menghubungi polisi dan petugas pemadam kebakaran, yang pada akhirnya berhasil menemukan Jinjie yang sudah tewas karena terlalu lama berada di dalam air.

Atas: Foto ketika pencarian. Bawah: Deng Jinjie ketika masih hidup. foto: voc.com.cn
Yang membuat semua orang terkejut, saat semua orang sibuk berusaha mencari Jinjie, keluarga yang baru saja diselamatkan oleh pahlawan mereka dengan taruhan nyawa itu malah melangkah pergi begitu saja dari lokasi. Tak sedikitpun ucapan terima kasih terdengar dari mulut mereka. Dan pada saat seseorang dari keramaian bertanya, "orang yang menyelamatkan kalian masih berada di dalam air, mengapa kalian pergi?" Sang ibu dari keluarga tersebut malah menjawab "Itu bukan urusan saya".
Saat berita ini menyebar ke media kabar dan internet, hasilnya dapat ditebak. Keluarga yang belum diketahui identitasnya ini menerima hujan hujatan. Diamanapun berita ini muncul, kolom komentar akan dipenuhi dengan berbagai hujatan dan permohonan agar identitas keluarga tersebut dicari hingga jelas dan diperlihatkan ke publik. Rasa kemanusiaan mereka kembali tercabik, sama seperti pada kasus dulu ketika seorang anak kecil berusia 3 tahun terlindas mobil dan banyak orang yang lewat ketika itu tak peduli.
Mungkin benar seperti apa yang telah dianalisakan oleh the-diplomat, kemajuan ekonomi yang melonjak tajam di Cina telah meninggalkan satu nilai penting di negara sosialis tersebut: Rasa kemanusiaan.

http://www.idbite.com/artikel/2374/tragis-pemuda-tewas-setelah-menyelamatkan-satu-keluarga-yang-tidak-tahu-diri

5 pasangan romantis berakhir tragis

@IkadaNewsOnline - 5 pasangan romantis berakhir tragis - Cerita cinta dari sejarah terus dihargai dan dikenang serta diceritakan kembali untuk generasi mendatang. Tidak hanya kisah-kisah romantis yang indah menyentuh hati tapi juga bagaimana kuatnya cinta pasangan ini.
Ada beberapa pasangan bersejarah yang bisa dikatakan pasangan romantis sepanjang masa. Setidaknya, sampai sekarang kisah cinta mereka terus diingat dan dikenang. Mari kenang mereka...
Romeo dan Juliet
Tragedi kisah cinta William Shakespeare ini adalah salah satu drama paling populer di sastra Inggris. Bercerita tentang perseteruan dua keluarga yang menyebabkan dua anak manusia patah hati dan memilih mati daripada dipisahkan. Percintaan remaja ini masih terus diadaptasi ke layar lebar, panggung, dan opera.
Salim dan Anarkali
Salah satu kisah cinta yang juga menyedihkan. Bercerita tentang perselingkuhan yang dilakukan Anarkali, gadis budak dari Pakistan yang berselingkuh dengan Pangeran Salim. Akibatnya, Kaisar Mughal Akbar memerintahkan keduanya dikubur hidup-hidup antara dua dinding.
Mumtaz Mahal dan Shah Jahan
Berdirinya Taj Mahal menjadi salah satu pembuktian kisah cinta sepanjang masa. Fakta sejarah menyebutkan Mumtaz Mahal dan Shah Jahan menjalani pernikahan penuh kasih sayang. Mumtaz memberi pengaruh baik kepada kaisar. Kematiannya membawa kesedihan luar biasa untuk Shah Jahan yang kemudian membangun makam indah untuknya di tepi sungai Yamuna di Agra.
Layla dan Majnun
Kisah dua anak manusia yang cintanya tidak disetujui orangtua mereka. Layla akhirnya menikah dengan pria lain, akibatnya Majnum pergi ke gurun pasir dan menjadi gila sampai akhirnya meninggal dunia. Layla sendiri kemudian meninggal akibat sakit.
Antony dan Cleopatra
Kisah Shakespeare lainnya, tentang ketertarikan jenderal Romawi Mark Antony kepada Ratu Mesir Cleopatra. Meski didasarkan karena masalah politik, keduanya akhirnya jatuh cinta. Kisah cinta yang terbalut intrik politik ini berakhir dengan kematian tragis keduanya.
Apakah anda punya kisah cinta pasangan abadi lainnya?

TRAGIS : Hanya Didoakan Tanpa Diobati, 3 Anak Meninggal karena Infeksi

@IkadaNewsOnline - TRAGIS : Hanya Didoakan Tanpa Diobati, 3 Anak Meninggal karena Infeksi - Tragis! Tiga anak ditemukan tewas di Korea Selatan (Korsel) hari ini karena dibiarkan sakit oleh ayah mereka. Sang ayah, seorang pendeta yang yakin bahwa kekuatan doa semata bisa menyembuhkan penyakit. Pria tersebut mencoba menyembuhkan penyakit ketiga buah hatinya hanya dengan memanjatkan doa-doa, tanpa harus berobat.

Jasad ketiga bocah malang itu ditemukan oleh sanak-saudara mereka di rumah pendeta tersebut di Kota Boseong, bagian selatan Korsel. Rumah tersebut berdekatan dengan gereja pendeta itu.

Demikian disampaikan seorang detektif di Kantor Polisi Boseong seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).

"Mereka tampaknya menderita infeksi yang tidak diobati sejak lama karena sang ayah cuma mendoakan mereka, bukannya mengupayakan perawatan medis," kata detektif tersebut.

Ketiga anak tersebut masing-masing berumur 10 tahun, 8 tahun dan 5 tahun.

Pendeta berumur 43 tahun tersebut juga memiliki seorang anak lainnya yang masih berumur 1 tahun. Bayi tersebut langsung dibawa oleh polisi untuk diasuh.

Atas kejadian ini, pendeta yang dirahasiakan namanya itu tengah diinterogasi polisi. Tidak disebutkan siapa dan di mana ibu anak-anak tersebut selama ini.