Ada sejumlah alasan dan faktor yang bisa membuat orang kecanduan
obat-obatan. Tapi diantara sekian banyak hal tersebut, ada 3 hal yang
bisa bikin orang jadi pecandu obat-obatan.
Obat-obatan adalah jenis kecanduan yang paling umum selain alkohol dan
ganja, meski ada pula kecanduan lain seperti heroin, kokain atau
sabu-sabu. Obat-obatan ini mengandung zat kimia yang bisa mempengaruhi
bagaimana fungsi otak.
Umumnya semua jenis narkoba hanya memberikan kepuasan semu dan berakhir
pada kecanduan. Diibaratkan orang yang sudah kecanduan obat-obatan sama
saja seperti memasukkan diri ke dalam lumpur hisap yang sulit untuk
keluar.
Diketahui ada faktor yang bisa berkontribusi bikin orang kecanduan
seperti pelarian, tekanan dari teman sebaya, genetika, stres, lingkungan
serta pendidikan di keluarga. Tapi ada 3 faktor penting yang
mempengaruhi orang untuk jadi pecandu obat-obatan, seperti dikutip dari
Timesofindia, Jumat (22/6/2012) yaitu:
1. Alasan psikologis
Kebanyakan orang menggunakan obat-obatan untuk bereksperimen dan
bersenang-senang, sebagian orang bisa lepas dan tidak jadi pecandu, tapi
bagi orang yang menggunakannya secara kompulsif dan memiliki kerentanan
psikologis maka mudah baginya untuk jadi pecandu.
Orang yang kecanduan obat-obatan sering berjuang dengan pengalaman
emosional yang kuat dan sulit menanganinya. Pengalaman emosional yang
paling umum adalah kemarahan, rasa bersalah, kesedihan, merasa kosong
dan kesepian. Pecandu menggunakan narkoba untuk mematikan emosional ini,
melarikan diri dari rasa sakit dan meningkatkan harga dirinya.
2. Trauma sosial
Trauma sosial ini sangat terkait dan jadi penyebab penting terhadap
penggunaan obat secara kompulsif atau kecanduan. Trauma sosial ini bisa
melibatkan dirinya sendiri, keluarga atau sosial budaya.
Namun yang umum biasanya disebabkan oleh pelecehan seksual, pengabaian
emosional, lingkungan keluarga yang terganggu, kekerasan fisik,
kekerasan teroris serta pengasingan.
3. Peran dari gen dan penyakit mental
Penelitian telah menemukan korelasi antara genetik dengan biokimia dari
obat-obatan, serta penyakit mental tertentu juga bisa memicu seseorang
lebih mudah terjerumus ke dalam kecanduan obat-obatan. Untuk itu
psikoterapi dan peningkatan motivasi bisa membuat perubahan pada diri
pecandu.
source
Cari Artikel Disini
Home » obat
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Inilah Bahayanya Minum Obat Pakai Kopi
@IkadaNewsOnline - Bahayanya Minum Obat Pakai Kopi - Untuk diminum bersama obat, kopi kurang disarankan karena bisa menghambat penyerapan obat sehingga mengurangi kemanjurannya. Bahaya lainnya adalah kafein jadi lebih berisiko memicu keracunan karena bertahan lebih lama di dalam tubuh.
Efek samping kopi saat diminum bersama obat seringkali terlupakan karena orang lebih peduli pada efek samping dari kopi itu sendiri misalnya jantung berdebar-debar dan susah tidur. Padahal ketika berinteraksi dengan obat, kopi bisa memicu efek samping yang lebih beragam.
Salah satu efek samping kopi saat diminum bersama obat adalah terhambatnya penyerapan obat, sehingga menjadi tidak manjur. Efek ini terjadi pada beberapa jenis obat, terutama golongan antidepresan, esterogen, serta obat-obat untuk gangguan tiroid dan osteoporosis.
Sebuah penelitian tahun 2008 menunjukkan, penyerapan levothyroxine yang berupakan salah satu obat gangguan tiroid berkurang 55 persen saat diminum bersama kopi. Demikian juga dengan alendronate, sejenis obat osteoporosis yang penyerapannya juga turun 60 persen.
Pada perempuan, kopi juga mempengaruhi keseimbangan hormonal sehingga penyerapan beberapa jenis obat bisa mengalami gangguan. Dalam beberapa penelitian, kadar esterogen dan hormon lain pada perempuan mengalami penurunan sesaat setelah minum kopi.
Selain itu, kopi itu sendiri juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan terkait metabolisme dan proses pembuangannya dari dalam tubuh. Akibatnya seperti dikutip dari NYtimes, Senin (5/12/2011), kafein akan memberi efek lebih lama, termasuk efek samping dan kemungkinan overdosis atau keracunan.
Beberapa jenis antibiotik dan pil KB bisa membuat kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh karena menghambat enzym CYP1A2 yang fungsinya adalah membuang sisa metabolisme kafein. Menurut penelitian, kafein bertahan beberapa jam lebih lama pada perempuan yang mengonsumsi pil KB.
Efek samping kopi saat diminum bersama obat seringkali terlupakan karena orang lebih peduli pada efek samping dari kopi itu sendiri misalnya jantung berdebar-debar dan susah tidur. Padahal ketika berinteraksi dengan obat, kopi bisa memicu efek samping yang lebih beragam.
Salah satu efek samping kopi saat diminum bersama obat adalah terhambatnya penyerapan obat, sehingga menjadi tidak manjur. Efek ini terjadi pada beberapa jenis obat, terutama golongan antidepresan, esterogen, serta obat-obat untuk gangguan tiroid dan osteoporosis.
Sebuah penelitian tahun 2008 menunjukkan, penyerapan levothyroxine yang berupakan salah satu obat gangguan tiroid berkurang 55 persen saat diminum bersama kopi. Demikian juga dengan alendronate, sejenis obat osteoporosis yang penyerapannya juga turun 60 persen.
Pada perempuan, kopi juga mempengaruhi keseimbangan hormonal sehingga penyerapan beberapa jenis obat bisa mengalami gangguan. Dalam beberapa penelitian, kadar esterogen dan hormon lain pada perempuan mengalami penurunan sesaat setelah minum kopi.
Selain itu, kopi itu sendiri juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan terkait metabolisme dan proses pembuangannya dari dalam tubuh. Akibatnya seperti dikutip dari NYtimes, Senin (5/12/2011), kafein akan memberi efek lebih lama, termasuk efek samping dan kemungkinan overdosis atau keracunan.
Beberapa jenis antibiotik dan pil KB bisa membuat kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh karena menghambat enzym CYP1A2 yang fungsinya adalah membuang sisa metabolisme kafein. Menurut penelitian, kafein bertahan beberapa jam lebih lama pada perempuan yang mengonsumsi pil KB.
TRAGIS : Hanya Didoakan Tanpa Diobati, 3 Anak Meninggal karena Infeksi
@IkadaNewsOnline - TRAGIS : Hanya Didoakan Tanpa Diobati, 3 Anak Meninggal karena Infeksi - Tragis! Tiga anak ditemukan tewas di Korea Selatan (Korsel) hari ini karena dibiarkan sakit oleh ayah mereka. Sang ayah, seorang pendeta yang yakin bahwa kekuatan doa semata bisa menyembuhkan penyakit. Pria tersebut mencoba menyembuhkan penyakit ketiga buah hatinya hanya dengan memanjatkan doa-doa, tanpa harus berobat.
Jasad ketiga bocah malang itu ditemukan oleh sanak-saudara mereka di rumah pendeta tersebut di Kota Boseong, bagian selatan Korsel. Rumah tersebut berdekatan dengan gereja pendeta itu.
Demikian disampaikan seorang detektif di Kantor Polisi Boseong seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).
"Mereka tampaknya menderita infeksi yang tidak diobati sejak lama karena sang ayah cuma mendoakan mereka, bukannya mengupayakan perawatan medis," kata detektif tersebut.
Ketiga anak tersebut masing-masing berumur 10 tahun, 8 tahun dan 5 tahun.
Pendeta berumur 43 tahun tersebut juga memiliki seorang anak lainnya yang masih berumur 1 tahun. Bayi tersebut langsung dibawa oleh polisi untuk diasuh.
Atas kejadian ini, pendeta yang dirahasiakan namanya itu tengah diinterogasi polisi. Tidak disebutkan siapa dan di mana ibu anak-anak tersebut selama ini.
Jasad ketiga bocah malang itu ditemukan oleh sanak-saudara mereka di rumah pendeta tersebut di Kota Boseong, bagian selatan Korsel. Rumah tersebut berdekatan dengan gereja pendeta itu.
Demikian disampaikan seorang detektif di Kantor Polisi Boseong seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).
"Mereka tampaknya menderita infeksi yang tidak diobati sejak lama karena sang ayah cuma mendoakan mereka, bukannya mengupayakan perawatan medis," kata detektif tersebut.
Ketiga anak tersebut masing-masing berumur 10 tahun, 8 tahun dan 5 tahun.
Pendeta berumur 43 tahun tersebut juga memiliki seorang anak lainnya yang masih berumur 1 tahun. Bayi tersebut langsung dibawa oleh polisi untuk diasuh.
Atas kejadian ini, pendeta yang dirahasiakan namanya itu tengah diinterogasi polisi. Tidak disebutkan siapa dan di mana ibu anak-anak tersebut selama ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


