@IkadaNewsOnline - Walah Pencuri Kok Malah Laporkan Korbannya ke Polisi (Lho?) - PENCURI dilaporkan korbannya ke polisi, sudah biasa. Kalau pencuri melaporkan korbannya ke polisi, ini baru langka.
Seorang pria dari kota Ballarat, negara bagian Victoria, Australia, mencuri ponsel dan dompet dari sebuah mobil yang diparkir dengan jendela terbuka.
Setelah membongkar isi ponsel, sang pencuri menemukan beberapa foto porno anak-anak. Kuatir pemilik ponsel seorang pedofil, sang pencuri pun melapor ke kantor polisi dan meminta aparat berwajib untuk memburu pemilik ponsel.
Ballarat Courier melaporkan, sang pencuri mengaku telah mencuri dua buah ponsel dan sebuah dompet pada saat kejadian dan terancam hukuman penjara.
Tapi lelaki yang identitasnya disamarkan demi kepentingan hukum itu rela dipenjara asalkan sang pedofil pemilik ponsel juga ditangkap.
“Saya tidak pernah melihat kasus seperti ini dan saya menghargai tindakannya yang melaporkan kasus ini pada kami,” ucap Ken Lay dari departemen kepolisian Victoria, seperti dikutip Australian Associated Press.
Seperti diberitakan Huffington Post, sang pencuri ponsel hadir di pengadilan Ballarat, Selasa (7/2) dan didakwa atas tujuh tindak kriminal, termasuk pencurian mobil.
Namun berkat jasanya melaporkan sang pedofil, dia hanya menerima hukuman penjara satu bulan dan denda sebesar $400 atau sekitar Rp 3,6 juta.
Lalu bagaimana nasib si pemilik ponsel?
Lelaki yang diketahui berusia 46 tahun itu akhirnya tertangkap dan didakwa atas pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Cari Artikel Disini
Home » polisi
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Walah Pencuri Kok Malah Laporkan Korbannya ke Polisi (Lho?)
Posted by
ADMIN
at
21.39
Labels:
Ada-Ada Saja,
kasus,
korban,
Kriminal,
laporkan,
malah,
News world,
pencuri,
polisi
Wah Foto Polisi Ganteng Bikin Heboh di Twitter
@IkadaNewsOnline - Wah Foto Polisi Ganteng Bikin Heboh di Twitter - Beberapa hari belakangan ini, jagad maya khususnya di microblogging twitter ramai dengan twit seputar polteng alias polisi ganteng. Kehebohan itu bermula dari upload sebuah foto saja.
Adalah akun @ArdyWu yang menjadi pemicu kehebohan itu. Ia meng-upload sebuah foto candid seorang polisi berwajah ganteng disertai tulisan 'siapa yang mau ditangkap sama polisi ini'.
Lalu kemudian saling me-retweet disertai komentar seru pun makin membuat foto polisi ganteng itu makin meluas. Apalagi, penyanyi Sherina yang memiliki followers hampir 3 juta akun itu ikut retweet dengan komentar 'tilang saya sekarang' katanya dengan huruf kapital.
Komentar-komentar genit para pengguna twitter pun begitu beragam seolah saling berebut perhatian sang lelaki yang sebenarnya tak diketahui jelas identitasnya.
Warga jagad twitter yang kebanyakan kaum hawa pun penasaran dan dibuat beranya-tanya. Dari 'kicauan-kicauan' yang ada, baru diketahui nama polisi berseragam dengan topi baret itu bernama Fachrie.
Seperti @silsylfia yang berujar "Oh.. Jd polisi ganteng ini namanya Fachrie *sukarela ditangkep* *masuk penjara cinta* Hahahaa," demikian tulisnya di twitter beberapa waktu lalu.
atau @sunny_susan yang menulis "Eh polisi fachrie tuh syp c?? Ganteeeeeng.." katanya.
Ada banyak ungkapan-ungkapan lucu lainnya dari para pengguna twitter. Disebut-sebut, Fachrie adalah anggota polisi di Bandung.
Hingga pagi ini, foto tersebut telah dilihat lebih dari 15 ribu kali. Wow!
Adalah akun @ArdyWu yang menjadi pemicu kehebohan itu. Ia meng-upload sebuah foto candid seorang polisi berwajah ganteng disertai tulisan 'siapa yang mau ditangkap sama polisi ini'.
Lalu kemudian saling me-retweet disertai komentar seru pun makin membuat foto polisi ganteng itu makin meluas. Apalagi, penyanyi Sherina yang memiliki followers hampir 3 juta akun itu ikut retweet dengan komentar 'tilang saya sekarang' katanya dengan huruf kapital.
Komentar-komentar genit para pengguna twitter pun begitu beragam seolah saling berebut perhatian sang lelaki yang sebenarnya tak diketahui jelas identitasnya.
Warga jagad twitter yang kebanyakan kaum hawa pun penasaran dan dibuat beranya-tanya. Dari 'kicauan-kicauan' yang ada, baru diketahui nama polisi berseragam dengan topi baret itu bernama Fachrie.
Seperti @silsylfia yang berujar "Oh.. Jd polisi ganteng ini namanya Fachrie *sukarela ditangkep* *masuk penjara cinta* Hahahaa," demikian tulisnya di twitter beberapa waktu lalu.
atau @sunny_susan yang menulis "Eh polisi fachrie tuh syp c?? Ganteeeeeng.." katanya.
Ada banyak ungkapan-ungkapan lucu lainnya dari para pengguna twitter. Disebut-sebut, Fachrie adalah anggota polisi di Bandung.
Hingga pagi ini, foto tersebut telah dilihat lebih dari 15 ribu kali. Wow!
Gallery Foto polisi wanita yang cantik dan seksi dari taiwan
@IkadaNewsOnline - Gallery Foto polisi wanita yang cantik dan seksi dari taiwan - Biasanya kita hanya bisa melihat kecantikan wanita dari kalangan artis atau selebitri. Terkadang kita tidak begitu tertarik dengan wanita yang mempunyai profesi lain selain berprofesi sebagai artis atau model.
Kenyataan memang tidak dapat dipungkiri dan dihindari. Ternyata berprofesi apapun, jika yang namanya wanita itu kalau udah cantik ya tetap saja namanya cantik. Entah itu berprofesi guru, dosen, pegawai, atau bahkan seorang polisi sekalipun.
Maka pada kesempatan ini, tidak ada salahnya kalau kita bisa melihat dan menikmati kecantikan dari seorang wanita yang mempunyai profesi sebagai polisi (Polwan). Tapi ma'af polisi yang dimaksud pada tema kali ini adalah POLWAN yang berada di Taiwan.
INILAH GALLERY FOTO-FOTO CANTIK POLISI WANITA TAIWAN YANG NARSIS :
Kenyataan memang tidak dapat dipungkiri dan dihindari. Ternyata berprofesi apapun, jika yang namanya wanita itu kalau udah cantik ya tetap saja namanya cantik. Entah itu berprofesi guru, dosen, pegawai, atau bahkan seorang polisi sekalipun.
Maka pada kesempatan ini, tidak ada salahnya kalau kita bisa melihat dan menikmati kecantikan dari seorang wanita yang mempunyai profesi sebagai polisi (Polwan). Tapi ma'af polisi yang dimaksud pada tema kali ini adalah POLWAN yang berada di Taiwan.
INILAH GALLERY FOTO-FOTO CANTIK POLISI WANITA TAIWAN YANG NARSIS :
Ini Alasan Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan untuk Afriyani
@IkadaNewsOnline - Ini Alasan Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan untuk Afriyani - Ini Alasan Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan untuk Afriyani - Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhirnya menerapkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan terhadap Afriyani dalam kecelakaan 'Xenia maut' pekan lalu. Penerapan pasal tersebut telah melalui analisa polisi dan instansi terkait.
"Itu hasil dari analisa kami dengan saksi ahli dan juga sudah dikoordinasikan dengan kejaksaan sehingga kita jerat dengan pasal pembunuhan," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, saat berbincang, Rabu (1/2/2012).
Rikwanto mengatakan, unsur pembunuhan dalam kecelaan yang menewaskan 9 orang telah dikaji dari beberapa analisa TKP. Rentetan kejadian yang dialami Afriyani sebelum kecelakaan terjadi juga ditengarai memenuhi unsur pembunuhan.
"Kita ketahui, sebelum kecelakaan terjadi, dia mengkonsumsi alkohol dan ekstasi kemudian dia juga bergadang seharian sehingga kondisinya drop," ujar Rikwanto.
Penerapan pasal ini juga didukung dari hasil kesaksian masyarakat di lokasi kejadian bahwa Afriyani tidak mengerem saat kendaraannya menyeruduk para pejalan kaki. Keterangan saksi ahli kesehatan, transportasi juga semakin menguatkan keyakinan penyidik untuk menerapkan pasal tersebut terhadap Afriyani.
Kemudian, saat terpengaruh narkotika, Afriyani mengabaikan anjuran teman-temannya untuk tidak mengemudikan Xenia bernopol B 2479 XI itu.
"Teman-temannya sudah memperingatkan untuk naik taksi saja, tetapi dia tetap ngotot menyetir," pungkas dia.
Polisi akhirnya menerapkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 9 pejalan kaki dan 3 lainnya luka-luka itu. Dengan demikian, ancaman hukuman Afriyani lebih banyak dari pada sebelumnya yakni maksimal hingga 15 tahun penjara.
"Itu hasil dari analisa kami dengan saksi ahli dan juga sudah dikoordinasikan dengan kejaksaan sehingga kita jerat dengan pasal pembunuhan," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, saat berbincang, Rabu (1/2/2012).
Rikwanto mengatakan, unsur pembunuhan dalam kecelaan yang menewaskan 9 orang telah dikaji dari beberapa analisa TKP. Rentetan kejadian yang dialami Afriyani sebelum kecelakaan terjadi juga ditengarai memenuhi unsur pembunuhan.
"Kita ketahui, sebelum kecelakaan terjadi, dia mengkonsumsi alkohol dan ekstasi kemudian dia juga bergadang seharian sehingga kondisinya drop," ujar Rikwanto.
Penerapan pasal ini juga didukung dari hasil kesaksian masyarakat di lokasi kejadian bahwa Afriyani tidak mengerem saat kendaraannya menyeruduk para pejalan kaki. Keterangan saksi ahli kesehatan, transportasi juga semakin menguatkan keyakinan penyidik untuk menerapkan pasal tersebut terhadap Afriyani.
Kemudian, saat terpengaruh narkotika, Afriyani mengabaikan anjuran teman-temannya untuk tidak mengemudikan Xenia bernopol B 2479 XI itu.
"Teman-temannya sudah memperingatkan untuk naik taksi saja, tetapi dia tetap ngotot menyetir," pungkas dia.
Polisi akhirnya menerapkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 9 pejalan kaki dan 3 lainnya luka-luka itu. Dengan demikian, ancaman hukuman Afriyani lebih banyak dari pada sebelumnya yakni maksimal hingga 15 tahun penjara.
Cuma Ada di Indonesia (Polisi Razia Celana Pendek)
Polisi Razia Celana Pendek Dikecam
Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran. Jika ada kasus kejahatan seksual, perempuan yang disalahkan.
Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran. Jika ada kasus kejahatan seksual, perempuan yang disalahkan.
Munculnya foto polisi menengur remaja putri yang memakai celana pendek menuai keberatan dari Komnas Perempuan. Polisi Tangerang telah memberi alasan bahwa mereka menegur adalah untuk menghindari tindak pornografi dan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Seharusnya kata-kata tersebut tidak keluar dari aparat negara," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Masruchah saat ditanya pendapatnya mengenai peristiwa tersebut di Jakarta, seperti ditulis laman beritasatu.com, hari ini.
Masruchah mengungkapkan bahwa polisi sebagai pelindung masyarakat seharusnya memposisikan diri sebagai pengaman, bukannya melarang dan berkata seolah remaja tersebut bisa menjadi penyebab tindak pornografi.
Menurutnya, dalam konteks kebebasan berekspresi seharusnya tidak ada pelarangan mengenai bagaimana perempuan boleh berpakaian.
"Kalau main larang dengan alasan bisa mengundang nafsu, sama saja polisi melempar tanggung jawab kepada perempuan," tambahnya.
Sopan atau tidaknya berpakaian menurut kategori tertentu adalah masalah konteks kenyamanan. Perempuan seharusnya bebas berpakaian sesuai kenyamanan masing-masing.
Masruchah berujar bahwa kejahatan seksual bisa terjadi di mana pun dan pada siapa pun, bahkan pada yang berpakaian tertutup.
"Ini kan soal cara pandang ya. Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran. Jika ada kasus kejahatan seksual, perempuan yang disalahkan karena dianggap mengundang," ungkapnya.
Penyadaran harusnya diberikan kepada pelaku. Hal ini penting karena masalah moral adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan tentunya digerakkan oleh pemerintah.
Perubahan pola pikir dalam memandang seksualitas perempuan sebagai pemicu kejahatan seksual tentunya harus sihapuskan.
"Jika pakai celana pendek saja dilarang, bisa-bisa kemudian perempuan dilarang nonton bola dan lama-lama perempuan bisa dilarang keluar rumah," tukas Masruchah.
"Seharusnya kata-kata tersebut tidak keluar dari aparat negara," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Masruchah saat ditanya pendapatnya mengenai peristiwa tersebut di Jakarta, seperti ditulis laman beritasatu.com, hari ini.
Masruchah mengungkapkan bahwa polisi sebagai pelindung masyarakat seharusnya memposisikan diri sebagai pengaman, bukannya melarang dan berkata seolah remaja tersebut bisa menjadi penyebab tindak pornografi.
Menurutnya, dalam konteks kebebasan berekspresi seharusnya tidak ada pelarangan mengenai bagaimana perempuan boleh berpakaian.
"Kalau main larang dengan alasan bisa mengundang nafsu, sama saja polisi melempar tanggung jawab kepada perempuan," tambahnya.
Sopan atau tidaknya berpakaian menurut kategori tertentu adalah masalah konteks kenyamanan. Perempuan seharusnya bebas berpakaian sesuai kenyamanan masing-masing.
Masruchah berujar bahwa kejahatan seksual bisa terjadi di mana pun dan pada siapa pun, bahkan pada yang berpakaian tertutup.
"Ini kan soal cara pandang ya. Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran. Jika ada kasus kejahatan seksual, perempuan yang disalahkan karena dianggap mengundang," ungkapnya.
Penyadaran harusnya diberikan kepada pelaku. Hal ini penting karena masalah moral adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan tentunya digerakkan oleh pemerintah.
Perubahan pola pikir dalam memandang seksualitas perempuan sebagai pemicu kejahatan seksual tentunya harus sihapuskan.
"Jika pakai celana pendek saja dilarang, bisa-bisa kemudian perempuan dilarang nonton bola dan lama-lama perempuan bisa dilarang keluar rumah," tukas Masruchah.
Foto Dan Video : Polisi Tercantik Dari China
Bagi masyarakat Leshan di provinsi Sichuan, China, nama Ye Chunmei mungkin sudah akrab di telinga. Ya, setahun lalu nama Chunmei memang sontak terkenal. Ini terjadi setelah video rekaman dirinya yang sedang bekerja di tengah lalu lintas diunggah ke internet.
Chunmei menjadi kesohor bukan hanya karena kecantikan dan kulitnya yang halus. Orang-orang menilai polisi lalu lintas ini mirip dengan artis Hong Kong Cecilia Cheung. “Beberapa orang menilai dia (Chunmei) seperti Cecilia Cheung,” kata Zhu Xiaofei, rekan satu devisi Chunmei.
Meski begitu, dengan malu-malu Chunmei selalu menampik bahwa dirinya secantik Cecilia. “Tidak, banyak orang justru mengatakan saya seperti orang asing,” ujar wanita yang bertugas di perempatan jalan Leshan City Star Road tersebut. “Lalu, di mana letak kemiripan saya dengan dia (Cecilia)? Ini diri saya sendiri,” lanjut Chunmei.
Kendati internet telah melambungkan popularitasnya, namun Chunmei mengaku tak ingin meninggalkan pekerjaannya sebagai polisi wanita (polwan). Chunmei pun merasa sejak video dirinya merebak di internet kini banyak orang melintas untuk sekadar melihat dirinya. Beberapa bahkan dengan sengaja memotret atau merekam video dirinya secara diam-diam.
“Apapun yang dibicarakan orang di internet, saya tetaplah begini,” ungkap Chunmei yang mengaku selalu melihat ke bawah dalam setiap langkahnya. Dia juga menyatakan tetap cinta pada Leshan dan tetap ingin berada di perempatan itu bila ditugaskan.
Lalu lintas, di mana polusi dan kebisingan menjadi warna yang kental, sewajarnya memang bukan tempat yang nyaman bagi wanita berkulit bersih. Tapi bagi Chunmei justru sebaliknya. Dia mengaku senang bisa melancarkan lalu lintas kendaraan, dan membantu orang menyebrang jalan. Chunmei pun tak berfikir bahwa dirinya lebih pantas berada panggung layar lebar seperti impian banyak wanita cantik.
Norman Kamaru, kini menjadi reserse polisi yang berpakaian preman
Mantan anggota kepolisian asal Gorontalo, Norman Kamaru, kini menjadi reserse polisi yang berpakaian preman. Tugas Norman sebagai detektif dari kepolisian untuk mencari pembunuh berantai di ibukota. Namun hal ini hanya bisa disaksikan di FTV terbarunya berjudul, Metro.
Dalam film mini seri itu, Norman Kamaru berperan sebagai Norman, polisi yang berwatak serius namun romantis kalau sudah bertemu wanita cantik. Selayaknya menjadi polisi, Norman Kamaru kembali memakai lencana kepolisian dan dibekali pistol.
Alasan Norman ingin berperan sebagai polisi karena ia menyukai film dengan genre action. "Paling suka film action sih. Tokohnya jarang ngomong tapi langsung main pukul," ujar Norman Kamaru di bengkel Nawalis, bilangan Radio Dalam.
Ada satu hal yang Norman tak mau lakukan saat berperan menjadi seorang petugas dari kepolisian, yaitu memakai seragam. Meski didaulat menjadi anggota kepolisian, namun Norman tak mau memakai seragam polisi. Bukan lantaran sakit hati dan kecewa atas pemecatannya, namun ia menghormati instansi kepolisian.
"Kalau pakai seragam polisi main film, kayaknya harus mikir-mikir dulu deh. Takutnya nggak enak sama kepolisian," ungkap Norman Kamaru.
Langganan:
Postingan (Atom)












