Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karir. Tampilkan semua postingan

Inilah Tipe-Tipe Orang yang Sulit Mendapatkan Pekerjaan !


dalam proses mencari pekerjaan yang ideal, 8 tipe berikut ini adalah orang yang paling sulit mendapatkannya, seandainya anda memiliki salah satu ciri berikut ini, diharapkan anda segera memperbaikinya, untuk mempersiapkan pondasi di medan pekerjaan kelak.
Orang yang sentiment businessnya rendah

Intelligence Quotient (IQ) adalah menunjukkan suatu kemampuan kerja seseorang, sedangkan sentiment business mencerminkan manifestasi seseorang dalam bertingkah laku. Di dalam masyarakat yang akan datang, bukan saja harus pintar bekerja, tapi juga harus lebih bisa bertingkah laku, ada kalanya bertingkah laku lebih penting dari pada menangani suatu pekerjaan.
Orang yang lemah psikologisnya.

Dengan banyaknya tekanan dari berbagai aspek yang tak terhindarkan dalam proses perkembangan perusahaan, terutama beban dalam persaingan, jiwa yang lemah akan membuat anda tidak dapat memikul beban berat perusahaan, dengan menempa secara aktif jasmani dan rohani yang sehat baru bisa menjadi pemenang masa depan.
Orang yang berpengetahuan kuno (ketinggalan zaman)

Sekarang adalah zaman informasi yang maju pesat, kecepatan pengetahuan baru semakin berkembang pesat, jika bersandar pada pengetahuan yang dipelajari pada masa awal untuk menghadapi selamanya itu sama sekali sudah tidak memungkinkan lagi.
Orang yang berkemampuan (skill) tunggal.

Jika ingin terhindar agar tidak menjadi “barang yang tertimbun” dalam medan pekerjaan, maka satu-satunnya cara adalah mempelajari lagi beberapa ketrampilan, menguasai satu keahlian dan berbagai ketrampilan. Inilah sebabnya mengapa orang berbakat dengan type majemuk begitu diminati.
Orang yang reaksinya lamban. (dalam pikiran & tindakan)

Jika “lamban” pasti akan “lambat”, ketinggalan pasti kena hantam, tangkas dan cekatan barulah dasar kemenangan.
Orang yang berjuang sendirian

Kerja sama dan koordinasi dalam kelompok adalah pola yang tak terelakkan untuk selanjutnya.
Orang yang berpandangan dangkal

Perkembangan seseorang perlu secara terus menerus merancang dan merancang, harus memperhatikan rencana karir dan rancangan professional, serta segera sadari akan sangkar profesi individu, dan usahakan menyesuaikan pekerjaan sendiri.
Orang yang tidak pandai belajar

Dalam masyarakat pembelajaran sekarang, ketidaksamaan antar manusia terutama adalah perbedaan dalam kemampuan belajar, kunci “perpaduan” antar manusia terletak pada “perpaduan” kemampuan belajarnya, harus menjadi orang yang “belajar dan paham dengan yang dipelajari”, dan sebaliknya bagi yang belajar tapi tidak memahami atau tidak tahu bagaimana belajar, maka cepat atau lambat pasti akan di singkirkan.

Beginilah Tips Negosiasi Kenaikan Gaji pada Atasan

Beginilah Tips Negosiasi Kenaikan Gaji pada Atasan


Meminta kenaikan gaji menjadi ketakutan tersendiri bagi karyawan. Banyak pekerja yang bingung, kapan sebaiknya mereka harus bertanya tentang kenaikan gaji. Selain itu, mereka tidak tahu harus menanggapi seperti apa ketika permintaan mereka ditolak.

Ketika ingin negosiasi gaji, kunci utama adalah persiapan. Ikuti tips dari eHow berikut ini agar atasan menyetujui permintaan Anda.

Meneliti Rentang Gaji di Perusahaan Lain
Sebelum mengajukan permintaan kenaikan gaji, cari tahu terlebih dahulu gaji yang diterima oleh karyawan lain di perusahaan yang berbeda dengan posisi yang sama. Anda mungkin bisa mencari referensi dari teman Anda. Jangan ragu untuk berdiskusi mengenai gaji dan tunjangan Anda kepada rekan kantor.

Tuliskan Pencapaian Anda untuk Perusahaan
Persiapkan semua pencapaian Anda dalam beberapa bulan terakhir. Tuliskan dan siapkan untuk ditunjukkan kepada atasan. Selain itu, Anda juga harus menyusun ide-ide yang akan diterapkan untuk pengembangan perusahaan.

Jangan Melangkahi Atasan
Jangan sekali-kali Anda membahas masalah gaji ke bagian personalia atau HRD, karena Anda mendahului atasan. Prosedur yang tepat adalah bicarakan dan presentasikan dahulu kepada atasan. Setelah itu, atasan yang akan menyetujui dan diteruskan kepada bagian HRD.

Presentasi
Setelah mendapatkan jadwal untuk bisa bertemu atasan, presentasikan semua pencapaian Anda yang telah Anda siapkan. Terangkan dengan percaya diri dan tampilkan bahwa Anda layak mendapat kenaikan gaji.

Bersiaplah Pada Kemungkinan Terburuk
Ketika atasan menolak memberikan gaji tambahan, maka hindari bersikap berlebihan. Aturlah emosi Anda. Jangan khawatir, Anda masih bisa meminta kenaikan gaji dikemudian hari, setelah Anda mendapatkan prestasi-prestasi lainnya. Terus berjuanglah dan tingkatkan performa kerja. Description: Beginilah Tips Negosiasi Kenaikan Gaji pada Atasan


32 Pertanyaan dan Jawaban Interview Kerja

Meskipun kita telah mengikuti beberapa kali interview kerja, namun tetap saja tidak menjamin kita akan mampu melewatinya dengan mudah. Persiapan adalah unsur penting menuju keberhasilan melewati sebuah interview kerja. Salah satu persiapan itu adalah antisipasi jawaban terbaik atas pertanyaan-pertanyaan yang akan atau mungkin diajukan pada saat interview. Maka, cobalah luangkan sejenak untuk membaca contoh-contoh pertanyaan interview kerja khusus mengenai diri kita sendiri di bawah ini dan cari tahu apa jawaban terbaiknya:
1. Apa gairah terbesar dalam kehidupan Anda?
2. Apa kekecewaan terbesar dalam kehidupan Anda?
3. Apa kelebihan atau kekuatan terbesar Anda?
4. Apa keputusan tersulit yang pernah Anda buat?
5. Apakah Anda terbiasa membawa pulang pekerjaan/tugas Anda?
6. Apa yang membuat Anda termotivasi?
7. Bagaimana cara Anda mengelola beban kerja yang begitu berat?
8. Bagaimana cara Anda mengatasi stress?
9. Apa yang Anda lakukan ketika mengetahui instruksi yang diberikan oleh atasan Anda ternyata salah?
10. Bagaimana kelebihan atau kekuatan terbesar Anda akan membantu meningkatkan kinerja Anda?
11. Berapa jam dalam seminggu Anda bekerja?
12. Ceritakan apa saja yang Anda lakukan selama seminggu jam kerja.
13. Apa kelemahan terbesar Anda?
14. Apa tanggung jawab pekerjaan Anda selama ini?
15. Kritikan apa yang biasa Anda terima dari orang lain?
16. Kenapa kami harus menerima Anda?
17. Bagaimana Anda menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan?
18. Apa yang akan Anda lakukan secara berbeda bila Anda bisa memulai hidup baru?
19. Apakah Anda memeriksa email ketika Anda sedang berlibur/cuti?
20. Apa buku favorit Anda? Apa film favorit Anda?
21. Siapakah tokoh sejarah yang Anda kagumi dan mengapa?
22. Apa yang Anda lakukan selama masa kesenjangan awal 6 bulan kerja?
23. Manakah yang lebih Anda sukai, bekerja secara independen atau dalam tim?
24. Ceritakan tentang diri Anda!
25. Seberapa cepat Anda bekerja?
26. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?
27. Kapan terakhir Anda marah?
28. Bagaimana Anda menggambarkan diri sendiri?
29. Bagaimana cara Anda menilai sebuah keberhasilan?
30. Apa yang Anda lakukan bila bisa kembali ke masa 10 tahun yang lalu?
31. Bagaimana cara Anda menghadapi tantangan?
32. Apa yang Anda pelajari dari semua kesalahan Anda?

Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan

@IkadaNewsOnline - Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan - Apakah Anda tahu ada banyak keajaiban dibalik keputusan? Mungkin Anda salah satunya yang pernah secara sadar dan tidak mendapatkan keajaiban itu. Ya, keajaiban seolah-olah sesuatu itu tidak mungkin namun akhirnya terwujud.
Saya kenal dengan seorang teman yang dulunya hanya bekeja di sebuah lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar komputer. Perawakannya biasa saja seperti kebanyakan sarjana komputer yang baru lulus. Namun tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia memutuskan untuk membuka toko komputer sendiri...
Sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan akhirnya sekarang telah memiliki toko komputer yang lumayan ternama di kota tempat kelahiran saya dan sudah merambah ke bisnis laundry, tiket pesawat terbang dan bengkel mobil. Sembari mengembangkan bisnisnya ia mengasah hobinya menjadi agen asuransi yang menduduki posisi cukup tinggi. Dibanding orang rata-rata tentulah kehidupannya sangat makmur dan sejatera.
Betapa keputusan itu membawa keajaiban hidup. Silahkan cermati disekitar Anda.
Di tempat lain Saya juga kenal dengan seseorang yang sangat lambat atau tepatnya tidak berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ketika lulus kuliah melamar keberbagai perusahaan dan pindah pekerjaan beberapa kali. Nisa dibilang selama 10 tahun hidupnya tidak kemana-mana. Hanya bekerja dan menikmati hidup apa adanya. Setelah 10 tahun pun karir juga tidak tinggi dan pendapatan pun tidak terlalu tinggi.
Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk tes pegawai negeri di kota kelahirannya agar dekat keluarganya. Terbiasa tidak memutuskan bahkan keputusan mengikuti tes PNS pun dikendalikan oleh keluarganya. Sekarang ia baru memulai karir sebagai PNS setelah 10 tahun melanglang buana namun tidak kemana-mana.
Tentu tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tetapi ketidakberaniannya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnyalah yang patut kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Bisa jadi ia belum meyakini bahwa ada keajaiban dibalik keputusan.
Sementara kita semakin sadar dengan keajaiban keputusan, alangkah bijaknya kita bila memahami logika sebuah keajaiban. Semua hasil yang kita capai adalah buah dari tindakan. Nah apa tepatnya yang terjadi sebelum kita mengambil tindakan. Situlah yang namanya keputusan. Secanggih apapun pikiran seseorang sampai ia mengambil keputusan, barulah kemudian tindakan dan hasil akan terwujud. Tanpa keputusan tidak akan ada tindakan dan tak akan ada yang namanya hasil.
Lantas bagaimana bisa sudah mengambil keputusan namun belum bertindak. Hal ini biasanya kurangnya alasan yang kuat dan belum munculnya rasa keterdesakan. Keputusan yang diikuti rasa keterdesakan (sense of urgency) menjadikan seseorang langsung mengambil tindakan. Itulah sebabnya mengapa kita begitu terbiasa sampai menunggu deadline baru kemudian kita tunggang langgang menyelesaikannya. Sayangnya bila pola ini terus terbentu kita menjadi terbiasa untuk selalu mengerjakan sesuatu dalam suasana genting. Padahal orang-orang yang sukses, seperti Anda tahu, selalu mengerjakan hal terpenting dalam suasana yang tidak mendesak.
Jadi pastikan Anda membuat Keputusan besar dan penting, lalu bayangkan dan rasakan bahwa ada desakan sekarang untuk mengambil tindakan niscaya hasil segera diperoleh. Sebuah logika sederhana yang membawa keajaiban dalam hidup Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.