@IkadaNewsOnline - Ini dia Pohon Pinus Ajaib di Jepang - Selalu ada kisah ajaib maupun mistis dalam setiap bencana besar yang terjadi.
Pada peringatan setahun gempa bumi 9,0 SR dan tsunami Jepang, Minggu (11/3/2012), warga Jepang berbondong-bondong datang, melihat, dan berdoa di depan pohon ajaib, yang merupakan simbol rekonstruksi di Prefektur Iwate, Jepang.
Dikatakan ajaib, karena pohon pinus itu adalah satu-satunya pohon di pantai Rikuzentakata yang tetap selamat dari amukan gempa dan tsunami dahsyat setahun lalu.
Tak hanya masyarakat di sekitar tempat lokasi yang datang, warga yang berasal dari prefektur lainnya pun hadir di situ dan berdoa bersama, seperti dilaporkan NHK.
Pohon pinus ajaib itu sebenarnya sudah diketahui keberadaannya oleh kelompok konservasi, pada akhir 2011. Mereka menemukan pohon-pohon yang mati akibat akar yang membusuk, hal biasa saat bencana alam terjadi.
Namun, ada sebuah keajaiban terjadi. Batang pohon pinus yang diperkirakan berusia sekitar 270 tahun tersebut, tak satu pun akar pohonnya membusuk.
Pohon pinus ini merupakan satu-satunya yang dapat bertahan pascabencana, di kala sekitar 70 ribu pohon pinus di pesisir pantai yang indah itu telah disapu bersih tsunami.
Setahun lalu, gempa bumi dan tsunami melanda pantai timur laut Jepang, dan menewaskan hampir 16 ribu nyawa. Sekitar 3.300 orang hingga kini juga belum ditemukan.
Cari Artikel Disini
Home » ajaib
Tampilkan postingan dengan label ajaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ajaib. Tampilkan semua postingan
Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan
@IkadaNewsOnline - Inilah Keajaiban Dibalik Keputusan - Apakah Anda tahu ada banyak keajaiban dibalik keputusan? Mungkin Anda salah satunya yang pernah secara sadar dan tidak mendapatkan keajaiban itu. Ya, keajaiban seolah-olah sesuatu itu tidak mungkin namun akhirnya terwujud.
Saya kenal dengan seorang teman yang dulunya hanya bekeja di sebuah lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar komputer. Perawakannya biasa saja seperti kebanyakan sarjana komputer yang baru lulus. Namun tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia memutuskan untuk membuka toko komputer sendiri...
Sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan akhirnya sekarang telah memiliki toko komputer yang lumayan ternama di kota tempat kelahiran saya dan sudah merambah ke bisnis laundry, tiket pesawat terbang dan bengkel mobil. Sembari mengembangkan bisnisnya ia mengasah hobinya menjadi agen asuransi yang menduduki posisi cukup tinggi. Dibanding orang rata-rata tentulah kehidupannya sangat makmur dan sejatera.
Betapa keputusan itu membawa keajaiban hidup. Silahkan cermati disekitar Anda.
Di tempat lain Saya juga kenal dengan seseorang yang sangat lambat atau tepatnya tidak berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ketika lulus kuliah melamar keberbagai perusahaan dan pindah pekerjaan beberapa kali. Nisa dibilang selama 10 tahun hidupnya tidak kemana-mana. Hanya bekerja dan menikmati hidup apa adanya. Setelah 10 tahun pun karir juga tidak tinggi dan pendapatan pun tidak terlalu tinggi.
Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk tes pegawai negeri di kota kelahirannya agar dekat keluarganya. Terbiasa tidak memutuskan bahkan keputusan mengikuti tes PNS pun dikendalikan oleh keluarganya. Sekarang ia baru memulai karir sebagai PNS setelah 10 tahun melanglang buana namun tidak kemana-mana.
Tentu tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tetapi ketidakberaniannya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnyalah yang patut kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Bisa jadi ia belum meyakini bahwa ada keajaiban dibalik keputusan.
Sementara kita semakin sadar dengan keajaiban keputusan, alangkah bijaknya kita bila memahami logika sebuah keajaiban. Semua hasil yang kita capai adalah buah dari tindakan. Nah apa tepatnya yang terjadi sebelum kita mengambil tindakan. Situlah yang namanya keputusan. Secanggih apapun pikiran seseorang sampai ia mengambil keputusan, barulah kemudian tindakan dan hasil akan terwujud. Tanpa keputusan tidak akan ada tindakan dan tak akan ada yang namanya hasil.
Lantas bagaimana bisa sudah mengambil keputusan namun belum bertindak. Hal ini biasanya kurangnya alasan yang kuat dan belum munculnya rasa keterdesakan. Keputusan yang diikuti rasa keterdesakan (sense of urgency) menjadikan seseorang langsung mengambil tindakan. Itulah sebabnya mengapa kita begitu terbiasa sampai menunggu deadline baru kemudian kita tunggang langgang menyelesaikannya. Sayangnya bila pola ini terus terbentu kita menjadi terbiasa untuk selalu mengerjakan sesuatu dalam suasana genting. Padahal orang-orang yang sukses, seperti Anda tahu, selalu mengerjakan hal terpenting dalam suasana yang tidak mendesak.
Jadi pastikan Anda membuat Keputusan besar dan penting, lalu bayangkan dan rasakan bahwa ada desakan sekarang untuk mengambil tindakan niscaya hasil segera diperoleh. Sebuah logika sederhana yang membawa keajaiban dalam hidup Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
Saya kenal dengan seorang teman yang dulunya hanya bekeja di sebuah lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar komputer. Perawakannya biasa saja seperti kebanyakan sarjana komputer yang baru lulus. Namun tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia memutuskan untuk membuka toko komputer sendiri...
Sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan akhirnya sekarang telah memiliki toko komputer yang lumayan ternama di kota tempat kelahiran saya dan sudah merambah ke bisnis laundry, tiket pesawat terbang dan bengkel mobil. Sembari mengembangkan bisnisnya ia mengasah hobinya menjadi agen asuransi yang menduduki posisi cukup tinggi. Dibanding orang rata-rata tentulah kehidupannya sangat makmur dan sejatera.
Betapa keputusan itu membawa keajaiban hidup. Silahkan cermati disekitar Anda.
Di tempat lain Saya juga kenal dengan seseorang yang sangat lambat atau tepatnya tidak berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ketika lulus kuliah melamar keberbagai perusahaan dan pindah pekerjaan beberapa kali. Nisa dibilang selama 10 tahun hidupnya tidak kemana-mana. Hanya bekerja dan menikmati hidup apa adanya. Setelah 10 tahun pun karir juga tidak tinggi dan pendapatan pun tidak terlalu tinggi.
Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk tes pegawai negeri di kota kelahirannya agar dekat keluarganya. Terbiasa tidak memutuskan bahkan keputusan mengikuti tes PNS pun dikendalikan oleh keluarganya. Sekarang ia baru memulai karir sebagai PNS setelah 10 tahun melanglang buana namun tidak kemana-mana.
Tentu tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tetapi ketidakberaniannya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnyalah yang patut kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Bisa jadi ia belum meyakini bahwa ada keajaiban dibalik keputusan.
Sementara kita semakin sadar dengan keajaiban keputusan, alangkah bijaknya kita bila memahami logika sebuah keajaiban. Semua hasil yang kita capai adalah buah dari tindakan. Nah apa tepatnya yang terjadi sebelum kita mengambil tindakan. Situlah yang namanya keputusan. Secanggih apapun pikiran seseorang sampai ia mengambil keputusan, barulah kemudian tindakan dan hasil akan terwujud. Tanpa keputusan tidak akan ada tindakan dan tak akan ada yang namanya hasil.
Lantas bagaimana bisa sudah mengambil keputusan namun belum bertindak. Hal ini biasanya kurangnya alasan yang kuat dan belum munculnya rasa keterdesakan. Keputusan yang diikuti rasa keterdesakan (sense of urgency) menjadikan seseorang langsung mengambil tindakan. Itulah sebabnya mengapa kita begitu terbiasa sampai menunggu deadline baru kemudian kita tunggang langgang menyelesaikannya. Sayangnya bila pola ini terus terbentu kita menjadi terbiasa untuk selalu mengerjakan sesuatu dalam suasana genting. Padahal orang-orang yang sukses, seperti Anda tahu, selalu mengerjakan hal terpenting dalam suasana yang tidak mendesak.
Jadi pastikan Anda membuat Keputusan besar dan penting, lalu bayangkan dan rasakan bahwa ada desakan sekarang untuk mengambil tindakan niscaya hasil segera diperoleh. Sebuah logika sederhana yang membawa keajaiban dalam hidup Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
Langganan:
Postingan (Atom)

