@IkadaNewsOnline - Wow Viagra Bisa Meningkatkan Kekebalan Terhadap kanker - Laki-laki yang sedang mengobati masalah impotensi dengan Viagra bisa mendapatkan manfaat ganda, yakni menjadi lebih kebal terhadap kanker. Penelitian membuktikan, Viagra bisa mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi kanker.
Sebuah penelitian yang dilakukan di German Cancer Research Center di Jerman menunjukkan bahwa pertumbuhan sel kanker cenderung terhambat ketika bereaksi dengan sildenafil sitrat. Senyawa ini merupakan bahan aktif yang terkandung dalam obat kuat Viagra.
Ketika berada di dalam tubuh, senyawa sildenafil sitrat membangkitkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi kanker. Akibatnya pertumbuhan sel kanker terhambat, sedangkan jika belum terlanjur kena kanker maka risiko untuk terjangkit kanker akan berkurang.
Dalam penelitian yang dipimpin oleh Viktor Umansky ini, para ilmuwan menggunakan tikus yang sudah dimodifikasi secara genetik sehingga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap melanoma. Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling mematikan.
Meski hanya menggunakan tikus, hasil penelitian ini cukup memberikan penegasan atas hasil penelitian-penelitian terdahulu. Pada tahun 2006 misalnya, peneliti dari John Hopkins University juga mengungkap bahwa Viagra bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.
"Sel kanker biasanya menghambat Sel-T (komponen kekebalan tubuh untuk melawan kanker), namun Viagra bisa mengaktifkan kembali Sel-T tersebut,' ungkap Umansky dalam laporannya di jurnal Proceedings seperti dikutip dari Foxnews.
Sayangnya untuk diterapkan sebagai terapi kanker, Viagra masih harus menjalani proses yang sangat panjang. Umansky memperkirakan masih butuh penelitian bertahun-tahun lagi untuk membuktikan bahwa obat kuat ini aman dan benar-benar efektif mengobati kanker.
Cari Artikel Disini
Home » meningkat
Tampilkan postingan dengan label meningkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meningkat. Tampilkan semua postingan
Wah Ternyata Seks Bebas Meningkat Saat Perayaan Valentine
@IkadaNewsOnline - Wah Ternyata Seks Bebas Meningkat Saat Perayaan Valentine - Momentum perayaan Hari Kasih Sayang memang sudah menjadi tradisi masyarakat dunia.
Namun siapa sangka di balik euforia perayaan itu mengandung sejumlah fakta dan rahasia. Apa saja?
Valentine dan sejarahnya
Kalau ditinjau dari sejarahnya, tidak diragukan lagi bahwa budaya memperingati 14 Februari sebagai hari ‘cinta’ adalah budaya gereja yang berakar dari budaya paganisme.
Valentine dan seks bebas
Dibuktikan juga dengan melonjaknya omset penjualan kondom di mana-mana. Tempat penginapan/hotel/wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yang mau melewatkan malam Valentine bersama ‘pacar’ atau selingkuhannya.
Hal ini membuktikan bahwa momentum valentine betul-betul secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas! Bahkan di barat, saat Valentine dijadikan ajang pesta seks atau melakukan seks bebas secara beramai-ramai di suatu tempat.
Valentine dan cokelat
Penjualan makanan olahan coklat pun meningkat tajam di saat menjelang perayaan Valentine. Seolah coklat dijadikan bagian dari budaya Valentine ini. Ini adalah bukti kelihaian Yahudi.
Coklat mengandung phenylethylamine dan seratorin yang memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek kepada stamina dan keceriaan, yang dibutuhkan dalam aktivitas Valentine.
Valentine dan budaya masyarakat
Hal ini terbukti dengan maraknya pemberitaan dan ‘syiar’ Valentine di media massa. Seolah Valentine adalah agenda tahunan bagi masyarakat dunia.
Seiring waktu dan perluasan pemanfaatan informasi, budaya Valentine ini terus dibesar-besarkan oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dari budaya memperingati Hari Valentine ini.
Namun siapa sangka di balik euforia perayaan itu mengandung sejumlah fakta dan rahasia. Apa saja?
Valentine dan sejarahnya
Kalau ditinjau dari sejarahnya, tidak diragukan lagi bahwa budaya memperingati 14 Februari sebagai hari ‘cinta’ adalah budaya gereja yang berakar dari budaya paganisme.
Valentine dan seks bebas
Dibuktikan juga dengan melonjaknya omset penjualan kondom di mana-mana. Tempat penginapan/hotel/wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yang mau melewatkan malam Valentine bersama ‘pacar’ atau selingkuhannya.
Hal ini membuktikan bahwa momentum valentine betul-betul secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas! Bahkan di barat, saat Valentine dijadikan ajang pesta seks atau melakukan seks bebas secara beramai-ramai di suatu tempat.
Valentine dan cokelat
Penjualan makanan olahan coklat pun meningkat tajam di saat menjelang perayaan Valentine. Seolah coklat dijadikan bagian dari budaya Valentine ini. Ini adalah bukti kelihaian Yahudi.
Coklat mengandung phenylethylamine dan seratorin yang memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek kepada stamina dan keceriaan, yang dibutuhkan dalam aktivitas Valentine.
Valentine dan budaya masyarakat
Hal ini terbukti dengan maraknya pemberitaan dan ‘syiar’ Valentine di media massa. Seolah Valentine adalah agenda tahunan bagi masyarakat dunia.
Seiring waktu dan perluasan pemanfaatan informasi, budaya Valentine ini terus dibesar-besarkan oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dari budaya memperingati Hari Valentine ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

