@IkadaNewsOnline - Inilah Dampak Terparah Pada Tubuh Anda Saat Mengalami Stress Berat - Stres memang sangat menakutkan dan berbahaya.Stres dapat menyebabkan depresi, stres juga memberikan respon akibat gejala awal depresi. Apa saja?
Seperti dikutip dari Time of India, berikut tanda-tanda yang pada tubuh saat alami stres.
Kulit
Bagi organ kulit, stres dapat menimbulkan keringat berlebih, ruam pada kulit, gatal, dan juga infeksi. Untuk kulit wajah, stres juga menyumbang masalah penyebab timbulnya jerawat.
Rambut
Anda akan terlihat lebih tua, hal ini disebabkan karena rambut Anda akan berubah menjadi abu-abu bahkan memutih dalam waktu yang lebih cepat.
Mulut
Gejala stres dapat membuat rahang mengeras, mulut kering akibat kurangnya produksi air liur, bahkan kesulitan dalam menelan.
Saluran cerna
Gejala stres dapat membuat rahang mengeras, mulut kering akibat kurangnya produksi air liur, bahkan kesulitan dalam menelan.
Organ reproduksi
Bagi perempuan, stres juga dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi bahkan inveksi pada Vagina. Sedangkan bagi pria, stres ternyata menyumbangkan gejala impotensi dan ejakulasi dini.
sumber: inilah.com
Cari Artikel Disini
Home » alami
Tampilkan postingan dengan label alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alami. Tampilkan semua postingan
Waspadalah !!! Wanita Perokok Alami Menopause Dini
@IkadaNewsOnline - Waspadalah !!! Wanita Perokok Alami Menopause Dini - Wanita yang merokok bisa mengalami menopause satu tahun lebih awal dari mereka yang tidak merokok. Dan menurut penelitian, hal itu dapat mempengaruhi risiko terkena penyakit tulang dan jantung.
Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Menopause tersebut, mengumpulkan data dari beberapa penelitian sebelumnya, termasuk melakukan survei terhadap 6000 wanita di Amerika, Polandia, Turki dan Iran. Ditemukan bahwa wanita yang tak merokok akan mengalami menopause antara usia 46 hingga 51 tahun. Sedangkan mereka yang merokok akan alami menopause pada usia 43 hingga 50 tahun.
"Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok memiliki hubungan secara siginfikan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran pada wanita untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini," ujar penulis penelitian Volodymyr Dvornyk, dari University of Hong Kong.
Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisa lima studi lain yang meneliti wanita dengan rata-rata usia 50 atau 51 tahun. Para wanita tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 'awal' dan 'terakhir' menopause. Lebih dari 43 ribu wanita yang ikut dalam penelitian itu, ditemukan sebanyak 43 persen wanita yang merokok lebih mungkin alami menopause dini ketimbang mereka yang tidak merokok.
"Menopause dini mungkin terkait dengan jumlah risiko yang lebih besar terhadap penyakit yang diakibatkan oleh menopause seperti, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit Alzheimer, dan lain-lain," kata Dvornyk, seperti yang dikutip dari MSN.
Menurut Jenie Kline, pakar epidemiologi dari Mailman School of Public Health, di New York, ada dua teori mengapa merokok dapat mempengaruhi waktu menopause seseorang. Pertama, merokok bisa mengurangi jumlah hormon estrogen dalam tubuh wanita. Kedua, merokok dapat membunuh ovarium.
"Ketimbang khawatir dengan masalah menopause, lebih baik cobalah untuk menghentikan kebiasaan merokok," ujar Kline.
Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Menopause tersebut, mengumpulkan data dari beberapa penelitian sebelumnya, termasuk melakukan survei terhadap 6000 wanita di Amerika, Polandia, Turki dan Iran. Ditemukan bahwa wanita yang tak merokok akan mengalami menopause antara usia 46 hingga 51 tahun. Sedangkan mereka yang merokok akan alami menopause pada usia 43 hingga 50 tahun.
"Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok memiliki hubungan secara siginfikan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran pada wanita untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini," ujar penulis penelitian Volodymyr Dvornyk, dari University of Hong Kong.
Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisa lima studi lain yang meneliti wanita dengan rata-rata usia 50 atau 51 tahun. Para wanita tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 'awal' dan 'terakhir' menopause. Lebih dari 43 ribu wanita yang ikut dalam penelitian itu, ditemukan sebanyak 43 persen wanita yang merokok lebih mungkin alami menopause dini ketimbang mereka yang tidak merokok.
"Menopause dini mungkin terkait dengan jumlah risiko yang lebih besar terhadap penyakit yang diakibatkan oleh menopause seperti, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit Alzheimer, dan lain-lain," kata Dvornyk, seperti yang dikutip dari MSN.
Menurut Jenie Kline, pakar epidemiologi dari Mailman School of Public Health, di New York, ada dua teori mengapa merokok dapat mempengaruhi waktu menopause seseorang. Pertama, merokok bisa mengurangi jumlah hormon estrogen dalam tubuh wanita. Kedua, merokok dapat membunuh ovarium.
"Ketimbang khawatir dengan masalah menopause, lebih baik cobalah untuk menghentikan kebiasaan merokok," ujar Kline.
Inilah Wanita Pemilik Payudara Terbesar Alami Di Dunia
@IkadaNewsOnline - Pemilik Payudara Terbesar Alami Di Dunia - Wanita 56 tahun itu masuk Guinness World Record sebagai pemegang rekor pemilik payudara terbesar alami di dunia. Beratnya mencapai 50,8 kilogram dengan ukuran cup bra 102ZZZ.Memiliki payudara alami yang indah tentu menjadi dambaan banyak wanita. Namun, jika besarnya melewati batas normal, jelas akan membuat risih karena menjadi sorotan banyak orang. Simak saja kisah Annie Hawkins-Turner.
Wanita yang lebih dikenal dengan nama samaran Norma Stitz itu mengatakan, payudaranya tumbuh pesat sejak usia sembilan tahun. Sementara ibu dan saudara wanitanya memiliki ukuran payudara ideal.
Ia sempat minder karena terus-menerus mendapat ejekan dari teman-teman sekolahnya. Ia pun risih menjadi objek tatapan para lelaki hidung belang.
“Saya tidak tahu apa ukuran bra saya. Saya baru sadar, merasa memiliki payudara paling besar ketika saya melihat orang-orang hanya memiliki ukuran bra seperti kapas. Disitu saya sadar, bahwa saya berbeda,” kata wanita asal Atlanta itu, seperti dikuti The Sun.
Terlepas pengaruhnya terhadap rasa percaya diri, pertumbuhan payudara yang luar biasa itu membuatnya kesulitan untuk duduk di kursi di ruang kelasnya. Ia juga mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan melompat saat pelajaran olahraga.
Ia pun tersiksa ketika hamil dan harus menyusui anaknya. “Saya tidak bisa menyusui, payudara saya terlalu besar dan berisiko untuk menekan anak-anak saya. Payudara saya tumbuh lebih besar ketika saya hamil bahkan air susunya sering bocor, banyak sekali sampai aku harus memakai pembalut dalam braku.”
Annie belajar menerima kondisinya setelah bertemu Alan, pria yang menjadi suaminya. “Alan membuat hidup saya berubah. Dia membuat saya mencintai diri saya dan mengubah saya. Ia bahkan memperlakukan saya seperti ratu. Dia mengasihi saya dan anak-anak saya. Dia adalah malaikat saya, bukan hanya malaikat seksual.”
Ia sangat mencintai Alan yang menemaninya membina rumah tangga selama 13 tahun. Tak heran jika ia begitu terpukul ketika Alan meninggal enam tahun lalu.
Wanita yang lebih dikenal dengan nama samaran Norma Stitz itu mengatakan, payudaranya tumbuh pesat sejak usia sembilan tahun. Sementara ibu dan saudara wanitanya memiliki ukuran payudara ideal.
Ia sempat minder karena terus-menerus mendapat ejekan dari teman-teman sekolahnya. Ia pun risih menjadi objek tatapan para lelaki hidung belang.
“Saya tidak tahu apa ukuran bra saya. Saya baru sadar, merasa memiliki payudara paling besar ketika saya melihat orang-orang hanya memiliki ukuran bra seperti kapas. Disitu saya sadar, bahwa saya berbeda,” kata wanita asal Atlanta itu, seperti dikuti The Sun.
Terlepas pengaruhnya terhadap rasa percaya diri, pertumbuhan payudara yang luar biasa itu membuatnya kesulitan untuk duduk di kursi di ruang kelasnya. Ia juga mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan melompat saat pelajaran olahraga.
Ia pun tersiksa ketika hamil dan harus menyusui anaknya. “Saya tidak bisa menyusui, payudara saya terlalu besar dan berisiko untuk menekan anak-anak saya. Payudara saya tumbuh lebih besar ketika saya hamil bahkan air susunya sering bocor, banyak sekali sampai aku harus memakai pembalut dalam braku.”
Annie belajar menerima kondisinya setelah bertemu Alan, pria yang menjadi suaminya. “Alan membuat hidup saya berubah. Dia membuat saya mencintai diri saya dan mengubah saya. Ia bahkan memperlakukan saya seperti ratu. Dia mengasihi saya dan anak-anak saya. Dia adalah malaikat saya, bukan hanya malaikat seksual.”
Ia sangat mencintai Alan yang menemaninya membina rumah tangga selama 13 tahun. Tak heran jika ia begitu terpukul ketika Alan meninggal enam tahun lalu.
Langganan:
Postingan (Atom)




