Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label Tahun Baru Imlek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahun Baru Imlek. Tampilkan semua postingan

Ucapan Imlek 2012 ' Kata kata Ucapan Selamat Tahun baru imlek 2563 '

IkadaNewsOnline - untuk anda yang sedang mencari kata kata ucapan imlek 2563 silahkan saja melihat di postingan ini, Tahun Baru Imlek adalah salah satu perayaan terpenting orang Tionghoa. Dimana Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Untuk yang pengen memberikan kata Ucapan imlek 2012 berikut ini ada beberapa contoh kata kata ucapan tahun baru imlek 2012 yang mana pada tahun china adalah tahun 2563, kumpulan contoh kata kata imlek ini saya berikan dalam beberapa bahasa yakni bahasa mandarin, bahasa Indonesia dan ucapan imlek bahasa inggris, jangan lupa juga buat yang pengen sms imlek juga sudah pernah saya posting


Ucapan Imlek 2012

Selamat tahun baru Imlek 2563.
Gong Xi Fat Cai - Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.
Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin.
"GONG XI FA CAI" 2563. Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.
Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai 2563.
GONG XI FAT CAI" 2563.
Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.
Gong Xi Fat Cai !!
Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng,
Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì
Gong Xie Fat Cai,may GOOD HEALTH, PEACE, PROSPERITY,HAPPINESS and LONGETIVITY be with you and great SUCCESS in making BETTER & GREATER THINGS HAPPEN!
Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le,
Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fat Cai 2563!
Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi
XIN NIAN KUAI LE
Selamat tahun baru Imlek 2563. Gong Xi Fa Cai - Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang. Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin. "
Gong Xie! Fat! " Chai "
Sin Nie Chin Phu"
"Wan Se Ju Ie"
"Sen Thie Chien Kang"

Nah itu tadi Ucapan Imlek 2012 Semoga bermanfaat :)

Inilah Makna simbolik hidangan Imlek

IkadaNewsOnline - Berdasakan kepercayaan orang-orang Tionghoa yang kaya pada umumnya selalu menyediakan 12 macam masakan dan 12 macam kue-kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.

Hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti yang berkaitan dengan kemakmuran, panjang umur, kebahagiaan maupun keselamatan. Saat merayakan tahun baru Imlek kebanyakan orang Tionghoa membuat Samseng (artinya: tiga macam daging kurban) yang terdiri dari tiga jenis macam binatang yaitu ikan bandeng, ayam betina, dan daging babi.

Tujuan dibuatnya Samseng tersebut adalah sebagai perlambang sifat dari hewan; agar kita sebagai manusia tidak meniru sifat yang dilakukan oleh ketiga jenis binatang tersebut. Babi pemalas, karena kerjanya hanya makan dan tidur. Ayam yang suka pindah-pindah pada saat makan, sehinggga ketika makanan yang ada didepan matanya belum habis pun sudah mau pindah lagi ke tempat lain atau melambangkan sifat yang serakah.

Lain halnya dengan ikan bandeng, karena kulit ikan itu bersisik maka ini bisa diumpamakan seperti seekor ular, dengan pengertian agar kita jangan berlaku jahat pada orang lain seperti ular.

Namun ada juga yang menghubungkan ikan sebagai perlambang rezeki, karena dalam logat Mandarin kata ”ikan” sama bunyinya dengan kata ”yu” yang berarti rezeki

Disamping itu mie juga merupakan satu makanan wajib, sebab mie itu melambangkan panjang umur terutama Siu Mie / Shou Mian atau “Mie pajang umur”. Mie ini harus disajikan tanpa putus dari ujung awal ke ujung akhir jadi benar-benar merupakan satu utaian mie, sebab dengan demikian diharapkan umur kita pun tidak akan putus-putusnya alias manjang terus.

Walaupun demikian pada saat mau disantap mie tersebut boleh dipotong, maklum apabila saatnya tiba toh akhirnya usia manusia tersebut akan putus juga.

Kue Keranjang atau Nian Gao atau lebih sering disebut kue kranjang (tii kwee) adalah kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.

Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Kue-kue yang disajikan pada hari raya tahun baru Imlek pada umumnya ada jauh lebih manis daripada biasanya, sebab dengan demikian diharapkan di tahun mendatang jalan hidup kita bisa menjadi lebih manis lagi daripada di tahun-tahun sebelumnya.

Kue wajib lainnya adalah kue lapis legit (spekkoek) sebagai pelambang datangnya rezeki yang berlapis-lapis dan saling tumpang tindih di tahun yang akan datang, sehingga dengan demikian bisa dapat merasakan kehidupan yang lebih lebih manis dan lebih legit lagi.

Buah-buahan wajib yang sudah pasti adalah pisang raja atau pisang mas yang melambangkan mas atau kemakmuran. Begitu juga dengan jeruk kuning dan diusahakan yang ada daunnya sebab ini melambangkan kemakmuran yang akan selalu tumbuh terus. Sedangkan tebu melambangkan kehidupan manis yang panjang.

Walaupun demikian harus dihindari buah-buahan yang berduri seperti salak atau durian, terkecuali nanas karena namanya Wang Li yang ucapannya mirip dengan kata Wang (berjaya) disamping itu nanas juga bisa dilambangkan
sebagai mahkota raja.

Selain buah-buahan dianjurkan juga untuk memakan manisan seperti kolang kaling agar pikiran bisa menjadi jernih terus dan juga agar-agar yang sebaiknya disajikan dalam bentuk bintang agar kehidupan maupun jabatannya dimasa yang akan datang bisa menjadi lebih terang dan bersinar.

Selain makanan yang wajib disajikan ada juga makanan yang sebaiknya dihindari atau dipantangkan seperti bubur, sebab ini melambangkan kemiskinan atau kesusahan. Maklum pada saat musim kelaparan di Tiongkok mereka tidak bisa menyajikan nasi. Disamping itu makanan-makanan yang berasa pahit seperti pare dan fumak sebaiknya ini juga dihindari sebab makanan tersebut melambangkan kepahitan hidup.
(***)
Sumber : gangbaru.com

Hadir...Perangko Naga Air Menyambut Imlek 2012

IkadaNewsOnline - Untuk menyambut Imlek, Tahun Baru China, PT Pos Indonesia meluncurkan Perangko Naga Air. PT Pos Indonesia memang secara rutin menerbitkan seri prangko bertema shio sejak tahun 2007 untuk memenuhi harapan para filatelis lokal dan mancanegara, terutama masyarakat Tionghoa Indonesia yang juga banyak menjadi pencinta filateli. Penasaran seperti apa, inilah foto gambar perangko naga air.
Perangko seri naga yang dikeluarkan kali ini terdiri dari tiga bagian, perangko seri Tahun Naga kali ini terdiri dari Perangko Naga dan Burung Hong dengan latar belakang Klenteng Hok Ceng, Pulau Kemaro, Palembang. Juga perangko Sepasang Naga dan Kylin dengan latar belakang klenteng Tri Dharma Raya, Singkawang. Lalu, seri Naga dan Burung Hong dengan latar belakang Pagoda Watu Gong, Semarang. Sementara untuk souvenir sheet nomor satu menampilkan desain Sepasang Naga dengan latar belakang Klenteng Sam Poo Kong, Semarang.
Selain peluncuran Perangko Naga Air, dalam kesempatan yang sama PT Pos Indonesia juga memperkenalkan maskot filateli, yaitu sepasang anak laki-laki dan perempuan bernama Phila dan Tely. Maskot ini dibuat dengan memperhatikan unsur kedekatan (closeness), gembira (fun), dan mudah untuk dikenali (recognizable).4.5

Fakta Unik Ang Pao Imlek

Apa itu ang pao? Pasti semua orang sudah tahu. Ang pao merupakan amplop merah kecil yang biasa diisi dengan uang. Ang pao merupakan bagian dari sebuah perayaan syukuran ataupun perayaan yang bernuasa bahagia seperti ulang tahun, pernikahan atau imlek (tahun baru cina). Untung mendapatkan ang pao sebenarnya gampang, tidak perlu sampai memanjat pohon apalagi mengarungi samudra. Pada zaman dulu , seorang anak harus sujud dan mengucapkan Gong Xi Fa Cai  berserta doa agar orang tua sehat, sejahtera dan dikarunia banyak berkat untuk mendapatang pao dari orang tua. Ini juga berlaku pada paman dan bibi. Sekarang tradisi ini sudah berubah, anak hanya perlu menyalami dan Gong Xi Fa Cai  bserta doa tanpa perlu bersujud. Namun masih ada beberapa keluarga di Negara cina yang melestarikan tradisi ini.
Beberapa fakta lucu dari pemberian ang pao adalah
-          Hanya orang yang sudah menikah yang bisa memberikan ang pao pada anak-anak.
-          Seorang anak harus memberikan ang pao pada orang tuanya setelah dia mempunyai keluarga alias sudah menikah.
-          Orang yang sudah berkerja namun masih belum menikah, tidak diperbolehkan memberikan ang pao kepada orang lain karena dianggap menjauhkan jodoh.
-          Anak yang sudah memiliki pekerjaan masih tetap menerima ang pao dari orang tua dan paman bibi.
-          Anak yang sudah menikah tetap menerima ang pao tapi hanya dari orang tuanya.
-          Tidak boleh mengisi ang pao dengan jumlah uang yang mengandung angka 4 seperti Rp 4.000 karena angka 4 berarti mati.
-          Jumlah uang tidak  boleh ganjil karena berhubungan dengan pemakaman.
-          Kata-kata pada ang pao biasanya berupa kata keberuntungan, kemakmuran dan umur panjang yang berarti doa dari pemberi ang pao.
-          Ang pao sekarang dihasilkan dengan menggunakan alat percetakan offset bukan hand made lagi.
Ang pao di negara lain
-          Ang pao di Vietnam dinamakan Li Xi atau Phong Bau Mung Tuoi (amplop tahun baru)
-          Orang Thailand mengenal ang pao sebagai Ang Pow atau Tae Ea
-          Di jepang, disebut otishidama tapi ang pao ini berwarna putih
Fakta yang mungkin sudah diketahui tapi tidak ada salahnya mengingat kembali budaya ini agar tidak hilang.

Sejarah Dan Mitos Tahun Baru Imlek

IkadaNewsOnline -  Malam Tahun Baru Imlek di Meizhou, Cina


Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".


Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Tanggal Perayaan
Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Imlek. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).

Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Imlek biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Tanggal untuk Tahun Baru Imlek dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.

Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Imlek dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek pada tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.

Sejarah'
hewan Cabang bumi Tanggal
Tikus 19 Februari 1996 7 Februari 2008
Sapi chǒu 7 Februari 1997 26 Januari 2009
Macan yín 28 Januari 1998 14 Februari 2010
Kelinci mǎo 16 Februari 1999 3 Februari 2011
Naga chén 5 Februari 2000 23 Januari 2012
Ular 24 Januari 2001 10 Februari 2013
Kuda 12 Februari 2002 31 Januari 2014
Kambing wèi 1 Februari 2003 19 Februari 2015
Monyet shēn 22 Januari 2004 8 Februari 2016
Ayam yǒu 9 Februari 2005 28 Januari 2017
Anjing 29 Januari 2006 16 Februari 2018
Babi hài 18 Februari 2007 5 Februari 2019

Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Mitos
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian".[1][2]

Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.