@IkadaNewsOnline - Berikut Hotel-Hotel Saksi Tewasnya Selebriti Dunia - Whitney Houston bukanlah satu-satunya selebriti yang meninggal ketika menginap di sebuah hotel. Banyak orang terkenal lainnya yang juga menghadapi ajal di hotel.
Nama Beverly Hilton Hotel menjadi semakin terkenal lantaran menjadi saksi meninggalnya diva pop dunia Whitney Houston. Nyatanya, banyak hotel juga sempat menjadi saksi kematian selebriti.
Selebriti ini meninggal baik karena kecelakaan, pembunuhan, maupun bunuh diri. Simak ulasannya berikut ini
Swissotel Nai Lert Park Hotel, Bangkok
David Carradine, aktor laga yang terkenal dalam perannya di "Kill Bill" ditemukan tewas pada 4 Juni 2009 di hotel ini. Ia tewas di usia 72 di kamar mewah hotel yang terletak di Ibu Kota Thailand ini. Ia ditemukan tewas tanpa busana dengan tali mengikat di leher dan bagian tubuh lainnya. Namun, kematiannya kemudian disimpulkan sebagai kecelakaan saja. Carradine saat itu berada di Bangkok untuk melakukan syuting sebuah film.
Ritz Paris
Adalah Coco Chanel, perancang busana ternama Prancis, yang meninggal di hotel ini pada 10 Januari 1971. Perancang merek Chanel ini meninggal di usia 87. Kini, bekas kamar Coco Chanel di Ritz dijadikan sebuah ruangan penghormatan untuk desainer ini dan dapat disewakan untuk tamu hotel dengan biaya USD8.532 per malam.
The Landmark Motor Hotel, Los Angeles
Hotel yang kini bernama Hoghlands Garden ini merupakan tempat dimana penyanyi dan penulis lagu Janis Joplin ditemukan tewas. Joplin tewas di umur 27, di kamar nomor 105 pada 4 Oktober 1970. Polisi menyimpulkan ia telah meninggal 12 jam sejak ditemukan. Penyebab kematiannya adalah overdosis heroin.
Ambassador Hotel, Los Angeles
Robert F. Kennedy sebenarnya tewas di rumah sakit 26 jam setelah ditemukan. Penyebab kematian senator dan kakak Presiden Amerika Serikat John F Kennedy ini ternyata penembakan di dapur Ambassador Hotel oleh Sirhan Bishara Sirhan pada 5 Juni 1968. Kennedy ditembak tidak lama setelah kemenangan Partai Demokrat di California. Namun sayangnya, kini hotel ini telah tiada karena telah dihancurkan pada 2005.
Lorraine Hotel, Memphis, Amerika Serikat
Martin Luther King, penerima nobel, aktivis HAM dan juga seorang pahlawan penting dalam sejarah hak asasi manusia meninggal di Lorrein Hotel, Memphis, negara bagian Tennessee, Amerika Serikat pada 4 April 1968. Ia tewas karena ditembak, saat berada di balkon kamarnya. Lorraine Hotel kemudian diubah menjadi Museum Hal Sipil Nasional pada 1991.
Seminole Hard Rock Hotel and Casino, Hollywood
Bintang Playboy, model, dan artis reality show Anna Nicole Smith ditemukan tewas di kamar 607 hotel ini pada 8 Februari 2007. Penyebab kematiannya adalah overdosis obat tidur yang tidak disengaja dan obat-obatan lain. Kini, kamar nomor 607 ini telah tiada karena telah diganti dengan nomor lain.
Hotel d'Alsace, Paris
Oscar Wilde adalah seorang novelis, dramawan, penyair, dan cerpenis asal Irlandia. Dikenal dengan selera humornya yang cerdas, ia merupakan salah satu penulis drama yang paling sukses pada akhir Era Victoria di London. Ia meninggal akibat meningitis di kamar hotel ini, tepatnya kamar 16.
Samarkand Hotel, Inggris
Musisi legendaris Jimi Hendrix ditemukan tewas pada 18 September 1970 di Samarkan Hotel, London. Ia dikabarkan tewas di kamarnya setelah menelan banyak pil obat tidur.
Chelsea Hotel, New York
Sid Vicious, bass band punk The Sex Pistols, menusuk kekasihnya, Nancy Laura Spungen hingga meninggal di kamar 100 di Chelsea Hotel pada 12 Oktober 1978. Kurang dari setahun kemudian, Sid pun tewas di hotel ini pada usia 21 akibat overdosis heroin.
Chateau Marmont, Los Angeles
Bintang film terkenal John Belushi ditemukan tewas akibat overdosis kokain dan heroin pada 5 Maret 1982 di Chateau Marmont. Ia menginap di kamar bungalow 3 di salah satu hotel paling mewah di Los Angeles ini. Malam sebelum kematiannya, Belushi dikunjungi oleh dua teman aktor lainnya, Robin Williams dan Robert de Niro.
Cari Artikel Disini
Home » saksi
Tampilkan postingan dengan label saksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saksi. Tampilkan semua postingan
FOTO: Citadel, Saksi Sejarah Peninggalan Perang Salib di Mesir ' Menakjubkan '
@IkadaNewsOnline - FOTO: Citadel, Saksi Sejarah Peninggalan Perang Salib di Mesir ' Menakjubkan ' - Mesir adalah gudangnya sejarah! Bagaiman tidak, peradaban manusia di dunia berawal dari sini. Sangat rugi rasanya kalau tinggal di sini tapi tidak belajar sejarah.
Walaupun, kota di aderah ini tak sebersih kota-kota lainnya di Eropa bangunan peninggalan ratusan bahkan ribuan tahun lalu masih masih sangat terawat. Masjid-masjid yang seumuran dengan zaman Majapahit di Indonesia masih kokoh berdiri dan tetap terpakai.
Salah satu tempat yang merupakan peninggalan bersejarah adalah Citadel. Citadel dalam bahasa Indonesia berarti benteng. Tempat ini merupakan landmark Kota Kairo yang berada tidak jauh dari Universitas Al-Azhar. Salah satu jejak peninggalan Perang Salib ke-2 yang terjadi sekitar tahun 1140-an sampai sekitar tahun 1190-an. Dari sini kita dapat mengenal Sultan Saladin atau lebih terkenal dengan Salahudin Al Ayyubi. Seorang raja, panglima perang yang sangat pandai menyusun strategi tapi penuh toleransi. Beliau juga menjadi tokoh terbesar ksatria Muslim sepanjang Perang Salib.
Citadel juga menjadi salah satu tempat tertinggi yang ada di Kairo selain Al-Azhar Park dan Muqattam. Berada di kawasan Kota Lama Kairo membuat kita bisa melihat pemandangan Kairo yang seutuhnya. Dari sini kita juga bisa melihat pyramid dengan cukup jelas. Berdiri di salah satu sisi Jalan Autostrad, Kairo membuat Citadel terlihat sangat kokoh. Jaraknya dari bandara sekitar 30 menit bila kita naik taksi dan membayar sebesar 20 EGP.
Untuk tiket masuk Citadel kita hanya membayar 50 EGP untuk umum dan 25 EGP untuk pelajar. Di dalam Citadel terdapat dua masjid kuno, yaitu Masjid Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun dan Masjid Mohammad Ali Pasha. Kedua masjid ini memiliki keindahan dan arsitektur yang khas.
Masjid Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun dibangun pada tahun 1335 Masehi. Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun yang memerintah pada kurun waktu 31 tahun (1309-1340 Masehi) yang membangun masjid ini. Masyarakat Kairo menyebutnya Masjid Benteng karena bangunan ini berbentuk persegi panjang dan dikelilingi oleh tembok yang keras dan kokoh serta lantainya yang terbuat dari marmer masih terlihat utuh.
Yang ke dua adalah Masjid Mohammad Ali Pasha, arsitektur masjid ini sangat indah karena kubahnya terlihat menjulang dan selalu menjadi objek foto bagi para penggemar fotografi. Mohammad Ali Pasha mendirikan masjid ini pada tahun 1830 Masehi. Masyarakat Mesir menganggap beliau sebagai pendiri Mesir modern dan sempat memerintah antara tahun 1804-1849 Masehi. Beliau juga pendiri sekolah militer pertama di Mesir sekitar tahun 1815, sekolah teknik tahun 1816, dan kedokteran tahun 1827. Beliau juga mendatangkan guru-gurunya dari Barat. Eskterior dan interior masjid ini lebih modern daripada Masjid Sultan Nasir Mohammad Ibn Qala'un. Ya, melihat dari tahun pembangunannya Masjid Mohammad Ali Pasha ini umurnya lebih muda.
Di dalam Citadel juga terdapat Military Museum tapi sayangnya saat ini museum tersebut ditutup. Tak ada yang tahu alasannya atau memang tidak dibuka untuk umum.
Ingin rasanya berlama-lama di Citadel sambil membaca buku sejarah tentang Perang Salib. Berada di sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah, kita akan merasa terbawa melintasi lorong waktu. Akan tetapi, waktu juga yang menyebabkan kita tak bisa berlama-lama di sini. Bila Anda berwisata ke Kairo, Mesir ada baiknya berkunjung ke Citadel dan merasakan langsung benteng peninggalan Perang Salib ini.
Walaupun, kota di aderah ini tak sebersih kota-kota lainnya di Eropa bangunan peninggalan ratusan bahkan ribuan tahun lalu masih masih sangat terawat. Masjid-masjid yang seumuran dengan zaman Majapahit di Indonesia masih kokoh berdiri dan tetap terpakai.
Salah satu tempat yang merupakan peninggalan bersejarah adalah Citadel. Citadel dalam bahasa Indonesia berarti benteng. Tempat ini merupakan landmark Kota Kairo yang berada tidak jauh dari Universitas Al-Azhar. Salah satu jejak peninggalan Perang Salib ke-2 yang terjadi sekitar tahun 1140-an sampai sekitar tahun 1190-an. Dari sini kita dapat mengenal Sultan Saladin atau lebih terkenal dengan Salahudin Al Ayyubi. Seorang raja, panglima perang yang sangat pandai menyusun strategi tapi penuh toleransi. Beliau juga menjadi tokoh terbesar ksatria Muslim sepanjang Perang Salib.
Citadel juga menjadi salah satu tempat tertinggi yang ada di Kairo selain Al-Azhar Park dan Muqattam. Berada di kawasan Kota Lama Kairo membuat kita bisa melihat pemandangan Kairo yang seutuhnya. Dari sini kita juga bisa melihat pyramid dengan cukup jelas. Berdiri di salah satu sisi Jalan Autostrad, Kairo membuat Citadel terlihat sangat kokoh. Jaraknya dari bandara sekitar 30 menit bila kita naik taksi dan membayar sebesar 20 EGP.
Untuk tiket masuk Citadel kita hanya membayar 50 EGP untuk umum dan 25 EGP untuk pelajar. Di dalam Citadel terdapat dua masjid kuno, yaitu Masjid Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun dan Masjid Mohammad Ali Pasha. Kedua masjid ini memiliki keindahan dan arsitektur yang khas.
Masjid Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun dibangun pada tahun 1335 Masehi. Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun yang memerintah pada kurun waktu 31 tahun (1309-1340 Masehi) yang membangun masjid ini. Masyarakat Kairo menyebutnya Masjid Benteng karena bangunan ini berbentuk persegi panjang dan dikelilingi oleh tembok yang keras dan kokoh serta lantainya yang terbuat dari marmer masih terlihat utuh.
Yang ke dua adalah Masjid Mohammad Ali Pasha, arsitektur masjid ini sangat indah karena kubahnya terlihat menjulang dan selalu menjadi objek foto bagi para penggemar fotografi. Mohammad Ali Pasha mendirikan masjid ini pada tahun 1830 Masehi. Masyarakat Mesir menganggap beliau sebagai pendiri Mesir modern dan sempat memerintah antara tahun 1804-1849 Masehi. Beliau juga pendiri sekolah militer pertama di Mesir sekitar tahun 1815, sekolah teknik tahun 1816, dan kedokteran tahun 1827. Beliau juga mendatangkan guru-gurunya dari Barat. Eskterior dan interior masjid ini lebih modern daripada Masjid Sultan Nasir Mohammad Ibn Qala'un. Ya, melihat dari tahun pembangunannya Masjid Mohammad Ali Pasha ini umurnya lebih muda.
Di dalam Citadel juga terdapat Military Museum tapi sayangnya saat ini museum tersebut ditutup. Tak ada yang tahu alasannya atau memang tidak dibuka untuk umum.
Ingin rasanya berlama-lama di Citadel sambil membaca buku sejarah tentang Perang Salib. Berada di sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah, kita akan merasa terbawa melintasi lorong waktu. Akan tetapi, waktu juga yang menyebabkan kita tak bisa berlama-lama di sini. Bila Anda berwisata ke Kairo, Mesir ada baiknya berkunjung ke Citadel dan merasakan langsung benteng peninggalan Perang Salib ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

















