Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Inilah 7 Buaya yang Hidup pada Jaman Dinosaurus

@IkadaNewsOnline - Inilah 7 Buaya yang Hidup pada Jaman Dinosaurus - Buaya, mungkin agak jarang kita lihat kecuali saat kita mengunjungi kebun binatang atau kebetulan kamu tinggal di daerah yang memiliki habitat buaya, salah satu predator terganas di muka bumi ini adalah salah satu seleksi alam paling kejam, dimana saudara-saudara sereptilnya musnah dan punah disaat asteroid raksasa menghantam bumi 65 juta tahun yang lalu mahluk ini secara luar biasa mampu bertahan hingga sekarang.

bagaimana mereka bisa bertahan? ternyata hampir semua mahluk jaman purba yang masih hidup sekarang bisa selamat karena bisa bertahan di dalam air sebagai salah tempat paling aman dari bencana alam. Untuk mengenal pebih jauh tentang buaya admin ajak kamu untuk mengenal jenis-jenis buaya yang hidup di jaman dinosaurus dulu, disimak ya.. :)

1. BoarCroc (Kaprosuchus saharicus)
Kaprosuchus adalah sebuah genus yang telah punah dari mahajangasuchid crocodyliform.Hal ini diketahui dari tengkorak yang ditemukan di Upper Cretaceous Echkar Formation di Niger.

Namanya yang berarti "BoarCroc" dari bahasa Yunani kapros ("babi hutan") dan souchos ("buaya") mengacu pada gigi yang luar biasa besar yg berbentuk taring yang mirip dengan babi hutan.Buaya ini telah dijuluki "BoarCroc" oleh Paul Sereno dan Hans Larsson yang genusnya pertama kali dijelaskan di dalam monografi yang diterbitkan dalam ZooKeys pada tahun 2009 bersama dengan crocodyliformes Sahara lainnya seperti Anatosuchus dan Laganosuchus.

Kaprosuchus diperkirakan memiliki panjang sekitar 6 meter.Buaya ini memiliki tiga set gigi yang seperti gading yg berbentuk taring yang ada di bagian atas dan di bawah tengkorak, jenis gigi ini tidak terlihat dalam crocodyliform lain yang sudah dikenal.Karakteristik lain yang unik dari Kaprosuchus adalah kehadiran besar, tanduk berkerut terbentuk dari tulang squamosal dan parietal yang keluar dari tengkoraknya.


2. RatCroc (Araripesuchus rattoides)
Fossil-nya ditemukan di Maroko.Panjangnya tiga kaki.Mempunyai sepasang gigi di rahang bawahnya untuk menggali untuk mencari makanan.


3. PancakeCroc (Laganosuchus thaumastos)
Pada panjang 20 kaki, PancakeCroc sama besarnya seperti buaya terbesar yang hidup sekarang ini.Tapi rahang tiga kakinya benar-benar tipis, rapuh, dan kurang bertenaga.Karena rahangnya tidak cukup kuat untuk berkelahi dengan mangsanya, Paul Sereno percaya dia makan di bawah air, hanya dengan membuka mulutnya dan berharap sesuatu akan berenang di dalamnya. Tubuhnya sudah pasti dilengkapi dengan baik untuk mengintai tanpa bergerak di satu tempat selama berjam-jam, bahkan mungkin berhari-hari.


4. DuckCroc (Anatosuchus minor)
Diciptakan untuk bergerak di darat, DuckCroc mungkin sangat cekatan, serta cepat larinya. Scan otak menunjukkan otak DuckCroc dikelilingi oleh kantong udara - tanda-tanda bahwa itu adalah organ turbocharged yang membutuhkan pendinginan.

DogCroc juga berbagi karakteristik serupa. Anda mungkin menyebut mereka korvet buaya. Tapi DuckCroc memiliki otak yang lebih besar yang terhubung ke hidung yang sangat khusus - mungkin sesuatu seperti Platypus berparuh bebek.


5. DogCroc (Araripesuchus wegeneri)
Makhluk aneh, dan kurus, yang tampak seperti anjing berlapis baja, mengendus tanah saat mereka pergi, dan juga mengendus udara dengan hidungnya yang berdaging. DogCroc adalah seniman melarikan diri yang lihai - siap untuk berenang menjauh dari dinosaurus atau lari dari buaya lain. Seperti DuckCroc, DogCroc memiliki otak besar - bagian berpikir, dan merasakan dari otak.


6. SuperCroc (Sarcosuchus imperator)
Para ilmuwan telah menggali sisa-sisa satu buaya kuno yang sepanjang bus kota dan berat seperti ikan paus kecil. Makhluk raksasa, yang hidup 110 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous Tengah, tumbuh sepanjang 40 kaki (12 meter) dan beratnya sebanyak delapan ton metrik (17.500 Pon).

Rahangnya sendiri hampir sepanjang enam kaki (1,8 meter) dan mempunyai lebih dari 100 gigi yang begitu kuat bahkan makhluk kolosal ini mungkin mengkonsumsi dinosaurus kecil serta ikan.


7. Deinosuchus rugosus
Deinosuchus adalah buaya dengan rahang besar serta menjadi makhluk terbesar yang menjelajahi daratan berair yang pernah ada di dunia. Mesin pembunuh raksasa purba ini bersembunyi di rawa yang lebat di Amerika Utara lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Dengan rahang sepanjang tinggi badan manusia, ia dapat dengan mudah membunuh dinosaurus dengan bobot beberapa ton. Dengan mudah kita dapat membayangkan bagaimana makhluk buas ini menarik dinosaurus besar ke air untuk menenggelamkannya, lalu membunuhnya dengan gigitan yang mematikan.

Sejauh ini bagian dari makhluk ini telah ditemukan. Para ilmuwan memperkirakan ukuran dari makhluk ini berdasarkan tengkorak yang telah ditemukan di Texas.

Info
Panjang : 12 – 15 meter, termasuk 1.8 meter rahang
Bobot : 5 ton
Makanan : Hewan besar, termasuk dinosaurus
Deinosuchus hidup di akhir zaman Cretaceous, di rawa-rawa di sebagian besar tempat yang sekarang adalah Amerika Utara. Pemburu fosil telah menemukan sebagian kerangka dari buaya purba yang luar biasa ini di Montana dan Texas.

Fakta Lain
Deinosuchus adalah salah satu dari keturunan reptil buaya purba yang memiliki struktur tubuh yang sama dari sejak zaman Jurassic (sekitar 150 juta tahun yang lalu) hingga kini.

Seperti halnya dengan buaya moderen, Deinosuchus mungkin menelan bebatuan sebagai pemberat untuk menyeimbangkan daya apung tubuhnya dan membantunya untuk tetap didalam air saat mengincar mangsanya.
Deinosuchus juga dikenal sebagai nama samaran dari Probosuchus, atau ‘buaya menyeramkan’.

Berdasarkan pengkajian yang mendalam atas kerangkanya – dengan menghitung cincin pertumbuhan seperti cincin pada sebuah pohon – para ahli memperkirakan bahwa Deinosuchus membutuhkan waktu 35 tahun untuk tumbuh mencapai ukuran dewasanya.

Bedanya Dinosuchus sama Sarcosuchus (SuperCroc) itu kalo Deinosuchus hidup di rawa2, kalo SuperCroc hidup di sungai & laut dangkal, kalo dari ukuran gk beda jauh.

Miris Di Tembak 150 Kali, Seorang Pria Tetap Hidup

Sinar X memperlihatkan luka mengerikan pada badan seorang pria dengan 150 bekas tembakan peluru senapan angin (pelet).

Joe Clarke (33), nama lelaki tersebut, akhirnya selamat setelah mendapat tembakan berkali-kali dalam sebuah serangan. Tapi, doktor tidak bisa mengambil pelet-pelet dalam tubuh Clarke karena pelet menebus organ-orang vitalnya. Medis memperkirakan Clarke akan segera meninggal atau paling lambat 25 tahun lagi.

Pada Desember 2007, dua orang bersenjata langsung memuntahkan ratusan peluru ketika Clarke membukakan pintu. Kejadian tersebut terjadi di rumah Clarke di Fairways, Consett, County Durham.
Ratusan pelet menebus punggung, kepala dan leher Clarke. Dia masih bisa menyelamatkan diri. Clarke boleh jadi akan tewas jika tidak ada tetangga yang membawanya kabur ke rumah mereka.

Selang delapan bulan kemudian, kasus penyerangan tersebut terkait dengan permasalahan Clarke dengan mantan pacarnya. Lima pria dinyatakan terlibat dalam konspirasi pembunuhan Clarke. Namun, pengadilan mengalami jalan buntu ketika penyelidikan kepolisian memunculkan banyak tanda tanya.

Para terdakwa yaitu Paul Railton (23), Gary Railton (42), Simon Cairns (20), Neil Spoor (39), Stanley dan Abbie Whitehead (23) menolak tuduhan tersebut. Pengacara Paul Donoghue berhasil membebaskan mereka dari semua tuduhan. Kasus Clarke kini berada di bawah investigas Komisi Komplain Kepolisian Independen.

''Saya telah kehilangan segalanya. Saya diberitahu bahwa semua pelet 'terkunci' dalam tubuhku yang akan memberiku sisa hidup paling lama 25 tahun,'' kata Clarke. ''Aku tiap hari merasakan pusing yang luar biasa. Saya merasa takut. Kehidupanku kini menjadi neraka sejak peristiwa penembakan tersebut.' 

Nih Gan Foto badan dia ama hasil xray

Badan: 


Saat - saat Mengemis Dijadikan Pilihan Hidup

@IkadaNewsOnline - Saat - saat Mengemis Dijadikan Pilihan Hidup - Sosiolog Universitas Andalas, Dra Mira Elfina, MSi, mengatakan, sejumlah keluarga miskin (KK) di Kota Padang, Sumatera Barat, lebih cenderung memilih dan menjadikan pengemis sebagai profesi baru guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Dengan mengemis di perempatan lampu merah, setiap orang justru mampu meraup ’penghasilan’ Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari. Usaha tersebut cukup mudah dan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga," kata Mira Elfina di Padang, Senin (4/10/2010).


Ia mengatakan itu berdasarkan pengamatannya terkait jumlah pengemis yang beroperasi di perempatan lampu lalu lintas Kota Padang, Sumbar, makin marak. Mereka tersebar mulai dari Jalan Bagindo Azischan, Jalan Damar, by pass, Sudirman, S Parman, Tabing, Koto Tangah, dan Jalan Thamrin.

Pengemis yang beroperasi tersebut laki-laki dan perempuan mulai dari usia balita hingga lansia. Bahkan setahun pascagempa Sumbar, jumlah mereka terus bertambah.

Menurut Mira, jumlah mereka makin bertambah—semenjak krisis moneter—apalagi pascagempa Sumbar yang mengakibatkan banyaknya usaha yang tutup akibat tempat usaha mereka hancur diguncang gempa.

"Dampak gempa tersebut, banyak kepala keluarga yang terhimpit masalah ekonomi, mengakibatkan banyak dari mereka yang berusaha untuk mendapatkan uang dengan jalan pintas seperti mengemis itu," katanya.

Menurut Mira, pascakrisis moneter seluruh sektor perekonomian mengalami keterpurukan dan hal ini sangat berpengaruh kepada golongan masyarakat yang berada pada strata masyarakat terbawah.

Masyarakat tersebut, katanya, terimbas dampak dua kali, selain masuk dalam kategori masyarakat golongan bawah dengan minim akses pendidikan hingga tingkat kualitas sumber daya manusianya juga minim.

"Parahnya, mereka juga terhambat dalam memenuhi kebutuhan hidup karena seluruh harga melonjak secara drastis," katanya, dampak demikian mengakibatkan meningkatnya jumlah pengemis di perempatan lampu lalu lintas itu.

Akan tetapi, ia juga meragukan pemerintah daerah belum berupaya maksimal untuk meminimalisasi keberadaan mereka.

Sementara itu, berdasarkan sampel penelitian hampir 70 persen dari 100 sampel yang diambil, kehidupan para pengemis justru "sejahtera", bahkan memiliki rumah dengan segala isinya.

Ia mengutip teori dari pakar ekonomi Belanda, Bueke, yang menyatakan bahwa profesi mengemis cenderung dilakukan orang lebih akibat sifat mereka yang pemalas.

"Mereka tidak mau berusaha dan berpikir untuk memanfaatkan segala potensi yang ada di sekelilingnya. Padahal, jika lebih digali lagi, semua potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup mereka sendiri," katanya.

Mencermati kasus demikian, Mira menyarankan, pemerintah melalui dinas terkait perlu segera memprogramkan pendataan pengemis di jalanan agar mereka tidak lagi berperilaku malas serta dieksploitasi oleh pihak-pihak yang ingin menarik keuntungan.

Selain itu, pemberdayaan terhadap rumah singgah juga perlu lebih ditingkatkan guna menampung anak-anak yang sengaja ditelantarkan orangtua mereka untuk mencari nafkah ekonomi.
 

Inilah 5 Makhluk Bumi yang Mungkin Mampu Hidup di Luar Angkasa

@IkadaNewsOnline - Inilah 5 Makhluk Bumi yang Mungkin Mampu Hidup di Luar Angkasa  - Pasti ada pertanyaan di dalam benak kita, "Apakah ada makhluk hidup di bumi ini yang mampu tinggal dan bertahan hidup di planet lain?" Jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi kalau makhluk yang lainnya mungkin saja. Lima makhluk bumi di bawah ini mungkin bisa untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan, seperti salah satu yang krusial, yaitu Oksigen. Namun, beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa sana.

1. Cacing Yang Hidup di Es Metana

Jika melihat bentuknya, mungkin kita akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film Alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan ini sebenarnya adalah makhluk bumi.
 Makhluk ini sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es Metana, yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico. Es Metana adalah sebuah gas Hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari Pennsylvania State University, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin McMullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut, berkata, "Sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari planet Bumi."

Lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya? Jawabannya adalah Titan, salah satu bulan Saturnus.

Titan, terdapat lautan Metana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di Titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.


2. Makhluk Yang Mampu Hidup Pada Ruang Hampa

Setelah melihat foto di bawah ini, mungkin kebanyakan dari kamu akan segera teringat dengan kata "beruang". Tidak salah memang, tetapi makhluk lucu ini bukan seekor beruang, ia bernama "Tardigrade". Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama Beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.
Tapi ingat, jangan kamu menilainya hanya dari sekedar ukurannya saja. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di muka Bumi ini.

Ia memiliki kemampuan lebih, yaitu bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut "TUN". Dalam kondisi tersebut, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.
Pada tahun 2008, beberapa ekor Tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa, dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara. Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing Raksasa Pemakan Belerang

Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi oleh warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.
Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa? Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus, dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak disana.

4. Mikroba Antartika Pemakan Besi

Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran yang sedang berlangsung disana? Ternyata tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.
Menurut majalah Nature, "Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.

"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal. Life Finds a Way."

Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.

5. Bakteri Yang Mampu Bertahan Dari Radiasi

D. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia. Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan DNA-nya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal, karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNA-nya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.
Namun, tidak dengan bakteri ini, secara menakjubkan ia mampu menyusun kembali DNA-nya yang telah hancur.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau Mars, adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.


Jadi, jika suatu saat kita mungkin telah mampu menjelajahi angkasa luar beserta planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja. Why not?

Berikut Manusia - manusia Serigala Yang Ada Di Kehidupan Nyata

@IkadaNewsOnline - Berikut Manusia - manusia Serigala Yang Ada Di Kehidupan Nyata - Manusia serigala atau biasa disebut Werewolf atau lycanthropes atau Lycan banyak menjadi tema dalam filem - filem bertema horor fiksi, namun tahukah anda sejarah banyak mencatat tentang kasus - kasus yang pernah ada tentang manusia Serigala. Entah apakah itu gosip atau bukan, Sejarah telah mencatat pernyataan banyak saksi tentang adanya manusia serigala yang umumnya menjadi peneror untuk manusia, Dalam daftar ini berdasar dari Litserve, berisi tentang daftar 10 Manusia Serigala (Lycanthropy, atau kalau di filem Lycan )yang benar - benar aneh, menakutkan yang ada dalam kehidupan nyata.


Gilles Garnier
Di kota Dole pada abad keenam belas , sebuah pengumuman untuk publik bisa dibaca di alun-alun kota. yang Isinya memberikan izin bagi orang-orang untuk melacak dan membunuh seorang manusia serigala yang telah meneror desa. Saat berjalan melalui hutan, sekelompok petani mendengar jeritan anak kecil disertai dengan lolongan serigala. Ketika mereka tiba, mereka melihat seorang anak yang tengah terluka sedang berjuang bertahan dari makhluk mengerikan yang kemudian diidentifikasi sebagai Gilles Garnier.

Ketika anak berumur 10 th hilang di sekitar rumah Garnier, Garnier ditangkap dan dia mengaku sebagai manusia serigala. Dia kemudian dibakar hidup - hidup di tiang pancang.



Manusia Serigala di Greifswald
Menurut catatan lama, Di tahun 1640, kota Greifswald di Jerman dibanjiri dengan manusia serigala. Populasi binatang ini tumbuh begitu besar dan setiap orang yang berkelana keluar setelah gelap berada dalam bahaya karena bisa didatangi oleh salah satu dari mereka.
Sekelompok mahasiswa memutuskan mereka telah cukup dan menyusun rencana. Mereka mengumpulkan semua perak mereka gelas, piring, tombol, dll, dan melelehkannya untuk membuat peluru perak. Dengan bersenjata api dengan peluru perak mereka mulai memburu manusia serigala yanag berkeliaran, dan setelah akhirnya populasi serigala itu dinyatakan lenyap, orang - orang mulai bernai keluar rumah saat malam.


Manusia Serigala dari Ansbach
Pada th 1685 kota Bavarian Ansbach diteror oleh seekor serigala ganas yang besar. Desas-desus mengatakan serigala itu sebenarnya adalah manusia serigala yang identitasnya diketahui sebagai walikota kota yang sudah mati.

Ketika serigala terbunuh, orang-orang Ansbach mendandani bangkai serigala itu dengan pakaian menyerupai walikota mereka. Mayat itu dipajang di alun-alun kota dan kemudian pindah ke museum.


Klein-Krams Werewolf
Pada jaman dulu ada hutan yang luas yang kaya dengan permainan di sekitar Klein-Krams, dekat Ludwigslust, Jerman.Perburuan besar diadakan di wilayah tersebut oleh olahragawan yang datang dari seluruh Jerman untuk menguji kecakapan mereka dengan menjatuhkan pilihan mereka dari permainan.

Selama bertahun-tahun, para pemburu telah terhalang oleh munculnya seekor serigala besar yang tampaknya kebal terhadap peluru .Kadang-kadang binatang akan mengejek mereka dengan mendekati dalam jarak yang cukup dekat, pada kesempatan bahkan menambahkan olok-olok dengan menyambar sepotong bagian tubuh dari mangsa yang dibunuhnya, lalu manusia serigala ini melesat pergi tanpa peluru bersarang di tubuhnya.

Suatu saat seorang pasukan kavaleri muda berjalan dalam perburuan, dan dia mendapati anak - anak yang berlari berhamburan dan ketakutan.lalu dia berhenti dana bertanya pada salah satu dari mereka. Si anak mengatakan kepadanya bahwa tidak ada dewasa dari keluarga Feeg berada di rumah kecuali untuk anak-anak mereka.

Ketika dia ditinggalkan sendirian, itu adalah kebiasaannya untuk mengubah dirinya menjadi manusia serigala dan meneror anak-anak tetangga. Mereka semua lari ketika dia mencapai transformasi tersebut karena mereka tidak ingin dia untuk menggigit mereka.

Petugas tersebut bingung dengan bermain imajinasi liar seperti anak-anak, bahwa dia menganggap mereka memainkan serigala jahat yang mengejar domba atau beberapa permainan sejenis. Tapi kemudian dia menangkap sekilas serigala di rumah, dan dalam beberapa saat berikutnya, seorang anak kecil berdiri di tempatnya.



Manusia Serigala dari Pavia
Pada tahun 1541,di Pavia, Italia, seorang petani ... sebagai serigala, jatuh di atas banyak pria di sebuah padang pertanian dan merobek mereka. Setelah melalui banyak kesulitan akhirnya maniak itu tertangkap, dan dia kemudian meyakinkan para penangkapnya bahwa satu-satunya perbedaan yang ada antara dirinya dan serigala alami, adalah bahwa dalam serigala asli rambut tumbuh luar, sementara dia rambutnya tumbuh di dalam.
Dalam rangka untuk membuktikan pernyataan ini , para hakim memotong lengan dan kaki serigala yang kejam dan haus darah ini . dan Bajingan itu meninggal karena dimutilasi.



Manusia Serigala dari Chalons
Salah satu lycanthropes / Lycan / Werewolf / Manusia Serigala terburuk yang pernah ada adalah Werewolf dari Châlons, atau dikenal sebagai Demon Tailor (Iblis Tukang jahit). Dia didakwa di Paris pada 14 Desember 1598 atas tuduhan pembunuhan yang begitu mengerikan dan pengadilan memerintahkan semua dokumen persidangan untuk dihancurkan. Bahkan nama dia sebenarnya nyaris hilang dalam sejarah.

Dibakar sampai mati untuk kejahatannya, dia dituduh memancing anak - anak kecil baik cowok atau cewek untuk main ke tokonya, kemudian menyiksa mereka, setelah disiksa, anak - anak ini kmudian diiris leher mereka, ditaburi bubuk tubuhnya, lalu dagingnya dipotong - potong sebagai bahan makanan. Di saat senja, di bawah bentuk serigala, dia menjelajahi hutan untuk menerkam orang - orang yang klewat dan dengan liar merobek tenggorokan mereka sampai mati.

Banyak tulang - tulang dari korbannya ditemukan tersembunyi dalam gudangnya, dan bangkai - bangkai yang sudah membusuk,Dikatakan saat Dia mati dia tidak mau minta ampun dan masih sempat menghujat.



Claudia Gaillard, Manusia serigala dari Burgundy
Claudia Gaillard adalah salah satu dari ratusan jiwa malang dibawa ke pengadilan oleh pemburu penyihir ; Henry Boguet. Menurut saksi, dia terlihat di balik semak dengan asumsi berbentuk serigala tanpa ekor. Untuk dosa besar ini, dia ditetapkan untuk dihukum dengan penyiksaan. Mengenai penyiksaan, hakim berkomentar, Semua Laporan Umum adalah melawan dia.

Tidak seorang pun pernah melihatnya meneteskan air mata , apapun upaya yang mungkin dilakukan untuk menyebabkan dia meneteskan air mata "Claudia kemudian dibakar sampai mati di tiang pancang.



Michel Verdun, Manusia Serigala dari Poligny
Pada 1521, Jean Boin, Penyelidik dari Besancon,menuduh Philibert Montot, Pierre Bourgot, dan Michel Verdun karena telah membuat perjanjian dengan iblis dan untuk menjadi lycanthropy. Orang-orang ini kemudian dikenal sebagai manusia serigala dari Poligny. Orang-orang ini dicurigai ketika seorang musafir melewati daerah itu diserang oleh seekor serigala. Ketika membela dirinya sendiri, sang musafir berhasil menyebabkan luka pada hewan ini, memaksanya untuk mundur.

Mengikuti jejak makhluk terluka, orang itu tiba di sebuah gubuk di mana dia menemukan seorang warga setempat, Michel Verdun, di bawah perawatan istrinya, yang sedang membersihkan luka di tubuhnya.

Si Musafir ini kemudian memberitahukan peristiwa ini pada pihak yang berwenang. Kemudian Verdun Ditangkap dan disiksa, Verdun mengakui bahwa dia adalah perubah bentuk. Dia juga mengungkapkan nama-nama dari dua manusia serigala, serta mengaku kejahatan mengerikan: kultus setan, pembunuhan, dan makan daging manusia. Ketiga orang itu segera dieksekusi mati.



Manusia Serigala dari Benandanti
Kasus ini diadili pada 1692,di Jurgenburg, Livonia, terletak di daerah timur Laut Baltik, dalam cerita rakyat manusia serigala.Ini melibatkan laki-laki berusia 80 tahun bernama Thiess. Thiess mengaku menjadi manusia serigala, mengatakan hidungnya telah dirusak oleh seorang pria bernama Skeistan, seorang penyihir yang sudah mati pada saat dia memukul Thiess.
Menurut kesaksian Thiess ', Skeistan dan penyihir lain mencegah tanaman di area itu tumbuh.Tujuan mereka untuk melakukan ini adalah untuk membawa gandum ke dalam neraka.Untuk membantu tanaman untuk terus tumbuh, Thiess dengan manusia serigala lainnya turun ke dalam neraka untuk melawan para penyihir dan mengembalikan gandum.

Peperangan dari manusia serigala dan para penyihir terjadi pada tiga malam di tahun itu : Saint Lucia, Pentakosta dan Santo Yohanes (perubahan musiman).Jika manusia serigala lamban dalam bertindak para penyihir akan menutup gerbang neraka, dan tanaman, ternak, dan bahkan ikan akan menderita.Sebagai senjata manusia serigala membawa jeruji besi sementara penyihir menggunakan sapu lidi. Skeistan mematahkan hidung Theiss 'dengan gagang sapu yang diikat di ekor kuda.

Para hakim terkejut oleh kesaksian sangat aneh seperti itu, karena mereka secara alami menganggap manusia serigala adalah agen dari Iblis. Tapi sekarang mereka mendengar manusia serigala sedang bertempur melawan Iblis.

Ketika ditanya bagaimana dengan jiwa-jiwa manusia serigala, Thiess mengatakan bahwa mereka pergi ke surga.Dia bersikeras manusia serigala adalah "Anjing penjaga dari Tuhan" yang membantu umat manusia dengan mencegah Iblis dari membawa kelimpahan rejeki dari bumi.Jika bukan karena mereka, semua akan menderita. Dia mengatakan ada manusia serigala di Jerman dan Rusia juga melawan penyihir di neraka mereka sendiri.

Thiess ditentukan dalam pengakuannya, dia menyangkal pernah menandatangani perjanjian dengan Iblis. Dia menolak untuk melihat pendeta paroki yang dikirim untuk menghukum dia, mengatakan bahwa dia lebih baik dari seorang pendeta.Dia mengklaim bahwa dia adalah orang pertama dan terakhir yang menjadi manusia serigala untuk melawan penyihir.
Akhirnya hakim memutuskan , ( mungkin karena capek dan putus asa), Thiess dihukum sepuluh cambukan karena tindakan penyembahan berhala dan keyakinan takhayul.



Jean Grenier
Selama awal musim semi tahun 1603 telah menyebar teror melalui St Sever distrik dari Gascony , di barat daya Perancis, Dari sejumlah dusun kecil dan desa-desa kecil anak-anak misterius menghilang dari ladang dan jalan, dan tidak ada jejak bisa ditemukan.Dalam satu contoh, bahkan seorang bayi dicuri dari tempatnya di pondok sementara ibunya ketiduran sebentar. Orang-orang berbicara tentang serigala; orang lain menggelengkan kepala dan membisikkan sesuatu yang lebih buruk.

Kekhawatiran itu mencapai puncaknya ketika hakim lokal menyarankan Hakim bungsu dari Barony de la Roche Chalais dan de la Chatellenie bahwa informasi telah disampaikan padanya oleh 3 saksi, di antaranya gadis 13 tahun bernama Marguerite Poirier dari dusun outlaying St-Paul di Paroki Esperons - bersumpah bahwa dalam bulan purnama dia telah diserang oleh binatang buas, menyerupai serigala.

Gadis itu menyatakan bahwa saat siang sementara dia sedang menonton ternak, tiba - tiba seekor binatang liar dengan bulu rufulous, tidak seperti anjing besar, bergegas dari belukar dan merobek Kirtle dengan giginya yang tajam.

Dia berhasil menyelamatkan dirinya dari yang digigit berkat dia bersenjata dengan tongkat besi yang dibawanya.
Selain itu seorang pemuda 13 / 14 tahun , Jean Grenier, sedang menyombongkan bahwa dialah yang diserang Marguerite, saat dia menjadi seperti serigala, tetapi karena tongkat gadis itu mencegahnya dariekstremitas dia dari ekstremitas karena sebelumnya sudah makan tiga atau empat anak .

Misteri Bunga Untuk Menghidupkan Orang Mati

@IkadaNewsOnline - Misteri Bunga Untuk Menghidupkan Orang Mati  - Benarkah bunga Tian Shan Xue Lian dapat menghidupkan orang mati? atau hanya sebuah Legenda yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya?
Bunga Tian Shan Xue Lian adalah bunga yang hidup diatas puncak gunung bersalju yang mempunyai khasiat dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. Dan merupakan salah satu bahan baku dalam resep pengobatan China.

Legenda Bunga Tian Shan Xue Lian yang disebut juga bunga Xin Jiang Xue Lian atau Teratai Salju, telah di temukan  beberapa abad yang lalu sejak zaman Dinasti Han. Dalam sejarah pengobatan, Bunga Tian Shan Xue Lian merupakan ingredient yang sangat mahal harganya karena susah didapatkan namun mempunyai khasiat yang menakjubkan. Diantaranya dapat menyembuhkan penyakit rheumatoid arthritis yang dahulu kala sangat susah disembuhkan.

Bunga Tian Shan Xue lian bukan hanya legenda. Karena pada tahun yang lalu beberapa ilmuwan dari hongkong telah mencoba menelitinya lebih lanjut dan berharap bisa membuktikan bahwa legenda bunga Tian Shan Xue Lian yang dapat menghidupkan orang mati.

 

Seperti Inilah Ketika Puteri Pahlawan Nasional Hidup dalam Kemiskinan

@IkadaNewsOnline - Seperti Inilah Ketika Putri Pahlawan Nasional Hidup dalam Kemiskinan - Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?

Nama besar Ismail Marzuki, kini tak bisa lagi banyak membantu Rachmi Aziah Ismail Marzuki. Putri tunggal komponis Indonesia itu, harus bekerja apa saja, untuk membayar kontrakannya. Rachmi Aziah Ismail Marzuki, adalah putri tunggal Ismail Marzuki. Dia mengungkapkan bahwa saat ini yang penting bagi hidupnya adalah: memikirkan bagaimana dia tidak terusir dari kontrakannya. Ya, Rachmi memang memiliki nama besar di belakang namanya: Ismail Marzuki. Tapi, perjalanan hidupnya, berjalan berat. Selama bertahun-tahun, Rachmi hidup mengontrak.

Putri satu-satunya Komponis sekaligus pahlawan Nasional itu sedang bergelut dalam kemiskinan. Bahkan ia nyaris tak mampu memperpanjang usia kontrakannya yang hampir habis. Bantuan pemerintah sebesar 1,5 juta sering terlambat, katanya. Uang sebesar itu dibayar pemerintah setiap empat bulan. Untuk memperpanjang hidup, Rachmi Aziah Ismail Marzuki, 60, harus berhutang. Selama enam tahun terakhir ini, dia dan suaminya mengontrak di Perumahan Bappenas, Blok A 12, Cinangka, Wates, Sawangan, Depok. Dan sudah enam tahun itu pula, dia terpaksa mengutang uang kontrakan, karena tak mampu membayar.

"Meski pemilik kontrakan baik sekali sama saya dan kasih saya keringanan, tapi lama kelamaan tidak enak juga mas. Sampai sekarang saya belum bisa bayar kontrakannya," ujarnya. Rachmi memiliki empat anak ini. Tapi, saat ini di rumah kontrakan yang terletak di Depok, dia hanya tinggal berdua dengan suaminya, Muhammad Benny. Sementara anak-anaknya yang sudah berkeluarga sudah pisah rumah.

Ketika ditanya apakah tidak pernah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga Ismail Marzuki, Rachmi mengatakan ada. "Ada. Tahun 2004, Bapak Ismail Marzuki mendapatkan anugerah pahlawan nasional dari Presiden SBY. Dari situ kita mendapat Rp 1.5 juta perbulan sebagai tunjangan," ujarnya.

"Tapi, ada peraturan uang itu dirapel pertiga bulan sekali baru bisa diambil. Ya, begitu keluar langsung habis untuk bayar kebutuhan hidup. Tidak bisa ditabung untuk biaya kontrakan," tambahnya. Karenanya, untuk biaya hidup sehari-hari, anak Komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki ini, harus berdagang menjual minuman ringan.

"Kebetulan di depan rumah saya ada sekolah SD. Saya bisa dagang, setiap hari bisa dapat Rp 30.000, lumayan untuk makan sehari-hari," ujarnya.
 "Tapi, itu pun biasanya habis dan tidak ada yang ditabung. Jadi, saya masih mikir gimana caranya membayar utang kontrakan rumah," tambahnya.

Sebuah berita yang sungguh mengenaskan, menjadi anak seorang pahlawan nasional ternyata tidak menjamin kemapanan ekonomi. Kita prihatin pada diri kita sendiri, yang tidak begitu menghargai keluarga pahlawan kita sendiri. Berapa harga yang pantas kita berikan untuk pahlawan nasional? Pahlawan olahraga kita hargai dengan nilai ratusan juta rupiah. Ironis sekali. Untuk sebuah medali emas, kita pernah mengganjarnya dengan nilai 1 milyar.

Lantas, berapa harga lagu-lagu Ismail Marzuki, yang pernah membakar semangat juang anak bangsa ini? Ismail Marzuki tidak pernah meminta bayaran untuk itu. Tapi, kita sepatutnya, menghargainya dengan sepantasnya.
 

Latihan Ekstrim Militer China ' Saling Mengoper Granat Hidup '





IkadaNewsOnline - Granat saat meledak
Namun pelatihan yang dilakukan oleh tentara Cina ini benar-benar ekstrim, karena dalam salah satu latihan mereka melibatkan permainan hidup mati dimana para serdadu saling mengoperkan granat hidup.