Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label goreng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goreng. Tampilkan semua postingan

rahasia ayam goreng murah di pinggir jalan

pernah ga nemu ayam/mie ayam murah pinggir jalan.??
kepiikirian ga kenapa harganya murah abiss..


ini rahasianya..

Hide begini ceritanya
Hide calonquotayamquot goreng


Hide dibakar untuk menghilangkan bulu


Hide dicuci dan dipotong2 sebelum dimasak sehingga menyerupai daging ayam


Hide persiapan untuk digoreng



Hide setelah digoreng


Hide siap disantap


Hide hoeeeeek

kwakkwkwa keren kan inponya makanya ati ati kalo pilih tempat..
jangan asal murah

Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan

@IkadaNewsOnline - Waspadai Bahaya di Balik Kenikmatan Mengonsumsi Gorengan - Mengonsumsi terus menerus makanan gorengan berisiko sangat buruk bagi kesehatan. Tak hanya meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, makanan yang digoreng ternyata juga dapat memicu munculnya kanker.

Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.

Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.

Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.

Senyawa ini memiliki bahaya yang luar biasa. Karena, selain memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik.

Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).

Dalam sebuah penelitian akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat.

Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai.

Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.

Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.

Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.

Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari.

Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian. [mor]

sumber: inilah.com

Berikut 10 Fakta Menarik Tentang Minyak Goreng

@IkadaNewsOnline - Berikut 10 Fakta Menarik Tentang Minyak Goreng - Bunyi kriuk di tiap gigitan, membuat gorengan digemari tiap kalangan. Bahkan banyak yang menyantapnya sembari kerja, duduk santai atau cemilan di jalan.

Tapi bagi para penderita kolesterol, makanan ini sangat dihindari. Mereka percaya, makanan yang diolah dengan jumlah minyak banyak, maka mengandung kolesterol yang tinggi.

Sebenarnya semua minyak aman untuk dikonsumsi, asal kita tahu bagaimana mengolahnya. Berikut adalah beberapa fakta tentang minyak:

1. Semua minyak yang dijual di pasar adalah non kolesterol.
2. Kolesterol terjadi karena pemakaian minyak yang berulang dan pemanasan yang tinggi.
3. Minyak yang baik adalah minyak yang memiliki titik panans diatas 190 derajat celcius.
4. Memasukkan bahan beku ke dalam minyak akan mempercepat
kerusakan minyak.
5. Jauhkan dari paparan sinar matahari dan simpan di tempat sejuk. Minyak akan tahan selama 2 tahun.
6. Maksimal penggunaan minyak adalah 3 kali penggorengan.
7. Minyak bekas menggoreng makanan berbumbu rempah sebaiknya jangan digunakan berulang, karena dikhawatirkan akan menyebabkan toksik.
8. Gunakan indera pencium sebelum menggunakan, bau tengik menunjukan minyak telah teroksidasi dan rusak.
9. Perhatikan kemasan pada saat membeli. Kemasan yang rusak
akan menurunkan kualitas minyak.
10.Penggumpalan minyak terjadi karena suhu penyimpanan teralu rendah, tetapi minyak tetap aman dikonsumsi.

Sumber Vivanews.com