Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label aborsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aborsi. Tampilkan semua postingan

Inilah Ciri-ciri Fisik Perempuan yang Pernah Lakukan Aborsi

Inilah Ciri-ciri Fisik Perempuan yang Pernah Lakukan Aborsi

Kali Ini Admin www.ikadanewsonline.com Akan Berbagi Info tentang Inilah Ciri-ciri Fisik Perempuan yang Pernah Lakukan Aborsi  , Info Terbaru Kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Dan jangan lupa menekan Tombol Like/Share Facebook untuk memberi tahu kepada teman-teman anda yang lain dan Berlangganan Artikel Secara Gratis di blog www.ikadanewsonline.com agar bisa terus mendapatkan Kabar terbaru. Sipp, kembali ke Info Terbaru Saat ini yaitu tentang Inilah Ciri-ciri Fisik Perempuan yang Pernah Lakukan Aborsi  , Berikut Infonya :

Aborsi kebanyakan dilakukan jika seseorang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, namun sayangnya sebagian besar melakukannya secara ilegal. Adakah ciri-ciri fisik tertentu perempuan yang pernah melakukan aborsi?



Aborsi yang dilakukan mungkin tidak menyebabkan terjadinya perubahan secara fisik dari luar tubuh perempuan tersebut. Tapi aborsi ini bisa menyebabkan dampak terhadap organ fisik di dalam tubuh. Perubahan fisik yang terjadi lebih banyak di dalam tubuh.

“Kalau dilakukan dengan dokter maka kondisinya bisa terkontrol dan efek sampingnya bisa menjadi minimal,” ujar Dr Med Damar Prasmusinto, SpOG dari Departemen obstetri dan ginekologi FKUI/RSCM.

Dr Damar menuturkan namun jika aborsi yang dilakukan secara sembarangan misalnya dengan menggunakan jamu, obat atau memasukkan alat melalui vagina maka bisa berakibat fatal dan merusak organ di dalamnya.

“Pernah ada abortus ilegal yang menggunakan batang singkong yang dimasukkan melalui vagina, itu bisa menyebabkan robek di mana-mana bahkan hingga ususnya keluar,” ujar Dr Damar.

Sedangkan jika seseorang melakukan kuret berkali-kali dalam hal ini hingga lebih dari 3 kali maka bisa membuat rahim menjadi tidak sehat seperti jadi kering, serta mengubah jaringan sehat menjadi jaringan ikat.

Sementara itu dr R Muharam, SpOG mengungkapkan jika aborsi dilakukan dengan tidak baik maka bisa menimbulkan kerusakan pada organ fisik dalam seperti menembus ke usus, rahim yang robek atau bolong.

“Bahkan ada yang sampai meninggal, karena itu angka kematian ibu tinggi salah satunya disebabkan dari aborsi ini,” ujar dr Muharam.

Sementara itu jika aborsi yang dilakukan tidak bersih dalam arti masih ada sisa janin atau plasenta yang tersisa di dalam rahim akan menyebabkan terjadinya pendarahan yang terus menerus. Kondisi lain yang mungkin timbul jika aborsi yang dilakukan tidak bersih adalah dapat memicu munculnya tumor.

“Akibat lain yang timbul jika tidak bersih apalagi ditambah dengan peralatan yang tidak steril bisa menyebabkan infeksi medis yang parah atau komplikasi lainnya, terutama jika bentuk rahimnya susah,” ujar dr Muharam yang praktek di Klinik Yasmin RSCM.

Perubahan fisik dalam tubuh wanita yang pernah melakukan aborsi adalah:
1. Usus dan rahim robek atau bolong, jika melakukan aborsi melalui pemasukan batang ke vagina.
2. Rahim jadi kering, jika melakukan kuret lebih dari 3 kali
3. Jaringan sehat di rahim berubah jadi jaringan ikat, jika melakukan kuret
4. Bisa muncul tumor di rahim, jika aborsinya tidak bersih
5. Pendarahan di vagina yang terus menerus, jika ada sisa janin atau plasenta yang tidak bersih.
6. Infeksi yang bisa terjadi di vagina, leher rahim, rahim sampai usus, jika alat aborsinya tidak steril.

Perubahan mental wanita yang pernah melakukan aborsi adalah:
1. Menjadi lebih tertutup dan menarik diri dari kehidupan sosial
2. Mudah trauma dan sering mimpi buruk
3. Depresi dan sering mencoba bunuh diri
4. Jadi sulit menikmati hubungan seks.

Berbagai komplikasi serius yang bisa timbul akibat aborsi seperti dilansirpregnancy.com antara lain:

1. Pendarahan hebat.
Jika leher rahim robek atau terbuka lebar akan menimbukan pendarahan yang dapat berbahaya bagi keselamatan ibu. Terkadang dibutuhkan pembedahan untuk menghentikan pendarahan tersebut.

2. Infeksi.
Infeksi dapat disebabkan oleh alat medis tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau sisa janin yang tidak dibersihkan dengan benar.

3. Aborsi tidak sempurna.
Adanya bagian dari janin yang tersisa di dalam rahim sehingga dapat menimbulkan perdarahan atau infeksi.

4. Sepsis (keracunan darah)
Biasanya terjadi jika aborsi menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian.

5. Kerusakan leher rahim.
Kerusakan ini terjadi akibat leher rahim yang terpotong, robek atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan.

6. Kerusakan organ lain.
Saat alat dimasukkan ke dalam rahim, maka ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat seperti usus atau kandung kemih.

7. Kematian.
Meskipun komplikasi ini jarang terjadi, tapi kematian bisa terjadi jika aborsi menyebabkan perdarahan yang berlebihan, infeksi, kerusakan organ serta reaksi dari anestesi yang dapat menyebabkan kematian.

8 Gangguan kesehatan mental
Aborsi dapat mempengaruhi emosional dan spiritual pelakunya. Gangguan mental kadang muncul seperti kecemasan, depresi atau mungkin mencoba melakukan bunuh diri.

9. Mengganggu kehamilan berikutnya
Melakukan lebih dari satu kali aborsi akan meningkatkan risiko melahirkan prematur pada kehamilan berikutnya serta komplikasi lain seperti masalah pada mata, otak, pernapasan atau usus bayi.

Seperti Ini Cara Dokter RJ Mengaborsi Pasiennya

@IkadaNewsOnline - Seperti Ini Cara Dokter RJ Mengaborsi Pasiennya - Praktik aborsi yang dilakukan dokter spesialis kandungan di Cilacap, Jawa Tengah berhasil diungkap. Praktiknya tak sembunyi-sembunyi karena dilakukan di rumah di tepi Jalan Gatot Soebroto, Cilacap lengkap dengan plang dokternya.

Pemberitaan terkuaknya praktik aborsi oleh dokter berinisial RJ alias Jalal menyentak perhatian Reny (24), pekerja swasta di Purwokerto. Ia mendadak ingat kisah temannya, sebut saja Bunga yang menjadi pasien dokter tersebut.

"Teman saya Bunga menjadi pasien dokter itu. Dia datang untuk menggugurkan kandungannya pada 4 Februari 2012 lalu," kata Reny saat dihubungi Tribun Jogja, Jumat (16/3/2012) petang.
Reny mengisahkan, Bunga merupakan teman dekatnya. Bunga yang berusia 20 tahun terpaksa menggugurkan kandungannya karena hamil di luar nikah.

Lalu bagaimana cara dokter RJ mengaborsi? Reny menceritakan, informasi yang diperolehnya dari Bunga, setelah deal harga yang dipatok sebesar Rp 2 juta, Bunga kemudian masuk ke ruangan dan disuruh tiduran di tempat tidur. Dokter kemudian memasukkan obat berbentuk cair ke kemaluannya. Setelah 30 menit, Bunga kemudian disuntik bius.

Setelah dibius, dalam kondisi terlentang dan mengangkang, proses kuret itu dilakukan. Proses kuret yang dilakukan dokter dan dibantu suster itu berlangsung sekitar satu jam.

Setelah selesai kuret, Bunga kemudian diberi obat berupa kapsul, dua tablet warna kuning dan pink.

"Untuk aborsi Bunga habis Rp 2 juta karena usia kandungan kurang dari tiga bulan," katanya.
Selain membayar uang untuk biaya kuret, pasien seperti diceritakan Bunga kepada Reny, juga harus mengganti biaya obat Rp 200 ribu.
Saat Tribun meminta nomor kontak Bunga, Reny menyatakan sudah berusaha menghubunginya. Namun temannya itu tak mau diganggu. "Sekarang sudah bisa beraktivitas lagi," cerita Reny.


Praktik aborsi yang dilakukan dokter RJ terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Setelah melakukan pemeriksaan satu hari, Polres Cilacap pada Jumat (16/3/2012) siang menyatakan dokter RJ sebagai tersangka praktik aborsi.
"Ada lima tersangka, selain dokter RJ juga ada empat tersangka lainnya. Mereka adalah pasien dan tiga pengantarnya. Si Perawat yang membantu aborsi masih kita jadikan saksi," kata Kabag Humas Polres Cilacap, AKP Utik Siti K, Jumat.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti. Barang bukti yang didapat adalah perangkat medis yang digunakan untuk praktik aborsi. Pada Jumat siang, polisi juga menggledah rumah serta membongkar septitank yang diduga lokasi membuang janin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Bambang Setyono mengatakan tersangka dokter RJ merupakan dokter senior di Cilacap dan sudah lama membuka praktik. Ia mengatakan pihaknya siap memberi sanksi bila mantan ayah tiri penyanyi Vicky Shu ini terbukti bersalah di pengadilan.

Sumber: Vivaforum