Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan

Microsoft ' NFC Siap Digunakan Windows Phone '


IkadaNewsOnline - Near Field Communication (NFC) kini menjadi salah satu teknologi yang semakin dikenal di produk smartphone. Sejumlah seri smartphone mulai menggunakan teknologi NFC, yang memungkinkan kemudahan transfer data hanya dengan sentuhan.

Nokia sudah memasang teknologi NFC di sejumlah ponsel yang berbasis Symbian Belle, misalnya saja Nokia 700. BlackBerry pun menggunakan NFC di sejumlah ponsel terbarunya yang menggunakan OS BlackBerry 7. Bahkan, Google pun memadukan pembayaran Google Wallet di smartphone berbasis Android, yang menggunakan teknologi NFC.

Bagaimana dengan Windows Phone? Seperti dikutip dari laman TechRadar, Microsoft mengatakan Windows Phone 7.5 sudah siap dilengkapi teknologi NFC. Tapi saat ini, belum ada pihak manufaktur yang menyediakan.

Will Coleman, pengembang dan manajer produk di Microsoft UK, mengatakan hanya masalah waktu bagi perangkat Windows Phone untuk menggunakan teknologi NFC.

"Sejauh yang saya tahu, NFC itu juga support (di Windows Phone), tapi tetap membutuhkan ketersediaan OEM (Original Equipment Manufacturer). Jika OEM bisa menyediakan, ini bisa dilakukan," ucap Will Coleman.

"Sejauh ini hanya masalah waktu, tapi tidak dalam waktu lama lagi banyak hal menarik dari munculnya NFC dari Microsoft," lanjutnya.

Mengenai ini, Kepala Apps dan Kerjasama Nokia, Keith Varty, mengatakan Nokia masih dalam tahap pengembangan untuk menempatkan teknologi NFC di Lumia 800, smartphone Nokia yang berbasis Windows Phone 7.5. NFC, menurut Varty, akan memainkan peran penting bagi kerjasama Nokia dengan Microsoft di masa datang.

"NFC bukan persoalan 'andai', tapi 'kapan'. Memang belum ada NFC di perangkat kami yang sudah diluncurkan (Lumia)," ucap Varty. "Kami butuh perangkat Windows Phone dengan teknologi NFC untuk dipasarkan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Microsoft pun dikabarkan akan bekerja sama dengan Google untuk platform pembayaran menggunakan Google Wallet. Namun, sebelum itu Microsoft sedang mempersiapkan teknologi NFC-nya untuk bisa sinkronisasi antar-perangkat, layaknya android beam.

Android ' Mesin Uang Produktif bagi Microsoft '

IkadaNewsOnline - Microsoft mengumumkan mereka telah meraih langkah maju di industri smartphone dengan menuntaskan satu perjanjian lisensi paten. Kali ini, korbannya adalah LG Electronics.

Menurut Microsoft, mereka telah melakukan kesepakatan dengan LG untuk mengenakan lisensi terhadap perangkat berbasis sistem operasi Android dan Google Chrome mereka.

Tidak dijelaskan secara spesifik seperti apa perjanjian tersebut. Namun melihat perjanjian lisensi yang telah dikenakan Microsoft terhadap sejumlah partnernya, tampaknya LG akan terpaksa membayar royalti.

Dalam pengumumannya, Microsoft mengumumkan bahwa kini 70 persen dari seluruh smartphone Android yang beredar di Amerika Serikat tercakup dalam perjanjian lisensi mereka dan mereka bangga akan keberhasilan yang berkesinambungan ini.

Menurut sejumlah pengamat, banyak yang harus dilakukan oleh Microsoft untuk mengejar ketertinggalan dari Android. Namun perjanjian-perjanjian lisensi yang terus didapat tentunya merupakan pendapatan yang lumayan.

Sejauh ini, Samsung telah mambayar uang tunai pada Microsoft setiap mereka menjual satu unit handset. Diperkirakan nilainya mencapai US$15 per perangkat. Angka ini bukan angka yang kecil jika mengingat Samsung memasarkan Galaxy S2 mereka (misalnya), dalam jumlah jutaan unit.

Selain Samsung, Microsoft juga telah meraih penghasilan sampingan dari HTC dan Acer akibat mereka memproduksi perangkat Android ataupun Chrome OS. Dan tampaknya, Microsoft tidak akan berhenti untuk terus mengejar seluruh produsen perangkat berbasis Google OS.

Microsoft juga berupaya untuk menggaet Barnes & Noble dan juga Motorola Mobility, yang baru saja diakuisisi oleh Google. Meski demikian, keduanya masih belum tersentuh.

Menurut Florian Mueller, pakar pemerhati isu paten, kemungkinan, perjanjian lisensi antara Microsoft dan LG merupakan perjanjian yang sama jenisnya dengan perjanjian antara Microsoft dengan pembuat perangkat Android lainnya.

Perjanjian ini, kata Mueller, selain merupakan berkah besar bagi Microsoft, membuat Barnes & Noble dan Motorola Mobility semakin terancam.

“Ini merupakan capaian terbaru dari bisnis lisensi paten Microsoft dan mereka yang menolak untuk mengambil lisensi, khususnya Motorola dan Barnes & Noble, kini semakin terisolasi,” kata Mueller, dikutip dari Tech Eye, 16 Januari 2012.

Kedua perusahaan itu, kata Mueller, akan mendapatkan Gugatan oleh Microsoft. Sementara yang lain telah bebas dari gugatan karena bersedia bernegosiasi dengan Microsoft terkait properti intelektual yang meliputi platform Google.