@IkadaNewsOnline - Unik 1 Desa di India Miliki 500 Manusia Kembar - Para dokter sedang mempelajari satu desa unik di negara bagian Kerela, India selatan, yang memiliki lebih dari 500 manusia kembar. Padahal desa itu hanya memiliki 2.000 rumah tangga. Demikian laporan harian berhasa Hindi, Danik Bhaskar, baru-baru ini.
Kelahiran bayi kembar di Desa Kodinhi itu telah disaksikan setidaknya selama tiga generasi dan jumlah yang dilahirkan meningkat setiap tahun. Dr. Krishan Sribhuj, yang mempelajari desa itu selama dua tahun, mengatakan meski orang kembar yang terdaftar berjumlah 500, jumlah sesungguhnya orang kembar di desa itu lebih dari 600.
Dokter itu telah mengesampingkan penyebab lingkungan hidup atau polusi sebagai satu faktor dan mengatakan semua orang kembar tersebut sehat dan tak memiliki gangguan. Ia menduga fenomena itu berkaitan dengan kebiasaan makan warga desa, yang memiliki 45 orang kembar per setiap 1.000 orang, enam kali lebih banyak dari angka rata-rata. Pada 2008, 30 bayi kembar dilahirkan di desa tersebut.
Siapa pun mungkin kesulitan mengenali anak-anak di Desa Kodinhi, Kerala, India. Sebab, sedikitnya ada 100 pasang anak kembar terlahir di desa tersebut. Dua puluh pasang di antaranya mengenyam pendidikan di sekolah menengah yang sama, yakni Seethi Sahib Memorial, Distrik Malappuram.
Tak heran jika guru di sekolah itu mendapat tugas tambahan untuk menghapal muridnya satu per satu. Kedua puluh pasang anak kembar itu berjenis kelamin sama dan merupakan kembar identik. Para guru kerap salah saat menyapa nama mereka. Apalagi setiap pasang anak kembar hanya dibedakan dengan belahan rambut.
Salah satu pasangan kembar mengatakan, tanda lahir di leher merupakan salah satu pembeda mereka. Selebihnya mereka nyaris sama.
Warga Desa Kodinhi yang mayoritas muslim juga mengatakan, keberadaan anak kembar di desa itu bukan hal yang aneh. Mereka mengangapnya sebagai hal istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta.
Kebanyakan anak kembar juga lahir di rumah sakit yang sama. Menurut gynaecologist rumah sakit setempat, selama 10 tahun ia bekerja tercatat ada 100 hingga 150 kembar. Lima atau enam di antaranya kembar tiga. Kenyataan itu melahirkan misteri yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Cari Artikel Disini
Home » desa
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Wow...Seisi desa menang lotre, hanya 1 orang yang tidak beruntung
@IkadaNewsOnline - Wow...Seisi desa menang lotre, hanya 1 orang yang tidak beruntung - Pada Desember, sebuah desa kecil bernama Sodeto di Spanyol berhasil memenangi $ 950 juta (sekitar Rp 8,5 triliun) dalam sebuah lotre. Penduduk desa yang terdiri dari para petani dan pekerja bangunan itu menikmati bayaran $ 130.000 (sekitar Rp 1,1 miliar) per warga.
Tetapi di saat hampir seluruh Sodeto menikmati kekayaan baru itu, seorang warga justru tidak menerima apa-apa. Costis Mitsotakis, seorang sutradara film dari Yunani yang pindah ke desa itu, adalah satu-satunya warga desa Sodeto yang tidak membeli tiket lotre!
Meski demikian, Mitsotakis juga mendapat keuntungan secara tidak langsung. Dia sudah berulang kali gagal menjual sebidang tanah. Sehari setelah pengumuman lotre, seorang tetangga menelepon dan mengatakan akan membeli tanah itu. Keesokan harinya seorang tetangga lagi menelepon. Tapi Mr. Mitsotakis tak mau terlibat dalam perang tawar-menawar. "Ini desa kecil," ujarnya. "Saya tidak ingin ada perasaan buruk."
Lotre nasional Spanyol, yang dikenal juga sebagai "El Gordo" (yang gendut), pertama kali dilakukan pada tahun 1812 dan dilakukan dengan cara yang berbeda dengan lotre di Amerika. Contohnya, tahun ini ada 1.800 tiket juara satu, masing-masing punya nomor yang sama: 58268. Masing-masing tiket punya hadiah sekitar $ 520.000 (sekitar Rp 4,6 miliar). Tapi karena harga satu tiketnya $ 26 (sekitar Rp 236.000), satu tiket boleh dibagi oleh enam "peserta."
Para penduduk Sodeto kini dilaporkan terganggu oleh banyaknya orang yang berusaha menjual barang kepada mereka. Masalah lain juga muncul. Karena semua orang sudah kaya, siapa yang mau melayani sesama?
Seperti yang dikatakan Walikota Rosa Pons, "Beberapa wanita bilang mereka ingin pergi ke salon. Tapi tukang salon itu juga menang lotre. Dan tukang salon bilang, 'Saya tidak bekerja hari ini.'"
Tetapi di saat hampir seluruh Sodeto menikmati kekayaan baru itu, seorang warga justru tidak menerima apa-apa. Costis Mitsotakis, seorang sutradara film dari Yunani yang pindah ke desa itu, adalah satu-satunya warga desa Sodeto yang tidak membeli tiket lotre!
Meski demikian, Mitsotakis juga mendapat keuntungan secara tidak langsung. Dia sudah berulang kali gagal menjual sebidang tanah. Sehari setelah pengumuman lotre, seorang tetangga menelepon dan mengatakan akan membeli tanah itu. Keesokan harinya seorang tetangga lagi menelepon. Tapi Mr. Mitsotakis tak mau terlibat dalam perang tawar-menawar. "Ini desa kecil," ujarnya. "Saya tidak ingin ada perasaan buruk."
Lotre nasional Spanyol, yang dikenal juga sebagai "El Gordo" (yang gendut), pertama kali dilakukan pada tahun 1812 dan dilakukan dengan cara yang berbeda dengan lotre di Amerika. Contohnya, tahun ini ada 1.800 tiket juara satu, masing-masing punya nomor yang sama: 58268. Masing-masing tiket punya hadiah sekitar $ 520.000 (sekitar Rp 4,6 miliar). Tapi karena harga satu tiketnya $ 26 (sekitar Rp 236.000), satu tiket boleh dibagi oleh enam "peserta."
Para penduduk Sodeto kini dilaporkan terganggu oleh banyaknya orang yang berusaha menjual barang kepada mereka. Masalah lain juga muncul. Karena semua orang sudah kaya, siapa yang mau melayani sesama?
Seperti yang dikatakan Walikota Rosa Pons, "Beberapa wanita bilang mereka ingin pergi ke salon. Tapi tukang salon itu juga menang lotre. Dan tukang salon bilang, 'Saya tidak bekerja hari ini.'"
Langganan:
Postingan (Atom)




