Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

Sosok Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar

Sosok Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar


Heldy Djafar Sejak Dalam Kandungan Diramal Dapat Orang Besar


TAK banyak yang tahu kalau Presiden RI I Soekarno, ternyata pernah menikahi Heldy Djafar, seorang gadis asli Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pernikahan secara Islam diadakan di Wisma Negara, 11 Juni 1966. Saksinya Ketua DPA Idham Chalid dan Menteri Agama Saifuddin Zuhri.

Saat Soekarno dikucilkan di Wisma Yaso, Heldy, lalu menikah dengan pria lain. Pria itu bernama Gusti Suriansyah Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar. Belakangan, satu dari enam orang anaknya, menikah dengan cucu Presiden RI Soeharto. Bagaimana kisahnya? Mulai hari ini, Tribun Kaltim akan membedah buku berjudul: 'Heldy Cinta Terakhir Bung Karno' yang dtulis Ully Hermono dan Peter Kasenda. Buku ini diluncurkan oleh Penerbit Buku Kompas.
HELDY lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tangggal 10 Agustus 1947 dari pasangan H Djafar dan Hj Hamiah. Ia bungsu dari sembilan bersaudara.


Ketika Hj Hamiah mengandung Heldy, wanita itu sempat melihat bulan bulat seutuhnya (bulan purnama). Lalu seorang rekan H Djafar yang sedang bertandang ke rumahnya (seorang Tionghoa) mengatakan, "Nanti bayimu lahir harus dijaga hati-hati ya, sampai beranjak dewasa," begitu pesannya.
Saat Heldy duduk di bangku SMP, seorang tante yang dianggap pandai meramal dan biasa disapa Mbok Nong mengatakan, "Wah anakmu ini kelak jika dewasa akan mendapatkan orang besar."
Mendapat penjelasan itu, Hj Hamiah balik bertanya. "Orang besar itu maksudnya apa?"
"Ya bertitellah seperti insinyur, dokter. Jadi tolong dijaga hati-hati ya."


Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua menyebut, orangtua mereka cukup terpandang di daerahnya. Rumah orang tua Heldy adalah rumah panggung. Bangunannya memanjang ke samping mencapai 30 meter dan memanjang ke belakang 40 meter. Terbuat dari kayu pilihan dengan plafon rumah setinggi empat meter dan memiliki jendela yang berukuran panjang ke bawah dengan kisi-kisi kayu, lalu berlapis kaca pada bagian luarnya.
Jumlah jendelanya pun cukup banyak. Di atas pintu masuk depan rumah tertulis tahun dibangunnya rumah tersebut, tahun 1938.

"Bapak seorang aanemer (pemborong). Kami hidup serba kecukupan. Bapak termasuk orang terpandang dan dihormati di desa kami," kenang Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua.

sumber : tribunnews

Heldy Kecil Kepincut Lihat Soekarno

USIANYA masih 10 tahun. Suatu hari di tahun 1957, Heldy Djafar, menyaksikan sebuah mobil bak terbuka yang melintas di depan rumahnya. Para penumpang mobil menyebarkan selebaran berisi pengumuman bahwa akan ada pidato Presiden Soekarno di Samarinda.
Kakak kandung Heldy, bernama Yus, tak mau ketinggalan. Ia ikut memunggut lembaran kertas itu. Sambil berdiri di balik pagar rumahnya, Jalan Mangkurawang, Tenggarong, bocah itu sempat bertanya kepada kakaknya. "Ada apa Kak ke Samarinda?" "Bapak Presiden mau pidato di sana, saya mau mendengarkan langsung di alun-alun Samarinda," kata Yus.

Mendengar penjelasan dari kakaknya, Heldy mulai merengek. "Aku mau ikut dengarkan pidato Presiden. Aku juga mau lihat langsung wajah Bapak Presiden."
"Tidak usahlah, kau masih anak-anak, kau mengerti apalah, sudah masuk rumah," pinta Yus.
Setelah mengajak adiknya masuk ke dalam rumah, Yus, bergegas lari, mengejar rombongan manusia yang hendak pergi ke Samarinda.

Heldy lalu masuk ke kamar ibunya Hj Hamiah. Seketika itu juga ia menangis. "Mau lihat Presiden... mau lihat Presiden..." rengeknya.
Mendengar tangis anaknya, sang ibunya malah geram. Gadis kecil itu dicubitnya. "Kayak nenek moyangnya aja yang datang. Tidak boleh ikut, nanti kegencet orang banyak, kamu anak kecil memang tahu apa tentang pidato Presiden. Saudara juga bukan. Sudahlah diam, dan sudahlah cukup dengarkan pidato Presiden lewat radio. Duduklah!"
Maklum, namanya saja anak kecil. Walau sudah diberitahu, Heldy masih saja tetap merengek. Ia masih saja menangis hingga sore hari.

Keinginan Heldy untuk melihat dari dekat pidati Presiden Soekarno itu, mungkin terpicu dengan gambar-gambar Bung Karno dalam bentuk kalender maupun hiasan dinding yang terpajang di rumahnya.
"Di rumah kami, gambar Bung Karno ada dimana-mana. Dalam bentuk kalender maupun hiasan dinding. Maklum saja, saat itu Bung Karno adalah presiden kebanggaan seluruh rakyat Indonesia," kenang Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua.

sumber : tribunnews

Awal Pertemuan, Soekarno Sudah Tergoda Kecantikan Heldy

KISAH perjalanan Heldy, gadis asli Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang akhirnya dinikahi Presiden I Soekarno, penuh liku. Bagaimana ceritanya Heldy bisa masuk ke dalam lingkungan Istana? Lalu apa komentar Soekarno kali pertama bertemu Heldy? Berikut kisahnya seperti yang tertuang dalam buku berjudul: Heldy Cinta Terakhir Bung Karno yang ditulis Ully Hermono dan Peter Kasenda. Buku ini diluncurkan oleh Penerbit Buku Kompas.

WAKTU terus berjalan. Heldy beranjak menjadi remaja yang menarik perhatian rekan-rekannya. Ketika itu ia masih duduk di bangku SMP yang letaknya di Gunung Pedidi, Jalan Rondong, Demang Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Saat ia duduk di bangku SMP kelas tiga, Heldy pindah sekolah ke sebuah SMP di Samarinda. Kepindahan Heldy dilakukan karena adanya nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Implikasinya, H Djafar, ayah Heldy untuk sementara waktu beristirahat dari pekerjaannya di Oost Borneo Maatschapppij.
Setelah tamat dari SMP, Heldy hijrah ke Jakarta menyusul kakaknya untuk mencari ilmu. Cita-cita nya menjadi seorang desainer interior.
Kendati jarak antara Samarinda-Jakarta lumayan jauh, namun Heldy tak pernah surut untuk melangkahkan kakinya meraih asa.
Dari Samarinda, ia menumpang kapal menuju Balikpapan. Selanjutnya ia naik kapal laut Naira dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, menuju ke Surabaya ditemani familinya, Milot dan Izhar iparnya.
Selanjutnya dari Surabaya mereka menumpang kereta api menuju Jakarta dan berhenti di Stasiun Gambir. Saat kakinya kali pertama menyentuh Jakarta, Heldy merasa bangga. Apalagi pada tahun 1963, jalanan di Jakarta sudah beraspal, jembatan Semanggi yang lebar dan membentuk lengkungan menarik, rumah dan gedung terbuat dari beton dan rimbunnya dedaunan pohon-pohon besar di tepi jalan.
Di kota metropolitan, Heldy tinggal di rumah kakaknya Erham, di Jalan Ciawi III nomer 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Erham sendiri bekerja di sebuah perusahaan bank dan sudah memiliki tiga orang anak.
Sementara Yus, kakak Heldy, waktu itu masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia memilih tinggal di asrama Kalimantan, Jalan Cimahi 16, Menteng, Jakarta Pusat.
Yus dikenal sebagai aktivis organisasi. Ketika masih kuliah ia sudah didapuk menjadi Ketua Perhimpunan Pemuda Kalimantan Timur.
Seminggu berada di Jakarta, Heldy diajak Yus main-main ke asrama. Di sana ada pemuda bernama Adji, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kehadiran Heldy menarik perhatian Adji.
"Siapa gadis itu?" "Oo... ini adikku, Heldy. Dia baru datang dari Kutai," jawab Yus.
"Untuk saya saja adikmu," tutur Adjie. Selanjutnya, Heldy dikenalkan kepada Adjie oleh Yus. Sejak itu, kendati usianya terpaut lima tahun, keduanya saling mengunjungi.
Di JAKARTA Heldy masuk ke Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Kepandaian Keputrian Atas (SKKA). Sekarang sekolah itu diubah lagi menjadi Sekolah Menengah Kepandaian Keputrian (SMKK).
Letak sekolahnya di daerah Pasar Baru. Di sekolah ini, sejumlah gadis dari daerah, menimba ilmu tentang dunia masak-memasak dan mengurus rumah tangga.




Sejak sekolah di tempat itu, setiap hari Heldy naik bus menuju ke sekolahnya. Kadang ia dijemput oleh rekannya bernama Sri.
Di sekolahnya khusus buat murid yang beragama Islam, diadakan pencarian bakat siapa yang mahir membaca Al Qur'an. Kepala sekolah memberikan pengumuman kepada para murid yang bisa membaca Al Qur'an disarankan ke kantor kepala sekolah untuk dites.
Dari sekian banyak murid dipilihlah Heldy. Mengapa? Sejak kecil ia sudah khatam membaca Al Qur'an. Kepandaiannya membaca Al Qur'an membuat Heldy makin dikenal di sekolahnya.
Suatu hari Heldy diundang sebagai qoriah dalam acara peringatan Nuzulul Qur'an di asrama mahasiswa Universitas Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat.
Heldy diundang oleh guru kimianya yang waktu itu juga tercatat sebagai mahasiswa kedokteran UI. Namanya Zulkifli TS Tjaniago (kini menjadi dokter spesialis kandungan).
Sejak saat itu Heldy tak hanya dikenal di sekolahnya saja. Para mahasiswa banyak yang mengenal namanya. Bahkan, ia pernah dipilih menjadi cover majalah Pantjawarna. Di cover tersebut, Heldy memakai busana khas Tenggarong, lengkap dengan sanggul cepol di atas dan tusuk kembang goyang.

Lalu bagaimana ceritanya Heldy bisa masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan? Adalah Yus, sang kakak yang waktu itu kuliah di UI. Saat itu Yus dipercaya oleh protokol kepresidenan untuk menyiapkan barisan Bhineka Tunggal Ika ke Istana. Biasanya, ia mencari remaja putri dan putra yang layak untuk menjadi bagian dari barisan itu.
Dipilihlah Heldy, adiknya, sebagai wakil dari Kalimantan. Begitu juga sepupu dan keponakannya. Semuanya ikut menjadi barisan Bhineka Tunggal Ika. Dan sudah menjadi tradisi bagi Istana, setiap kali mengadakan kegiatan, tim protokol membutuhkan pagar ayu, pagar bagus yang terdiri dari para remaja lengkap dengan pakaian daerah seluruh Indonesia.
Biasanya diambil dari perhimpunan remaja daerah yang tinggal di Jakarta. Bung Karno sangat menyenangi keindahan dan peduli dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam.
Suatu hari pada tahun 1964, Istana sedang sibuk menyiapkan penyambutan tim Piala Thomas. Untuk itu dibutuhkan barisan Bhineka Tunggal Ika, sebagai penerima tamu. Heldy dipilih untuk ikut serta. Ia mengenakan kebaya warna pink dengan kain lereng berselendang dan memakai sanggul.
Tibalah hari H. Heldy bersama remaja lainnya siap berdiri secara teratur di anak tangga Istana, berbaris rapi dekat pintu masuk.
Seperti biasa, Presiden Soekarno menaiki anak tangga Istana melalui barisan Bhineka Tunggal Ika yang sudah rapi berbaris dan berdiri di setiap anak tangga.

Bung Karno menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Tepat saat mendekati barisan di belakang Heldy, ia menyapa dengan caranya yang khas.
"Darimana asal kamu?" "Dari Kalimantan Pak." "Oh... aku kira dari Sunda. Oh... ada orang Kalimantan cantik." Itulah awal pertama percakapan Heldy dengan Bung Karno.

sumber : tribunnews

Soekarno Dekati Heldy Saat Usia Baru 18 Tahun

SEJAK kali pertama bertemu, Presiden Soekarno rupanya mulai terpikat dengan Heldy. Saat berada di Istana, tokoh proklamator itu tak segan-segan mengajukan pertanyaan kepada sang gadis. Apa isi dialognya? GERAK-gerik Presiden RI I Soekarno saat berdialog dengan Heldy, gadis asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, rupanya diamati oleh Yus --kakak kandung Heldy.

Seorang bagian protokol kepresidenan mendekati Yus. "Adikmu tadi mendapat perhatian khusus dari Presiden. Lihat adikmu diajak bicara Presiden. Artinya, adikmu mendapat perhatian. Baik-baik dijaga," pesannya. Mendengar nasehat itu, Yus sendiri tidak tahu makna dari kata dijaga.

Pengalaman pertama menjadi anggota barisan Bhineka Tunggal Ika, membuat Heldy senang. Apalagi, ia sempat diajak ngobrol Bung Karno. Selanjutnya, pertemuan antara Heldy dengan Bung Karno terjadi, ketika kepala sekolahnya, memanggil Heldy --Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Kepandaian Keputrian Atas (SKKA). Sekarang sekolah itu diubah lagi menjadi Sekolah Menengah Kepandaian Keputrian (SMKK).


Tak hanya Heldy. Beberapa murid lainnya juga dipanggil dan diajak ke Istana Bogor untuk masuk ke dalam barisan Bhineka Tunggal Ika. Mereka berangkat menumpang bus khusus. Sesampainya di Istana Bogor, mereka diminta berdandan. semua sudah disediakan, mulai dari pakaian kebaya, kain, cemara untuk sanggul hingga selop sepatu. Sang periasnya adalah Maryati, penyanyi keroncong.
Saat barisan Bhineka Tunggal Ika sudah berdandan, para pagar ayu diminta berbaris dan menempati posisinya masing-masing untuk siap-siap menerima tamu. Saat itu Heldy memilih berdiri di pojok, takut dilihat Bung karno. Apalagi ketika itu, kebayanya kelihatan kedodoran dan sanggulnya terasa ogleg.
Nah, ketika Presiden Soekarno memasuki ruangan untuk melihat barisan Bhineka Tunggal Ika, matanya mendadak menatap Heldy. Melalui ajudannya, Heldy lalu dipanggil Soekarno. Kakinya bergetar, hatinya berdebar.
Soekarno kemudian menegurnya. "Sanggulmu salah, bukan begini. Juga kebaya dan kainmu. Siapa yang mendadanimu?" "Ibu Maryati Pak."

Setelah itu, pertemuan antara Soekarno dengan Heldy terjadi kembali, saat anggota barisan Bhineka Tunggal Ika diwajibkan menyanyi di depan presiden, satu persatu. Dari sekian anggota, Heldy mendapat urutan nomor satu untuk menyanyi.
Ia pun tarik olah vokal, menyanyikan lagu asal Kalimantan. Usai menyanyikan lagu berjudul 'Bajiku Batang (padi), Bung Karno meminta Heldy untuk menyanyikannya sekali lagi.

Pertemuan selanjutnya terjadi saat Yus -kakak kandung Heldy-- meminta ke Istana untuk menjadi pagar ayu kembali.

Saat Bung Karno masuk ruangan, kedua matanya menyapu semua sudut ruangan. Lalu, Bung Karno memperhatikan Heldy yang ketika itu mengenakan kebaya warna hijau. Lalu dipanggilah Heldy.
Lagi-lagi gadis itu dengkulnya gemetaran. Ia berjalan perlahan menghampiri Bung Karno.
Setelah mendekat, Bung Karno dengan suaranya yang khas bertanya. "Kemana saja kau? Sudah lama tidak kelihatan?" "Sakit Pak," jawab Heldy.


"Bohong, kau pacaran. Saya lihat kau di Metropole (sekarang Megaria) sedang menonton film." "Tidak Pak..."
Kemudian Soekarno mengutarakan niatnya. "Nanti kalau lenso sama aku ya, sini kau duduk dekat aku."
Karuan saja, hati Heldy berkecamuk, antara takut, senang dan gemetar. Ia takut melakukan kesalahan saat lenso dengan presiden. Untungnya, selama di Jakarta, ia pernah diajari menari lenso oleh kakaknya. Malam itu, tamu negara yang hadir diantaranya ada Titiek Puspa, Rita Zahara dan Feti Fatimah.

Heldy lalu duduk di kursi yang letaknya persis di belakang presiden. Selama ini siapapun yang dipilih Bung Karno untuk menari lenso, selalu duduk di dekatnya. Saat berlenso dimulai. Bung Karno mulai mengajak Heldy. Gadis itu diam membisu tak berani menatap wajah sang presiden. Bung Karno lalu berbisik. "Siapa namamu?" "Heldy..." "Boleh aku datang ke rumahmu? Sekolahmu?" "Kelas dua SKKA."
Dialog terus berlangsung. Bung Karno semakin gencar mengajukan pertanyaan. "Berapa umurmu?" "Delapan belas tahun." "Hmmmm... cukup," kata Bung Karno. Heldy sendiri mengaku tidak pernah tahu apa arti dari ungkapan Bung Karno yang mengatakan cukup.
Keduanya terus berlenso diikuti irama musik dan nyanyian dari para tamu yang dilantunkan secara serentak penuh hentak. Syairnya kira-kira begini: 'Baju hijau siapa yang punya, baju hijau siapa yang punya, baju hijau siapa yang punya, baju hijau bapak yang punya'

Lagu itu berulang-ulang dinyanyikan hingga tepukan tangan membahana di seantero ruangan.

Esoknya, Heldy mulai merasa tidak nyaman saat bersekolah. Ia merasa ada yang mengawasinya. Bahkan, ia merasa tak sebebas dulu saat berteman dengan teman-temannya di sekolah.
Bahkan, Zulkifli, teman Heldy yang kerap bertandang ke rumah Heldy, tak lagi berani mendekat.Apalagi, beberapa bulan setelah itu, Zulkifli pernah melihat Heldy pergi ke dokter THT dikawal orang Istana. Penampilannya tetap sederhana, namun auranya begitu memancar.

sumber : tribunnews

Apel Pertama, Heldy Tolak Cinta Soekarno

12 MEI 1965. Rumah Erham --kakak kandung Heldy-- di Jalan Ciawi III nomer 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak menjadi perhatian 'orang-orang' Istana Kepresidenan. Seorang diantara mereka masuk ke dalam rumah untuk menyampaikan kabar penting. Kabarnya cukup mengejutkan. Sang Presiden RI, Soekarno, akan datang ke rumah itu sebentar lagi.

"Tolong jika bapak datang, lampu teras dimatikan. Juga lampu dalam ruang tamu." Begitu isi pesan utusan Istana kepada sang pemilik rumah. Erham, sontak terkejut. Pembesar negara akan datang ke rumahnya untuk menemui Heldy, adik kandungnya. "Kenapa kamu tidak katakan sebelumnya bahwa Presiden akan datang?" tanya Erham kepada Heldy.
Mendengar pertanyaan itu, Heldy lalu menjawab. "Mana saya tahu kalau Presiden serius akan datang ke rumah."
Tak lama kemudian, sebuah mobil VW kodok warna coklat gelap yang dikemudikan Soeparto, berhenti di depan rumah, diiringi dua mobil lainnya. Sang Presiden terlihat turun dari dalam mobil. Inilah kali pertama Soekarno 'apel' di rumah Heldy, gadis yang pernah diajak menari lenso di Istana.


Langkah Soekarno menuju teras rumah Heldy disaksikan pohon kamboja yang saat itu sedang berbunga dan berwarna pink. Lampu teras pun sudah dimatikan, sesuai pesan orang Istana.
Kehadiran Bung Karno, diterima Yus --kakak Heldy yang mendapat tugas untuk menerima tamu. Selanjutnya keduanya masuk ke ruang tamu. Suasana ruang tamu terasa hening. Hanya ada lampu lima watt yang masih menyala di sudut ruangan.
Kali ini Bung Karno tampil agak beda. Tanpa mengenakan peci, sehingga dahinya yang besar dan botaknya kelihatan. Walau begitu, Bung Karno yang berpostur tinggi besar, dengan wajah terawat dan penuh kharisma, mengenakan celana panjang warna hitam, kemeja warna putih lengan pendek dengan kancing bagian atasnya terbuka serta memakai sandal.
Sesaat kemudian, Erham menyalami Bung Karno. Begitu juga H Djafar, ayah kandung Heldy yang kebetulan waktu itu sedang berada di Jakarta.
"Assalamualaikum Pak Haji. Kapan datang dari Kalimantan?" tanya Bung Karno kepada Djafar. Usai menjawab salam Bung Karno dan berjabat tangan, Djafar lalu berbalik arah masuk ke dalam kamar.
Entah mengapa? Kini hanya Erham dan Yus yang menemani Bung Karno. Tak lama kemudian heldy ikut bergabung menemui tamu terhormat. Rupanya, maksud kedatangan Bung Karno ke rumah Heldy, hanya untuk mengutarakan isi hatinya. Ia mengatakan rasa cintanya pada gadis asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Saat Bung Karno menyatakan cintanya, Heldy berusaha menolaknya dengan halus dengan pertimbangan bahwa usianya masih muda. Bahkan, Heldy menawarkan kepada Bung Karno agar mencari wanita lain.
Mendengar ucapan Heldy, Bung Karno tidak kesal, apalagi marah. Ia hanya tersenyum, lalu memberikan hadiah yang tersimpan di dalam box. Setelah dibuka, ternyata isinya jam tangan merk Rolex.


Seketika itu juga Heldy mencium tangan presiden. Setelah itu ia pamit ke belakang membuatkan secangkir teh buat sang Presiden. Saat secangkir teh itu disajikan, Bung Karno mengaduknya dengan sendok kecil. "Siapa yang membuat minuman teh?" tanyanya. "Saya sendiri Pak." "Hmm... enak dan pas rasanya. Pintar kamu membuat minuman teh."
Usai menyeruput teh, Bung Karno lalu mengajak Heldy keluar rumah. Tujuannya untuk mencari makan. Heldy satu mobil dengan Bung Karno. Mobil itu dikemudikan Darsono. Sedangkan ajudan presiden, Kol Parto, duduk di sebelahnya. Sementara Erham, kakak kandung Heldy, ikut bersama mobil lainnya.


Nah, dalam perjalanan itulah, Bung Karno lagi-lagi mengeluarkan 'jurusnya'. "Dik, kau tahu... Kau tidak pernah mencari aku, aku juga tidak mencari kau. Tapi Allah sudah mempertemukan kita."
Heldy terdiam. Ia hanya mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Bung karno. Betapa tidak, ketika itu usia Heldy baru 18 tahun, sedangkan Bung Karno 64 tahun. Beda 47 tahun.
Lagi-lagi Heldy belum memberikan jawaban kepada sang pria yang lagi kasmaran.

sumber : tribunnews 

Jadi Kekasih Soekarno, Heldy Tampil Beda

Sejak pernyataan cinta diutarakan, Bung Karno makin rajin datang ke rumah Heldy. Setiap kali apel, Bung Karno selalu memberi amplop berisi uang yang tidak sedikit. Kebiasan Bung Karno membagi-bagikan uangnya tak hanya ditujukan kepada Heldy saja. Ibu kandung Heldy, Hj Hamiah bila sedang berada di Jakarta, juga kecipratan rezeki. Bahkan, Bung Karno tak segan-segan mencium tangan Hj Hamiah jika keduanya bertemu di Jakarta. Selain uang, Bung Karno kerap membawakan minyak wangi, satu set perhiasan serba berkilau bermata berlian hingga lembaran kain batik pilihan terbaik dan lukisan. Tak hanya itu saja. Heldy sempat diberi mobil Holden Premier warna biru telur asin untuk kegiatan sehari-hari.


Jika sedang apel dan Heldy tak ada di rumah, maka Bung Karno biasanya menunggu kekasihnya itu di sofa sambil tiduran. Kadangkala, Bung Karno tak segan-segan mengajak Djohan, kakak Heldy yang masih duduk di bangku SMA kelas 3, bermain panco di atas meja makan.
Setelah Bung Karno kalah dalam permainan, Djohan tak segan-segan membikinkan minuman buat Bung Karno. Minumannya sederhana, segelas teh, plus gula lalu ditambah es batu. "Good, bagus. Enak minuman ini."

Menjadi kekasih seorang presiden, membuat Heldy semakin ribet. Mau tidak mau, penampilan Heldy harus berubah. Setiap kali berangkat ke sekolah, Heldy menghias pergelangan tangannya dengan jam Rolex dan harum minyak wangi.

Di luar kelas, orang-orang Istana Kepresiden selalu memantaunya. Penjagaan pun semakin ketat. Sejumlah guru yang tadinya menaksir Heldy, mulai kehilangan nyalinya. Begitu juga dengan Adji, pria yang pernah jatuh hati dengan Heldy, mulai patah hati.


Adjie yang waktu itu masih mahasiswa, tak berani berbuat apa-apa begitu mengetahui sang kekasihnya berpaling kepada Bung Karno. Gara-gara itu, Erham, kakak kandung Heldy memutuskan agar adiknya sekolah di rumah dengan memanggil guru menambah pelajaran bahasa Belanda dan Inggris.
Bukan hanya itu, Heldy pun sering diajak Bung Karno bertemu dengan teman-temannya seperti Dasaad (pengusaha yang sering memberi bantuan finansial), Chaerul Saleh, J leimena dan Soebandrio.
Mereka setiap kali bertemu Bung Karno selalu memakai bahasa Belanda. Karena itu Heldy berinisiatif belajar bahasa Belanda, mendatangkan guru wanita dari Manado. Namanya Nyonya Woworuntu (seorang mantan walikota pertama di Manado.

sumber : tribunnews

Hadiah Soekarno, Dari Mangga Hingga Mobil Mercedes

Bung Karno memang luar biasa dalam memikat wanita. Setiap kali datang ke rumah Heldy, ia tak segan-segan membawa dua buah mangga matang. "Ini mangga hasil kebun Pak Dassad, dikirim untuk aku," kata Bung Karno. Tanpa disuruh, Heldy bergegas mengambil pisau, lalu mengupasnya kemudian disajikan kepada Bung Karno. Suatu hari Bung Karno membawa sekeranjang salak. Salaknya enak sekali.

Sejak saat itulah, Heldy resmi menjadi teman dekat Bung Karno. Konsekuensinya, Heldy harus siap dengan peraturan yang dibikin Bung Karno. Dua jam sebelum Bung Karno datang, Heldy sudah menyiapkan kain dan kebaya yang akan dipakai dan sanggul dari cemara panjang, lengkap dengan selop dan hak setinggi tujuh sentimeter.

Heldy pun lalu menunjuk Eka Rosdiana, sepupunya, untuk menjadi sekretaris. Tugasnya menemani Heldy ke Istana.
Agustus 1965, Heldy resmi menjadi wanita yang sedang dicintai Presiden. Bahkan, tiga bulan setelah kedatangan Bung Karno ke rumah di Jalan Ciawi, Heldy diberi hadiah sebuah rumah di Jalan Cibatu 33, Kebayoran Baru. Rumah itu bersertifikat dengan menggunakan namanya sendiri. Luas tanahnya 600 meter persegi, lengkap dengan empat kamar dan satu kamar khusus untuk Bung Karno.


Sedangkan Heldy tinggal bersama bersama Djohan dan Rosdiana. Rumah itu mendapat penjagaan ekstra ketat, lengkap dengan sopir, sekretaris dan mobil buat Heldy.
Menurut ajudan Bung Karno, Zaenal, mobil Holden Premier yang diberi Bung Karno buat Heldy dirasakan sudah tidak layak lagi. "Ibu sudah tidak pantas memakai Holden Premier, sebaiknya ganti admiral saja," tutur Zaenal.
Selanjutnya, oleh Heldy usul dari sang ajudan itu disampaikan kepada Presiden. Sebenarnya, Heldy takut juga untuk menyampaikannya. Tapi ia ingat, Bung Karno pernah menegurnya. "Dik kau tidak cinta aku ya, kok tidak pernah meminta?"
Pada saat itu Heldy hanya menjawab, "Apakah cinta harus sama dengan meminta? Saya sudah banyak diberi macam-macam oleh Bapak? Apa saya harus meminta?"


Nah, gara-gara usul ajudan itulah, maka Bung Karno bereaksi. "Dik kau tidak pantas naik Admiral, sebaiknya Mercedes." Maka keesokan harinya, Mercedes B warna hitam dengan nomer B 1008 --sesuai dengan tanggal lahir Heldy-- sudah ada di Jalan Cibatu. (Habis) 
 

Pose Menggoda ABG Sexy dalam Kamar




Bayi ini Makan 20 Kali Dalam Sehari

Bayi ini Makan 20 Kali Dalam Sehari
Lantaran memiliki bobot 22kg dengan tinggi badan 95cm, seorang bayi asal India di juluki sebagai 'bayi raksasa'. Karan Singh yang baru menginjak usia 10 bulan itu terlihat seperti anak berusia empat atau lima tahun.



Memang mengagumkan, tapi tak perlu heran karena keluarga ini termasuk keluarga raksasa.

Ibu Karan, Svetlana Singh, merupakan perempuan tertinggi Asia. Tinggi perempuan India itu 215 cm, hanya selisih 2,5 cm dari pebasket NBA Shaquille O'Neal.

"Svetlana sangat bangga pada putranya. Dia berharap Karan menjadi orang tertinggi di dunia saat dewasa kelak."

Di rumahnya yang sederhana di Meerut, India, Svetlana mengisahkan napsu makan Karan yang luar biasa. "Dia tidak pernah berhenti makan dan terus tumbuh," ujarnya, Rabu (23/4). Kata Svetlana, Karan makan 20 kali dalam sehari.

"Biarpun umurnya baru 10 bulan, dia memakai baju untuk anak umur lima tahun. Baju bayi tidak muat untuk tubuh bongsornya. Saat lahir, panjangnya 65 cm, sama dengan anak umur dua tahun," lanjut Svetlana.

Sanjay Singh, ayah Karan, berharap dengan modal tubuh bongsor itu Karan bisa menjadi pemain bola basket.

""Kami ingin dia belajar di Amerika dan bisa saja dia berbakat jadi pemain basket. Mudah-mudahan ada perguruan tinggi di AS yang kelak berminat, karena dia bisa menjadi tinggi sekali," kata Sanjay yang juga memimpikan Karan bisa menjadi dokter seperti kedua orangtuanya."

Sanjay sebenarnya juga cukup tinggi, sekitar 195 cm. Tapi dia tetap mendongak jika memandang istrinya. "Kami keluarga tinggi. Ayah saya 192,5 cm dan ayah Svetlana tingginya 197,5 cm. Jadi, Karan punya darah bongsor," jelas Sanjay.

Meski bangga, tubuh tinggi juga menimbulkan beberapa masalah. Bepergian menggunakan bus atau mobil hampir tidak mungkin karena keduanya harus terus membungkuk supaya bisa masuk kendaraan. Berbelanja juga bukan hal nyaman. Mereka selalu menjadi tontonan orang. Pastilah setiap orang mengagumi 'keluarga raksasa' itu.

Pasangan Singh merupakan dokter naturopati atau pengobatan holistic alamiah. Mereka bertemu di tempat kuliah. Keduanya mengaku saling tertarik karena sama-sama tinggi.



"Dulu saya tidak yakin bakal menemukan istri yang sepadan dengan tubuh saya. Tapi setelah bertemu Svetlana, saya langsung yakin kami bisa menjadi pasangan serasi," kenang Sanjay.


http://www.forumkami.net/aneh-tapi-nyata/33454-bayi-makan-20-kali-dalam-sehari.html#ixzz1zSvn9xMj

[HOT] 4 Keanehan Di Hutan Jaken Blora Dalam 9 Tahun

Bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura mengalami hal aneh dan ajaib. Bus tiba-tiba tersesat ke hutan jati di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2012). Bus bersama truk Beton Jaya Mix tersesat tiba-tiba berada di hutan, yang penuh pohon.

Kejadian aneh bin ajaib menimpa bus Pahala Kencana, pekan lalu. Bus berpenumpang 33 orang itu melaju dari Jakarta tujuan Madura, Jawa Timur Seperti masuk sebuah mesin waktu, Rabu (21/6/2012) larut malam.

Kendaraan besar tersebut tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita tepatnya di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bukan hanya bus, satu kendaraan besar lainnya, truk beton Jaya Mix.

Awalnya bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang, Kamis (22/6/2012) dini hari. Karena situasi macet, sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, ternyata justru mengarah ke Kabupaten Blora.

Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati.

Keanehan mulau terasa awak bus, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya. Kernet mencoba menahan sopir, agar truk naik dulu ke jalan menanjak, dan setelah truk naik, bus mencoba naik, namun ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan.

Kernet pun turun dan mencoba mengecek. Setelah dicek, mesin seketika mati, saat sopir mengecek badan bus, seketika ia kaget, karena dia melihat pohon jati. Lalu ia memutari mobil berada di tengah-tengah hutan, dia mulai tersadar jam 02.30 WIB dini hari, lalu kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.

Berikut beberapa keanehan lainnya yang terjadi di kawasan hutan Jaken, Blora dalam 9 tahun terakhir:

21 Juni 2012
  • Bus Pahala Kencana berpenumpang 33 orang dan tiga kru berangkat dari Jakarta menuju Madura, Rabu (20/6).
  • Ketika tiba di wilayah Jaken, Kabupaten Pati, paling selatan, sopir cari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di Juwana-Rembang. Setelah tanya seseorang, bus meluncur hingga tiba- tiba berada di sela-sela pohon jati, belantara Hutan Bonggan, Rembang, Kamis (21/6) dinihari.
  • Tak hanya bus, dua truk tronton juga tersesat di lokasi yang sama, tanpa jejak ban masuk ke areal hutan.
2009
  • Briptu Soewignyo, anggota Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora yang pulang naik motor menuju Kunduran, Blora lampunya motor tiba-tiba copot saat melintas di kawasan Hutan Bonggan.
  • Sambil memegangi lampu motor, Soewignyo tak sadar kalau tersesat di tengah makam. Selama semalam ia tak sampai rumah. Ia baru sadar paginya, ketika ditegur orang yang mengenal karena masih di tengah kawasan makam.
2008
  • Warga Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Blora mengendarai motor malam hari dekat kawasan Hutan Bonggan.
  • Warga Kedungbacin gempar karena sang pengendara hingga dua hari dua lama tak pulang. Setelah dicari ramai-ramai, si pengendara ditemukan di lokasi tak jauh dari tersesatnya bus dan dua truk tronton di Hutan Bonggan.
2003
  • Grup seni ketoprak yang akan pentas di rumah warga Desa Kedungbacin, Todanan, Blora tak datang sesuai janji.
  • Penduduk desa heboh, manakala menemukan para seniman tersesat di kawasan Hutan Bonggan. Mereka kebingungan berada di hutan, karena merasa telah pentas semalaman di rumah warga.


Inilah Cafe Dengan Pelayan Dalam busana super seksi

@IkadaNewsOnline - Inilah Cafe Dengan Pelayan Dalam busana super seksi - Java Girls' bukan tempat prostitusi atau penyedia layanan seksual berkedok coffee shop. Itu murni kedai yang menyajikan aneka sajian kopi dan minuman hangat lainnya, meski sengaja menampilkan pekerja dalam balutan busana superseksi.

Menurut laporan Orlando Sentinel, seluruh barista berbalut pakaian renang dan lingerie selama menjalankan tugasnya. Tak heran jika sejak buka November lalu, kafe ini menuai kontroversi di kalangan masyarakat Orlando, Florida.

Balutan busana seksi jelas membuat seluruh pekerja, yang mayoritas wanita, menjadi objek tatapan lelaki hidung belang. "Kami ingin memamerkan apa yang kami miliki," Belinda Messer, 20, salah satu barista di kafe tersebut.

Coffee shop waralaba ini menyebut dirinya provokatif. Di website, terang-terangan menulis misinya memberi pelanggan sebuah pengalaman meminum kopi dengan suasana unik: "Menggoda selera dengan sensualitas melalui seragam barista."

Namun, mereka sesumbar tetap mengutamakan rasa. "Saya tidak peduli betapa cantiknya gadis itu. Jika kopi yang tersaji tidak nikmat, orang-orang juga pasti tidak akan kembali," kata pemilik Java Girls, Todd Brognano, seperti dikutip Huffington Post.

Kemunculan kafe itu mungkin mengejutkan. Tapi, konsep menjual latte dalam balutan lingerie berenda bukan sesuatu yang baru. Pada 1996, kedai kopi serupa juga sudah muncul. Pada 2009, lima pekerja sebuah kedai kopi di Washington bahkan ditangkap atas tuduhan prostitusi terselubung karena membiarkan pelanggan menyentuh bokong dan payudaranya.

Di Winnipeg, Kanada, konsep serupa diterapkan untuk sebuah salon khusus pria. Mengusung nama 'The Scandalous Barber', sang pemilik sengaja membuat dress code jas berpadu bra atau korset bagi pekerjanya demi memenangkan persaingan bisnis salon di kotanya.

Mencegah kontroversi yang mungkin terjadi, sang pemilik memastikan bahwa salon miliknya hanya melayani jasa perawatan estetika, bukan bisnis seksual. Ia mempersilakan para tetangga atau aparat untuk memeriksa aktivitas bisnisnya. "Tidak ada hal menyimpang terjadi di sini," ujarnya.

Kasihan Termometer Terjebak Dalam Paru-paru Wanita Selama 44 Tahun

@IkadaNewsOnline - Kasihan Termometer Terjebak Dalam Paru-paru Wanita Selama 44 Tahun - Hunan, China, Seorang wanita di China telah hidup dengan termometer yang terjebak di paru-parunya selama 44 tahun. Ajaibnya, si wanita tidak merasakan keluhan apa-apa meski benda asing itu telah lama berada di dalam tubuhnya.


Pada dokter di People's Liberation Army No. 535 Hospital di Huaihuadi, provinsi Hunan, China, menemukan perangkat medis usang sepanjang 5 cm di paru-paru kiri seorang wanita pada saat pemeriksaan rutin.


Dokter tidak bisa mengenali perangkat medis tersebut, tetapi wanita yang diidentikasi bernama Liu mengatakan bahwa benda itu adalah termometer yang secara tidak sengaja tertelan ketika ia masih berusia 12 tahun.


"Dia mengatakan ketika usia 12 tahun ia mengalami demam. Keluarga menaruh termometer di mulutnya untuk mengukur suhu tubuhnya, tetapi termometer malah tertelan," jelas Yang Qihong, tetangga Liu, seperti dilansir China Central Television (CCTV), Kamis (1/3/2012).


Setelah menelan termometer, keluarganya yang berasal dari keluarga miskin tidak mampu membayar perawatan medis yang dibutuhkan untuk mengeluarkan termometer tersebut. Ia juga tidak dibawa ke rumah sakit.


Menurut Liu, alat medis tersebut tetap berada di paru-paru Liu selama 44 tahun, tetapi tidak menyebabkan keluhan apa-apa hingga saat ini.


Dokter mengatakan jika termometer tetap dibiarkan berada di dalam tubuh Liu, suatu saat benda itu akan pecah dan mercuri atau raksa dalam termometer dapat menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan Liu. Untuk itu, diperkirakan akan dilakukan pengobatan untuk menyelesaikan masalah Liu ini.

Inilah 7 Rahasia Mendapatkan Rasa Percaya Diri Dalam Hitungan Detik

@IkadaNewsOnline - Inilah 7 Rahasia Mendapatkan Rasa Percaya Diri Dalam Hitungan Detik - Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkankepercayaan diri anda dalam jangka panjang, namun terkadang kita juga memerlukan langkah-langkah meningkatkan rasa percaya diri dalam waktu singkat. Anda rasanya tak bisa berjalan menuju sebuah pertemuan penting sambil membaca buku panduan mengenai kepercayaan diri, atau menelepon mentor anda pada menit-menit terakhir.
Jadi dibawah ini saya mencoba mensharingkan kepada anda beberapa tips yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat dalam hitungan detik :

1. Tersenyum
Tersenyum merupakan tips 1 detik jika anda merasa gugup dan tidak percaya diri. Anda tidak hanya tersenyum jika anda merasa senang dan percaya diri, sebaliknya anda bisa tersenyum untuk membuat diri anda merasa lebih baik. Tersenyum berhubungan erat dengan perasaan positif sehingga hampir tidak mungkin anda merasa tidak enak ketika anda tersenyum.
Tersenyum lebih dari sekedar menunjukkan ekspresi pada wajah anda. Tersenyum melepaskan hormon endorphin yang membuat anda merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah anda, membuat anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri dan tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Anda juga akan tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika anda tersenyum.

2. Tatap Mata Lawan Bicara Anda
Sama halnya dengan tersenyum, tataplah mata semua orang di dalam ruangan. Berikan senyum anda dan dapat dipastikan mereka akan membalas senyuman anda; dan senyum yang diberikan orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat. Sama halnya dengan tersenyum, kontak mata menunjukkan bahwa anda percaya diri. Menatap sepatu anda atau meja mendorong perasaan anda menjadi ragu-ragu dan malu. Tips ini sangat berguna untuk situasi kerja; buatlah kontak mata dengan orang yang mewawancarai anda, atau orang-orang yang menghadiri presentasi anda.
“Kontak mata membantu anda untuk menghilangkan rasa takut jika anda sedang berbicara di depan umum dan semakin mendekatkan anda dengan lawan bicara anda. Stress merupakan perasaan yang datang dari sesuatu yang asing dan tidak dapat dikendalikan. Kontak mata memberikan pembicara gambaran dari kenyataan yang tidak lain adalah lawan bicara itu sendiri. Kontak mata juga membantu menarik minat lawan bicara anda.” (Confident Eye Contact, Unlimited Confidence)

3. Ubahlah Suara Dalam Diri Anda
Kebanyakan dari kita memiliki suara dalam diri yang mengatakan bahwa kita bodoh, tidak cukup mampu, terlalu gendut, kurus, berisik, pendiam, dll. Kemampuan merubah suara di dalam diri anda merupakan kunci untuk memperoleh kepercayaan diri dari dalam. Buat suara dalam diri anda menjadi teman pendukung yang paling mengenal anda dan mengetahui bakat anda, serta menginginkan anda untuk mencapai yang terbaik.

4. Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain
Terlepas dari situasi yang membuat anda mengalami krisis percaya diri, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan berpegang pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jangan khawatir jika orang-orang menyebut anda gendut, kurus, pemalas, membosankan, pelit, konyol, dll.. Bertahanlah pada standar yang anda miliki, bukan pada standar yang dimiliki orang lain. Ingatlah nilai-nilai dan standar-standar yang dimiliki umumnya berbeda dalam masyarakat; anda tidak harus menerima nilai dan standar tersebut hanya karena orang-orang di sekitar anda menerimanya.

5. Tampillah Serapih Mungkin
Meskipun anda hanya memiliki sedikit waktu, pergilah ke kamar mandi untuk memastikan anda tampil rapih. Sisirlah rambut anda, cucilah muka anda, perbaiki riasan wajah anda, luruskan kerah anda, pastikan tidak ada sisa makanan pada gigi anda. Semua hal ini dapat membuat perbedaan antara rasa percaya diri terhadap penampilan anda dan rasa takut anda terhadap penampilan anda.
”Sempurnakan penampilan fisik anda; sudah merupakan fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri. Meskipun kita tahu apa yang kita miliki dalam diri kitalah yang penting, penampilan fisik anda menentukan impresi orang terhadap diri anda.” (Building Blocks to Self-Confidence, Complete Wellbeing)

6. Berdoalah Atau Bermeditasi Sejenak
Jika anda percaya pada Yang Maha Kuasa, mengucapkan doa bisa meningkatkan rasa percaya diri anda (anda juga bisa melakukan meditasi selain berdoa). Langkah ini membantu anda untuk mundur sesaat dari situasi yang serba cepat dan mencari bantuan dari Yang Maha Kuasa. Berikut adalah sebuah contoh doa, namun anda bisa menulis hal serupa yang sesuai dengan agama atau kepercayaan anda:
“Ya Tuhan, terima kasih karena Kau telah mencintai dan menerimaku apa adanya.. bantulah aku untuk melakukan hal yang sama.. dan bantulah aku untuk tumbuh menjadi sesuai dengan kehendakMu sehingga rasa percaya diriku akan bertambah; semuanya demi keagungan namaMu dan bukan namaku. Terima kasih karena Engkau telah mendengarkan dan menjawab doaku. Amin.” (Daily Encounter, Strengthen Your Self-Confidence, Acts International)

7. Reka Ulang
Jika sesuatu terjadi diluar dugaan anda, hal ini cukup mudah menggoyahkan rasa percaya diri anda. Mungkin anda menumpahkan minuman anda, terlambat hadir di sebuah pertemuan penting karena macet, atau seseorang yang ingin anda ajak bicara memberikan tanggapan dingin. Cobalah untuk “mereka ulang” situasi tersebut dan tempatkan pada situasi yang lebih positif. Seringkali suatu kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.