Cari Artikel Disini

Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Walah 8 Wanita Mengaku Diperkosa Saat di Militer AS

@IkadaNewsOnline - Walah 8 Wanita Mengaku Diperkosa Saat di Militer AS - Seorang perempuan yang mengabdi di militer Amerika Serikat (AS) dan tujuh veteran melayangkan tuntutan. Mereka mengaku diperkosa, diserang dan dilecehkan selama mengabdi.

Tuntutan itu dialamatkan ke Pengadilan Washington dan kembali mengungkap kekerasan seksual dalam institusi militer terkuat dunia.

Tak sampai dua bulan lalu, Menhan Leon Panetta mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencegah pelecehan seksual yang setiap tahunnya dilaporkan ribuan terjadi.

Tuntutan itu menyebutkan, para pemimpin militer amat toleran terhadap predator seksual di peringkat mereka dan tak melakukan apapun meski berjanji akan mengatasinya.

Delapan perempuan itu salah satunya adalah seorang marinir yang masih aktif mengabdi. Tujuh lainnya veteran militer dan Navy.

Diantara tujuh veteran itu ada yang menyatakan diperkosa oleh rekannya sendiri dan ada yang berusaha menyerang secara seksual.

Salah seorang diantara mereka juga menyatakan dilecehkan secara seksual saat ditempatkan di Irak.

Meriam Air Yang Dapat Runtuhkan Tembok

Sebuah perusahaan keamanan di Inggris telah berhasil menciptakan meriam air yang mampu meruntuhkan sebuah tembok.
Meriam itu, menurut penemunya, BCB Internasional, yang berbasis di Cardiff, menggunakan botol air dingin biasa sebagai amunisi.

Menurut mereka, botol air dingin merupakan amunisi yang sempurna bagi senjata temuan mereka tersebut, karena mudah di dapatkan, namun dapat berfungsi layaknya rudal.

Dalam uji coba di hari ini, Rabu (4/1/2012), meriam dapat melesatkan botol air dingin seberat 32 kilogram, sejauh 300 meter dan meruntuhkan tembok, hingga menembus sebuah mobil mini van.

Cara kerja meriam tersebut, ungkap juru bicara perusahaan, Jonathan Dell adalah menggunakan tekanan udara untuk melontarkan botol air dingin. "Sistem kami menggunakan tekan udara dan mendorong botol menuju target," terangnya.

Jonathan mengakatan, meriam air yang dibuat perusahaanya diperuntukan untuk situasi pembebasan sandera, ataupun melawan bentuk aksi teror lainnya.

Dengan meriam tersebut, Jonathan meyakini, para penegak hukum kini akan lebih mudah, masuk ke dalam suatu lokasi yang tertutup, yang diduduki oleh kelompok pengacau keamanan, tanpa khawatir akan melukai pihak-pihak yang tidak bersalah.

"Ini membuat pihak berwenang dapat masuk jauh, memberi mereka detik-detik paling penting," katanya.

Setelah berhasil melakukan uji coba pada hari ini, rencananya pihak perusahaan akan menjual senjata mereka ke beberapa negara.

Pihak perusahaan ungkap Jonathan, sejauh ini telah berhasil menandatangi kontrak penjualan meriam air dengan pasukan keamanan dan militer di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Thailand.