Terlahir di Bandung pada 21 Juni 1982, Rujuniarti Sapta Pertiwi atau yang lebih dikenal sebagai Wiwid Gunawan ini mantap memilih dunia akting sebagai jalan hidupnya. Debutnya yang ‘menggemparkan’ dalam film Kawin Kontrak jelas tidak akan membuat para lelaki memalingkan pandangan, belum lagi beberapa perannya di layar lebar yang lekat dengan karakter sensual. Berikut adalah perbincangan singkat dan intim bersama POPULAR.
Awal karir kamu kan sebagai model iklan, terus kenapa kamu tertarik dengan dunia akting? Bukannya model iklan itu lebih enak?
Basically, hobi aku itu akting. Jadi model iklan itu cuma iseng-iseng aja. Dengan berakting aku merasa bebas mengeksplorasi diri sendiri, mencoba memerankan karakter yang bukan cerminan diri kita sesungguhnya.
Dari kecil sampai besar di Bandung, bisa ceritain pengalaman nakal yang kamu alami di kota kembang?
Begini ya, orang tuaku itu adalah tipe orang tua yang mengutamakan pendidikan. Selain itu latar belakang keluargaku juga normatif. Jadi sampai aku selesai kuliah, aku nggak terpikir untuk berbuat yang macam-macam.
Berarti sekarang sudah mulai berbuat yang macam-macam?
Macam-macam di sini itu nggak negatif, maksudnya aku lebih suka mengeksplorasi diri dalam hal seni peran. Aku ingin berbuat total terhadap hal yang aku senangi.
Termasuk observasi film-film erotis saat kamu dituntut memerankan Euis di film Kawin Kontrak?
Iya. Karena peran aku di sana itu beda sekali dengan siapa Wiwid Gunawan sesungguhnya dan aku menonton film itu juga setelah mendapat rekomendasi dari sutradara, agar aku bisa menjadi Euis bukan Wiwid Gunawan.
Apa karakter Euis itu sampai terbawa ke diri Wiwid Gunawan?
Untungnya aku masih bisa mengontrol. Setelah film itu selesai aku switch off karakter Euis, dan kembali ke Wiwid Gunawan.
Setelah itu, kamu benar-benar menuai perhatian, sampai ada yang menyebut kamu sebagai bomb sex. Bagaimana menurut kamu?
Aku sih coba positive thinking, jadi aku anggap julukan bomb sex itu sebagai indikator keberhasilan aku di bidang akting. Kalau misalnya aku nggak berhasil, orang nggak bakalan aware dong?
Di film horror, kamu juga lekat dengan imej yang erotis. Bagaimana menurut kamu tentang pendapat masyarakat bahwa ‘film horror Indonesia hanya menjual erotisme saja’?
Menurut aku itu karena treatment pembuatannya yang terlalu frontal, sehingga muncul kesan seperti itu di masyarakat. Sebenarnya kalau dilihat film-film luar negeri adegan-adegan seperti itu kan juga normal-normal aja, budaya kita memang belum bisa menerima yang seperti itu.
Apa kamu mendukung budaya yang seperti itu di dalam film Indonesia?
Yang aku harapkan produser film itu bikin film bukan berorientasikan permintaan pasar saja, tapi ada pesan moral atau hal-hal edukatif lain. Seks di film horror itu adalah bumbu. Jadi perlakukan dia sebagai bumbu, jangan malah bumbunya yang dominan. Kalau mau bikin film horror ya buatlah film horror, kalau mau buat film seks ya buat saja film seks.
Dalam film ‘The Peeper’ kamu diposisikan sebagai sinden yang diintip oleh penggemarnya. Pernah mengalamai kejadian tersebut di dunia nyata?
Aku diintip? Emm, kayaknya cowok-cowok emang maunya ngintipin aku deh, hihihi… Tapi waktu aku kuliah, aku pernah nyaris diintip.
Oya? Kamu sadar kalau kamu diintip?
Terasa kalau orang diintip itu. Jadi sebelumnya pas aku mau ke kamar mandi, aku ngerasa ada yang ngikutin aku. Begitu aku masuk kamar mandi, aku diem aja di situ. Dan ternyata betul, begitu aku lihat ke jendela kamar mandi aku lihat orang yang mau ngintip.
Berarti dari jaman kuliah kamu sudah menjadi ladang obsesi pria ya?
Hahaha.., nggak ngerti juga deh, tapi aku pikir cowok itu sudah punya pikiran yang macam-macam.
Tipe pria idaman kamu itu yang seperti apa?
Kalau setia, baik, pintar, bertanggung jawab, dan mandiri itu sih standar ya. Nggak usah cewek, cowok juga mau yang seperti itu. Tapi ada tambahan lain yaitu lucu, tapi harus mengerti tempat dan waktunya.
Kalau dari fisiknya, tertarik sama cowok lokal atau interlokal?
Hahaha.. Lokal dong, kalau interlokal mahal bukan? Lagian dari dulu aku nggak pernah tertarik sama cowok bule atau yang face-nya menyerupai bule gitu.
Kami harus tahu bagian tubuh kamu yang seksi menurutmu?
Aku pribadi sih merasanya mata dan kaki adalah bagian tubuh aku yang paling seksi. Tapi kalau beberapa orang yang baru ketemu, banyak juga yang bilang kalau bodyku itu oke. Menurut kamu bagaimana?
Kutipan:
“Kayanya cowok-cowok emang maunya ngintipin aku deh”
“Banyak juga yang bilang kalau bodyku itu oke. Menurut kamu gimana?”
“Aku anggap julukan bomb sex itu sebagai indikator keberhasilan aku dibidang akting”
“Yang aku harapkan produser film itu bikin film bukan berorientasikan permintaan pasar saja, tapi ada pesan moral atau hal-hal edukatif lain”
ARTIKEL TERBARU










0 Response to "HEBOH : Foto Hot Wiwid Gunawan Terbaru 2012 Bikin Kaum Adam Merinding"
Posting Komentar
::: TErima KAsih Anda Telah Memberi Komentar :::