@IkadaNewsOnline - FOTO : Suri Cruise: Si Kecil yang Cantik Jelita - Suri
Cruise yang mengerti akan kondisi ekonomi keluarganya yang lebih
dari cukup, bener-bener tau gimana cara hidup "orang kaya". Kalo
keinginannya ga dituruti dia bakal banting-banting barang dan bakal
ngambek seharian! Terus menurut kabar, orang tua Suri harus ngeluarin
uang 1 juta US Dollar untuk baju dan mainan Suri! Sekedar info,
pakaian Suri ini bukan baju sembarangan, melainkan pakaian-pakaian
yang dirancang khusu oleh peracang busana terkenal. Minimal nih, dia
beli baju tuh dengan merek dagang "J CREW" itu tuh, toko online yang
harga bajunya diatas 200 ribu US Dollar. gila! Lagipula orang tuanya
bener-bener manjain Suri dengan sering ngajak anak semata wayangnya
ini jalan-jalan dengan kapal pesiar sampe dibeliin iPad pribadi! Aku
aja ga punya. Beruntung banget nih bocah --"
Cari Artikel Disini
Home » kecil
Tampilkan postingan dengan label kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecil. Tampilkan semua postingan
Inilah Foto Foto Annisa Cherrybelle dari Kecil Hingga dewasa
@IkadaNewsOnline - Inilah Foto Foto Annisa Cherry belle dari Kecil Hingga dewasa - udah pada tau Aniisa kan. Nama Aslinya Anissa Fahma tapi lebih dikenal sebagai annisa chibi salah satu personel cherrybelle yang menurut ane masuk ke predikat paling cantik, (diatas ryn sama wenda ).
Nih ane kasih share foto-foto masa kecilnya dia, sejak kecil udah unyu-unyu lho, pokoknya gk kalah deh sama afika...
Dari kecil emang udah ada bakat cantik dia !! Pokoknya You'are beautiful deh
Sumber Vivaforum
Wow 'Monyet' Terkecil di Dunia Ada di Sulawesi Utara
@IkadaNewsOnline -Wow 'Monyet' Terkecil di Dunia Ada di Sulawesi Utara - Ia menatap dengan tajam. Bergeming dan tak berkedip. Seolah seperti boneka mungil yang memang tak bernyawa. Nyatanya, itu adalah tarsius yang benar-benar hidup.
Tarsius spectrum adalah hewan khas Sulawesi Utara dan sering disebut-sebut sebagai monyet terkecil di dunia. Jika mampir ke Bitung, Sulawesi Utara, jangan lewatkan kesempatan melihat hewan langka yang satu ini. Bitung jadi rumah bagi tarsius.
Hewan yang satu ini ternyata romantis! Tarsius adalah binatang monogami yang setia. Seumur hidupnya, tarsius hanya memiliki satu pasangan. Jika pasangannya mati, maka tarsius tidak akan mencari pasangan pengganti. Ia tidak akan kawin lagi hingga ia sendiri pun mati, menyusul pasangannya yang telah lebih dulu ke alam baka.
Taman Nasional Tangkoko di Bitung merupakan tempat untuk melihat tarsius hidup dengan liar. Waktu paling tepat adalah datang pada malam hari sebab tarsius merupakan hewan nokturnal atau hewan yang beraktivitas pada malam hari. Itu pun jika Anda beruntung dapat bertemu tarsius.
Nah, ada cara mudah untuk melihat tarsius. Tentu sensasinya akan berbeda jika melihat tarsius di alam liar. Anda bisa menyapa tarsius di Margasatwa Tandurusa di Aer Tembaga, masih di kawasan Bitung. Untuk mencapai kebun binatang ini perlu menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Manado.
Pengunjung bisa saja masuk ke dalam kandang tarsius untuk melihat lebih dekat. Namun, hewan yang satu ini mudah stres, jadi ada baiknya Anda tak berlama-lama maupun ribut saat mendekati tarsius.
Masuk ke dalam kandang, tarsius akan melompat-lompat kaget, lalu menatap pengunjung dengan saksama. Fokus dengan bola mata bulat yang melotot. Tubuhnya sangat kecil, hanya selebar tangan orang dewasa.
Pada siang hari, ia hanya diam membeku seperti boneka, tanpa mengubah posisi tubuhnya. Beda pada malam hari, ia melompat dengan lincah. Namun, siap-siap terkejut jika ia tiba-tiba menggerakkan kepalanya. Layaknya hantu-hantu di film horor, kepala tarsius bisa berputar 180 derajat!
"Lima tahun lalu cuma ada dua. Ini pasangan yang generasi keenam atau ketujuh. Usianya pendek, hanya 15 tahun," tutur penjaga Margasatwa Tandurusa.
Lalu berapa umur tarsius saat ini berada di dalam kandang Margasatwa Tandurusa? Ternyata usianya sudah cukup tua, 12 tahun. Di dalam kandang tersebut terdapat 10 ekor.
Di Margasatwa Tandurusa ini, Anda juga dapat melihat hewan-hewan langka lainnya. Sebut saja seperti kuskus yang lucu, burung kasuari yang cantik, sampai monyet hitam yang terlihat galak. Sangat menarik jika membawa si kecil ke tempat ini agar mereka makin mengenal aneka satwa yang hanya ada di bumi Nusantara.
Tarsius spectrum adalah hewan khas Sulawesi Utara dan sering disebut-sebut sebagai monyet terkecil di dunia. Jika mampir ke Bitung, Sulawesi Utara, jangan lewatkan kesempatan melihat hewan langka yang satu ini. Bitung jadi rumah bagi tarsius.
Hewan yang satu ini ternyata romantis! Tarsius adalah binatang monogami yang setia. Seumur hidupnya, tarsius hanya memiliki satu pasangan. Jika pasangannya mati, maka tarsius tidak akan mencari pasangan pengganti. Ia tidak akan kawin lagi hingga ia sendiri pun mati, menyusul pasangannya yang telah lebih dulu ke alam baka.
Taman Nasional Tangkoko di Bitung merupakan tempat untuk melihat tarsius hidup dengan liar. Waktu paling tepat adalah datang pada malam hari sebab tarsius merupakan hewan nokturnal atau hewan yang beraktivitas pada malam hari. Itu pun jika Anda beruntung dapat bertemu tarsius.
Nah, ada cara mudah untuk melihat tarsius. Tentu sensasinya akan berbeda jika melihat tarsius di alam liar. Anda bisa menyapa tarsius di Margasatwa Tandurusa di Aer Tembaga, masih di kawasan Bitung. Untuk mencapai kebun binatang ini perlu menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Manado.
Pengunjung bisa saja masuk ke dalam kandang tarsius untuk melihat lebih dekat. Namun, hewan yang satu ini mudah stres, jadi ada baiknya Anda tak berlama-lama maupun ribut saat mendekati tarsius.
Masuk ke dalam kandang, tarsius akan melompat-lompat kaget, lalu menatap pengunjung dengan saksama. Fokus dengan bola mata bulat yang melotot. Tubuhnya sangat kecil, hanya selebar tangan orang dewasa.
Pada siang hari, ia hanya diam membeku seperti boneka, tanpa mengubah posisi tubuhnya. Beda pada malam hari, ia melompat dengan lincah. Namun, siap-siap terkejut jika ia tiba-tiba menggerakkan kepalanya. Layaknya hantu-hantu di film horor, kepala tarsius bisa berputar 180 derajat!
"Lima tahun lalu cuma ada dua. Ini pasangan yang generasi keenam atau ketujuh. Usianya pendek, hanya 15 tahun," tutur penjaga Margasatwa Tandurusa.
Lalu berapa umur tarsius saat ini berada di dalam kandang Margasatwa Tandurusa? Ternyata usianya sudah cukup tua, 12 tahun. Di dalam kandang tersebut terdapat 10 ekor.
Di Margasatwa Tandurusa ini, Anda juga dapat melihat hewan-hewan langka lainnya. Sebut saja seperti kuskus yang lucu, burung kasuari yang cantik, sampai monyet hitam yang terlihat galak. Sangat menarik jika membawa si kecil ke tempat ini agar mereka makin mengenal aneka satwa yang hanya ada di bumi Nusantara.
Akibat Pemanasan Global Kemaluan Pria Terus Mengecil
@IkadaNewsOnline - Akibat Pemanasan Global Kemaluan Pria Terus Mengecil - Dampak perubahan iklim bagi kesehatan bisa dilihat dari makin meluasnya persebaran kuman-kuman penyebab penyakit menular. Bagi kaum pria, dampaknya akan lebih terasa pada rata-rata ukuran alat vitalnya yang makin lama makin mengecil.Dalam sebuah laporan ilmiah setebal 15 halaman, seorang pengamat iklim independen melaporkan bahwa dari masa ke masa ukuran rata-rata alat vital kaum pria menyusut. Menurut rencana, laporan ini akan dipublikasikan dalam jurnal Nature edisi Desember 2011.
Sean Johnson, pengamat iklim independen yang menyusun laporan tersebut mengatakan ukuran penis hampir selalu berbanding terbalik dengan fenomena-fenomena yang berhubungan dengan pemanasan global. Makin sering terjadi badai, peningkatan permukaan air laut dan melelehnya es di kutub, ukuran alat viral justru makin kecil.
Kabarnya, laporan penelitian yang belum banyak dibocorkan datanya dengan lebih detail ini akan dimuat tanpa ada tinjauan dari pakar lain yang lebih kompeten. Alasannya, kesimpulan ini diyakini sudah sangat mampu mempersatukan umat manusia khususnya kaum pria untuk lebih peduli pada lingkungan.
"Gagasan bahwa ukuran penis menyusut akibat pemanasan global, yang notabene dipicu oleh perilaku manusia sendiri, akan mempersatukan kalangan ilmuwan, pemerhati lingkungan dan bahkan para politisi ke dalam satu tujuan bersama," ungkap editor jurnal Nature, Phillip Campbell seperti dikutip dari The Poke, Kamis (10/11).
Karena baru akan dipublikasikan bulan depan, kebenaran informasi ini memang masih diragukan. Apalagi media yang mengabarkannya, The Poke terkenal dengan informasi-informasi ringan yang lebih kuat unsur komedinya dibandingkan akurasi faktanya.
Terlebih selama ini, beberapa ilmuwan memang suka melontarkan joke-joke yang mengaitkan antara fenomena-fenomena pemanasan global dengan alat kelamin pria. Salah satunya pernah ditayangkan dalam program BBC Comedy, yang dikomentari dengan serius oleh seorang anggota parlemen Inggris.
Dalam tayangan tersebut disebutkan, naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global akan mengubah peta dunia dan Benua Eropa hanya akan menyisakan pulau kecil berbentuk penis. Seorang anggota parlemen Inggris, Jonathan Bethwell malah menanggapinya dengan serius.
"Ini akan jadi bencana (Eropa berubah bentuk menjadi seperti penis). Memangnya siapa yang mau tinggal di sana? Apakah berarti saya akan tinggal di sini (menunjuk bagian pulau yang mirip buah zakar)?" ujar Bethwell sambil memegangi poster anti pemanasan global.
Sean Johnson, pengamat iklim independen yang menyusun laporan tersebut mengatakan ukuran penis hampir selalu berbanding terbalik dengan fenomena-fenomena yang berhubungan dengan pemanasan global. Makin sering terjadi badai, peningkatan permukaan air laut dan melelehnya es di kutub, ukuran alat viral justru makin kecil.
Kabarnya, laporan penelitian yang belum banyak dibocorkan datanya dengan lebih detail ini akan dimuat tanpa ada tinjauan dari pakar lain yang lebih kompeten. Alasannya, kesimpulan ini diyakini sudah sangat mampu mempersatukan umat manusia khususnya kaum pria untuk lebih peduli pada lingkungan.
"Gagasan bahwa ukuran penis menyusut akibat pemanasan global, yang notabene dipicu oleh perilaku manusia sendiri, akan mempersatukan kalangan ilmuwan, pemerhati lingkungan dan bahkan para politisi ke dalam satu tujuan bersama," ungkap editor jurnal Nature, Phillip Campbell seperti dikutip dari The Poke, Kamis (10/11).
Karena baru akan dipublikasikan bulan depan, kebenaran informasi ini memang masih diragukan. Apalagi media yang mengabarkannya, The Poke terkenal dengan informasi-informasi ringan yang lebih kuat unsur komedinya dibandingkan akurasi faktanya.
Terlebih selama ini, beberapa ilmuwan memang suka melontarkan joke-joke yang mengaitkan antara fenomena-fenomena pemanasan global dengan alat kelamin pria. Salah satunya pernah ditayangkan dalam program BBC Comedy, yang dikomentari dengan serius oleh seorang anggota parlemen Inggris.
Dalam tayangan tersebut disebutkan, naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global akan mengubah peta dunia dan Benua Eropa hanya akan menyisakan pulau kecil berbentuk penis. Seorang anggota parlemen Inggris, Jonathan Bethwell malah menanggapinya dengan serius.
"Ini akan jadi bencana (Eropa berubah bentuk menjadi seperti penis). Memangnya siapa yang mau tinggal di sana? Apakah berarti saya akan tinggal di sini (menunjuk bagian pulau yang mirip buah zakar)?" ujar Bethwell sambil memegangi poster anti pemanasan global.
Wow...Peta Bumi Terkecil Dibuat Ilmuwan IBM
IkadaNewsOnline - Ilmuwan IBM menciptakan peta Bumi terkecil, berukuran 22 x 11 mikrometer (1 mikrometer sama dengan sepersejuta meter). Untuk membayangkan ukurannya, kira-kira kumpulan 1.000 buah peta ini setara dengan besar 1 butiran garam.
Inovasi yang dilakukan IBM itu diberi penghargaan sebagai peta Bumi terkecil oleh organisasi Guinness World Record. Karya terbaru ilmuwan IBM tersebut dimasukkan dalam Guinness World Record 2012 (resmi, tak ada lagi Guinness Book of World Record).
Bagi ilmuwan IBM, karya ini dibuat bukan untuk meraih popularitas. Ilmuwan mengembangkan peta terkecil untuk menunjukkan terobosan dalam membuat struktur kompleks dalam wujud mini.
Ilmuwan mengharapkan, ada lebih banyak lagi inovasi di bidang nanoteknologi yang dikembangkan, meliputi wilayah elektronik, kedokteran, serta ilmu hayati. Nanoteknologi diharapkan membantu kehidupan manusia di masa mendatang.
Peta Bumi terkecil ini dibuat dengan polimer perak mini. Pola dibuat dengan "pensil" mini berbahan silikon berukuran 100.000 lebih kecil dari ujung pensil yang runcing. Teknik yang dipakai mirip seperti cara bangsa Mesir membuat hieroglif.
Selain membuat peta Bumi terkecil, ilmuwan IBM yang ternyata juga gemar mendaki gunung menciptakan miniatur Matterhorn, salah satu puncak pegunungan Alpen di Swiss. Miniatur itu hanya berukuran 25 nanometer atau 25 per satu miliar meter.
Inovasi yang dilakukan IBM itu diberi penghargaan sebagai peta Bumi terkecil oleh organisasi Guinness World Record. Karya terbaru ilmuwan IBM tersebut dimasukkan dalam Guinness World Record 2012 (resmi, tak ada lagi Guinness Book of World Record).
Bagi ilmuwan IBM, karya ini dibuat bukan untuk meraih popularitas. Ilmuwan mengembangkan peta terkecil untuk menunjukkan terobosan dalam membuat struktur kompleks dalam wujud mini.
Ilmuwan mengharapkan, ada lebih banyak lagi inovasi di bidang nanoteknologi yang dikembangkan, meliputi wilayah elektronik, kedokteran, serta ilmu hayati. Nanoteknologi diharapkan membantu kehidupan manusia di masa mendatang.
Peta Bumi terkecil ini dibuat dengan polimer perak mini. Pola dibuat dengan "pensil" mini berbahan silikon berukuran 100.000 lebih kecil dari ujung pensil yang runcing. Teknik yang dipakai mirip seperti cara bangsa Mesir membuat hieroglif.
Selain membuat peta Bumi terkecil, ilmuwan IBM yang ternyata juga gemar mendaki gunung menciptakan miniatur Matterhorn, salah satu puncak pegunungan Alpen di Swiss. Miniatur itu hanya berukuran 25 nanometer atau 25 per satu miliar meter.
Langganan:
Postingan (Atom)



















